
...3 Hari Kemudian...
Disebuah Kota yang dipenuhi Kapal kapal aneh dengan sayap di sampingnya seperti digunakan untuk terbang berada di Tepi Kota yang merupakan Lautan lepas
Banyak orang orang disana yang berbagai
Didalam Bar di kota tersebut terdapat 2 Orang yang memakai jubah menutupi tubuh mereka serta wajah mereka
Mereka berdua sedang berbicara dengan Seorang Bartender di Bar tersebut
"Hey , Pak Tua bisa beritahukan kepada kami berdua , Kapal yang bisa mencapai ke Kerajaan Elves?" Seorang Pria berjubah dengan Rambut Perak yang adalah Zeros dan disampingnya adalah Sovia
Sudah 3 Hari mereka sudah sampai di Kota Elrs Sky dekat dengan perbatasan Kutub Barat yang adalah Kerajaan Ice Break
Karena biasanya kecepatan Kuda Biasa mereka akan sampai paling tidak 1 Bulan karena Misaki yang sangat cepat melesat seperti Petir Membara yang membunug
Kuda Misaki masuk ke Cincin Guntur Misaka di jari telunjuk Zeros , Membuat Zeros tau kegunaan Cincin itu tapi Zeros bingung apakah tidak apa Misaka menjadi Cincin selamanya baginya? itulah yang dipikir oleh Zeros
"Tunggu bukankah kamu terlalu tidak sopan dengan orang yang lebih tua darimu?" Sovia memegang bahu Zeros
Zeros menampar nya dan hanya mengabaikan Sovia yang mengoceh tentang kehormatan
Bartender mendengar nya tidak marah sekalipun hanya fokus untuk membersihkan gelas dengan Kain bersih lalu dia menatap ke Zeros
"Nak , Kau mau apa ke Kerajaan Elves? Kerajaan Elves sendiri tidak mau menerima Manusia-" Bartender tersela melihat sekantong berisikan Koin berjumlah banyak
"Katakan saja paktua aku tidak mau basa basi hanya karena kamu berniat bernego dengan ku" Zeros mengeluarkan Kantong Koin dari Cincin Penyimpanan
Bartender matanya menyipit sambil menatap Zeros
"Baiklah Nak , Aku akan berikan petunjuk ke tempat yang mempunyai Kapal yang bisa mencapai kerajaan Elves" Bartender
__ADS_1
Lalu Bartender memberikan arahan Zeros dan Sovia ke Arah sisi Selatan Kota Erl Sky yang merupakan Rumah Tua yang seperti sudah ditinggalkan bertahun tahun
Saat ini Zeros dan Sovia sudah berada didepan Rumah yang sangat Tua dan Sebuah Kapal besar yang mempunyai Sayap di kedua sisi sampingnya diatas rumah tersebut seperti mengapung di udara
Zeros mengetuk pintunya , Zeros mengetuk pintu sebanyak 3 kali tapi tidak ada jawaban dari dalam Rumah tersebut
Zeros kembali mengetuk pintunya tapi dengan sedikit keras membuat suara dentuman sedikit keras ditelinga
"Hey ,Jangan mengetuk seperti itu , Jika begitu mana mungkin dia mau keluar" Sovia menghela nafas
Zeros menoleh ke Sovia yang setiap perjalanan hanya mengoceh saja , Tentang Nama mu siapa? Bagaimana bisa kau sekuat itu?
Semua pertanyaan itu keluar dari mulut Sovia yang membuat Zeros jengkel
"Oh ,Ya aku ingin bertanya dengamu?" Zeros nada yang datar
Sovia memiringkan kepalanya lalu berkata dengan sedikit bingung
"Apa yang kamu ingin pertanyakan? Apalagi tidak jarang kamu lebih dulu bertanya" Sovia
Sovia sedikit terkejut dengan pertanyaan itu dan dia melihat sepasang 2 Mata Perak Zeros yang menyala dalam Cahaya Matahari yang bersinar dari Utara yang ditutupi oleh badan Zeros sendiri
Sovia sedikit ragu untuk menjawab dengan menundukkan kepalanya beberapa saat kemudian dia mendongak melihat Zeros dan berkata dengan ragu ragu
"Bisakah Pertanyaan itu nanti saja" Sovia dengan wajah sedikit khawatir
Zeros tidak mempedulikannya lalu berbalik badannya dan berkata
"Aku tidak tau tujuanmu pergi ke Utara bahkan sampai merenggut Para Kesatria yang melindungi mu" Zeros lalu berhenti sesaat membuat Sovia sedikit bingung
"Tapi setelah melihat wajahmu aku sedikit mengerti apa yang kamu ingin lakukan" Zeros
__ADS_1
"Aku tidak tau masalah tentang keluargamu tapi Orang Tua yang hampir memberikan Kerajaannya hanya untuk menyelamatkan Anaknya membuatku heran dengan Cara Pikir otak mereka karena itulah tidak usah membuat mereka kecewa" Zeros kembali mendekati Pintu tersebut
Sovia terdiam seribu kata sedangkan Zeros kembali berniat mengetuk pintu namun disaat Zeros mau mengetuk , Pintu itu pun terbuka dan menampakan seorang Kakek dengan Janggot panjang sampai dadanya , Badan masih berdiri tegak dan Wajahnya tampak keriputan tapi masih terlihat kuat
"Jangan Mengetuk pintu dengan keras keras , Berisik tau!" Kakek tersebut sambil menggaruk garuk kepalanya dan wajahnya tampak muram seperti baru saja bangun tidur
...Disisi Kerajaan Elves...
Tampak seorang Pria berambut Pirang panjang yang mondar mandir di sana wajahnya tampak resah dan khawatir
"Tenanglah Sayang , Kerajaan Melric pasti akan membantu menyelamatkan Putri Kita" Seorang Wanita berambut ikal Pirang dengan Telinga memoncong Keuda sisi menandakan dia adalah Elf begitu juga Pria yang mondar mandir tersebut yang sama sama Elf
"Bagaimana Aku bisa tenang sayang , Aku tidak bisa percaya kepada Manusia , Aku takut jika Sovia tidak berhasil diselamatkan" Pria tersebut sambil menggigit jari telunjuknya
"Aku tau sayang tapi kita tidak bisa apa apa disini" Wanita tersebut memeluk Pria itu dari Belakang
Pria tersebut merasakan keresahan dan kekhawatirannya sedikit menghilang dia pun membalas Pelukannya tersebut
"Terimakasih Sayang" Pria tersebut
Disaat itu tiba tiba ada Kestria menghampirinya dengan Tergesa gesa
Pria dan Wanita itu langsung berhenti berpelukan dan melihat Kesatria tampak berlutut hormat kepada dkringa.
"Ada apa? Kenapa sampai terburu buru seperti itu?" Pria tersebut
"Saya punya kabar Bagus Yang Mulia" Kesatria dengan nada hormat
"Apa itu?" Pria tersebut dengan memakai wajah biasa aja
"Kami mendapatkan laporan dari Kerajaan Melric tentang Putri Sovia sudah diselamatkan" Kesatria
__ADS_1
Pria tersebut langsung terkejut begitu juga Wanita dan tampak wajahnya memasang Wajah Lega
END