RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 73


__ADS_3

...***...


Dalam keadaan suasana hati yang sangat marah luar biasa Perdana Menteri Pertahanan Buzara Keshwari masuk ke rumahnya. Hatinya pada saat itu benar-benar sangat terbakar hangus setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah padanya. Kebetulan pada saat itu anaknya datang menemuinya?.


"Sial!. Aku benar-benar tidak dapat menahan amarah yang aku rasakan saat ini." Dalam hatinya pada saat itu memperhatikan bagaimana keadaan anaknya.


"Ada apa ayah?. Kenapa wajah ayah terlihat seperti sedang menahan sesuatu?." Ia sangat penasaran. "Apakah wanita jahat itu telah melakukan sesuatu pada ayah?." Ia terlihat sangat cemas.


Perdana Menteri Pertahanan Buzara Keshwari pada saat itu mencoba menahan amarah yang ia rasakan. "Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, maka aku yang akan bertanya kepadamu terlebih dahulu." Ucapnya sambil menekan buku-buku tangannya untuk menahan amarahnya.


Selir Manik Keshwari pada saat itu tidak langsung menjawab ucapan ayahnya. "Memangnya apa yang akan ayah tanyakan pada saya?." Dengan perasaan penasaran ia bertanya seperti itu. "Apakah wanita jahat itu telah berkata sesuatu pada ayah?." Perasaannya pada saat itu benar-benar tidak sangat enak.


"Kau jawab saja apa yang akan aku tanyakan kepadamu nantinya." Ucapnya pada saat itu sambil menatap tajam anaknya.


"Baiklah ayah, akan saya jawab apapun yang akan ayah tanyakan pada saya." Ucapnya sambil menundukkan wajahnya.


"Sebelum kau menikah dengan raja muda itu, kau menikah dengan status sebagai selir raja." Perdana menteri pertahanan Buzara Keshwari sedikit menghentikan ucapannya itu. Sesekali pada saat itu ia menghela nafasnya karena ia tidak ingin memperlihatkan amarahnya terlebih dahulu kepada anaknya itu. "Aturan yang seperti apa yang kau terima sebelum kau dipinang oleh raja agung sebagai selir?." Itulah pertanyaan yang ia utarakan pada anaknya.


"Aturan?. Aturan seperti apa ayah?." Selir Manik Keshwari sedikit bingung dengan apa yang akan disampaikan oleh ayahnya.


"Aturan yang misalnya, jika seroang selir tidak boleh tinggal bersama suaminya dalam waktu tertentu. Apakah kau tidak mengetahui adanya aturan itu?." Pertanyaan seperti itu yang ia ajukan pada anaknya.

__ADS_1


Deg!.


Selir Manik Keshwari pada saat itu benar-benar sangat terkejut dengan apa yang ditanyakan oleh ayahnya. Pada saat itu jantungnya benar-benar hampir saja melompat dari tempatnya karena ia mendengarkan pertanyaan itu?.


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan dariku?. Apakah kau benar-benar tidak mengetahuinya?. Atau kabar pura-pura lupa dengan adanya aturannya seperti itu?. Sudah berapa lama kau menikah dengan raja muda itu?." Dengan penuh penekanan ia berkata seperti itu pada anaknya sambil memberikan pertanyaan.


Selir Manik Keshwari pada saat itu benar-benar sangat ketakutan dengan apa yang telah dikatakan oleh ayahnya itu. Tiba-tiba saja ia berkeringat dingin karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu, tentunya pertanyaan itu akan berpengaruh pada dirinya Jika ia menjawab dengan kebenaran.


"Kenapa kau diam saja?!." Karena tidak ada juga jawaban dari anaknya, pada saat itu amarahnya benar-benar sangat memuncak. "Apakah kau tidak bisa menjawab pertanyaan dariku?!. Apakah pertanyaan dariku itu kurang jelas di telingamu?!. Sehingga kau tidak menjawab pertanyaanku?." Amarahnya pada saat itu benar-benar sangat memuncak.


Selir Manik Keshwari pada saat itu mulai berkeringat dingin mendengarkan suara ayahnya yang semakin keras membentaknya. Sungguh ya tidak bisa menjawab pertanyaan itu, sehingga ia hanya ingin memutuskan untuk diam saja menahan dirinya agar tidak membuat ayahnya semakin marah. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Simak terus ceritanya.


...***...


Pangeran Arzaguna Basukarna saat itu bersama Ratu Agung Selendang Merah, saat itu ia mendengarkan gosip para prajurit, serta para pelayan istana tentang Ratu Agung selendang merah yang berhasil mengusir dua orang yang terhormat.


"Ada apa adik pangeran?." Ratu Agung selendang merah pada saat itu melihat ada hal yang aneh dari Pangeran Arzaguna Basukarna. "Apakah adik pangeran ingin menyampaikan sesuatu?." Entah kenapa pada saat itu ia merasakan seperti itu.


"Ya, saat berjalan menuju tempat ini, saya tidak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka mengenai ayunda ratu agung." Balasnya.


"Mengenai aku?. Apa yang mereka bicarakan?." Ratu Agung Selendang Merah sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan tentang dirinya.

__ADS_1


"Mereka mengatakan, jika ayunda ratu agung. Dengan sangat tegas bisa mengusir perdana menteri pertahanan buzara keshwari, dan juga ibunda selir kamala hastanti. Apakah itu benar?." Itulah yang ia tanyakan.


"Bisa jadi seperti itu. Karena aku memang tidak suka dengan sikap mereka yang sangat sombong, serta ingin menguasai istana ini melalui kehamilan selir manik keshwari." Jawabnya. "Tapi kenapa adik pangeran terlihat sangat sedih seperti itu?. Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?." Ratu Agung Selendang Merah merasa penasaran.


"Selain mendengarkan tentang ayunda ratu agung yang mengusir mereka, tapi ada hal yang membuat saya marah, benci, dan sakit hati." Jawabnya dengan suasana hati yang sangat bercampur aduk.


"Apa itu adik pangeran?." Ratu Agung Selendang Merah sedikit penasaran.


"Perdana menteri pertahanan buzara keshwari yang sangat kurang ajar." Ucapnya dengan geram. "Dia telah berani berbuat kasar pada ayunda ratu agung. Dia telah berani main tangan pada ayunda ratu agung. Itulah kenapa saya sangat sedih, benci, dan sakit hati." Nafasnya sampai naik turun karena menahan sesak yang ia rasakan. "Rakanda raja agung saja belum pernah membentak ayunda ratu agung, apa lagi sampai menggunakan kekerasan. Saya sangat sakit hati mendengarkan pembicaraan mereka yang sangat sedih dengan perlakuan kurang ajar itu." Hatinya sangat sakit mengingat dan mendengarkan pembicaraan mereka.


Ratu Agung Selendang Merah hanya tersenyum kecil. "Hari ini kita boleh disakiti oleh seseorang, nama suatu hari nanti mereka yang akan disakiti oleh orang yang sangat dekat dengannya." Hanya seperti itu yang ia katakan pada Pangeran Arzaguna Basukarna.


"Apakah ayunda ratu agung tidak merasa tersinggung sedikit pun atas apa yang telah dilakukan oleh perdana menteri pertahanan buzara keshwari?." Penasaran ia merasa penasaran, dengan tanggapan Ratu Agung Selendang Merah setelah diperlakukan kasar oleh seseorang.


"Sebenarnya aku sangat tersinggung. Tapi jika aku membalasnya pada saat itu, Mungkin saja akan terjadinya pertarungan yang tidak bisa dihindari." Jawabnya. "Akan tetapi pada saat itu aku menyadari sesuatu yang dapat membuatnya malu sendiri." Lanjutnya.


"Apakah dengan memberikan pertanyaan tentang aturan pernikahan seorang selir raja?." Kembali ia bertanya seperti itu.


"Ya, salah satunya itu." Balas Ratu Agung Selendang Merah.


Pangeran Arzaguna Basukarna pada saat itu belum mengerti sama sekali, tapi setidaknya ia mengerti jika Ratu Agung Selendang Merah adalah wanita yang sangat berani, memikirkan hal lain untuk membalas seseorang.

__ADS_1


Next.


...*** ...


__ADS_2