
...Di Dimensi Ruang...
Zeros menatap kearah Sakaya yang sedang diikat rantai es miliknya dengan tatapan tajam seperti hewan buas yang sedang menatap mangsa nya
"Apa kau lakukan sialan!?"Teriak Sakaya dengan nada dingin menatap kearah Zeros yang kian mendekati nya
"Tenang saja ,aku ingin beberapa informasi darimu dan hanya itu saja" Zeros berkata dengan nada sedikit riang membuat Sakaya semakin waspada
"Kau pikir aku akan memberikan nya?" Sakaya tersenyum sinis dan menatap kearah Zeros dengan tatapan mengejek
"Jika kusiksa terlebih duhulu?" Zeros dengan nada monoton
"Siksa saja kalau bisa" Sakaya berkata dengan nada mengejek
"Keras kepala sekali,sama halnya dengan ibuku" Zeros mengangkat kedua bahunya
"Padahal aku tidak mau mengatakan nya tapi tidak punya pilihan lain" Zeros
"Kau sebenarnya adalah orang baik tapi kau dilahirkan disebuah keluarga Hunter ternama yang memiliki prinsip yaitu membunuh atau mati" Zeros
Wajah Sakaya tidak berubah sama sekali namun dia bertanya kembali
"Lalu? Apakah cerita masa laluku akan kau ceritakan dan membuatku akan luluh untuk memberikan informasi?" Sakaya tersenyum sinis
"Yeah aku tau ,kau sepertinya mengerti dengan skill yang bisa melihat masa lalu seseorang, terlebih aku melihat dirimu yang sedang membasmi hama hama negara Oldrown yang berkeliaran dan bebas dari hukum pemerintah itulah membuatku tertarik denganmu" Zeros berkata dengan nada sedikit tertarik dan sambil tersenyum
Sakaya hanya diam menatap kearah Zeros dengan tajam dan pada saat itu juga Zeros berkata sambil mendekati Sakaya
__ADS_1
"Kita memang mempunyai kesamaan dalam hal membasmi hama dan lainya" Zeros berjongkok dihadapan Sakaya yang tersungkur lalu memegangi dagu Sakaya
"Kesamaan? Apanya kesamaan diriku denganmu?" Sakaya menatap dingin kearah wajah Zeros yang berada tepat di depan nya
Zeros tiba tiba mencium bibir Sakaya membuat Sakaya seketika terkejut dan berniat memberontak tapi dia melihat masa lalu Zeros membuat nya terdiam dan masa lalu tersebut dimulai dari orang tua Zeros terbunuh oleh pembunuh bayaran disaat Zeros disembunyikan di ruangan tersembunyi sampai dimana Zeros telah membantai semua pembunuh bayaran dan orang yang menyuruh untuk membunuh orang tua yang ternyata seorang korupsi sekaligus teman ayah Zeros
Zeros membantai semua korupsi tanpa tersisa tanpa bantuan sihir dan tidak butuh bantuan orang hanya menggunakan fisik murni ,sampai kehilangan orang selain keluarga yang sudah dianggap saudarinya sendiri dan meregang nyawa sendiri
Lalu Zeros bereinkarnasi ke dunia pedang dan sihir lahir dari keluarga ternama di suatu kerajaan ,diumur 6 tahun Zeros telah berhasil membunub sekawanan monster Wolfki sendirian dan menerobos tier 3C di usia muda karena ia memiliki tujuan untuk melindungi keluarga bukan dia yang dilindungi lagi
Berumur 17 tahun Zeros telah melakukan raid sebuah kastil terkutuk yaitu kastil dan melihat masa lalu katil sampai dimana Zeros melihat masa lalu sebuah kota yang mempunyai sejarah kelam membuatnya membenci Dewa Ednes dan memburu dewa ednes
Sampai sampai Zeros terbawa ke dunia lain yaitu dunia Sakaya berada
Sakaya melihat Ibu Zeros di dunia pedang dan sihir dan dunia biasa mempunyai sifat sama yaitu sifat keras kepala dan tidak peduli dengan orang lain selain keluarganya
"Kau tau seorang pria akan gampang jatuh cinta jika bertemu dengan wanita yang mirip dengan ibunya" Zeros tersenyum lembut kepada Sakaya membuat Sakaya yang sudah terbawa suasana wajahnya memerah
Rantai rantai es yang mengikat Sakaya hancur dan membuat tubuh Sakaya jatuh ke pangkuan Zeros lalu Sakaya merasakan sesuatu besar dan keras yamg sedang ia duduki ,Sakaya merasakan hal tersebut seketika memerah merona karena tau itu apa
"Sepertinya kita bisa memulainya" Zeros tersenyum lembut sambil mendorong Sakaya sampai jatuh terlentang ke lantai dan Zeros berada di atas Sakaya
Zeros melihat wajah Sakaya yang semakin cantik disaat wajahnya memerah merona seperti itu membuat Zeros semakin bersemangat
Zeros menghancurkan armor hitam milik Sakaya sampai hanya menyisakan Sakaya tidak memakai pakaian sama sekali
Zeros melepaskan pakaian dari atas terlebih dahulu lalu memegang tangan kanan Sakaya dan menaruh tangan Sakaya ke dada kiri Zeros
__ADS_1
"Rasakanlah,jantungku berdebar sangat cepat disaat melihat dirimu tersipu malu seperti itu" Zeros menatap kearah Sakaya yang dari hanya diam dengan wajah memerah malu
Zeros pun melepas celana nya dan memperlihatkan sebuah tongkat besar ,sepanjang lengan bayi berumur 5 bulan dan tebal sekali
"Besar sekali" Sakaya berkata tanpa sadar membuat Zeros senang
"Terimakasih~" Zeros mencium bibir Sakaya sekali lagi ,Sakaya memeluk Zeros dengan erat dan menerima ciuman Zeros
Zeros mencium bibir sambil memasukan jarinya ke goa Sakaya yang berada di bawah yang ternyata telah basah
Zeros berhenti mencium Sakaya lalu dia menatap mata Sakaya yang sudah tidak berdaya
"Aku akan memasukinya" Bisik Zeros di telinga Sakaya
Sakaya hanya bisa mengagukan kepalanya membuat Zeros memasuki tongkat nya ke goa milik Sakaya yang masih perawan
Ruangan dimensi seketika di penuhi suara erangan mereka berdua
...Beberapa Jam Kemudian...
Zeros dan Sakaya telah bermain sampai 7 jam tidak berhenti sampai Sakaya sudah tersungkur di lantai dengan goa dilumuri oleh cairan putih
Zeros tampak sudah berpakaian lengkap lalu menutupi tubuh Sakaya dengan selimut hangat dan menggendongi Sakaya
Zeros berpindah dimensi ke dimensi dunia nyata ,Zeros berpindah tempat disebuah apartemen milik Sakaya lalu meniduri Sakaya di kamarnya lalu meninggalkan Sakaya dengan secarik kertas diatas meja
END
__ADS_1