Reincarnated Into The Wizarding World

Reincarnated Into The Wizarding World
BAB 35


__ADS_3

Zeros dan Kelompoknya sedang didepan Api unggun sedangkan Kusir sedang memberi makan Kudanya


Zeros sebelum beristirahat dia mengecek sekitar area jika bertemu dengan Monster akan langsung dibunuh jika menemukan tumbuhan penyembuh maka akan di ambil


"Hey Bung , Bisakah aku meminta itu? Kelihatannya enak" Gents menujuk Makanan yang dibawa Zeros


Zeros yang sedang memakan tusuk daging mengabaikan Pangeran dari MelMoca berbicara


Gents melihat Zeros tidak menjawab sedikit kesal melihatnya lalu melupakan tentang meminta makanannya


"Hey , mendapatkan Misi membasmi Bandit bukankah hebat? Apakah kalian sangat senang mendapatkan Misi ini?" Gents menatap 2 Gadis yang adalah Natasya dan Selva


Natasya mendengarnya sedikit pucat , Sedangkan Selva memasang wajah datar tapi matanya sedikit Bersemangat


"Kau juga kan Zeros?" Gents menatap kearah Zeros


"Membasmi Bandit kah... , Ini bukan pekerjaan yang mudah yang kau kira Pangeran Gents" Zeros


"Tentu saja aku tidak Mengagap ini mudah karna lawan kita jumlahnya bisa lebih dari kita" Gents menggaruk garukkan kepalanya


"Pangeran Gents , Lalu apakah kamu bersiap melawannya dengan sepenuh kekuatanmu" Zeros memandangn Api unggun dengan membawa Cangkir Gelas berisikan Cokelat Panas


"Tentu saja Aku akan melawan dengan sep-" Gents tersela dengan Omongan Zeros


"Apakah Kamu juga bersiap membunuh orang juga?" Zeros dengan Datar tanpa bersalah dan Tanpa menoleh kearah Gents hanya menatap dengan Mata Perak Legam


Gents langsung terkejut lalu menjawab dengan gesa gesa


"Membunuh Manusia? Apa Maksudmu Zeros? Kau semakin membuatku takut" Gents


Zeros tidak mempedulikan tentang Gents yang ketakutan lalu mengatakan nya dengan datar


"Di dunia luar yang namanya peperang dan pembunuhan sudah wajar , Jika kamu tidak bisa mempersiapkan diri untuk membunuh orang entah itu manusia atau Ras lainnya lebih baik pulang ke Istana dan lupakan untuk menjadi Raja selanjutnya" Zeros


Gents mendengarnya merasa Zeros terlalu berlebihan lalu meraih Kerah Zeros dengan Marah


"Apa Maksudmu Zeros!!? Mana Mungkin aku bisa membunuh Bandit bandit Itu!!? Mereka adalah Manusia sama halnya kita , Jadi Kita tidak perlu membunuh cukup buat mereka terluka parah" Bentak Gents


Zeros menampar tangan Gents yang memegangi kerahnya lalu berkata dengan sedikit tegas


"Kau pikir Mereka semudah itu dikalahkan , Pemikiranmu terlalu Naif , Mereka bisa saja membuat rencana licik dibalik sifat naifmu " Zeros


"Apakah mereka akan langsung takluk dengan sifat kepahlawanan karna melihatmu bertarung dengan Adil? tentu saja tidak. Malah mereka akan mengira kau bodoh dan banyak celah untuk diserang oleh mereka" Zeros


"Jika kalian tidak mau melakukan hal hal semacam pembunuhan lalu sebagai nya , Lebih baik tidak usah mendaftarkan diri di Academy Inggaly lalu lupakan mimpi kalian.Karna Mimpi tidak akan tercapai dengan usaha setengah-setengah" Ucapan Zeros membuat Gents dan lainnya langsung memasang wajah rumit


"Jika kau masih berpikiran seperti itu maka akan apa yang terjadi di Kerajaan MelMoca di masa depan? Banyaknya Bangsawan yang korupsi adanya Warga warga yang tidak terima jika pajak akan dinaikkan karna dirimu dilihat memang mudah untuk dihasut , Warga warga akan memberontak dan melawan Pemerintah Kerajaan MelMoca lalu terjadilah pertumpahan darah" Zeros


"Potensi kerajaan lain akan ikut memberontak menjadi besar lalu mereka menyerang kalian dan menguasai kerajaan Kalian .Pemikiran seperti itu tidak tercapai di kepalamu membuatku semakin kecewa kepadamu Pangeran Gents" Zeros


"Pikirkan Baik Baik ,Jika kalian tidak bisa membunuh Orang lebih baik kembali ke Academy Inggaly" Zeros berbalik ke arah Tendanya


"Maka Aku akan menyelesaikannya sendiri" Zeros berjalan masuk ke tendanya meninggalkan Gents dan Lainnya yang sedang dalam berpikir Rumit


...Keesokkan Harinya...


Zeros keluar dari tenda karna baru bangun dari tidurnya


Zeros sendiri tidak takut dengan Monster yang akan menyerangnya karna dia telah membersihkan seluruh area dekat mereka sebelum tidur


Gents yang jadi penjaga semalam tidur didepan Api unggun

__ADS_1


Zeros menoleh kearah Kusir yang sudah bangun sedang memberi makan kepada Kudanya lalu dia menoleh kearah Zeros yang sudah bangun langsung menghampirinya


"Ternyata Tuan muda Zeros sudah bangun" Kusir tersebut


"Paktua Bisakah kau bawa pergi teman temanku kembali ke Academy Inggaly" Zeros


Kusir itu menggaruk garukkan kepalanya lalu bertanya


"Untuk apa Tuan Muda? Bukankah Anda dan Kelompok anda harus melakukan Misi bersama sama" Kusir


"Lupakan tentang misi itu , Mereka tidak mau melawan Bandit bandit dengan sepenuh kekuatannya" Zeros


Kusir tampak ragu mendengar nya lalu bertanya


"Lalu Anda?" Kusir


"Aku akan pergi sendiri , Lagian Gunung Kareon hampir dekat dengan sini" Zeros menatap kearah Utara melihat siluet gunung Kareon yang samar sama namun jika dilihat ada yang sedikit salah di puncaknya


"Tapi mereka mempunyai kelebihan banyak orang , bukankah akan bahaya jika anda melawan mereka sendiri?" Kusir


"Tenanglah" Zeros melambaikan tangannya


"Kalo begitu saya hanya bisa menuruti anda" Kusir membungkukkan badannya


"Tunggu" Suara dari belakang Zeros


Zeros menoleh kebelakang bersama dengan Kusir , Mereka melihat Gents ,Natasya , dan Natasya


"Apalagi? Aku sudah bilang lebih baik pulanglah kesana" Zeros yang datar


"Tidak Kami sudah Memikirkan ini dari tadi malam" Selva menyela Gents yang berniat berbicara


Zeros agak terkejut melihat Selva yang biasanya dingin menyela tapi dia kembali tenang kembali


"TIDAK !!? . KAMI SUDAH YAKIN KAPTEN!!?" Ucap mereka bertiga.


Zeros hanya menatap nya dengan datar kearah mereka bertiga lalu menoleh kearah Kusir


"Bisakah kamu menjauh dulu" Zeros


"Baik Tuan Muda" Kusir mebungkukkan badannya lalu berjalan menjauh


3 Orang dihadapan Zeros Mengerutkan keningnya melihat Kusir disuruh untuk menjauh


"Untuk apa Zeros?" Gents


"Tidak usah pikirkan itu , Kembali ke omongan kalian" Zeros membuat 3 Orang dihadapannya menjadi serius


"Jika kalian mempunyai keyakinan untuk melawan mereka dengan sepenuh kekuatan kalian" Zeros mengarah kan tangannya kearah 3 Orang


"Maka cobalah untuk menahan ini" Zeros tangannya diselimuti Aura Ungu


BRUAKK


3 Orang dihadapan Zeros langsung merasakan gravitasi kuat ditubuhnya membuat mereka tersungkur ditanah


"Ugggh" Erangan Mereka berdua


"Kenapa dengan kalian? kalian bilang sudah meyakinkan keyakinan kalian" Zeros mencoba memprovokasi


"ARGGH" Gents mencoba berdiri dengan Susah payah disaat dia sudah bisa berdiri dengan Susah payah diikuti Selva dan Natasya juga bisa berdiri dari Gravitasi Zeros

__ADS_1


"Hooh~ , Ternyata Kalian bisa menahan Gravitasi ku" Ucapan Zeros ini membuat Gravitasi membebani Mereka berdua langsung hilang


"Hah , hah ,hah" Mereka bertiga terengah engah


"Hah, Apa maksudmu ini Zeros?" Gents


Zeros berbalik badan lalu berkata


"Ini hanya untuk ujian kalian , Mungkin bukan untuk melatih mental kalian ,Setidaknya aku tidak perlu khawatir dengan kalian disaat melawan Bandit nantinya" Zeros


"Sekarang Kita berangkat ke Gunung Kareon" Zeros masuk ke Gerbong Kereta


Mereka bertiga mengerutkan keningnya tapi hanya bisa menuruti nya lalu masuk ke gerbong kereta


Beberapa Saat Kemudian , Gerbong Kereta Zeros sudah berjalan 1 Jam dan mereka pun sampai di dekat gunung Kareon


"Ada Yang Aneh" Zeros


"Apanya yang aneh Kapten?" Natasya


"Kalian Lihat itu?" Zeros menunjuk kearah Ujung Gunug Kareon


Gunung Kareon adalah Gunung tidak aktif dan ujung nya juga memiliki lubang yang didalmnya terdapat Goa.


Tapi Gunung Kareon ini diujung terdapat Ranting Ranting pohon yang raksasa dan tampak berdua Hijau


"Beneran" Natasya


"Minggir dulu Bocah!?" Gents


"Siapa kau sebut bocah!!?" Natasya menatap Gents bermusuhan


Disaat Gents berniat membalasnya dia tersela oleh Kusir


"Didepan Kita terdapat Sungai Tuan Muda" Kusir


Zeros Menaggukkan kepalanya lalu berkata untuk berhenti disini


"Are ,Dimana WereCrocodile?" Gents


"Iya Juga Mereka dimana , Katanya ada?" Natasya melihat sekitaran


Namun disaat Natasya dan Gents berniat Mendekati Sungai terdpat siluet melesat kearah mereka Berdua dari Sungai


CLAANKKK


Siluet berbentuk kapak ditangkis oleh Zeros membuat Natasya dan Gents terkejut


"Kalian berhati hati lah Bodoh" Zeros


Setelah itu WereCrocodile keluar dari Sungai dengan berdiri namun diatas kepala mereka terdapat Bunga bunga Berwarna Merah Darah


"WereCrocodile ini juga ada yang aneh" Zeros menatap kearah Sekumpulan WereCrocodile yang berjumlah 3


"Sekarang Apa yang kita lakukan kapten?" Genst menarik pedangnya begitujuga Natasya dan Selva


"Untuk saat ini kalian harus melawan 3 WereCrocodile sendiri. , Ini juga adalah latihan untuk kalian" Zeros


"Baik" Gents dan lainnya serempak


END

__ADS_1


Not : Maaf Karna gak up 2× kemarin karna sudah disibukkan oleh Tugas Kuliah mungkin nanti cuma Up 1× saja , tapi kadang kadang nanti Up 2× dan terimakasih karna sudah membaca novel ini


__ADS_2