RATU AGUNG SELENDANG MERAH

RATU AGUNG SELENDANG MERAH
CHAPTER 40


__ADS_3

...***...


Sementara itu di Istana Barat.


Pangeran Arzaguna Basukarna pamit pada Ratu Agung Selendang Merah. Setelah sarapan bersama, ia langsung ke istana utama, karena ada hal yang ingin ia selesaikan setelah mengambil sebuah tugas Negera untuk pangeran. Akan tetapi kebetulan saat itu Ratu Agung Selendang Merah juga ingin ke istana Utama untuk melakukan pertemuan.


"Terima kasih atas waktu yang yunda gusti ratu agung berikan. Saya sangat senang mendapatkan jamuan yang baik dari yunda gusti ratu agung dari malam sampai pagi ini." Pangeran Arzaguna Basukarna tersenyum kecil.


"Jangan sungkan seperti itu adik pangeran. Sudah sewajarnya sebagai kakak ipar aku melakukan itu." Ratu Agung Selendang Merah hanya tersenyum kecil dibalik cadar merahnya.


"Kalau begitu saya mau pamit ke istana utama. Ada beberapa tugas yang penting yang harus dilakukan oleh putra mahkota." Pangeran Arzaguna Basukarna merasa sungkan.


"Kebetulan sekali. Hari ini sepertinya akan ada banyak kasus yang akan diatasi olehku sebagai seorang ratu agung." Ratu Agung Selendang Merah menatap ke depan. "Bagaimana kalau kita pergi bersama ke istana utama?. Apakah adik pangeran tidak keberatan sama sekali?." Ratu Agung Selendang Merah ingin sekalian berangkat bersama menunju istana Utama yang jaraknya sekitar seratus lima puluh meter dari Istana Barat.


"Baiklah yunda ratu agung. Kalau begitu mari kita pergi bersama." Ratu Agung Selendang Merah tidak keberatan sama sekali. "Pagi ini cukup cerah untuk dilewatkan begitu saja." Ucapnya dengan sangat ramah.


"Mari yunda gusti ratu agung." Pangeran Arzaguna Basukarna sangat senang mendengarnya. "Pagi yang sangat cerah untuk memulai pekerjaan yang berat." Dalam hatinya sedikit berat untuk mengatakannya.


Akan tetapi ketika mereka hendak melangkah, rasanya ada beberapa orang yang ingin ikut dengan mereka?.


"Tapi bagaimana dengan mereka semua yunda gusti ratu agung?. Sepertinya mereka semua ingin ikut." Pangeran Arzaguna Basukarna melihat beberapa pembantu yang mengintip ingin ikut dengan mereka semua. "Apakah dibiarkan begitu saja?." Ia tidak mengerti mengapa mereka bertingkah aneh seperti itu?.

__ADS_1


"Apa yang ingin kalian lakukan?." Ratu Agung Selendang Merah menatap mereka semua dengan heran. "Keluarlah!." Ratu Agung Selendang Merah tidak mengerti sama sekali dengan sikap mereka.


"Apakah kami boleh mendampingi gusti ratu agung?. Kami juga ingin pergi bersama gusti ratu agung." Dengan perasaan takut salah satu dari mereka berkata seperti itu.


"Izinkan kami ikut mendampingi gusti ratu agung!." Bahkan sampai memohon agar ikut dengan Ratu Agung Selendang Merah untuk mendampingi sang Ratu?.


"Kami ingin ikut!. Kami mohon izinkan kami ikut!." Suara mereka terdengar sangat bersemangat?.


Mereka semua memohon agar ikut, tapi rasanya tidak mungkin mereka semua ikut dengannya bukan?. Ratu Agung Selendang Merah menghela nafasnya dengan lelah. "Kalian semua tetaplah di sini saja. Akan berbahaya jika kalian ikut. Nanti siapa yang akan berjaga-jaga di sini?." Dengan pelan Ratu Agung bertanya pada mereka semua.


"Duuh. Ternyata mereka juga berbaik hati pada yunda gusti ratu agung." Dalam hati Pangeran Arzaguna Basukarna tersenyum kecil melihat mereka semua. "Sungguh sangat mengharukan sekali melihat kebaikan mereka." Entah kenapa ia ingin menangis melihat mereka yang seperti itu.


"Tetaplah di sini. Aku pasti akan kembali ke sini. Jadi jagalah istana ini dengan baik selama aku pergi." Ratu Agung Selendang Merah mengerti dengan kebaikan mereka semua. "Aku percayakan istana ini dengan baik pada kalian semua." Ratu Agung Selendang Merah harus berhati-hati mengatakan pada mereka. Tentunya jika mereka ikut ke istana Utama, ada kemungkinan orang-orang yang bekerja di sana akan merasa tersinggung karena tidak bisa bekerja dengan baik hanya sekedar melayani Ratu Agung.


"Terima kasih atas kebaikan kalian. Bekerjalah dengan baik untuk kita semua." Ratu Agung Selendang Merah merasa kagum dengan mereka semua. "Kalau begitu kami pergi dulu." Lanjutnya. "Mari adik pangeran." Ratu Agung Selendang Merah melangkah pergi meninggalkan halaman istana Barat.


"Mari yunda ratu agung." Pangeran Arzaguna Basukarna mengikuti Ratu Agung Selendang Merah. "Mereka ini ada-ada saja." Dalam hatinya merasa heran dengan melihat tingkat mereka yang tidak biasa.


"Mari kita kerjakan sesuai dengan perintah gusti ratu agung." Mereka semua juga mulai kembali bekerja.


"Mari kita kembali bekerja." Sepertinya mereka terlihat sangat bersemangat.

__ADS_1


"Ya. Aku jadi semangat setelah ucapan gusti ratu agung tadi." Tentunya mereka bersemangat, karena mereka telah dekat dengan Ratu Agung Selendang Merah.


Sementara itu, Pangeran Arzaguna Basukarna dan Ratu Agung Selendang Merah.


"Mereka sangat patuh sekali dengan apa yang yunda gusti ratu agung katakan. Sangat lucu sekali melihat mereka yang seperti itu." Pangeran  Arzaguna Basukarna tidak dapat menyembunyikan tawanya.


Sedangkan Ratu Agung Selendang Merah hanya tertawa kecil. Memang terasa sangat lucu dengan apa yang mereka lakukan.


Sepertinya mereka semua sangat senang dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Agung Selendang Merah. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


Sementara itu, di sisi lain.


Di kediaman Selir Manik Keshwari.


Entah kenapa sejak Ratu Agung Selendang Merah menegurnya karena telah ketahuan melakukan hal yang tidak pantas, ia merasa sangat tidak nyaman. Tidak enak mau melakukan apapun. Hidupnya terasa sangat membosankan, juga tidak bisa melakukan apakah lagi.


"Wanita jahat itu telah menghancurkan hidupku." Keluhnya sambil membalikkan tubuhnya beberapa kali. Saat ini ia mencoba untuk bersantai di kamarnya. Ia sangat malas mau melakukan apapun. "Kenapa harus dia yang menjadi ratu agung?. Kenapa bukan aku?!." Saat itu juga ia merasakan kebencian yang dalam pada Ratu Agung Selendang Merah. Sungguh perasaan yang tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata. Hatinya sungguh sangat sakit mengingat apa yang terjadi pada saat itu.


"Wanita itu, siapa dia sebenarnya?. Kenapa rakanda raja agung begitu mengistimewakan dia dari pada aku?." Ingin rasanya ia mengeluarkan semua perasaan sakit yang ia rasakan pada saat itu. Sungguh, ia tidak bisa menahan amarahnya. "Lihat saja setelah ini. Akan aku pastikan dia menerima semua pembalasan kejam dariku!." Dalam hatinya yang sedang dipenuhi oleh dendam dan amarah, tanpa sadar ia mengucapkan kata sumpah, bahwa ia akan membalaskan rasa sakit hatinya?.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Apakah Selir Manik Keshwari memiliki rencana jahat pada Ratu Agung Selendang Merah?. Bisakah ia melakukan itu?. Simak terus ceritanya, jangan lupa dukungannya ya.


...***...


__ADS_2