RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 38


__ADS_3

...***...


Di kediaman keluarga Menanti.


Sepertinya proses penangkapan itu tidak lancar dan mereka semua melakukan perlawanan. Sehingga suasana mereka bertarung dengan sengitnya. Lukita, Jendral Kuasa, dan Mentri Keuangan Jibat benar-benar berhadapan dengan mereka semua. Sepertinya mereka sama sekali tidak mau dibawa begitu saja oleh Jendral Kuasa.


"Ternyata kau licik kuasa bodoh!. Berani sekali kalian melakukan itu pada kami!. Menipu kami dengan penampilan seperti itu!." Dengan kesalnya Teru Menanti terus menyerang Jendral Kuasa. "Laknat busuk!. Akan aku bunuh kau!." Suasana hatinya saat itu sedang buruk, sehingga ia tidak dapat mengendalikan dirinya untuk tidak marah.


"Diam kau!." Jendral Kuasa menahan semua serangan yang datang padanya. Ia tidak peduli dengan apa yang tejadi, tapi ia sangat berharap jika pekerjaan ini akan segera berakhir. "Aku licik karena ini strategi untuk membongkar kejahatan yang kalian lakukan!." Jendral Kuasa menggunakan beberapa jurus yang ia kuasai untuk mengalahkan Teru Menanti. "Hanya itu saja yang bisa aku lakukan!." Ia tidak akan memberi ampun pada siapapun yang telah membuatnya marah.


"Sejak kapan seorang jendral melakukan tugas untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh kaum bangsawan?. Apa karena kau kekurangan uang sehingga kau mencari uang sampingan?. Ahaha!. Menyedihkan sekali hidupmu sebagai seorang jenderal!." Teru Menanti juga menggunakan beberapa jurus yang ia kuasai untuk menjatuhkan Jendral Kuasa. "Kau ini sangat lucu sekali." Serangannya semakin bersemangat. Apalagi hatinya memang panas setelah mengetahui jika dirinya telah ditipu?.


"Itu karena kejahatan yang telah kalian lakukan di kawasan kumuh telah mengusikku!." Dengan kesalnya Jendral Kuasa menyerang lengan kiri Teru Menanti.


"Egkh!." Teru Menanti meringis karena hampir saja lengannya menjadi sasaran serangan itu jika ia tidak menyadari serangan itu.


"Aku hampir saja mendapatkan hukuman dari gusti ratu karena ulah bejad kalian. Karena itulah aku tidak akan membiarkan kalian berbuat kekacauan lagi demi keselamatan diriku dihadapan gusti ratu agung!." Hawa murni yang ia miliki ia salurkan ke telapak tangannya. Dan saat itu hawa hitam berupa cahaya hitam itu ia arahkan ke arah Teru Menanti. Akan tetapi Teru Menanti melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Kau memang bangsat kuasa!. Aku tidak peduli jika kau mendapatkan hukuman dari ratu agung!. Tapi yang aku ketahui adalah!. Hari ini kau akan mati di tanganku!." Teru Menanti tidak mau kalah juga. Ia arahkan tenaga dalamnya untuk memblokir hawa hitam itu dengan hawa murni yang ia miliki. Sehingga terjadilah benturan tenaga dalam diantara mereka.


Masih di dalam kawasan halaman yang sama. Halaman rumah Keluarga Menanti memang sangat luas, sehingga dengan seluas itu membuat mereka leluasa bertarung dengan sesuka hati. Termasuk Menteri Keuangan Jibat yang kini sedang bertarung dengan Merekah Menanti yang merupakan kepala Keluarga Menanti.


"Tidak aku sangka, jika kau terlibat dalam masalah ini jibat!." Merekah Menanti berhadapan dengan Menteri Keuangan Jibat. "Apakah ratu agung tidak berguna itu telah kekurangan orang?. Sehingga dia memerintahkan dirimu untuk menyergap kami telah melakukan hal yang buruk?." Merekah Menanti terus memanasi Menteri Keuangan Jibat.


"Heh!." Menteri keuangan Jibat mendengus kesal. Ia terus menyerang dan kadang menghindari serangan itu dengan baik. "Tentu saja aku ikut campur karena kalian telah melakukan kejahatan. Dan ini adalah perintah langsung dari gusti ratu agung." Dengan tegas ia berkata seperti itu. Setelah itu ia menyerang balik Merekah Menanti dengan kekuatan yang ia miliki.


"Ternyata kau anjingnya ratu agung?. Aku tidak menduga itu sama sekali." Ia mendengus kesal. "Heh!. Akan aku habisi kau di sini!. Akan aku buat kau menyesal karena telah berani menipuku!." Dengan penuh amarah ia terus menyerang Menteri Keuangan Jibat. "Kau akan mati dengan cara yang mengenaskan!. Dan akan aku kirim kau kepalamu ke istana dengan bungkus yang mewah!." Teriaknya sambil mengeluarkan amarah yang ia rasakan.


"Jaga mulutmu itu jika berbicara denganku." Ia merasa sangat kesal?. "Jika aku anjingnya gusti ratu agung, maka kau adalah kotoran negeri ini!." Menteri Keuangan Jibat sakit hati mendengarkan ucapan itu.


"Karena kau adalah kotoran!. Maka aku harus segera menyingkirkan kau supaya tidak memberikan bau yang busuk pada negeri ini!." Dengan kemarahan yang ia miliki, ia terus menyerang Merekah Menanti. Ia tidak akan sungkan lagi, dan jika ia mengalami luka karena pertarungan itu ia tidak akan menyesal, asalkan ia puas karena telah berhasil menangkap mereka semua. Sepertinya mereka saling menyerang, ingin menjatuhkan musuhnya dengan kejauhan yang mereka miliki.


Pertarungan mereka sangat kuat, seimbang, tidak ada yang mau menyerah satu sama lain. Halaman keluarga Menanti benar-benar dijadikan tempat pertandingan oleh mereka semua. Apakah mereka tidak menyadari jika suara pertarungan mereka itu sampai keluar, hingga menjadi pusat perhatian bagi tetangga yang lumayan dekat dengan keluarga Menanti.


"Sepertinya memang ada yang aneh dengan keluarga menanti." Salah satu dari mereka menyadari ada yang aneh dengan suara dari dalam.

__ADS_1


"Apakah terjadi sesuatu yang tidak baik di dalam rumah keluarga menanti?." Mereka sangat penasaran.


"Apa yang harus kita lakukan?. Tapi rasanya tidak mungkin kita ikut campur." Tentunya mereka sangat takut.


"Apakah kita akan melapor ke istana masalah ini?." Apakah itu benar?.


"Tapi kita akan mendapatkan masalah jika kita melapor."


Namun saat itu pemuda waktu itu yang bertemu dengan Lukita terkejut. Ia penasaran dengan suara itu.  Ada perasaan penasaran yang tinggi, namun ia juga takut jika ia melihat ke dalam ia akan mendapatkan masalah?.


Kembali ke dalam.


Lukita berhadapan dengan tiga orang wanita dari keluarga Menanti. Ternyata mereka memiliki kepandaian juga, sehingga mereka ikut bertarung. Namun Lukita tidak takut sama sekali, ia memiliki kepandaian yang dapat mengimbangi mereka bertiga.


"Wanita dari kaum kumuh!. Untuk apa kau ikut campur dengan masalah kami?. Apakah kau ingin mati?." Muntari Menanti memberikan sebuah sepakan yang sangat keras ke arah Lukita, namun Lukita mampu menghindarinya dengan melompat ke belakang beberapa langkah. Akan tetapi saat itu ada seorang wanita muda cantik yang menunggu Lukita dengan sebuah pukulan yang ia lambari dengan tenaga dalam.


"Berani sekali kau menipu kami!. Akan aku tunjukkan padamu bagaimana kaum bangsawan marah karena ditipu!. Kau rasakan pukulan seribu penghancur batu milikku ini!. Hyaah!." Ia arahkan satu pukulan dengan menggunakan tangan kanan ke arah Lukita, sayangnya Lukita menyadari serangan itu. Lukita melompat lebih tinggi. Namun yang membuat mereka terkejut adalah, Lukita melompat ke arah pundak Enticha Menanti.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2