
...1 Hari Kemudian...
Terdapat kelompok murid academy Inggaly yang terlihat masih 20 orang kehilangan 10 orang ,yang berada didepan gerbang ibukota ice break di tengah tengah hujan salju
Elisha, Gents, Bryan, David, Felisha ,Selva ,Natasya ,dan Elric masih hidup tapi Elric mengalami luka pada bahunya membuatnya dibaluti perban
"Hah~, seperti kita kehilangan 10 orang membuatku sedikit berat bahuku" Bryan tersenyum pahit
"Tenanglah kawan, kita doakan saja supaya mereka tenang disana" Gents memegangi bahu milik Bryan
"Benar ,tapi sekarang bahuku semakin berat" Bryan tersenyum lega
"Oh maaf" Gents berhenti memegangi bahu
"Guru apakah setelah ini berhasil kita boleh pulang? Aku sudah lelah melakukan perjalanan yang melelahkan ini" Natasya merengek kepada Dianne
Dianne tampak tenang ,hanya menatap kearah Natasya yang merengek seperti anak kecil berumur 7 tahun dengan tatapan jengkel
"Natasya jangan merengek seperti anak kecil, merepotkan guru saja" Felisha menenangkan Natasya yang sedang merengek
"T-tapi aku sudah lelah ,sudah berapa banyak teman temanku mati didepan mati karena ujian sialan ini" Natasya menangis tapi terlihat imut
"Sudahlah" Elisha datang mendekati Natasya lalu memeluknya dan mengepitkan kepala Natasya di antara dua buah di dadanya
"Makasih kakak Elisha" Natasya sambil menggosokkan mata yang basah karna air mata di dada Elisha
"Tidak apa apa" Elisha mengelus kepala Natasya dengan lembut
"Hah~, Kalo begitu ayo pergi masuk ke ibukota Ice Break dan pergi ke academy Shuanlong untuk melaporkan jika kita sudah sampai" Jier menghela nafas lalu dia memerintahkan semua murid untuk masuk ke ibukota ice break
Panitia ujian yang sedang menjaga di depan gerbang melihat kedatangan murid murid academg inggaly
"Hebat, kalian adalah academy pertama yang sudah sampai disini" Panitia ujuan mendekati murid murid academy inggaly dengan nada penuh takjub
"Terimakasih atas pujian nya tuan" Jier maju mendekati panitia ujian dengan membungkukkan badan nya
"Tidak usah seperti tuan kepala sekolah, saya seharusnya yang bertindak sopan kepada anda" Panitia ujian terkejut melihat Jier membungkuk kepada nya dan berusaha untuk tidak membuat jier membungkukan badan nya
"Baiklah kalau begitu" Jier berhenti membungkukan badan nya
"Baiklah , kalian pasti lelah setelah melakukan perjalanan tanpa melakukan tranportasi sama sekali" Panitia ujian melihat keseluruhan murid murid academy inggaly yang terlihat lelah dalam hal fisik maupun mental
"Benar sekali ,kami melakukan perjalanan tanpa menggunakan transportasi sama sekali sangat lah melelahkan terlebih monster yang sangat menjengkel" Natasya yang sedang dipeluk oleh Elisha tiba tiba berkata seperti dengan nada kesal dan marah
"Sst ,tenaglah Natasya-chan" Elisha dengan tersenyum lembut sambil mengelus ngelus kepala Natasya yang sedang marah
"Hehehe, baiklah kalau begitu ikuti kami" Panitia ujian dengan tersenyum canggung mengarahkan semua murid academy inggaly
Semua murid academy inggaly mengikuti panitia ujian yang mengarahkan ke Academy Shuanlong
__ADS_1
Sedangkan panitia ujian yang satunya lagi pergi ke istana untuk melapor
Beberapa saat kemudian, para murid academy inggaly bersama dengan guru nya sudah sampai didepan gerbang academy Shuanlong
Mereka semua masuk bersama dengan panitia ujian dan pergi menuju kearah ruangan kepala sekolah
Mereka juga ditatap oleh murid murid academy shuanlong yang disana
"Mereka sangat mengganggu sekali" Natasya berdecih
"Tidak boleh begitu Natasya-chan" Elisha yang berada didekat Natasya
"Tapi mereka terus menerus menatap kita seperti musuh" Natasya
"Tenanglah ,disini kita bukan sebagai musuh atau lawan" Elisha menggelengkan kepala nya
"Hah~, iya Elisha san" Natasya menghela nafas
"Jangan panggil aku Elsiha Natasya-chan,panggil kakak saja" Elisha
"Eh?" Natasya terkejut
Tapi pada saat itu juga terdapat kereta kuda menerobos masuk academy shuanlong lalu berhenti didekat para rombongan academy Inggaly
Pada saat itu banyak murid murid academy Shuanlong terkejut melihat kedatangan kereta kuda tersebut
Pada saat itu pintu kereta terbuka menampakan dua orang ,yang satunya berpenampilan maid dan satunya lagi wanita memliki gaun yang cukup terbuka,dengan rambut putih perak,kulit putih seputih salju dan mata merah ruby
Dia adalah putri ke 3 dari Zerox dan Velanda yaitu Vina Mereolona
Jier dan panitia ujian yang jelas tau jika itu adalah Vina atau putri dari Raja Zerox seketika terkejut
"Tuan putri?" Jier tanpa sadar
Murid murid academy inggaly mendengar perkataan Jier sedikit bingung
"Siapa dia tuan kepala sekolah?" Dianne
"Dia adalah seorang putri dari yang mulia Raja Zerox yang ke 3" Jier
Vina mendekati rombongan academy inggaly lalu berkata
"Kalian dari Academy Inggaly?" Vina dengan nada acuh tak acuh.
"I-iya benar tuan putri" Jier sedikit gugup
"Kalau begitu aku ingin berbicara dengan kalian" Vina
"Apa yang anda ingin bicarakan? Kita bisa mencari tempat berteduh dulu untuk bisa berbicara dengan tenang" Jier
__ADS_1
"Tidak perlu paktua, aku hanya ingin bertanya satu hal saja" Vina dengan nada sedikit lancang
"Apa itu tuan putri?" Jier sebenarnya Jier sedikit risih diperlakukan lancang tapi masih ingin menjaga wajahnya
"Dimana murid yang bernama Zeros?" Vina dengan singkat dan nada monoton
Jier tampak terkejut mendengar ,setaunya Zeros tidak pernah ke kutub utara sama sekali
"Maafkan saya tuan putri, tuan Zeros-" Jier tersela oleh Elisha yang tiba tiba maju mendekati mereka berdua sambil berkata
"Ada urusan apa dengan tuan Zeros?" Elisha menghadap kearah Vina
"Itu bukan urusanmu" Vina dengan nada acuh tak acuh
"Ini adalah urusan aku juga ,aku adalah sebagai teman sekelasnya" Elisha
"Hah~, Aku hanya ingin bertanya dimana orang yang bernama Zeros" Vina menghela nafas lalu mendekati Elisha lebih dekat sambil mengeluarkan aura tier 5A
"Sepertinya kau suka dengan kekerasan" Elisha tersenyum tapi dia mengeluarkan aura tier 5A
Elisha menatap kearah Vina dengan tatapan tajam seperti menatap rival sedangkan Vina menatap kearah Elisha dengan tatapan dingin seperti merasa ditindas
"Oi oi, berhentilah" Natasya tiba tiba ditengah tengah mereka berdua melerai adu aura tier mereka
"Kenapa jadi ingin bertarung hanya masalah sepele ini" Natasya
"Dia duluan Nataysa-chan mengeluarkan auranya" Elisha menuding kearah Vina
"Kakak seharusnya jangan memprovokasilah" Natasya dengan niatan menasehati
Elisha dipanggil oleh Natasya dengan sebutan kakak hati nya sedikit tergerak dan hanya diam tidak menjawab perkataan Natasya
"Dan Tuan putri, maafkan kami atas kelancangan kakak saya, tapi Tuan Zeros yang anda bicarakan tidak ada disini" Natasya menatap kearah Vina
Vina mendengar jika Zeros tidak ikut memasang wajah sedih karena berharap jika ibunya tidak menderita karena ayahnya sendiri dan ingin ayahnya berhenti setelah melalukan perbuatan dosa
Elisha melihat wajah Vina yang seketika menjadi sedih merasa bersalah ,Elisha mengerti tatapan Vina yang tadi nya penuh harapan sekarang menjadi suram seperti mengharapkan sesuatu
Pikiran Elisha jelas bukan menyukai tapi ada hal lain yang ingin Vina minta
Elisha mendekati Vina lalu memberi tangan nya dan dengan penuh rasa bersalah dia berkata
"Maafkan saya atas perbuatan saya tadi" Elisha
Vina jelas terkejut melihat perubahan sikap Elisha yang tadi nya seperti tidak menerima Vina sekarang menjadi tampak mengerti situasi Vina
"Kalau begitu aku juga meminta maaf juga karena ingin bertindak kasar" Vina membalas jabatan tangan Elisha
END
__ADS_1