RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 74


__ADS_3

...***...


Perdana Menteri Pertahanan Buzara Keshwari masih bersama anaknya Selir manik Keshwari. Amarahnya saat itu benar-benar sangat membuncah, karena anaknya masih belum juga menjawab pertanyaannya.


"Harus berapa lama aku menunggu jawaban darimu?. Apakah kau benar-benar bisu?. Atau kau memang tuli?." Perdana menteri pertahanan Buzara Keshwari membentak anaknya.


"Kenapa ayah malah marah pada saya?." Selir Manik Keshwari mulai menangis, ia sangat takut.


"Aku marah karena kau telah melempari aku dengan kotoran yang sangat busuk!." Bentaknya. "Jawab pertanyaanku!. Apakah kau kenal dengan tuan muda dari kediaman tepu?. Apakah benar anak itu adalah anaknya?!." teriaknya dengan penuh amarah yang sangat membara. "Jangan sampai aku menggunakan kekerasan hanya untuk membuatmu mengakui apa yang kau lakukan selama ini!." itulah ancaman yang keluar dari mulutnya.


"Apakah wanita jahat itu telah memfitnah aku ayah?. Sehingga dia mengatakan jika aku telah melakukan serong dengan tuan muda mengkudu tepu?!. Apakah ayahanda percaya begitu saja dengan apa yang telah dikatakan wanita jahat itu?." Ucapnya sambil menangis sejadi-jadinya.


"Kau sendiri yang mengakui jika kau telah bermain api dengan tuan mengkudu tepu." Ia masih berusaha untuk menahan amarah yang ia rasakan saat itu.


"Apa maksud ayah?. Aku tidak berkata seperti itu." Ia sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya.


"di kediaman tepu bukan hanya tuan muda mengkudu saja. Masih ada empat orang putra lainnya. Tapi kau dengan sangat mudahnya mengatakan nama mengkudu tepu. Apakah kau tdiak menyadarinya?." dengan perasaan kecewa ia berkata seperti itu pada putrinya.


Deg!.


Selir Manik Keshwari benar-benar sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan ayahnya saat itu. "Sial!. Aku malah keceplosan mengatakan nama tuan muda mengkudu tepu." Dalam hatinya sangat paik dengan pa yang telah ia ucapkan tadi. "I-itu karena saya-." ia mencoba memikirkan alsan yang tepat untuk meralat apa yang telah ia katakan tadi.

__ADS_1


"Aku yang telah salah. Ratu agung selendang merah sangat benar." Perdana menteri pertahanan Buzara Keshwari tampak kecewa. "Jika aku ingat-ingat lagi, pernikahanmu dengan gusti raja agung belum genap satu tahun, dan kau malah hamil tiga minggu?." Dengan perasaan hancur ia berkata seperti itu. "Aku sendiri yang akan mengembalikan tanda selir terhormat besok pada gusti ratu agung." Lanjutnya. "Rasanya urat maluku benar-benar telah putus dengan apa yang telah ku lakukan." Sungguh, ia tidak pernah merasakan kekecewaan yang sangat mendalam di dalam hidupnya selama ini.


Deg!.


Selir Manik Keshwari saat itu kehilangan kata-kata setelah mendengarkan apa yang dikatakan ayahnya. "Tidak. Tidak ayah!. Aku tidak akan setuju jika ayah mengembalikan tanda selir pada wanita jahat itu!." Ia terlihat sangat frustasi.


"Sebaiknya kau tidak usah membantah!. Jika kau berani berbuat lebih lagi!. Aku bersumpah akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!. Karena kau telah berani menghina raja agung dengan bermain api!. harusnya kau dirajam dimuka umum!. Karena kau telah berani berbuat serong!. Perbuatan terkutuk yang tidak boleh dilakukan seorang wanita selir raja!." Amarahnya telah sampai pada puncaknya, sehingga ia mengeluarkan pedang yang ia simpan dengan kekuatan tenaga dalamnya. Akan tetapi pada saat itu ia gunakan untuk mengancam anaknya agr tidak melawan lagi.


Apakah yang aan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Saat itu ia sedang menceritakannya pada anaknya mengenai apa yang telah terjadi. Sungguh ia tidak menduga sama sekali. Namun pada saat itu ada Selir Indraswari Jayanti yang turut hadir di sana.


"Aku mendengar kabar itu dari tukang gosip yang bersebaran di kalangan bangsawan." Ucapnya dengan penasaran. "Apakah bena jika selir muda itu bermain api dengan tuan muda mengkudu tepu dari kediaman tepu?." itulah pertanyaan yang keluar dari mulutnya.


"Mulanya, saat itu aku bertemu dengan tuan buzara keshwari yang mengaku jika anaknya diperlakukan tidak baik oleh selendang merah." Jawabnya mulai menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. "Namun ketika kami tiba di istana saat mengatakan aturan tentang hak istimewa seorang selir, namun siapa yang menduga, jika selir muda bodoh itu malah ketahuan bermain serong jika dilihat dari tahun pernikahannya dengan ananda raja agung." Itulah yang ia katakan pada Selir Indraswari Jayanti .


"Sungguh sangat memalukan sekali. Dia berani bermain serong." Selir Indraswari Jayanti sangat geram. "Dia harus menerim hukuman rajam. Karena dia tela berani menghina rajanya dengan bermain serong." Ucapnya dengan penuh amarah yang sangat membara.


"Jika berita ini sampai bocor, maka telah dipastikan dia akan mendapatkan hukuman rajam." Ucap Selir Kamala Hastanti.

__ADS_1


"Aku sangat yakin itu akan terjadi." Selir Indraswari Jayanti tidak dapat membayangkan bagaimana nasib selir Manik Keshwari . "Lantas?. Bagaimana dengan rencana kita?. Apakah rencana kita belum tercium oleh wanita itu?." Kali ini ia bertanya tentang masalah lain.


"Kau tenang saja. Rencana kita masih aman, dan aku pastikan jika dia tidak akan mengetahui rencana kita." Jawabnya dengan penuh percaya diri.


"Bagus lah jika memnag seperti itu." Ia tampak senang. "Oh iya. Kabar yang beredar, saat ini anakmu sedang dekat dengan seorang tuan putri dari dewan gung istana. Apakah itu benar?." Rasa penasaran telah menggelitik hatinya untuk bertanya seperti itu.


"Kabar memnag cepat beredar. Sungguh sangat luar biasa." Ia hanya menghela nafasnya dengan pelan. "Mungkin aku akan menyuruh anakku itu lebih berhati-hati lagi. Akan berbahaya jika ada yang berniat jahat padanya." Sebagai seorang ibu ia tidak ingin terjadi sesuatu pada anaknya. "Kabar yang aku dengar tentang anakmu juga aneh." Saat itu ia mengatakan sesuatu tentang Pangeran Arzaguna Basukarna.


"Memangnya kabar apa yang kau dengar tentang anakku?." Perasaanya saat itu sangat tida nyaman sama sekali. "Aku harap bukan buruk." Hanya itu saja yang ia harapkan saat itu.


"Anakmu sangat baik, sangat baik sekali." Ucapnya.


"Apakah itu sebuah pujian yang sangat istimewa tentang anakku?." Ia malah bertanya seperti itu.


"Anakmu mendapatkan pujian yang sangat luar biasa. Karena ia telah berhasil memenangkan sidang besar." Ucapnya sambil mengingat apa yang telah ia dengar. "Seorang pangeran yang sangat berjasa telah mengungkapkan kejahatan yang telah dilakukan oleh salah satu kaum bangsawan terhormat, tuan hasedoki muritachi." Lanjutnya.


"Oh?. Jadi seperti itu?. Sungguh sangat luar biasa sekali." Selir Kamala Hastanti sebenarnya sangat senang mendengarkan ucapan itu, hanya saja ia belum puas jika anaknya belum menjadi raja.


Apakah yang akan dilakukan mereka untuk mendapatkan ambisi yang ada di dalam hati mereka?. Lalu apa yang akan dilakukan Ratu Agung Selendang Merah untuk menghentikan mereka semua?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2