
...Keesokan Harinya...
Sakaya telah bangun dari pingsannya dan melihati dirinya telah berada di kamar apartemen nya tanpa sehelai pakaian dan hanya memakai selimuti putih yang lembut
Sakaya membuka selimut melihat dirinya telanjang bulat dengan goa miliknya sudah bersih tapi dia masih mengingat kejadian malam kemarin membuat wajahnya memerah merona
Sakaya terdiam sambil menutupi mulutnya dengan selimut dengan pipi yang sudah memerah
Sakaya mengingat dirinya sendiri merasa kenikmatan saat melakukan itu bersama dengan Zeros
Sakaya melihat secarik kertas diatas lemari kecil didekatnya lalu membacanya
Tenang saja aku tidak akan meninggalkan mu setelah mengambil pengelaman pertama mu , aku akan bertanggung jawab setelah menyelesaikan urusan ku dengan Dewa Ednes yang seperti kau lihat masa lalu ku ,Dewa Ednes sangat banyak membuat ulah
Aku akan datang pada saat penyerangan sarang monster di hutan kota B untuk menyelidiki lebih lanjut keberadaan Dewa Ednes jadi tolong nantikan aku disana
Sakaya mengerutkan keningnya setelah membaca kertas tersebut merasa bahwa Zeros sedang berimajinasi menjadi pahlawan yang ingin mencari panggung untuk bisa dilihat dirinya
Beberapa saat kemudian Sakaya tersadar bahwa sekarang pasti asosiasi hunter sedang mencari nya karena dirinya tiba tiba menghilang pada saat malam itu
Sakaya bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya tapi Sakaya sempat melakukan masturb*si karena masih merasakan kesemutan di goa nya
...Disisi Lain...
Zeros berdiri di atas gedung pencakar langit yang memiliki tinggi lebih 50 meter ,dengan angin yang menabrak rambut putih perak yang membuat rambut berambang ambing
Zeros tersenyum setelah mengingat kejadian kemarin lalu dia menghilang dari atap gedung tersebut
Zeros muncul di sebuah tempat dimana tempat tersebut adalah bagian luar hutan Kota B merupakan hutan yang dipenuhi monster
Zeros melihat sebuah hutan dengan tembok yang mengelilingi nya yang merupakan tembok buatan asosiasi hunter untuk bisa menahan monster untuk tidak keluar dari kawasan hutan
Posisi Zeros sekarang berada di depan tembok bagian barat sedangkan pintu masuk ke hutan tersebut berada di utara
__ADS_1
Zeros hanya melihat tembok besar bertinggi 30 meter dan terdapat sebuah besi besi tajam diatas tembok tersebut
Zeros berjongkok lalu menyentuh tanah dan menyalurkan mana sihirnya ke tanah berniat mengecek seluruh area tersebut
Beberapa saat kemudian, Zeros telah mengecek semua area hutan yang ternyata sama sekali tidak ada tanda tanda yang bersangkutan dengan dewa ednes membuatnya sedikit kecewa dan hanya beberapa monster yang kuat hidup di dalam hutan tersebut
Zeros berdiri lalu bergumam sambil menatap kearah lain
"Sepertinya ada diluar negeri oldrown yang sesuatu yang bersangkutan dengan ednes" Gumam Zeros
"Untuk sekarang aku harus menghadiri acara penyerangan ini karena ingin mencoba sesuatu kepada skill calon istriku" Zeros berkata dengan nada datar
Zeros menghilang dari sana kembali, lalu disisi lain berpindah ke gedung asosiasi hunter yang sedang membuat acara rapat penting sebelum melakukan penyerangan sarang monster
Acara rapat tersebut diikuti hanya hunter kelas S dari negara Oldrown saja sedangkan Hunter kelas S dari negara Beniyan sedang berada di lapangan menunggu acara rapat telah selesai
"Sial, ketua kenapa kau menyuruhku untuk tidak maju saja pada saat itu!" Teriak Regar berdiri disamping wanita yanh sedang duduk dan menggebrak meja sambil berkata seperti itu
Rapat ini sedang membahas tentang Zeros yang sudah membantai hunter kelas A yang berjumlah banyak membuat peforma hunter di negara Oldrown sangat terkurang
Reneta
Source : Pinterest
"Tapi nona , ketua seperti tidak mempedulikam para korban dalam penyergapan tadi malam" Regar sambil menatap kearah Reneta yang duduk berada di sampingnya
"Tenang lah" Ucap Reneta dengan nada dingin membuat Regar diam
"Bagaiman ketua asosiasi? Dia bisa meratakan puluhan hunter kelas A dengan sendirian sudah membuatku sedikit khawatir dengan kehadiran nya" Nichola yang duduk sedang di seblah kirinya terdapat Sakaya berdiri yang merupakan wakil ketua guild Venicas
Sakaya tampak biasa saja dan wajahnya tampak datar di hadapan semua orang di ruangan tersebut membuat orang orang disana tidak curiga sama sekali dengan nya
__ADS_1
"Aku merasa sangat bersalah atas korban yang berjatuhan itu" Ketua Asosiasi hunter berkata dengan nada bersalah
"Apa? Kau pikir menyesal seperti itu bisa membuat para korban itu bisa hidup kembali? Sudah terlambat sialan" Regar berkata dengan nada tinggi
"Tapi tuan Regar aku juga tidak ingin kehilangan dirimu ,setelah melihat monster itu bisa dengan mudah membunuh banyak hunter kelas S dengan mudah membautku tidak yakin dirim- tidak semua hunter disini bisa melawan nya" Ketua asosiasi berkata dengan nada dingin
Regar seketika terdiam dan semua orang kecuali Sakaya terkejut mendengarnya
"Apakah dia sekuat itu ketua?" Kiryu yang biasanya tampak main main sekarang wajahnya tampak serius dan berkata dengan nada serius
"Kau bisa melihat rekaman ini" Ketua Senof menjentikan jarinya
Sebuah layar hologram muncul di ruangan tersebut menampilkan Zeros dengan elemen tulang bisa membuat banyak orang terbunuh dengan mudah olehnya
"Element tulang? Baru tau adanya elemen semacam itu" Nicholas bergumam
"Terlebih elemen tulang dari dia bersifat terkutuk, melihat efek dari orang yang terkena serangan tulang dia yang seketika menjadi kerangka tulang saja" Reneta berkata dengan nada sedikit cemas
"Tapi tunggu ,aku merasa ada keganjilan dari ini" Ren berkata dengan nada sedikit kebingungan
"Apa ada keganjilan dari pergerakan serangan dia tuan Ren?" Reneta menatap kearah Ren
"Lihatlah ada beberapa orang yang selemat dari serangan itu padahal serangan berada dekat dengan orang orang itu tapi orang orang yang masih selamat seperti dibiarkan hidup olehnya" Ren menunjuk kearah hologram layar menunjukan beberapa orang yang selamat yang seperti disengajakan terlebih Zeros setelah melakukan itu langsung pergi dari sana
"Benar juga kata tuan Ren" Regar berkata dengan nada sedikit kebingungan
"Sepertinya kita harus menyelidiki orang orang yang dibunuh olehnya terlebih dahulu dimulai dari sekelompok polisi sampai para hunter kelas A yang ia bunuh" Sakaya sekarang angkat bicara
"Nona Sakaya sepertinya anda mengerti kenapa dia seperti membiarkan beberapa orang hunter kelas A dibiarkan hidup" Reneta menatap kearah Sakaya
"Disaat aku berhadapan denganya, dia mempunyai skill yang bisa melihat masa lalu seseorang dan dia melihat masa laluku lalu menceritakannya kepadaku membuatnya tidak ingin membunuhku lalu pergi begitu saja dari sana" Sakaya berkata dengan nada datar
"Kalau begitu" Ketua asosiasi hunter seketika memanggil wakilnya untum menyelidiki tentang perbuatan perbuatan sekelompok polisi dan hunter hunter kelas A yang telah mati oleh Zeros
__ADS_1
END