
...Di Kerajaan Elves...
Terdapat tempat blacksmith milik Gibran ,Didalam nya terdapat Zeros tengah memegang Pedang dengan gagang seperti bulu biru menyala mengarah ke bawah
Bilah Pedang yang di bagian tajamnya terdapat warna biru yang menyala seperti api biru
Dan setiap bilah bilahnya terdapat Ornamen ornamen hitam yang menghiasi pedang itu
Souce :Pinterest
Mata Zeros terbuka lebar melihat pedang yang berada ditangan kananya
"Hebat!" Zeros tanpa sadar
"Sial aku dipaksa untuk bekerja keras selama 10 hari untuk memuaskan pemuda ini" Gibran tengah membersihkan keringatnya di dahinya dengan handuk
Zeros tidak mempedulikan keluhan dari Gibran dan hanya menatap pedangnya
"Hey ,Paktua kau beri nama apa kepada pedang ini" Zeros
"Terserah kau saja" Gibran dengan nada lelah
"Sekarang kuberikan nama "FireFox" " Zeros
Seketika pedang yang berada digenggaman Zeros menyala dan membuat seisi banguanan blacksmith milik Gibran berguncang
"Apa yang terjadi?" Zeros dengan nada santai bahkan tubuhnya sama sekali tidak terguncang
Sedangkan Gibran terguncang sedikit tapi tidak merasakan panik seperti sudah terbiasa
"Itu hal biasa pada saat seorang wizard sepertimu mendapatkan sebuah pedang yang cocok pada tubuhmu sendiri" Gibran
Zeros hanya menatap kearah Gibran lalu kembali menatap kearah Pedangnya
"Entah kenapa sihir yang aneh sering masuk ke tubuhku secara menerus menerus" Zeros
"Rune Refils tidak hanya mempunya fungsi untuk menurunkan resitance lawan tapi bisa menyerap sihir alam secara menerus nerus" Gibran
"Sangat berbeda dengan pedangmu yang bernama The Order Sword yang hanya menyerap Sihir alam hanya pada saat digunakan dan juga memliki Ruang sihir yang sedikit bahkan sihir alam tidak bisa di transfer ke tubuhmu sendiri" Gibran
"Pedang mu yang kau berikan nama FireFox mempunyai penyimpanan sihir yang besar dan juga bisa mentransfer sihir alam ke tubuhmu membuat tubuhmu bisa memasuki mode sagemode" Gibran
"Kau sangat tau tentang Batu Rune Refils ,dapat darimana informasi itu" Zeros
"Kau pikir aku akan memberitahumu" Gibran
"Lalu Bagaimana cara memasuki Sage Mode?" Zeros
"Sebenarnya bukan Sage Mode lebih ke mode Devil Mode,Kudengar tubuh yang memasuki mode itu bisa berubah wujud seperti Ras Iblis" Gibran
"Hah? Kenapa bisa merujuk ke Ras Iblis?" Zeros
"Karna Batu Rune Refils adalah serpihan pedang dari Dewa Iblis" Gibran
__ADS_1
Zeros tampak ragu dengan jawaban dari Gibran tapi disaat itu juga Gibran menjawab
"Batu Rune Refils adalah Batu Serpihan dari pedang Dewa Iblis yang jatuh segala penjuru tempat di dunia ini" Gibran
"Sebagian besar memang jatuh di UnderWorld tapi ada juga jatuh di Bioma di dataran ini" Gibran
Zeros terdiam sesaat lalu berkata kepada Gibran
"Dimana Para Dewa itu hidup?" Zeros dengan wajah serius
"Untuk itu kau bisa mencari tau di Kerajaan dibawah laut" Gibran
"Dibawah lautkah..." Zeros
"Oh ya,jika kau mau,kau bisa mencoba memasuki Mode Iblis tapi kudengar kau hanya bisa memasuki Mode ke 1 jika kau masih belum mengcontrol kekuatan Pedangmu itu" Gibran
"Hooh~,Bagaimana caranya?" Zeros dengan nada sedikit tertarik
"Salurkan saja Sihirmu ke Pedang dan rasakan tekanan Ki yang akan masuk ke tubuhmu" Gibran
Zeros hanya diam menatap pedangnya lali menyalurkan sihirnya ke pedangnya
BOOSH
Zeros merasakan tekanan Ki yang kuat di sekujur tubuhnya ,bersamaan itu juga tangan kanan Zeros tiba tiba mengeluarkan sisik biru menyala
Telapak tangan tangan Zeros terdapat sisik biru menyala menempel di tangannya
Jari jari Zeros di tangan kanan mengeluarkan Cakar Biru menyala seperti cakar naga, dan tengah telapak tangan Zeros terdapat Bola biru menyala yang kecil dan juga seluruh lengan Zeros seketika ada sisiknya sampai sikut tangan Zeros terdapat Tanduk biru berjumlah dua di kedua sisi belakang lengan Zeros
Pedang Zeros juga diselimuti lingkaran sihir lalu berubah menjadi pedang berbeda dengan Bilah yang sepenuhnya menjadi Biru dan di gagangnya juga terdapat seperti cakar Naga
Wajah setengah bagian kanan juga tiba tiba ada tulisan tulisan aneh seperti kutukan
"Hah,Hah,Hah" Zeros terengah engah
"Hebat Sekali nak,Aku pikir kamu akan mengamuk tapi sepertinya kau bisa mengcontrolnya dengan baik" Gibran
Zeros mengerutkan keningnya tapi tidak mempedulikannya
Zeros mengangkat pedangnya melihat pedangnya sudah sepenuhnya berubah begitu juga tangan kanannya
"Apa yang terjadi?" Zeros
Zeros bisa merasakan mana sihir alam di sekujur tubuhnya yang tersalur dari tangan kanannya
WOOOSH BURST
Zeros melambaikan tangan kanannya seketika Bangunan Blacksmith milik Gibran hilang setengah terbakar oleh api biru
"Tidak!!, Jangan rumahku!" Gibran terkejut
"Hebat!" Zeros tanpa sadar seperti tidak peduli dengan keadaan Gibran
__ADS_1
"Uggh,tapi stamina ku terkuras sangat banyak" erangan Zeros memegang dada kanan lalu seketika tangan kanan dan pedangnya berubah kembali semula
Zeros kembali tidak mengerang dan menatap kearah Gibran
"Hey ,Paktua Terimakasih banyak ,berapa banyak yang kubayar dan juga biaya untuk rumahmu?" Zeros
"PERSETAN !PERGI KAU!" Gibran tidak bisa menahan emosi nya
Zeros mengerutkan keningnya sambil menatap kearah Gibran
"Aku tidak butuh uangmu ,yang aku butuhkan kau pergi dari sini!!" Gibran mengarahkan tangannya kearah lain untuk membuat Zeros menjauh dari tempatnya
...Beberapa Jam Kemudian...
Di pelabuhan Kerajaan Elves terdapat Kakek Jenshin berada di kapal terbang sedangkan Zeros berada di pelabuhan
"Hati hati dijalan Tuan Zeros" Raja Elf dan Ratu Elf berdampingan
"Tidakkah,kamu disini dalam beberap hari?" Sovia yang berada di samping kanan Ibunya
Silvia berada di samping kanan Sovia hanya memasang wajah dingin kearah Zeros
"Tidak ,aku disini bukan untuk bersenang senang" Zeros dengan nada datar
"Sayang Sekali,Anda tidak bisa disini" Vonis berada di samping kanan Raja Elf
"Kalo begitu saya permisi dulu Yang Mulia Raja Elf ,Yang Mulia Ratu Elf" Zeros menundukkan badannya ala bangsawan
"Kami Juga sangat berterimakasih karna sudah menyelamatkan Kerajaan Kami dari serangan Kerajaan Manusia" Raja Elf dan Ratu Elf menundukkan badannya
"Ya" Zeros dengan nada datar
Raja Elf dan Ratu Elf berhenti menundukkan badannya lalu Vonis maju kearah Zeros
"Saya sebagai Pangeran dari Kerajaan Elves sangat berterimakasih kepada anda,sebagai balasannya saya hanya bisa memberikan anda Panah Kesayangan saya walaupun ini belum seberapa tolong terima ini" Vonis memberikan Panah yang dia digunakan disaat perang
Zeros menerimanya dengan santai dan berkata
"Terimakasih" Zeros
"Tidak Perlu berterimakasih Tuan Zeros" Vonis
"Kalau Begitu Saya Permisi dulu" Zeros berbalik badan lalu berjalan menaikki kapal terbang
Zeros disaat sudah menimpangi kapal terbang ,Kapal Terbang Kakek Jenshin pun berjalan kearah Utara
"Kenapa Sayangku" Ratu Elf melihat Sovia menundukkan Kepalanya
"Tidak apa apa kok ,bu" Sovia menggelengkan kepalanya
"Ara,Apa kamu tidak mau Tuan Zeros pergi" Ratu Elf
"Apa Ibu katakan!" Sovia kesal dengan wajah merah di wajahnya
Sedangkan Silvia menatap Kearah Sovia dengan mata menyipit
__ADS_1
END
Note : Maaf Upnya lama banget ampek 7 Hari ,karna gak punya waktu jika Crazy Up nanti ku usahakan dan terimakasih karna masih nunggu up novelku ini