
Di arena pertarungan terdapat Zeno dan Selendra sedang berhadapan ,dilihat oleh banyak penonton di bangku penonton
"Sekarang waktunya peserta bernomor 69 dan peserta bernomor 108 bertarung!" Selendra yang berada di panggung
Zeno hanya memasang wajah datar sedangkan Selendra memasang wajah kesal karena melihat Zeno yang tampak seperti serius sama sekali
"Kalau begitu mari kita mulai dari hitungan 3..2..." Sakura
"1!" Teriak Sakura dengan keras
Selendra seketika merapalkan sihir api yang berbentuk seperti panah yang berjumlah banyak di belakangnya
"Rasakan api milik keluarga bangsawan kelas atas, Flame Magic : Arrow Wlle" Selendra melambaikan kedua tangan nya
Seketika panah panah terbuat dari api melesat kearah Zeno dengan cepat
Zeno hanya berjalan maju tanpa melakukan apa apa ,dan hanya berjalan santai
WOSH WOSH WOSH
Semua panah api yang melesat kearah Zeno seperti melewati/tembus ke tubuh Zeno membuat banyak orang terkejut
"Apa yang terjadi!? Kenapa semua serangan dari peserta 108 tidak berdampak sama sekali kepada peserta 69 ,bahkan tampak seperti melewati saja" Sakura yang mewakilkan banyak orang yang bertanya tanya kenapa serangan yang tampak ganas itu seperti tembus dan hanya melewati tubuh Zeno
Zerox menyipitkan matanya menatap kearah arena pertarungan
"Itu bagaimana bisa terjadi!?" Alexa yang tampak terkejut
"Semua serangan itu bukan tembus melainkan semua serangan tidak mengenai tubuhnya karena sangking cepatnya pergerakan tubuh dia" Zerox
Zeno aslinya bergerak dengan kecepatan cahaya tentu saja dengan sihir cahaya nya, seperti 1 serangan melesat kearah Zeno ,Zeno menghindari dengan kecepatan tinggi lalu kembali ke posisi awal
Zeno berjalan santai di tengah tengah runtunan sihir panah api milik Selendra
"B-bagaimana bisa?" Selendra mata nya terbuka lebar
Pada saat itu juga panah panah api berhenti melesat kearah Zeno tapi sesosok Zeno telah hilang di hadapan Selendra
Selendra melihat sekitaran setelah mengetahui Zeno tiba tiba menghilang
WOSH
Sesosok Zeno muncul dibelakang Selendra ,Selendra yang mengetahui keberadaan nya berbalik badan tapi disaat berbalik badan punggungnya di tendang oleh Zeno dengan keras
BANG BRUAK
Selendra terpental 100 meter tapi setelah berhenti
"Uhuk,uhuk, Ternyata kau kasar juga" Selendra menatap kearah Zeno setelah dia batuk batuk
Zeno hanya memasang wajah datar dan hanya memandang kearah Selendra dengan tatapan biasa
"Terserah kau ingin memasang wajah apapun ,tapi dirimu sudah terkena jebakanku" Selendra tersenyum sinis
Seketika lingkaran sihir merah muncul di bawah kaki Zeno
"Flame Magic : Flame Chain" Selendra
Rantai rantai terbuat dari api keluar dari lingkaran sihir merah tersebut lalu mengikat tubuh Zeno
Tubuh Zeno tampak biasa saja tidak mendapatkan luka bakar karena rantai rantai api tersebut mebuat Selendra heran namun Selendra tidak berhenti disitu saja
"Flame Magic : Flame Beast" Selendra melambaikan tangan kananya
Api api di udara tercipat lalu bergerak gerak menyatu membentu sebuah singa yang terbuat dari api lalu mengaum seperti singa.
__ADS_1
Singa yang terbuat dari api berlari kearah Zeno tapi Zeno masih terlihat diam sambil menatap kearah singa yang berlari kearah dirinya yang seperti mengejar mangsa nya
BLAR
Singa api menabrak tubuh Zeno lalu meledak dengan daya yang kuat sampai salju salju disekitar sana meleleh menjadi air
"Apakah berhasil?" Selendra menatap kearah asap hitam yang disebabkan oleh ledakan tersebut
Asap hitam tersebut seperti terhempas oleh angin ,dan menampakan Zeno yang tampak baik baik saja membuat Selendra memasang wajah pucat
"Hebat, itu membuatku semakin ingin menang dan menjadikan mu milikku-" Selendra tersela
BANG
Selendra ditendang oleh Zeno sampai menabrak sihir pelindung di arena ,sangking kuatnya sihir pelindung di arena pecah hanya karena tertabrak oleh tubuh Selendra
"Sihir pelindung yang digadang gadang bisa menahan sihir tier 6B ,bisa hancur hanya karena tendangan oleh seorang peserta 69" Teriak Sakura
Banyak sekali orang semakin bersorak ada juga yang kasihan dengan Selendra
"Kakak, menyerahlah saja" Teriak Elisha yang khawatir karena takut jika semakin lama pertandingan maka semakin besar kemungkinan Zeno ingin membunuh Selendra .
Felisha dan Erina yang berada di dekat sana juga tampak khwatir dengan kondisi di arena
Gents yang duduk di bangku penonton bergumam sambil menatap kearah Zeno
"Yang benar saja ,dia dengan wanita tidak segan segan" Gents dengan sedikit kesal
Gents mengingat perkataan ayahnya yang adalah raja melmoca bahwa seorang laki laki tidak boleh bermain kekerasan kepada seorang wanita
Disisi lain terdapat seorang pria berjubah yang berkerudung berambut hitam dengan iris mata merah darah ,dan dia adalah Sieg seorang vampir yang menjadi bawahan Zeros/Zeno
"Tuan kau tidak menahan diri walaupun lawanmu adalah wanita, entah kenapa rasa percaya kepadamu menjadi menurun" Sieg tersenyum pahit
Pada saat itu juga sebuah 2 potion jatuh ,tampak Selendra berdiri meminum dua potion yang merupakan potion peningkatan buff/ sihir tingkat tinggi lalu membuangnya setelah menghabiskan 2 potion tersebut
"Flame Magic : Dusting" Selendra mengarahkan telapak tangan kananya kearah Zeno
Seketika lingkaran sihir merah tercipta dibawah kaki Zeno yang sangat luas
"Ini adalah sihir terkuatku, semoga ini akan berdampak kepada dia" Gumam Selendra sambil mengusap darah di bibirnya
"Degasting Magic" Selendra dengan tegas
Lingkaran sihir merah yang berada dibawah Zeno seketika menyala merah membuat banyak orang yang menonton di arena bersilau
BURST
Sebuah api menyembur dengan dasyhat dari bawah lingkaran sihir merah lalu menyembur keatas langit
Semburan tersebut seperti ingin memebakar Zeno yang berada di tengah tengah lingkaran sihir merah tersebut
Orang orang yang menonton disana bisa merasakan panas yang bersuhu tinggi dari serangan tersebut
Zeno tidak merasakan panas sama sekali tapi penampilan sebagai Zeno seperti terbakar, dimulai dari rambut yang kian seperti putih perak karena terbakar oleh api
Zeno merubah rencananya karna sihir penampilan tidak bisa digunakan dengan mudah maka rencana selanjutnya
Sieg yang berada di bangku penonton tampak biasa saja melihat api berkobar dengan hebat ,mustahil jika tuannya pengguna api biru bisa terluka hanya dengan api biasa tapi pada saat itu juga suara terdengar di telinga ny
"Sieg ubah rencananya, kita akan membuat keributan lebih cepat setelah aku memberikan aba aba" Suara Zeno/Zeros yang didengar oleh Sieg
Sieg jelas terkejut dengan perubahan rencana yang cepat seperti ini tapi dia hanya bisa menuruti nya saja
Di arena yang terdapat semburan api yang dahsyat ,Selendra menatap kearah serangan nya yang terlihat seperti pilar api yang menjulang ke langit dengan tatapan bingung
__ADS_1
"Kenapa aku merasakan sedikit kekhawatiran" Selendra
KRASH
Lalu beberapa saat kemudian kekhawatiran Selendra menjadi terwujud pilar api tersebut seketika membeku menjadi
"M-membeku!? Sihir api dengan skala besar membeku dengan mudah!?" Sakura yang terkejut
Semua orang yang menonton terkejut kecuali Sieg yang hanya bisa menunggu aba aba dari tuan nya
"Sihir ini?" Jier mengerutkan keningnya menatap kearah pilar es di arena tersebut
Zerox entah kenapa merasakan kekhawatir yang sangat mencekam melihat pilar api yang membeku tersebut
"Ada apa sayang?" Alexa menatap kearah suami nya yang tiba tiba wajah pucat
"Tidak apa apa, tapi kenapa aku merasakan kematian semakin dekat denganku" Zerox menatap kearah Alexa sedangkan Velanda bukannya khawatir dengan suaminya malah menatap kearah arena dengan tatapan penasaran
"Lihat itu" Velanda yang penasaran
KRAKK PYAR
Pilar yang membeku tiba tiba retak lalu pecah menjadi serpihan serpihan es yang jatuh
Di tengah tengah hujan serpihan es terdapat seorang pria berwajah tampan berambut putih perak dan mata iris perak legam dan wajahnya tampak acuh tak acuh
Mata Zerox mengecil melihat kearah pria yang berdiri di tengah tengah hujan serpihan es dengan santai tersebut
"Zeros?" Elisha dan Felisha bersamaan menatap kearah arena
Pada saat itu juga Zeros melambaikan tangan nya kearah lain
"JULIHARD!!" Teriak Zeros
Seketika kura kura dengan tempurung es yang berukuran besar keluar dari tanah langsung menghancurkan permukaan tanah arena karena ukuran yang besar
Zerox melihatnya langsung merapalkan sihir es melindungi semua rakyat nya dari robohnya arena turnamen.
Selendra seketika wajahnya pucat melihat seekor monster Julihard yang beberapa hari lalu pernah kalah dari nya
Julihard seketika membuka mulutnya menerkam Selendra lalu menelan ke tubuhnya seketika membuat Selendra mati dengan cara dicerna
"Zeros apa yan-" Jier tersela setelah dirinya terkena sebuah tombak es yang tertancap ke dada kirinya lalu terpental keluar dari wilayah arena
Sieg membuka jubah nya lalu terbang di atad tengah tengah arena pertarungan lalu membuat sebuah tombak tombak terbuat dari darahnya di atas arena
Sieg melambaikan tangan nya seketika tombak tombak darah jatuh ke arena pertarungan mengenai banyak sekali rakyat rakyat biasa membuat banyak korban jiwa
4.500 korban jiwa seketika menghilang oleh serangan Sieg
Zerox melihat banyak rakyat rakyatnya mati marah dan ingin melesat kearah Sieg yang terbang di atas langit
"Kurang-, AWAS!" Zerox terhenti untuk melesat kearah Sieg disaat melihat Zeros yang berada di atas kastil tempurung kura kura julihard sedang merapalkan sihir
"Flame Magic : Flame Bluster" Zeros mengarahkan telapak tangan kananya ke Zerox
BURST
Sebuah laser api biru melesat kearah tempat Zerox dan istri istri nya berada dan langsung mengenai semua orang yang berada didepan laser tersebut
Laser tersebut juga langsung menghancurkan sisi ibukota ice break di arahkan oleh Zeros
Dalam sekejap arena pertarungan hancur hanya karena 3 makhluk
END
__ADS_1