RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
REPOST


__ADS_3

***


Saat di Perjalanan menuju istana utama. Pangeran Arzaguna Basukarna terlihat lebih ceria, ia juga merasa berdebar-debar. Akan tetapi bukan karena ia merasa terpesona dengan kecantikan Seseorang. Akan tetap-.


"Apakah adik pangeran sudah tidak sabar untuk minulai sidang pertama?." Ratu Agung tersenyum kecil.


"Ya, yunda gusti ratu agung benar." Balasnya. "Ini akan menjadi pengalaman pertamalan saya." Ungkapnya dengan rona kebagiaan. "Terima kasih, karena yunda gurti ratu agung menjemput saya sesuai dengan janji." Hatinya saat itu sangat senang luar biasa.


"Itu karena aku melihat kesungguhan dari raut wajahmu, Jadi aku hanya perlu mendukungnya. "Hanya itu saja, tidak lebih. "Ratu Agung Selendang merah dapat memahami keinginan Pangeran Arzaguna Basukarna.


"Andai saya rakanda gusti raja agung gusti raya agung melihat ini, pasti beliau sangat bangga." Entah kenapa saat itu ia teringat dengan kakaknya itu.


"Tenanglah. Aku sedang berusaha untuk mencari obat untuk rakanda gusti raja agung. "Ratu Agung Selendang Merah memahami dengan baik perasaan adik iparnya.


"Apakah itu benar yunda gustoraty agung?." Ia tidak salah dengar, kan?.


Bagaimana dengan tanggapan Ratu Agung Selendang merah?. Simak terus ceritanya.


***


Sementara itu, Pangeran Arzaguna Barata sedang berada di rumahnya saat itu, akan tetapi ia terlihat sedang melamun?.


"Selamat pagi rakanda." Sapa Putri Kemuning Indraswari sambil menepuk pundak kakak laki-lakinya itu. Dan saat itu ia duduk di samping kakaknya.


"Selamat pagi adik." Balasnya dengan Suara ogahan.


"Memangnya apa yang membuat rakanda termenung di pagi hari?." Ia bertanya Seperti itu?. "Apakah rakanda telah memberi pelajaran pada wanita kurang ajar itu ?." Ia masih penasaran dengan apa yang akan dilakukan kakaknya pada Ratu Agung Selendang Merah.


"Saat ini aku belum bisa memberikan pelajaran padanya. Karena dia memiliki kekuatan yang tidak bisa aku sentuh." Balasnya.

__ADS_1


"Apa yang rakanda katakan?." Ia tidak mengerti?.


"Saat ini aku harus mencari kekuatan untuk menjatuhkannya." Ucapnya. "Saat ini kepalaku sedang dipenuhi pemikiran aneh tentang apa yang telah dia perlihatkan padaku." Dalam hatinya masih memikirkan itu.


"Aku masih belum mengerti dengan apa yang rakanda katakan." Putri Kemuning Indraswari heran dengan sikap kakaknya itu.


"Kau tidak perlu memikirkan itu. Sifatnya kau juga-." Ucapnya sambil melangkah pergi meninggalkan adiknya?. "Jangan sampai melakukan kesalahan, atau wanita itu akan melakukan hal yang mengerikan padamu." Setelah berkata seperti itu ia pergi dari sana.


"Apakah rakanda ku suka takut di hadapan wanita buruk rupa itu?." Ia bertanya-tanya pada dirinya mengenai apa yang telah diucapkan kakaknya itu. "Sial!. Wanita gila itu memang sangat hebat dalam merendahkan orang lain." Suasana hatinya pada saat itu benar-benar sangat terganggu.


Apakah yang akan ia lakukan setelah ini?. Simak terus ceritanya.


***


Lukita saat ini sedang berjalan-jalan santai sambil menikmati pemandangan yang ada di kawasan kumuh. Meskipun tidak seindah kota?. Tapi keadaan di sana memang sangat memperihatinkan. Kondisi anak-anak yang seperti mengalami busung lapar?.


"Sungguh sangat miris sekali negeri ini." Dalam hatinya sangat prihatin dengan masalah yang terjadi di sana. "Apa yang harus aku lakukan?." Dalam hatinya sangat sedih, ia sangat ingin membantu mereka. Namun saat itu ia sedang berjuang, supaya ia bisa membantu mereka semua. "Aku akan melakukannya. Aku. Bisa membantu mereka." Ia kuatkan langkahnya untuk membantu mereka semua.


***


Di kediaman Selir Manik Keshwari.


Saat itu ia sedang berbincang-bincang dengan ayahnya?. Saat itu ia menyampaikan kabar bahagia pada ayahnya?.


"Syukurlah, jika keadaanmu telah sehat." Hatinya sangat lega.


"Aku merasa jauh lebih baik ayah. Itu karena ada ayah di sini." Balasnya. "Dan kabar yang paling membahagiakan adalah, ayah akan menjadi seorang kakek setelah ini." Ia mengusap perutnya yang terlihat sedikit membesar?.


"Wah?!. Benarkah itu?." Perdana Menteri Pertahanan Buzara Keshwari sangat terkejut dengan apa yang dikatakan anaknya. "Apakah benar aku akan menjadi seorang kakek?." Dengan penuh penasaran ia bertanya seperti itu.

__ADS_1


"Tentu saja ayah. Saat ini aku sedang mengandung anak dari rakanda gusti raja agung." Dengan senyuman yang sangat sumringah ia berkata seperti itu.


"Kalau begitu aku akan menyampaikan kepada ratu agung selendang merah, agar dia memberikan tempat yang aman padamu." Tentunya ia ingin anak dan calon cucunya itu selamat dari marabahaya.


***


Ratu Agung Selendang Merah dan Pangeran Arzaguna Barsukarna telah masuk ke dalam ruangan sidang. Ternyata saat itu penasihat raja agung Dewandaru telah berada di ruangan itu bersama Jendral Kuasa, juga perwakilan dewan agung.


"Terima kasih karena telah menyiapkan ini semua." Ratu Agung Selendang Merah memperhatikan siapa saja yang telah ikut dalam sidang itu.


"Sama-sama gusti putri." Balasnya dengan senyuman ramah.


"Kalau begitu silahkan dimulai." Ratu Agung Selendang Merah tidak ingin membuang waktu terlalu lama.


"Salam sejahtera untuk kita semua." Penasihat raja agung Dewandaru segera memulai sidang itu. "Salam hormat untuk gusti ratu agung dan hadirin yang berbahagia." Lanjutnya. "saat ini kita akan mengadakan sidang, dan memutuskan perkara yang telah dilakukan oleh saudara hasedoki muritachi." Saat itu ia menatap ke arah tersangka yang telah melakukan kejahatan.


Dalam sidang itu mereka semua memperhatikan apa yang telah diucapkan oleh penasehat Raja Agung Dewandaru. Akan tetapi pada saat itu ada seseorang yang sangat gelisah dalam sidang itu tentu saja Dia adalah tuan Hasedoki Muritachi.


"Tuan hasedoki muritachi telah terbukti melakukan kesalahan yang sangat fatal. Beliau telah menyebabkan beberapa bencana alam yang dialami oleh rakyat kawasan kumuh." Penasehat Raja Agung Dewandaru membacakan apa yang telah ia dapatkan. "Kejadian itu bukan hanya sekali saja sudah beberapa tahun ini ia melakukan kejahatan itu." Lanjutnya. "Bagaimana menurut dewan agung yang terhormat?. Hukuman seperti apa yang akan ia dapatkan?. Katakanlah dengan terus terang dalam sidang ini." Ia meminta pendapat atau meminta hukuman?.


"Sebelum kita memutuskan hukuman apa yang akan kita berikan kepadanya?. Bagaimana kalau kita meminta tuan hasedoki muritachi menjelaskan apa yang ia lakukan?. Atau ia merasa keberatan dengan apa yang telah dituduhkan padanya?." Yombu Tilaga mempersilahkan tersangka untuk mengeluarkan pendapat?.


"Terima kasih yang mulia dewan perwakilan agung yang telah memberikan saya untu berbicara." Saat itu raut wajahnya terlihat sangat gembira.


"Heh!. Jangan besar kepala dulu kau." Dalam hati Penasihat raja agung Dewandaru mendengus kecil.


"Katakan." Ratu Agung Selendang Merah yang mempersilahkan Hasedoki Muritachi untuk berbicara.


Apakah yang akan ia katakan nantinya?. Apakah ia akan lari dari tanggung jawabnya sebagai tersangka utama?. Lalu bagaimana dengan tanggapan Pangeran Arzaguna Barsukarna?. Simak terus ceritanya.

__ADS_1


Next.


***


__ADS_2