
Zeros berjalan ke ruang OSIS berada , Walaupun masih dalam Misi Siswa yang berada kelas lain masih di Sekolah masih menerima pelajaran dari Guru
Zeros sudah sampai didepan Pintu ruang OSIS namun bukannya Mengetuk Zeros mengambil Diam Sesaat di depan Pintu
BRUAKKK
Pintu terpental ke ruang OSIS membuat Anggota lainnya Terkejut karna Pintu yang membeku lalu Terpental
Lalu dari pintu masuk yang sudah copot terlihat Zeros menghela nafas dengan Embun embun disekitarnya
"Ice Magic : Ice Age" Zeros
Seketika semua Anggota OSIS membeku begitu Ruangan tersebut
"Apa yang kamu lakukan Tuan Zeros!" bentak Karen yang berusaha melepaskan Jeratan Es
Zeros tidak memperdulikan tersebut berjalan kearah Clay yang sedang tersungkur di lantai dengan badan Setengah Membeku
"Aku sangat benar benar marah setelah melihat wajahmu yang merasa tidak bersalah setelah apa yang kau lakukan semua itu" Zeros dengan Wajah penuh dengan Urat Nadi
Semua Anggota OSIS mengerutkan keningnya mendengarnya namun bukan untuk Clay yang wajahnya langsung pucat
"Setelah melihat Wajahmu Aku sedikit mengerti kenapa kau seperti memberikan Misi ini kepada Kelas 1 yang masih pemula" Zeros
"Terserah apapun itu, Ada Kata kata terakhir?" Zeros
Zeros mengangkat tangannya kanannya dan Embun embun muncul di Sekitar Zeros
KRASH KRASH
"Ice Magic : Ice Spear" Zeros
Seketika Embun embun Tersebut memebentuk Trisula berjumlah 3 melayang layang diatas Clay yang sedang tersungkur
Clay semakin ketakutan meronta ronta dari genggaman Es Zeros
"Tidak ada kata kata terakhir maka matilah" Zeros berniat menurunkan tangan kanannya
Tapi 2 Anggota OSIS melesat kedirinya dengan 1 orang nya tangannya diselimuti Api dan 1 orang lagi tangan nya diselimuti Air
"Tidak Kubiarkan!" Ucap Mereka berdua
Zeros tampak tidak mempedulikan nya hanya menghela nafas Dingin dengan Embun keluar dari Mulutnya
"Ice Magic : Ice Age" Zeros
Udara Dingin melesat kedua Anggota membuat mereka berdua membeku seketika
__ADS_1
"Aku sudah kubilang jangan Menggangku" Zeros dengan Kilatan Dingin di matanya
"Tapi Maaf Tuan Zeros anda sudah berlebihan" Karen yang sudah lepas dari Jeratan Es sambil merapal sihir bersama Wanita disampingnya
"Maafkan Kami Tuan Zeros tapi Kami tidak mengerti tentang kemarahan bisakah anda menjelaskan masalah ini terlebih dahulu" Wanita yang disamping Karen bernama Lisa
Zeros tidak menoleh ke mereka Berdua masih memandang Clay yang ketakutan
"Nanti akanku jelaskan setelah menyingkir Sampah ini" Zeros
"Tolong Tuan Zeros tenangkan pikiran anda" Lisa
Zeros tidak memperdulikannya menurunkan Trisula Es yang melayang dan Mengenai Kakinya Clay
"ARRRGHGHHH" Teriak Clay yang kesakitan
"Tcih , Ayo hentikan Tuan Zeros " Karen
Lisa mengagukakkn kepalanya seketika mereka merapalkan Sihir bersamaan
Zeros memandangnay dengan Santai dan Tidak berniat menghindar
"Water Magic : Imperial Bullet" Mereka berdua bersama
Lingkaran Sihir Biru muncul di depan merek berdua lallu mengeluarkan Air berbentuk seperti Laser melesat kearah Zeros
"Apakah Hanya Atribut Air yang kalian Punya?" Zeros dengan Dingin
"Ice Magic : Freezing" Zeros mengarahkan tangannya yang diselimuti Es yang membeku ditangannya kearah Laser Air yang melesat kedirinya
Udara Dingin melesat kearah Laser Air seketika membuatnya membekukan nya
"Apa!" Lisa dan Karen terkejut lalu melihat pembekukan Laser Air merambat kearah Mereka berdua
Namun Terdapat Siluet menghentikan Pembekuan Perambatan
"Stone Magic : Teckle Dash" Orang tersebut adalah Jier dengan Sikut kanannya yang diselimuti Batu Batu yang menghancurkan Perambatan Es dengan Teckle nya
"Kepala Sekolah" Lisa dan Karen bersamaan
Zeros memandang Jier dengan santai lalu berkata
"Kenapa Paktua apa kamu berniat menyingkirkan dia sendiri" Zeros
Jier memandang Keadaann Ruangan membeku 7 Orang membeku dan 2 Orang selamat karna Diselamatkan olehnya sedangakn Clay kesakitan karna Kakinya terputus karna ditusuk Trisula Zeros
"Ada Kepala Sekolah Apakah ada masalah tentang Clay dan Tuan Zeros-" Karen tersela melihat Tangan Jier terbuka mengarah ke dirinya
__ADS_1
Lalu Jier memandang Zeros dengan Rumit lalu Menundukkan badannya bahkan sampai berltu
"Maafkan Murid ku yang bodoh ini" Jeir berlutut didepan Zeros
Karen , Lisa terkejut begitu juga Clay yang sedang menahan kekasikatan terkjut juga
"Tuan Ke-pala-" Clay tersela
"Diamlah Bodoh , Kau sudah melakukan Kesalahan Besar!" bentak Jier
"Berbelit Belit sekali Paktua biarkan aku saja yang menyingkirkan dia ini" Zeros
"Tolong Maafkan Dia !" Jier dengan nada memohon
Zeros mengerutkan Keningnya lalu berkata
"Apa Hubunganmu dengan Dia ini Keparat! Sampai mempertaruhkan Harga Dirimu hanya untuk Sampah ini! kau tau betapa Malang nya Keluarga dan Pedagang miskin yang terkena sergapan Bandit bandit di Gunung Kareon!" Bentak Zeros
"Saya Tau betapa Malang mereka yang menjadi Korban atas kelalaian murid saya , Jadi Biarkan saya sebagai Guru dari Mereka yang telah salah mengajar murid saya menanggung dosa mereka bersama" Jier dengan nada Mohon
Lisa , Karen dan Clay terkejut dengan pernyataan ini
Sedangakn yang lain karna membeku tidak bisa merasakan apapun bahkan Bernafas susah tidak bisa melihat dengan jelas bahkan mendengar
Zeros menggertakkan giginya lalu berkata
"Terserah Kau Paktua, Untuk kali ini akan kubiarkan" Zeros menghilang kan 1 Trisula Es
"Terimakasih Tuan Zeros" Jier lega tapi dia agak sedikit bingung kenapa Hanya Trisula 1 Saja yang dihilangkan
Zeros berniat keluar tapi terhenti sesaat lalu menoleh kearah Clay yang tersungkur ditanah dengan kaki kiri terputus
"Setidaknya kuberi Peringatan dulu" Zeros mengayunkan tangannya kanan kebawah
Trisula Es tersebut seketika Menancap Kaki Kanan Clay membuatnya seketika Terputus
"ARGGH!!" Teriakan Clay kesakitan
Zeros berjalan keluar tanpa memperdulikan Clay yang kesakitan
Seketika Semua Orang yang membeku pecah lalu kembali bergerak setelah Zeros keluar dari Ruangan tersebut
"Apa yang terjadi!?" Salah Satu anggota yang tadinya berniat menyerang Zeros yang lainnya tampak juga lalu mereka memandang Jier
"Tuan Kepala bukankah ini terlalu kej-" Karen
"Masih baik ini daripada membunuh Clay" Jier menyela perkataan Karen
__ADS_1
lalu Jier memandang Pintu yang sudah lepas dengan Rumit
END