RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 44


__ADS_3

...Di sisi lain....


Berita tertangkapnya keluarga Menanti membuat tiga kawasan sedikit heboh. Terutama kawasan kumuh, dan juga kawasan bangsawan. Mereka tidak menduga jika yang telah membunuh orang-orang kawasan kumuh adalah keluarga Menanti?. Tentunya berita itu sangat mengejutkan bagi mereka semua, meskipun ada beberapa yang mengetahui bagaimana sikap dari keluarga Menanti selama ini. Juga bagaimana keluarga menanti merupakan keluarga bangsawan yang paling banyak menyumbangkan pajak ke kas negara.


Di kawasan bangsawan.


"Sepertinya ratu agung benar-benar melakukan penangkapan itu. Kita harus waspada jika tidak bernasib sama dengan mereka." Itu adalah perkataan kaum bangsawan yang sangat takut setelah apa yang terjadi?.


"Kita harus waspada. Jangan biasakan orang-orang kawasan kumuh berbuat sesuka hati hanya karena mendapatkan perhatian dari ratu agung." Ini adalah keluhan karena merasa tidak mendapatkan perhatian yang berbeda dari Ratu Agung Selendang Merah.


"Kita tidak boleh menyerah hanya karena mereka berhasil menyingkirkan kaum bangsawan yang membenci orang-orang kawasan kumuh." Pendapat lain yang mulai bermunculan hanya karena maslaah itu?.


Sepertinya mereka sangat gelisah, dan ada kemungkinan mereka nantinya juga akan mengalami hal yang sama. Jika mereka tertangkap, tentunya hukuman yang akan mereka terima sangatlah berat. Bukan hukuman saja yang mungkin yang akan mereka terima nantinya. Akan tetapi rasa malu, juga dihina oleh masyarakat karena telah melakukan hal yang sangat memalukan dalam hidup mereka selama ini.


Sementara itu di kawasan kumuh.


Saat mereka mendapatkan kabar itu mereka sangat senang, karena Ratu Agung Selendang Merah benar-benar memperhatikan apa yang telah terjadi pada mereka semua. Tentu saja itu adalah kabar gembira bagi mereka karena Ratu Agung Selendang Merah telah bersikap adil untuk mereka. Ratu Agung Selendang yang mau mendengarkan rintihan yang mereka rasakan selama ini. Ketakutan yang sangat luar biasa yang mereka hadapi selama ini.


"Puji sebesar-besarnya untukĀ  gusti raja agung telah bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan." Dengan penuh kebahagiaan mereka bersorak-sorai seperti itu.


"Gusti ratu agung memang telah melindungi kita dari kaum bangsawan yang ingin menyingkirkan kita semua." Bagi mereka Ratu Agung Selendang Merah saat ini adalah pahlawan luar biasa.


"Semoga saja mereka mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang telah mereka lakukan." Mereka hanya berharap seperti itu.

__ADS_1


"Syukurlah jika gusti ratu agung menghukum orang-orang yang telah membunuh keluarga kita." Ada perasaan senang dan bahagia yang mereka rasakan karena keadilan telah berhasil ditegakkan oleh Ratu Agung Selendang Merah untuk mereka semua.


Perasaan orang-orang kawasan kumuh sangat sedih setelah kejadian itu. Mereka benar-benar semakin ketakutan karena teror itu membuat mental mereka semakin melemah?. Apakah Ratu Agung Selendang Merah memang bisa melindungi mereka semua?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Simak dengan baik lanjutnya kisah ini.


...***...


Di istana Utama.


Lukita, Jendral Kuasa, dan Mentri Keuangan Jibat telah memasuki ruangan Ratu Agung. Tentunya mereka akan melaporkan apa yang telah mereka lakukan.


"Hormat kami gusti ratu agung." Mereka memberi hormat pada Ratu Agung Selendang Merah.


"Kami telah menyelesaikan salah satu tugas yang gusti ratu agung berikan pada kami." Jendral Kuasa melaporkan tugas itu telah selesai dengan baik.


"Kami telah menyiapkan semuanya gusti ratu agung." Kali ini Menteri Keuangan Jibat yang berbicara.


"Itulah yang aku harapkan dari kalian." Ratu Agung Selendang Merah tersenyum kecil menatap mereka semua.


"Jika masalah ini selesai, hamba ingin meminta bantuan pada lukita gusti ratu." Menteri keuangan Jibat memberi hormat. "Hamba juga ingin menyelesaikan masalah keuangan. Hamba ingin menangkap orang-orang yang telah mengambil uang yang telah gusti ratu agung berikan pada kawasan kumuh." Dengan tegas, dan telah menguatkan tekadnya, Menteri Keuangan Jibat juga ingin menyelesaikan masalah itu.


"Baiklah. Masalah itu aku serahkan padamu." Ratu Agung Selendang Merah tidak mencegahnya.


"Maaf jika hamba lancang, jika diizinkan. Hamba juga ingin menyelesaikannya gusti ratu agung." Jendral Kuasa juga ingin menyelesaikannya?.

__ADS_1


"Kenapa kau juga ingin menyelesaikannya?. Bukankah masalah yang kau hadapi telah selesai?." Menteri keuangan Jibat sedikit heran.


"Aku tidak akan membiarkan kau berduaan dengan nona lukita!. Kau pasti akan menggodanya nantinya!." Entah kenapa Jendral Kuasa tidak rela?. Apakah ia memiliki perasaan pada Lukita?. Apakah benar seperti itu?.


"Kau ini bicara apa kuasa bodoh!. Aku hanya melaksanakan tugas!." Menteri keuangan Jibat terlihat sangat jelas menyukai Lukita. Terlihat rona merah menghiasi pipinya.


"Kenapa kalian malah mempermasalahkan hal bodoh seperti ini." Dalam hati Lukita sedikit heran melihat tingkah mereka.


Sedangkan Ratu Agung Selendang Merah dan Penasehat Raja Agung Dewandaru sedikit tercengang melihat itu.


"Mereka ini seperti remaja yang sedang jatuh cinta pada seorang wanita." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru heran melihat tingkah mereka. "Sejak kapan mereka mulai merasakan perasaan cinta?. Aku kira mereka tidak normal, karena belum menikah diusia yang tua ini." Sangat mengherankan sekali melihat tingkah mereka yang tidak biasa.


"Sepertinya ini sangat salah. Kenapa mereka malah memiliki perasaan terhadap lukita?." Dalam hati Ratu Agung Selendang Merah merasa heran dengan tingkah mereka. "Ekhm!." Ratu Agung Selendang Merah memberi kode pada mereka. Sehingga mereka langsung melihat ke arah sang Ratu dengan perasaan tidak enak. Apalagi hawa yang ditunjukkan oleh Ratu Agung Selendang Merah. "Bersiap-siaplah untuk sidang, jika kalian tidak bisa menunjukkan kesalahan keluarga menanti, maka kalian yang aku tembak sampai mati." Matanya terlihat sangat menyeramkan, membuat mereka semua bergidik ngeri.


"A-a-akan kami lakukan dengan baik gusti ratu agung." Jendral Kuasa, Menteri Keuangan dan Lukita benar-benar ketakutan.


"Haduh!. Hawanya sangat tidak enak sekali. Kenapa kalian memancing kemarahan gusti ratu agung?. Apakah kalian tidak sayang nyawa?." Dalam hati Penasihat Raja Agung Dewandaru menghela nafasnya terasa lelah.


"Satu lagi." Kali ini tatapannya benar-benar terlihat sangat menyeramkan. "Kalian jangan sampai menyakiti lukita. Atau aku sendiri yang akan memberikan hukuman yang setimpal untuk kalian." Ratu Agung Selendang Merah benar-benar memberikan peringatan yang keras pada mereka semua yang ada di dalam ruangan itu.


"Rasanya ini seperti sedang berhadapan dengan ibu mertua. Kenapa gusti ratu agung terlihat sangat menyeramkan." Dalam hati keduanya merinding melihat itu. Entah kenapa mereka dapat merasakan seperti itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apa yang akan dilakukan Ratu Agung Selendang Merah?. Simak terus ceritanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2