
Di Hutan tempat Zeros dan Sieg sedang beristirahat di depan api biru unggun milik Zeros
Suasana disana tampak sunyi Zeros dan Sieg hanya diam sambil mengurus makanan masing masing mereka
Sieg memakan daging monster yang mentah bahkan tetesan darah masih ada di sedangkan Zeros membakar tusuk daging kelinci
Zeros sambil mengunyah tusuk daging mulai berbiaca menghilangkan suasana sunyi tersebut
"Hey aku ingin tau alasan kenapa kau menggigit para penduduk desa jika makanan favoritmu adalah daging monster?" Zeros dengan nada datar
Sieg mendengarnya memalingkan wajahnya lalu berkata dengan nada monoton
"Aku hanya kesal saja" Sieg
"Lalu itu berlangsung sampai lama? Kudengar desa tersebut menjadi terbengkalai itu sejak 30 tahun lalu" Zeros mengacungkan tusuk kayu kearah Sieg
"Ya" Sieg dengan singkat
"Hebat sekali, bisa hidup 30 tahun di desa terbangkalai sendirian" Zeros dengan nada datar
Sieg mengerutkan keningnya lalu menatap kearah Zeros dengan aneh
"Hah~" Sieg hanya bisa menghela nafas lelah mulai tidak memikirkan perkataan Zeros
"Ngomong ngomong, apa beneran ada kerajaan elf? Kukira elf akan menjadi sebuah ras yang akan menjadi budak para manusia sepertimu" Sieg
"Selama ini kau tidak tau? Dasar orang rumahan" Zeros dengan nada dataran
Sieg merasakan penghinaan dari perkataan tersebit ingin marah tapi tersela oleh perkataan Zeros
"Kerajaan Elf sudah mempunyai kerajaan yang mempunyai kekuasaan hampir seluruh benua timur ,mereka juga membangun kerajaam tersebut bersama dengan ras dwarf ,yah benua timur adalah rumah bagi ras dwarf dan elf" Zeros
Mata Sieg berbintang bintang lalu dia memikirkan tentang ras elf dan dwarf
"Mereka hebat sekali tidak diam dan berlari saja seperti ras ku ,mereka membuat kerajaan sebagai rumah bagi para rasnya" Sieg tersenyum kagum
__ADS_1
Zeros menatap kearah Sieg ,dia merasa Sieg masih kekanakan kanakan walaupun sudah berani untuk membunuh seseorang tapi sifatnya yang sedikit polos membuatnya bisa tertipu dengan mudah oleh seseorang
"Hey ,kau pernah kesana?" Sieg dengan kegirangan karena ingin tau pengalaman ke benua timur
"Pernah ,tapi sulit untuk mengatakan nya" Zeros dengan nada datar sambil membakar tusuk daging lagi
"Tempat apa yang kau lihat?" Sieg
"Indah dan nyaman" Zeros mengingat jelas dimana pulau pulau yang melayang yang terlihat indah ,udara yang sangat bersih dan angin sepoi sepoi di langit yang membuat semakin nyaman
Mata Sieg semakin berbintang bintang, dan dia mengira apa yang dimaksud indah dan nyaman yaitu elf yang indah dan ramah membuatnya semakin menjadi yakin
"Akan kuputuskan" Sieg berdiri sambil mengegam erat kepalan nya dan didekatkan didadanya
Sieg yang berdiri secara tiba tiba membuat Zeros sedikit teralihkan pandangannya yang semula sedang membakar air putih dengan gelas besi sekarang pandanganya menjadi kearah Sieg
"Aku akan membuat keturunan bersama elf" Sieg dengan nada penuh tekad dan matanya juga tampak berpanas panas
Gelas besi milik Zeros yang sedang dipanaskan oleh api biru ungun seketika meleleh karena 2 detik jika terlambat maka besi akan meleleh oleh api biru karena Zeros sedang terkejut sambil menatap kearah Sieg dengan tatapan aneh
...Keesokan Harinya...
Zeros dan Sieg sedang berjalan kaki kearah tempat selanjutnya yang dikatakan oleh Bertender di kota konha
Di perjalanan Sieg sering mempertanyakan apakah ada elf yang masih berkeliaran diluar kerajaan elf dan apakah elf suka dengan vampir
Pertanyaan pertanyaan itu sering dilontakan oleh Sieg kepada Zeros membuat Zeros sedikit risih
"Kau diamlah kita akan berpisah di sini" Zeros membuat Sieg terdiam yang daritadi berbiacara
"Kenapa kita berpisah tuan?" Sieg
Zeros mengerutkan keningnya mendengar kata "Tuan" membuatnya semakin tidak nyaman karena awal nya Sieg memanggil Zeros dengan lancang tapi sekarang Sieg memanggilnya dengan hormat
"Hentikan memanggil dengan nama "tuan" ,Kita akan berpisah karena kau akan kuberikan tugas pertama" Zeros
__ADS_1
"Tugas apa itu tuan?" Sieg berkata tanpa merasa tidak terjadi apa apa seperti tidak mendengarkan perintah pertama Zeros
"Terserah kau saja" Zeros melambaikan tangan nya lalu dia mengeluarkan peta dari cincin penyimpanan nya
"Kau pergilah ke ibukota Ice Break untuk mengintai keadaan disana" Zeros
Sieg mendengar ibukota ice break mengingatkannya kepada kedua orang tua nya yang telah meninggal dan dibunuh di ibukota Ice Break memasang wajah sedikit pucat dan perasaan hatinya terasa rumit
"Kau ingin membalas dendam kan?" Zeros
"Ya" Jawab Sieg yang singkat dengan nada berat
"Kalau begitu tunggulah aku disana ,aku akan datang setelah 7 hari dan dalam 7 hari aku akan menyelesaikan urusan urusan urusan yang harus ku selesaikan" Zeros menatap kearah Sieg yang berada didepan nya
Sieg tanpa diam hanya memandang kearah bawah tampak masih merasakan rasa bersalah karena dirinya masih hidup sedangkan orang tuanya sudah pergi duluan
"Kau masih merasakan bersalah?" Zeros
Sieg tidak menjawab perakataan Zeros dan masih diam
"Maka simpanlah rasa bersalahmu sampai kau bisa menghilangkan rasa bersalahmu" Zeros
Disaat itu juga Sieg langsung mendongak dan berkata
"Lalu bagaimana caranya untuk menghilangkan rasa bersalah?" Sieg dengan nada penuh rumit
"Bunuh orang yang mengeksekusikan ibumu pada saat aku sudah sampai di ibukota ice break tepat waktu" Zeros
"Lalu untuk apa kau juga seperti ingin melakukan ini semua kepada pemerintahan Ice Break?" Sieg
"Aku datang kesini untuk mengancurkan Raja Ice Break" Zeros
"Untuk itu tunggulah sampai aku datang" Bersamaan suara Zeros tubuh Zeros menjadi partikel partikel cahaya lalu melesat kearah lain dengan cepat meninggalkan Sieg yang terdiam di tempat
END
__ADS_1