
Bola api biru besar yang melahap pulau tak berantah lama kelamaan menghilang dan menampakkan Zerd baik baik saja tengah melayang di langit sedangkan seososok Zeros terpental ke lautan
KRASH
Zeros jatuh ke lautan lalu air yang akan di darati Zeros membeku membuat Zeros menjadikan nya pijakan
Diatas Zeros terdapat sebuah orb ungu yang adalah sihir kehampaan yang melindungi zeros dari ledakan tersebut
Tubuh zeros mengeluarkan asap putih karna efek ledakan tersebut yang hampir mengenainya sebelum mengeluarkan sihir kehampaan
"Sudah kuduga kamu pasti bisa hidup walaupun diserang sihir skala besar" Zerd tersenyum
Bibir Zeros berkedut setelah mendengarnya dan berkata dengan sedikit kesal
"Hey Paktua , apakah kau ingin membunuhku?" Zeros
"Tentu saja tidak , aku hanya ingin memberi pelajaran kepadamu" Zerd menyilangkan kedua tanganya
"Yang Mulai Raja , tolong pindah tempat arena ke benua timur" Zerd
"Baiklah" Raja Abner
"Hey untuk apa-" Zeros tersela karna melihat bahwa dirinya sudah di pulau melayang sedang Zerd berada di langit
Sekarang mereka bertiga berada di benua timur yang berisikan pulau pulau melayang karna inti mana dunia
"Sekarang waktunya Round ke 2" Zerd kembali menghilang
Mata Zeros seketika bisa melihat pergerakan sekitar yang seperti lambat dan melihat Zerd melesat kearah dirinya dengan tangan kanan diselimuti api biru
Zeros langsung melindungi dadanya dengan pedang The Order Sword
"Flame Haiken" Zerd sudah berada didepan Zeros dengan tangan kanan diselimuti api biru yang membara
BLAAAR
Ledakan besar terjadi membuat pulau melayang tersebut hancur seketika menjadi serpihan serpihan batu jatuh ke lautan dan sebuah ledakan berbentuk jamur di atas reruntuhan pulau yang jatuh
Zeros terpental dari ledakan tersebut dengan pedangnya sudah patah dengan bekas meleleh di bilahnya
BRUAKK
Zeros menabrak pulau melayang lainnya dan dia sedikit terpana melihat pedangnya yang sudah hancur
"Sepertinya indra dia semakin bertambah kuat jika bertarung dalam kondisi kritis" Zerd yang sedang melayang di langit bekas ledakan yang dia buat dan melihat Zeros bisa merespon serangannya tidak seperti sebelumnya
Zeros melihat sekitar Zerd terdapat pulau melayang disisi kanan Zerd dan pulau melayang disisi kiri Zerd
Zeros di pulau melayang segera membuang pedangnya yang sudah rusak lalu melentangkan kedua tangannya
"Ice Magic : Ice Age" Zeros
KRASH
__ADS_1
Seluruh area pulau melayang yang dipajaki Zeros membeku lalu merambat ke bawah ke arah laut lepas membuat laut membeku sekitar pulau melayang
"Apa yang dia mau lakukan?" Zerd
Lautan yang membeku merambat sampai di bawah Zerd lalu mengeluarkan Rantai rantai terbuat dari es lalu melesat ke tubuh Zerd mengikatnya dengan erat
"Ice Magic : Ice Chain" Zeros
"Heh~, kau pikir aku akan membiarkan diriku terperangkat-" Zerd tersela karna dirinya merasakan gravitasi kuat dari rantai rantai es yang mengikat yang adalah sihir gravitasi miliki Zeros menyelimuti rantai es
"Gravitision Magic : Fall Way" Zeros
Lalu di tangan kanan Zeros terbuatlah rantai es setelah jadi Zeros langsung melempar rantai es ke arah pulau melayang di sisi kanan Zerd
Rantai es menancap ke pulau melayang di sisi kanan dengan erat dan Zeros mengegam erat rantai es tersebut
Tangan kiri Zeros terbuatlah rantai es lalu Zeros melemparkannya ke arah pulau melayang disisi kiri Zerd seperti dia lakukan tadi
Zerd langsung bisa membaca situasi tersebut tersenyum tidak percaya sambil memandang kearah putranya tersebut
"Dasar bocah gila" Zerd
"Argggh!!!" Zeros berteriak sekencangnya menarik kedua pulau melayang kearah kedua sisi berbeda Zerd
Kedua pulau melayang tersebut lama kelamaan tertarik dan bergerak menuju kearah Zerd
Zeros tidak bisa menggunakan sihir gravitasi untuk mempermudah dikarenakan benua timur sihir gravitasi dari inti mana yang berada di pulau pulau melayang di benua timur bersifat kuat dan mutlak
Dibandingkan oleh sihir gravitasi Zeros yang tidak apa apa membuat Zeros susah mengendalikan dan sekarang Zeros menariknya dengan murni fisik
Kedua pulau melesat ke arah kedua sisi berbeda Zerd dan menabrakkan Zerd
BRUAKKK
Dentuman tabrakan kedua pulau melayang tersebut membuat sekitar area tersebut gempa membuat lautan menjadi terombang ambing
"Hah , Hah , Hah" Zeros ter engah engah
WOOSH
Sebuah siluet api biru melesat kearah Zeros dari dua pulau melayang tengah hancur yang jatuh perlahan
Zeros melihat ke siluet yang melesat kearah dirinya yang adalah Zerd dengan lambat tapi pergerakannya masih tidak bisa mengikutinya
"Void Magic-" Zeros tersela karena perutnya sudah terpukul oleh tangan kanan Zerd yang diselimuti Api biru
"Terlalu lambat" Zerd tersenyum main main
BLAAR
Ledakan besar terjadi lagi dan ledakan tersebut membentuk jamur besar terbuat dari api biru dicampuri asap asap hitam di atasnya
Zeros terpental kembali ke lautan dan juga sempat tubuhnya memantul di air lalu berhenti disaat dia membekukan air lautan membuat tembok es untuk menghentikan terpentalnya tubuhnya
__ADS_1
"Uhuk uhuk" Zeros batuk darah baju nya sepenuhnya terbakar oleh api biru
Zeros mengeluarkan potion merah dari cincin penyimpanan lalu meminumnya
Zerd berada di depan Zeros melayang tepat di atas air
"Dengan begini kau kalah , hmmmm..... sepertinya belum kau masih belum mengeluarkan kartu andalanmu" Zerd
"Jangan bercanda paktua" Zeros kembali berdiri dengan susah payah
"Aku tidak akan mengeluarkan kartu andalanku hanya untuk pertarungan tidak berguna ini" Zeros
'Aku harus mengulur waktu karna waktu ini akan habis dalam 2 menit lagi sebenarnya aku ingin menyerah tapi karna ini akan membuat keluarga karyama malu' Pikir Zeros
"Heh~, kau hanya takut karna tidak mau melukaiku Nak, Ya Ampun kau pikir aku lemah yang bahkan belum mengeluarkan kekuatan penuhku" Zerd tersenyum main main
"Kalau itu aku sudah tau tapi aku tidak mau menghancurkan alam lebih dalam lagi" Zeros
"Setelah kau dan aku lakukan kau pikir itu tidak merusak alam?" Zerd
Zeros tidak bisa menjawab karna yang dikatakan Zerd memang benar
"Kenapa kamu diam nak? Apakah yang ku katakan benar? Hahhaha" Zerd tertawa
Zeros sedikit kesal mendengar ejekan dari ayahnya membuat nya sedikit lupa dengan tujuannya untuk mengulur waktu
"Kalau begitu aku akan menurutinya" Zeros mengeluarkan pedang FireFox dari cincin penyimpanan
Zeros menyalurkan mananya ke pedang FireFox membuat udara disekitarnya memanas
Zerd melihat aliran kuat yang tersalur ke tangan kanan Zeros sedikit terkejut
"Rune Refil?" Zerd
Disaat hampir Zeros hampir ingin berubah menjadi Mode Devil Breaker tiba tiba Raja Abner berteriak
"Waktu sudah habis" Raja Abner
Zeros mendengarnya langsung menghentikan perubahannya lalu menatap kearah Sand Eye Raja Abner
"Ayolah , padahal sudah mau mencapai kilmaks" Zerd
"Tuan Zerd apakah kau yakin? Istrimu sedang menunggu mu untuk memukulmu" Raja Abner
Zerd seketika menjadi ciut lalu mengingat jika istrinya pasti marah karna membuly anaknya sendiri
"Tolong berhenti untuk menyiarkan langsung" Zerd
Raja Abner mengerutkan keningnya lalu berhenti menyiarkan tersebut membuat penduduk kerajaan melric kebingungan disaat melihat siaran sihir mati sekejap
Zeros kembali memasukan pedang FireFox ke cincin penyimpanan tapi disaat itu Zerd menghampirinya
"Nak, bilang kepada ibumu jika ini hanya untuk bersenang senang mengerti nak?" Zerd memegang kedua bahu Zeros dengan wajah panik
__ADS_1
"Hah?" Zeros
END