
...***...
Di sisi lain.
Di tempat Menteri Keuangan Jibat bekerja. Saat ini ia sedang galau sangat luar biasa, sehingga ia terlihat sangat sedih saat itu. Apakah ada sesuatu yang sedang ia pikirkan saat itu?. Sehingga ia merasa heran dengan perasaannya saat itu.
"Huuffh!." Ia menghela nafasnya karena merasa lelah karena telah berusaha untuk menekan perasaan yang ia rasakan saat itu. Apakah yang ia rasakan sebenarnya?. Sehingga beban hidup terasa sangat berat sekali, apakah ia tidak bisa menghilangkan beban itu?. "Nona lukita." Nama itu yang ia sebutkan.
Olala?!. Ternyata itu yang menjadi beban pikirannya saat itu, sehingga saat itu ia menjadi galau berat. "Apa yang kau lakukan saat ini nona lukita?." Ia bertanya-tanya pada dirinya yang mungkin akan menjawab pertanyaannya. "Rasanya aku tidak sanggup untuk berjauhan dengannya. Dia telah berhasil mencuri hatiku." Sungguh, ada perasaan kesal yang ia rasakan saat itu, karena ia telah terpikat akan sosok Lukita. Lukita gadis cantik dari kawasan kumuh yang ternyata adalah bawahan dari Ratu Agung Selendang Merah. "Jendral kuasa kurang ajar!." Di sisi lain saat itu ia merasa kesal, karena tiba-tiba saja ada bayangan yang menari-nari di dalam pikirannya. "Dia memiliki kesempatan yang sangat besar untuk bertemu dengan nona lukita karena dia bertugas di kawasan kumuh." Dalam hatinya sangat mengutuk itu. "Bukan hanya bertemu saja, bisa jadi dia berbicara?. Dan bahkan menatap kecantikan yang dimiliki nona lukita. Kegh!. Ini sungguh sangat menyebalkan sekali." Ingin rasanya ia mengutuk Jendral Kuasa yang memiliki kesempatan emas itu. "Sementara itu aku?. Aku malah merasa sesak. Pikiranku melayang-layang membayangkan hal apa saja yang akan kemungkinan apa yang akan mereka lakukan di sana." Menteri keuangan Jibat ingin menangis membayangkan itu semua. "Aku harus mencari cara untuk bisa bersamanya." Rengeknya dengan suara yang sangat serak. "Aku harus segera bergerak, sebelum dia yang bergerak." Dalam hatinya sedang memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah ini. "Nona lukita. Aku akan segera melamar mu melalui gusti ratu agung." Saat itu ada rasa semangat yang mulai kembali ke dalam dirinya. "Ok!. Aku telah akan memutuskan apa yang harus aku lakukan setelah ini." Saat itu ia berbunga-bunga sambil membayangkan, lamaran seperti apa yang akan ia lakukan setelah itu. Simak terus ceritanya.
...***...
Sementara itu di istana Timur sendiri?.
Menteri Pertahanan Buzara Keshwari yang masih panas hatinya. Begitu juga dengan Selir Kamala Hastanti. Keduanya sangat panas dengan apa yang dikatakan Ratu Agung Selendang Merah.
"Kau tidak usah banyak bicara!." Bentak Selir Kamala Hastanti dengan amarah yang sangat membuncah. "Apakah kau ingin mengubah aturan yang ada?!. Hanya karena kau merasa berkuasa saat itu?." Hatinya Merasa sakit sakit itu. Kemarahannya berlipat ganda dari yang sebelumnya.
__ADS_1
"Tidak Perlu berkata seperti itu untuk menantang aku." Ratu Agung Selendang Merah hanya mencoba menahan dirinya.
"Jangan terlalu banyak alasan!." Perdana Mentri Pertahanan Buzara Keshwari terbawa amarah.
"Asalkan kalian tahu saja." Ratu Agung Selendang Merah memberi kode pada keduanya. "Anak ada di dalam kandungan selir yang manik keshwari itu bukanlah anak rakanda raja agung." Ucapnya.
Plak!.
"Gusti ratu agung!!."
Namun Ratu Agung Selendang Merah mendapatkan sebuah tamparan yang sangat Keras. Tentunya para dayang dan prajurit yang Melihat itu sangat terkejut dengan apa yang terjadi di depan mereka. "Mereka ini!." Dalam hati mereka semua sangat mengutuk dengan apa yang dilakukan mereka pada Ratu Agung Selendang Merah.
"Kau memang wanita yang sangat serakah. Sehingga kau berani berkata seperti itu." Dengan penuh kemarahan ia berkata seperti itu.
"Aku tidak serakah sama sekali." Balas Ratu Agung Selendang Merah menatap tajam.
"Kalau begitu, atas dasar apa yang membuatmu mengatakan pada kami?. Jika menantu kesayanganku itu tidak mengandung anak dari putraku?." Selir Kamala Hastanti merasa heran dan sangat tidak percaya dengan apa yang ia pikirkan saat Hu.
__ADS_1
"Kalau begitu aku yang bertanya padamu, ibunda selir." Kali ini ia melihat Selir Kamala Hastanti. "Sebagai seorang selir, harusnya ibunda harusnya mengetahui, peraturan seperti apa yang di terima oleh seorang selir raja setelah menikah." Ucapnya sambil menatap Keduanya dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Kau ini sebenarnya ingin mengatakan apa?." Perdana Mentri Pertahanan Buzara Keshwari sangat tidak mengerti. "Jangan berbelit-belit, dan jangan membuat aku menjadi bingung." Ada kemarahan yang ia tunjukkan saat itu.
"Peraturan yang mengatakan dengan sangat jelas." Ratu Agung Selendang Merah memberikan Penekanan. "Bahwa jika ada seorang selir, setelah Menikah, tidak serta merta tinggal begitu saja dengan sang raja." Lanjutnya sambil mengingatkan mereka. "Mereka akan berpisah selama satu tahun pernikahan. Menunggu apakah istri pertama raja agung bisa hamil atau tidak." Itulah yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah.
"Memang seperti itulah yang terjadi. Memang Seperti itulah yang selama ini terjadi." Balas Ratu Agung Selendang Merah dengan sangat marah. "Nah!. Tuan buzara keshwari yang terhormat!. Kau pikir sudah berapa lama anakmu itu menikah dengan rakanda raja agung?!." Dengan penuh amarah ia bertanya seperti itu.
Deg!.
Perdana Menteri Pertahanan Buzara Keshwari dan Selir Kamala Hastanti sangat terkejut dengan apa yang ada di dalam pikiran mereka saat itu. Sungguh, mereka sangat terkejut sampai-sampai jantung mereka hampir saja melompat dari tempatnya.
"Usia pernikahan mereka baru saja mencapai tiga bulan. Artinya rakanda raja agung belum menyentuhnya sama sekali." Ratu Agung Selendang Merah menatap tajam ke arah Perdana Menteri Pertahanan Buzara Keshwari yang terlihat sangat pucat. "Tapi bagaimana mungkin anakmu itu bisa mengandung?. Apakah menurutmu rakanda raja agung adalah seorang raja yang mengikuti hawa nafsu duniawi?. Sehingga menemui anakmu secara diam-diam?. Seperti yang dilakukan oleh tuan muda mengkudu tepu?." Hatinya sangat sakit dengan itu. "Sebagai seorang ibu. Apakah menurutmu rakanda raja agung akan melakukan itu meskipun cinta pada seorang wanita?. Jawab aku ibunda selir." Tatapannya kali ini beralih pada Selir Kamala Hastanti yang tampak pucat. "Sekarang kalian renungkan lagi jika ingin mengatakan tujuan kalian ingin menguasai istana timur ataupun istana barat melalui selir manik keshwari." Lanjutnya lagi. "Jagalah sikap kalian, jika berita ini tidak tersebar secara meluas." Anggap saja itu adalah sebuah ancaman yang dapat membungkam mereka agar tidak terlalu bermain-main dengannya.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.
Next.
__ADS_1
...***...