
Acara rapat telah selesai dan terlihat lapangan luas didepan pintu gerbang masuk hutan kota B
Dan semua orang yang berkumpul disana adalah hunter hunter kelas A dan didepan banyak nya hunter kelas A adalah hunter hunter kelas S dari negara Beniyan dan negara Oldrown itu sendiri
Negara Beniyan terdapat hunter kelas S berjumlah 8 orang dan tier mereka berada di 6C sampai 6B saja sedangkan hunter kelas S dari negara Oldrown berjumlah 8 dengan tier 6C-6B saja
Dan selain hunter kelas S hanya ada hunter kelas A yang berjumlah 160 orang itu semua hunter dari negara Oldrown saja
Sebenarnya hunter kelas A di negara Oldrown berjumlah 200 orang lebih namun karena banyak nya tumbang karena penyergapan Zeros menjadi berkurang sangat banyak
"Kasihan sekali, padahal mereka sedang ingin mempersiapkan untuk penyerangan sarang monster tapi hunter hunter punya mereka berkurang sangat banyak" Katsuro berkata dengan nada iba dengan mata masih tertutup
"Tenang saja tuan Katsuro,kita berada disini bukan untuk diam dan melihat mereka bertarung tapi kita membantu mereka" Hakaja berkata dengan nada riang
"Benar kata tuan Hakaja, kita disini bukan untuk ikut hadir saja tapi membantu negara tetangga untuk tidak membuat permusuhan yang seperti dulu" Seorang wanita berambut hitam mamakai masker hitam, iris mata hitam pekat dengan memakai pakaian ketat dengan dagger di pinggang belakang bernama Serena
"Nona Serena bisakah aku melihat wajahmu" Hakaja tangan kanannya ingin mendekati masker milik Serena
Hakaja menampar tangan Hakaja lalu berkata dengan nada monoton
"Tidak boleh tuan Hakaja" Serena jawab dengan singkat
"Hehehe~,bercanda saja nona Serena jangan seserius itu" Hakaja jawabnya dengan nada becanda
Hunter pihak negara Oldrown hanya bisa diam melihat hunter kelas S dari negara Beniyan
"Kalian diamlah", Yakasa berkata dengan nada tegas ,berniat menegaskan kepada rekan rekan nya untuk diam
Hunter kelas S dari negara Beniyan seketika diam mendengar perkataan Yakasa
"Terimakasih,bisakah anda memulainya?" Yakasa setelah menatap kearah hunter kelas S dari negara Beniyan lalu dia menoleh kearah ketua asosiasi hunter senof untuk memulai acara pembagian kelompok
Ketua Senof mengagukan kepala nya lalu dia maju di hadapan pasukan hunter kelas A
Regar memimpin devisi pasukan hunter kelas A berjumlah sekitar 10 bersama hunter pria kelas S dari negara Beniyan bernama Senofan
Nicholas memimpin devisi pasukan hunter kelas A berjumlah 10 bersama hunter kelas S dari negara Beniyan yaitu Hakaja
Sakaya memimpin devisi hunter kelas A berjumlah 10 bersama hunter kelas S dari negara Beniyan yaitu Serena
Ren memimpin devisi hunter kelas A bejumlah 10 orang bersam hunter kelas S dari negara Beniyan yaitu Katsuro
Kiryu memimpin devisi hunter kelas A bersama dengan Yakasa
Reneta memimpin devisi 10 hunter kelas A bersama seorang pria kurus dengan wajah licik bernama Genosa
Dan hunter hunter kelas S akan memimpin 10 hunter kelas A bersama dengan hunter kelas S dari negara Beniyan jadi akan adil
Lalu setelah berkumpul dengan kelompok kelompok yang sudah di atur mereka semua hendak membukakan gerbang pintu masuk hutan kota B
Semua hunter masuk lalu berpencar ke seluruh area hutan dengan kelompok masing masing
Di kelompok yang dipimpin Nicholas tampak mereka bertemu sekelompok monster dengan tier tinggi 5A-6C
"Jangan gentar semuanya, ingat kita disini bukan untuk bertamasya saja" Nicholas melambaikan tangan kanannya
Seketika api bergerak gerak di sekitaran tubuh Nicholas dan setelah melambaikan tangan kananya kearah monster berjumlah 5 yang berada didepan tengah berlari kearahnya berniat menerkam Nicholas
BURST
Api menyembur dari lengan kanan nicholas ke 5 monster yang berniat menerkam Nicholas
Monster monster tersebut seketika terbakar sampai gosong lalu tergeletak di tanah
Auman para monster dari kejauhan kelompok nicholas terdengar sangat banyak lalu datanglah sekawanan monster bejumlah lebih dari 300 monster berbentuk serigala namun mereka berdiri layaknya manusia dengan mata merah menyala
"Siapkan senjata kalian" Nichola berkata dengan nada tegas membuat kelompok yang dipimpinya segera menyiapkan senjatanya
"Tuan Nicholas sepertinya anda sangat serius kali ini" Hakaja berkata sambil tersenyum dengan menyiapkan senjata berupa pedang bermata satu
"Ya, aku sedikit bersalah atas ini" Nichola berkata dengan nada tenang
"Hmm" Hakaja bergumam tidak jelas tapi dia langsung maju tanpa menunggu perintah Nicholas
SLASH
Hakaja menebas kearah sekawanan monster serigala tersebut secara horizontal, dengan pedang diselimuti oleh angin hijau yang pekat
Sebuah bilah terbuat dari angin hijau pekat melesat sekawanan monster tersebut dengan ganas
__ADS_1
Puluhan monster serigala seketika terbelah oleh tebasan Hakaja membuat Nicholas sedikit kagum dengan Hakaja
"Hebat sekali anak ini" Gumam Nicholas
Disaat itu juga Nicholas langsung memperintahkan kelompoknya untuk menyerang sekawanan monster tersebut bersama dengan Hakaja
Disisi lain juga semua kelompok sedang bertarung dengan monster di hutan namun ada 1 kelompok yang masih baik baik saja dan bahkan tidak ada tanda tanda monster yang mendekatinya yaitu kelompok yang dipimpin oleh Sakaya
"Nona Sakaya, ada yang aneh kenapa seperti tidak ada monster yang mendekati kita" Serena berkata dengan nada bingung
Sakaya hanya memasang wajah datar sambil menatap kesekitaran lalu dia melihat sebuah goresan yang berada di pohon
Sakaya langsung menyalurkan mana sihirnya ke seluruh area didekat kelompok mereka
Sakaya menulis sesuatu di udara lalu dia bergumam
"Keluar lah Semonis Shotgun" Sakaya bergumam
Sebuah hologram muncul di tangan kanan Sakaya lalu menghilang digantikan oleh sebuah shotgun dengan tampilan yang sangat mewah dan dihiasi oleh emas emas diatasnya
Source : Google
Sakaya mengarahkan Shotgunya keara lain membuat kelompok yang dipimpin oleh Sakaya kebingungan tapi wajah mereka berubah
Beberapa saat kemudian ada sebuah makhluk raksasa merayap seperti ular mengarah ke kelompok Sakaya
Sakaya menarik pelatuk shotgun tersebut membuat peluru shotgun keluar dari shotgun dengan kecepatan tinggi dan peluru shotgun tersebut seperti meteor yang terkena atmosfer terbakar oleh api menambah kecepatan dan kerusakan
Makhluk makhluk yang berbentuk ular raksasa tersebut menabrak pohon pohon yang menghalanginya pada saat itu juga peluru shotgun milik Sakaya telah mengenai kepala makhluk tersebut
BLAAR
Sebuah ledakan berbentuk bola besar di depan Sakaya dan kelompoknya karena terbuat dari tabrakan peluru Sakaya dengan kepala makhluk ular raksasa tersebut
WOSH
Efek ledakan tersebut membuat sebuah efek hempasan angin yang menerjang semua pohon didekatnya termasuk Sakaya dan Kelompoknya yang terkena hempasan angin tersebut
Ledakan berbentuk bola telah menghilang dan hanya menampakan asap hitam saja
Tiba tiba suara melengking terdengar diseluruh area hutan membuat banyak kelompom hunter yang terpisah merasa ada bahaya
"Naga?" Sakaya melihat samar samar makhluk tersebut yang mempunyai tampilan naga timur dengan sayap di lehernya yang mengepak membuat asap hitam yang menutup tubuhnya menghilang menampakan wujud dirinya
Naga tersebut bernama Genesis Dragon merupakan makhluk mitologi timur mempunyai ketahanan kuat serta kelincahan yang sangat luar nalar untuk seorang makhluk berukuran raksasa tersebut
Source : Pinterest
"Monster monster berkurang sangat banyak disekitaran sini pasti karena dia" Sakaya bergumam sambil mengeluarkan Semonis Shotgun lagi membuatnya membawa 2 Semonis Shotgun sekarang
"Kalian semua jika kalian merasa ketakutan maka berlarilah" Sakaya menoleh kebelakang kearah kelompoknya
Tampak banyak dikelompoknya yang ketakutan melihat monster Genesis Dragon kecuali Serena yang menarik Dagger nya sambil mendekati Sakaya tepat di samping kanannya
"Perintahnya nona Sakaya?" Serena berkata dengan nada serius
"Kau majulah, dan aku akan menjaga mu dari belakang" Sakaya yang tidak peduli lagi dengan kelompok yang dipimpin karena dia sudah perintah untuk lari jika ketakutan terlebih makhluk itu seperti tidak sabar untuk menerkam mereka semua
"Baiklah nona" Serena langsung melesat dengan kecepatan penuh kearah monster Genesis Dragon
SLASH SLASH SLASH
Tampak siluet Serena bergerak gerak di tubuh dragon genesis sambil menebas nya
Genesis dragon berteriak lalu menggerakan tubuhnya dengan cara membabi buta membuat Serena terpental jauh dan menabrak batu besar pada saat Serena sedang berusaha untuk berdiri Genesis Dragon membuka mulutnya dan mengarahkannya kearah Serena
BURST
Sebuah bola api merah tercipat di mulut makhluk tersebut dan mengarahkan nya ke Serena berniat menembakan nya kearah Serena
BLAR BLAR
Sakaya melesat kearah depan Serena lalu menembakan kedua Semonis Shotgun kearah mulut genesis dragon membuat bola api merah di mulut genesis dragon meledak dengan hebat tepat dimulut genesis dragon terkena kedua peluru Sakaya
Sebuah ledakan berbentuk bola tercipta dan lebih dasyhat dari yang tadi
__ADS_1
Asapa mengepul lalu menghilang karena hempasan buntut genesis dragon kearah Sakaya dan Serena
Sakaya dengan cepat menghindar tanpa mempedulikan Serena yang terkena hemlasan buntut sampai terpental menabrak puluhan pohon disana
Di langit Sakaya melihat tubuh raksasa genesis dragon tampak baik baik saja membuatnya bertanya tanya didalam hatinya
"Apakah aku harus menggunakan senjata bertenaga nuklir? Aku merasa semua senjata sihir tidak akan berarti apa apa kepada nya" Gumam Sakaya tapi wajah Sakaya berubah seketika melihat monster tersebut mendongak kearahnya
Genesis dragon seketika mendongak keatas lalu membuka kan mulutnya lalu mengarahkan ke Sakaya terdapat sebuah bola api merah di mulutnya
BURST
"Sial" Sakaya menggerutu
Sebuah semburan api merah menyembur kearah Sakaya tapi Sakaya seperti ada yang menangkapnya lalu membawanya menjauh dari semburan api merah tersebut
BURST
Api merah tersebut menbakar awan awan di langit ,pemandangan tersebut seperti tidak masuk akal tapi ingat Zeros pernah menghilangkan awan hanya dengan satu kali serangan api biru
BRUAK
Sebuah siluet yang menangkap dan membawa Sakaya mendarat di tanah dengan kasar membuat retakan yang sangat fatal di tanah berbentuk jaring laba laba
"Halo" Ucap siluet tersebut dengan nada datar
Sakaya yang sedang digendong oleh siluet tersebut selayaknya tuan putri menatap kearah orang yang menggendongnya yang adalah Zeros
"Kau terlambat bodoh" Sakaya memukul dada Zeros dengan kedua tangannya tapi terlihat lucu bagi Zeros
"Yeah gimana lagi kukira monster seperti itu bisa diatas olehmu" Zeros menatap kearah Sakaya yang berada di gendongan sambil mengangkat kedua bahunya
"Kau pikir aku ini tipe seperti dirimu yang bisa sendirian?" Sakaya berkata dengan nada dingin
"Yeah, maafkan aku kalau begitu" Zeros dengan nada sedikit main main
"Terlebih dari itu,tolong turunkan aku ,sedikit memalukan" Sakaya berkata dengan nada malu dengan pipinya merah merona
"Baiklah istriku" Zeros pun menurunkan Sakaya dengan lembut
Sakaya mendengar perkataan "Istriku" membuat wajahnya semakin memerah
"Kita bisa bermain main nanti setelah masalah disini sudah selesai" Zeros menggantikan topik sambil menatap kearah Genesis Dragon yang hanya mengaum melengking dari tadi
Sakaya seketika tersadar akan keberadaan genesis dragon yang masih disini sangking malunya
"Istriku, buatkan senjata sniper dengan damage besar" Zeros menatap kearah Sakaya
"Bisa saja tapi dia tidak akan mempan dengan senjata itu" Sakaya wajahnya sedikit memerah
"Kalau begitu sini biar kubantu" Zeros mendekati Sakaya lalu memegangi tangan kanan dari belakang Sakaya membuat Sakaya malu
"Coba lah membuat senjata pada saat aku menyalurkan mana sihirku ke dirimu" Zeros berbisik di telinga
"Hey jangan membisikan sesuatu di telingaku" Sakaya dengan nada sedikit malu dan geli di telinganya
"Hehehe~, maaf" Zeros berkata dengan nada sedikit becanda namun karena Zeros
Sakaya masih sedikit malu namun dirinya membuat senjata pada saat Zeros menyalurkan mana sihir
Sebuah hologram muncul dan menghilang berganti dengan sebuah sniper bareta berwarna biru dengan efek seperti api biru
Senjata tersebut bernama Bendita merupakan senjata efek api biru murni dari pengguna nya
Sakaya menangkap sniper Bendita tersebut lalu dia menatap kearah bendita dengan takjum karena ketahanan dan kerusakan yang sangat luar biasa
"Coba kamu tes" Zeros berkata dengan nada datar
"Baiklah" Sakaya mengarahkan sniper bendita dengan scope kearah genesis dragon yang entah kenapa terbang sedang mencari keberadaan Sakaya di atas langit
BANG BURST
Sebuah peluru api biru melesat mengenai kepala genesis dragon ,genesis dragon seketika berlubang besar
Peluru api biru tersebut tidak sampai disitu saja ,peluru api biru melsat sampai keluar dari atsmosfer dan mengenai bulan
BLAR
Ledakan dayshat terjadi di bulang menghancurkan setengah bulan
__ADS_1
END