RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 33


__ADS_3

...***...


...Di kediaman Selir Kamala Hastanti....


Saat ini ia sedang diobati. Karena beberapa luka yang ia terima dari Ratu Agung Selendang Merah tadi. Putri Dyatmika Kamala mengobati ibundanya dengan hati-hati.


"Apakah benar-benar?. Wanita jahat itu telah melukai ibunda?." Setelah mengobati ibundanya ia duduk dan bertanya pada ibundanya. "Apakah ini tidak salah ibunda?." Ada amarah yang ia rasakan pada saat itu.


"Ya,dia menyerangku. Demi melindungi bawahannya yang sampah itu, dia telah mencelakai aku!." Selir Kamala Hastanti tampak masih kesakitan. "Aku tidak terima atas apa yang telah ia lakukan padaku. Tunggu saja saat aku mengatakan pada dewan agung untuk menghukumnya nanti." Amarahnya masih membuncah. Harga dirinya merasa diinjak-injak oleh Ratu Agung Selendang Merah.


"Aku sendiri yang akan menemuinya nantinya ibunda. Akan aku hajar wanita jahat itu." Dyatmika Kamala geram dengan apa yang ia dengar. "Ibunda tenang saja, saya akan membalas apa yang telah ia lakukan pada ibunda." Amarahnya yang tidak bisa ia kendalikan hanya karena ibundanya mengatakan jika Ratu Agung Selendang Merah telah menyakiti ibundanya.


"Itulah yang ibunda harapkan darimu sebagai anakku." Selir Kamala Hastanti mengelus sayang kepala anaknya. Hatinya sedikit lega karena anaknya yang selalu membelanya. "Terima kasih karena kau selalu peduli pada ibunda." Ia tersenyum lembut menatap anaknya. "Aku sangat bangga padamu yang selalu membela aku sebagai ibundamu." Lanjutannya.


"Tentu saja ibunda. Tidak akan saya biarkan siapapun menyakiti ibunda. Termasuk wanita jahat itu." Dengan perasaan bangga ia berkata seperti itu. "Akan saya habisi siapa saja yang berani menyakiti ibunda." Putri Dyatmika Kamala sangat pandai menyenangkan hati ibundanya. Tentunya ia tahu harus melakukan apa supaya ibundanya bangga terhadapnya.


"Tapi, dimana adikmu?. Apakah dia tidak ada di rumah?. Kenapa ibunda tidak melihatnya?." Selir Kamala Hastanti tidak melihat keberadaan anak laki-lakinya.


"Adik pangeran tadinya pergi ibunda. Katanya mau jalan-jalan setelah selesai mengerjakan tugas istana. Tapi setelah itu saya tidak mengetahuinya ia kemana." Putri Dyatmika Kamala memang tidak mengetahui dimana kakaknya saat ini. Ia juga sibuk dengan kegiatan lainnya. Jadi ia tidak sempat memperhatikan dimana kakaknya berada.


"Kalau begitu kita tunggu saja. Mungkin sebentar lagi dia akan pulang." Selir Kamala Hastanti sangat mencemaskan keberadaan anaknya saat ini dimana. "Semoga saja anakku baik-baik saja." Dalam hatinya sangat berharap jika anaknya tidak mengalami hal yang buruk.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.

__ADS_1


...***...


Lukita, Elang ajaib, Rembung dan Cibatu saat ini sedang menuju suatu tempat. Setelah mendengarkan apa yang dikatakan  Elang ajaib, mereka langsung menuju lokasi dimana dua orang yang telah diringkus oleh Elang ajaib.


Kembali ke masa itu.


Setelah sedikit bernafas dengan lega, Elang ajaib menjelaskan pada mereka semua.


"Cukup lama bagiku untuk mengikuti mereka." Ucapnya memulai menjelaskan pada mereka semua. "Mereka sedikit memiliki kepandaian, sehingga cukup lama bagiku untuk meringkus mereka hanya untuk memastikan mereka nantinya bisa menjadi saksi atas apa yang telah terjadi." Lanjutnya lagi.


"Kau bergaung dengan mereka?. Apakah itu tidak apa-apa?." Rembung hampir tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kau sungguh bertarung dengannya dalam bentuk elang atau bentuk manusia?." Cibatu juga bahkan mempertanyakan elang ajaib itu bertarung dalam wujud seperti apa.


Duak!. Duakh!.


Elang ajaib itu menjitak kepala Rembung dan Cibatu dengan keras, sehingga keduanya meringis kesakitan.


"Pfffh." Sedangkan Lukita malah tertawa melihat mereka yang sedang kesakitan.


"Dasar tidak sopan!. Berani sekali kalian bertanya seperti itu pada utusan gusti ratu agung!." Elang ajaib dalam wujud wanita cantik itu ternyata cukup galak juga. Sehingga ia berani menjitak kepala dua orang pria agung.


"Elang ajaib kurang ajar!. Jika saja kau bukan elang ajaib milik gusti ratu agung, sudah aku panggang kau!." Dalam hati Rembung sangat tidak terima.

__ADS_1


"Tidak tuan?. Tidak piaraan?. Sama-sama kejamnya." Dalam hati Cibatu merasa kesal, ia mengusap kepalanya yang kena jitak itu.


"Dengarkan aku baik-baik." Kali ini elang ajaib itu berkata dengan nada serius. Sehingga mereka bertiga mendengarkan penjelasan dengan baik. "Aku telah menahan mereka di suatu tempat. Aku telah membuat mereka tidak sadarkan diri. Aku ingin kalian segera membawanya setalah menangkap keluarga menanti." Lanjutnya lagi. "Kita tidak boleh gagal membuktikan jika mereka telah bersalah atas kasus pembunuhan besar yang telah mereka lakukan." Elang ajaib itu terus memberikan penjelasan kepada mereka, dan apa saja yang harus mereka lakukan setelah itu.


Kembali ke masa ini.


Setidaknya seperti itulah penjelasan dari Elang ajaib.


"Ternyata gusti ratu agung memang selalu mengawasi kami semua. Bahkan gusti ratu agung membantu kami menyelesaikan masalah ini. Aku pikir dia hanya menerima bersih dan hanya pandai memerintah orang saja." Dalam hati Rembung atau nama aslinya Jendral Kuasa tidak menyangka sama sekali. Ia tidak menduga jika Ratu Agung Selendang Merah memang berniat ingin memperbaiki negeri ini sementara waktu Raja Agung dalam pemulihan.


"Sungguh rencana yang sangat luar biasa. Tidak menyangka jika gusti ratu agung bertindak sejauh ini demi mengungkapkan kasus pembunuhan itu. Sangat luar biasa sekali." Dalam hanya sangat kagum dengan apa yang dilakukan Ratu Agung.


Apakah mereka akan berhasil melakukan itu?. Apakah mereka tidak akan mengecewakan Ratu Agung Selendang Merah?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...


Malam masih terasa panjang. Ratu Agung Selendang Merah belum tidur. Saat ini ia memandangi awan malam melalui jendela di biliknya. Ia mencoba untuk tersenyum kecil walaupun terasa sangat sakit.


"Malam ini sepertinya sangat baik rakanda raja agung." Ratu Agung Selendang Merah kali ini menatap sosok yang sangat ia lindungi saat ini. "Apakah rakanda raja agung tidak ingin melihatnya bersama saya?." Hatinya sangat sedih karena suaminya belum juga menunjukkan tanda-tanda akan bangun.


"Saya akan mencari obat yang dapat memulihkan rakanda raja agung." Ia menutup jendela biliknya. Setelah itu ia mendekati suaminya yang masih terbaring lemah tak berdaya. "Untuk sementara waktu, rakanda raja agung masih bisa bertahan dari racun ganas itu." Ia duduk di samping suaminya, ia genggam lembut tangan suaminya. "Sebentar lagi saya akan mencari keberadaan ramuan itu. Ada empat jenis dedaunan yang bisa membuat rakanda gusti raja agung bisa sembuh total." Ia cium dengan lembut punggung tangan suaminya. "Rakanda gusti raja agung harus secepatnya sembuh. Saya sangat merindukan rakanda agung." Ia berusaha untuk menahan tangisnya. Ia tidak ingin lagi menunjukkan kelemahannya bahkan jika suaminya saat ini tidak melihatnya. "Saya sangat mencintai rakanda gusti raja agung dengan sepenuh hati saya. Karena itulah bertahanlah demi saya. Mari kita bangun kembali negeri ini." Ia menatap wajah suaminya agak sedikit pucat. "Saya ingin selalu bersama rakanda gusti raja agung. Saya ingin terus menemani rakanda raja agung dalam keadaan sehat." Setelah itu kecup kening suaminya dengan sayang. Perasaan cinta yang selalu ia ungkapkan pada suami yang sangat ia cintai, dan selalu ia banggakan.


Sementara itu, entah karena perasaan cinta itu terhubung dengan baik. Raja Agung merasakan perasaan cinta itu. Hingga tanpa sadar ia tersenyum lembut. Apakah Raja Agung sepenuhnya tidak sadarkan diri?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Temukan jawabannya dalam kisah ini.

__ADS_1


Next.


...***...


__ADS_2