
Di kutub barat terdapat sebuah kapal terbang di tengah tengah pulau pulau yang melayang karena inti mana gravitasi
"Indah" Sakaya berkata dengan tidak sadar sambil melihat makhluk makhluk terbang beserta pulau pulau yang melayang membuat kesan indah
Sedangkan seorang kakek paruh baya yang merupakan pemilik kapal terbang menoleh kearah Zeros yang sedang melihat Sakaya yang sedang terpesona akan keindahan di kutub barat
"Hey, apa yang membuatmu bisa datang ke tempatku lalu berkata ingin menyewa kapalku?" Kakek Jangshin
"Kau diamlah paktua" Zeros berkata dengan nada monoton tanpa menyadari kakek jangshin terkejut tapi dia hanya bisa diam mau bagaimana pun Zeros adalah pelanggannya walaupun Zeros bukan pelanggan saja sudah membuat kakek jangshin merasa terancam
"Hah~,terserah saja" Kakak jangshin menghela nafas sambil melambaikan tangan nya lalu pergi ke tempat kemudi kapal yang sedang di kemudikan pegawaj kakek Jangshin
"Bagaimana apakah ini terlihat indah bukan?" Zeros berkata dengan nada lembut sambil mendekati Sakaya yang berada di tepian kapal.
Sakaya mengagukan kepalanya tampak meng iyakan nya
"Hey!, kita pergi kearah mana? Apakah kau ingin menyewa kapal hanya untuk jalan jalan saja!?" Teriak kakek jangshin dari kejauhan
"Pergi ke Geogrofo berada aku ingin tau kondisi nya setelah ku cincang dulu" Zeros berkata dengan nada datar
Sakaya mendengarnya mengerutkan keningnya lalu menatap kearah Zeros dengan penuh pertanyaan di dalam kepala nya
"Kamu bingung? Nanti akan tau sebabnya" Zeros berkata dengan nada lembut membuat Sakaya diam dan mengagukan kepalanya
Kakek jangshin menatap Zeros dan Sakaya yang sudah memiliki hubungan yang dekat dengan tatapan sedikit tidak percaya
"Mustahil orang berbahaya seperti dia bisa begitu" Gumam Kakek jangshin dengan nada gentar tapi beberapa saat kemudian kakek jangskhin menjadi tenang kembali lalu berkata dengan nada tenang
"Sepertinya seekor singa sudah tumpul taringnya" Kakek jangshin
...Beberapa Jam Kemudian...
Kapal terbang Zeros sudau sampai didepan pulau melayang yang berukuran besar dan luas
Dan sebuah ular putih pucat raksasa tampak menghuni pulau tersebut
"Kita sudah sampai" Zeros berkata dengan nada datar sambil menatap kearah pulau malayang tersebut yang merupakan pulau geogrofo yang baru
"Besar sekali ,jika dibandingkan dengan makhluk genesis dragon mereka sama besarnya" Sakaya berkata dengan nada sedikit khawatir sambil mengeluarkan dual infinity nya
"Tenanglah kita disini bukan untuk perang" Zeros menurunkan kedua pistol Sakaya
Geogrofo tampak bangun dari tidur lalu mengangkat kepalanya tepat didepan kapal terbang kakek jangshin
"Apa yang membuatmu kesini sialan?" Suara Geogrofo yang tampak kesal menggema disekitaran sana bahkan laut yang tadi tenang menjadi bergelombang kecil
"Yeah, aku ingin tau apakah kau sudah sembuh dari seranganku dulu" Zeros berkata dengan nada monoton
"Apakah kau buta? lihatlah sekujur tubuhku ,sudah dipenuhi oleh bekas luka bakar" Geogrofo semakin kesal
"Maafkan aku pada waktu itu tapi aku terpaksa karena kau menghalangiku" Zeros
"Kau tidak tau saja ,jika pada saat itu aku inginnya tidak mau menghalangi mu tapi itu adalah permintaan dari raja Elf" Geogrofo
"Aku tau sejak awal karena itulah aku membuktikan nya" Zeros mengangkat bahunya
"SIALAN KENAPA KAU TIDAK MENAHAN DIRI PADA SAAT ITU!?" Teriak Gegrofo yang membuat gelombang angin yang mengetarkan kapal terbang kakek jangshin
"Kau sendiri juga mau membunuh ku pada saat itu berarti kita sama sama salah" Zeros dengan nada datar
__ADS_1
"KAU!!!" Geogrofo menggurutu dengan nada kesal
Sakaya beserta kakek jangshin dan pegawainya hanya bisa diam melihat perbincangan mengungkit ngungkit kesalahan masa lalu
"Yeah, aku kesini hanya untuk meminta maaf" Zeros berkata dengan nada datar
"Pergilah sialan aku tidak butuh permintaan maafmu" Geogrofo berkata dengan nada kesal sambil kembali tidur
"Ada apa denganmu dan dia?" Sakaya berkata dengan nada penasaran
Zeros mendengarnya sedikit berpikir jika masa lalu yang dia perlihatkan kepada Sakaya ternyata memang tidak lengkap membuatnya sedikit tau kekurangan The Eye Of Past
Lalu Zeros menceritakan tentang perjalanan nya untuk mengantarkan seorang putri elf ke kerajaan elf dan tempat yang sedang mereka berada adalah perbatasan kerajaan elf sisanya di lindungi oleh sihir pelindung
"Kau jahat sekali sayang" Sakaya berkata dengan nada becanda sambil terkekeh
"Aku tidak punya pilihan lain daripada merendah di dunia Fenetrecion yang akan diperlakukan sangat jelek lebih memilih langsung mengeluarkan semua kekuatan ku" Zeros berkata dengan nada tidak bersalah sama sekali
Dulunya Zeros dan Geogrofo saling bertarung karena geogrofo di minta oleh raja elf untuk mengetes kekuatan Zeros dan diluar dugaan Geogrofo tidak berkutik sama sekali dihadapan Zeros dan hanya memberi serangan berupa tebasan angin yang masih membekas di tubuh Zeros
"Jadi apakah sekarang adalah nya waktunya untuk bertemu dengan orang tuamu sayang" Sakaya berkata dengan nada lembut
"Sepertinya kamu sudah tidak sabaran lagi padahal awalnya kamu sangat gugup" Zeros berkata dengan nada lembut
"Awalnya aku kurang yakin tapi sekarang entah kenapa hatiku sudah siap" Sakaya
"Kalau begitu aku akan membawa mu kesana" Zeros menggendong Sakaya selayaknya putri lalu Zeros menoleh kearah kakek jangshin
"Hey paktua, aku sudah membayar kalian dengan 3 sekantong emas jadi sekarang aku akan meninggalkan kalian ,apakah kau keberatan?" Zeros menatap kearah kakek jangshin
"Terserah kau saja ,lagian uang terlalu kebanyakan bagiku jadi kau bisa mengambil 2 kantong emas itu kembali" Kakek jangshin
Sakaya melihat perubahan Zeros yang menjadi iblis bukan nya takut malah terpesona
'Apa ini kenapa sangat hangat?'Pikir Sakaya sambil membenamkan wajahnya ke dada Zeros
Zeros melihat Sakaya seperti itu hanya bisa tersenyum lembut lalu terbang melesat kearah kerajaan melric berada meninggalkan kapal beserta kakek jangshin dan karyawan nya di sana
Beberapa saat kemudian Zeros bersama Sakaya di gendongan nya sudah sampai di hutan blackwood ,hutan yang didekat kerajaan melric
Zeros mendarat di tengah tengah hutan lalu berubah kembali menjadi manusia dan menurunkan Sakaya dari gendongan nya lalu menatap kearah Sakaya
"Apakah kamu sudah siap?" Zeros
Sakaya mengagukan kepalanya dengan percaya diri lalu Zeros memegang tangan kiri Sakaya dengan tangan kanan nya lalu mereka berdua berpindah tempat
...Di Depan Kediaman Keluarga Karyama...
Terdapat Ayah Zeros sedang duduk di kursi goyang sambil meminum secangkir kopi hitam dengan nikmat
"Meminum kopi di hari senja adalah yang terbaik" Ayah Zeros sambil menyeruput kopi dengan santai
Tiba tiba udara didepan halaman kediaman Karyama tiba tiba Zeros muncul dengan 1 wanita di sampinh kanan nya
Ayah Zeros seketika senang melihat kedatangan Zeros dan berdiri dari kursi goyang lalu menghampiri Zeros
"Hahaha, akhir kau pulang anakku ,ibumu sampai tidak bisa tenang menunggu kedatangan dirim-" Ayah Zeros tertawa bahak bahak tapi tersela melihat wanita di samping Zeros
"Ayah perkenalkan dia adalah Sakaya Nagumo, merupakan wanita dari dunia lain" Zeros dengan senyuman di wajahnya
__ADS_1
"SAYANG, ANAKMU MENUCULIK WANITA DARI DUNIA LAIN!" Ayah Zeros berteriak kearah mansion nya
Sakaya terkejut mendengarnya sedangkan Zeros hanya bisa menghela nafas lelah
Ibu dan nenek Zeros yang sedang berbincang di belakang rumah mendengar teriakan dari ayah Zeros atau Zerd segera bergegas ke halaman depan rumah
"Apa yang terjadi sayang?" Ibu Zeros bersama Velanda dan Erd di kedua sisi nya
"Lihat anakmu sedang membawa tahanan-" Ayah Zeros tersela karena perutnya dipukul oleh Zeros
"Kau pikir aku ini apa ayah" Zeros berkata dengan nada kesal
Ibu Zeros melihat Zeros seketika memeluknya tanpa mempedulikan suaminya yang terkena pukulan Zeros
"Akhirnya kamu sudah pulang nak, ibumu dan nenekmu sangat khawatir denganmu" Ibu Zeros
"Selamat datang kembali cucuku" Velanda juga ikut memeluk Zeros dan ibu Zeros
"Hey kalian sepertinya tidak mempedulikan ku" Ayah Zeros dengan nada sedih
"Kamu pikir setelah menyambut anakmu seperti itu akan dipedulikan?" Zeros berkata dengan nada kesal
Valanda dan ibu Zeros seketika berhenti memeluk Zeros dan ibu Zeros menatap kearah suaminya
"Sayang kenapa kamu tidak menyambut anakmu dengan senang hati dan malah menyebut anakmu seperti seorang kriminal?" Ibu Zeros dengan tajam membuat ayah Zeros sedikit tergubcant
"L-lihatlah anakmu membawa seorang wanita dari dunia lain" Ayah Zeros dengan terbatah batah sambil menunjuk kearah Sakaya
Ibu Zeros dan Velanda menatap kearah Sakaya yang tampak sedikit malu tapi dia berusaha tenang lalu dia membungkukan badan ala bangsawan yang sudah diajarkan oleh Zeros
"Perkenalkan nama saya adalah Sakaya Naguto dan saya adalah wanita milik putra anda" Sakaya berkata dengan nada penuh beribawa
Ibu Zeros terkejut mendengarnya lalu dia menatap kearah Zeros yang berada didepan nya dengan tatapan tidak percaya sedangkan Velanda tampak terkekeh sambil memegangi pipinya seperti milf pada umumnya
"Benar bu, dia adalah wanitaku dan aku kesini membawa nya berniat memperkenalkan nya dengan ibu" Zeros berkata dengan nada lembut
"Heheh~, dia cocok sekali dengan pakaian mu Haruna" Velanda terkekeh
...Beberapa Jam Kemudian...
Malam telah tiba ,waktunya makan malam ,setelah Zeros memperkenalkan Sakaya kepada ibunya beserta nenek dan ayahnya
Sakaya langsung disambut dengan hangat oleh Ibu dan nenek Zeros ,sedangkan ayah Zeros sedikit tidak percaya melihat anaknya yang biasa nya dingin dan suka menutupi diri sekarang membawa seorang gadis di rumahnya
Di ruang makan tampak keluarga karyama beserta Vina ,Ernanda , Velanda dan Sakaya ikut beserta makan
Di pada saat makan ,Sakaya sering di ajak berbicara oleh Ibu Zeros dan Velanda sedangkan ayah Zeros dan Zeros yang duduk berdampingan berbisik bisik
"Hey,dia mirip sekali dengan ibumu, kau dapat darimana nak?"Ayah Zeros berbisik
"Dia bukan barang ayah" Zeros dengan nada bisik
"Aku sekarang menjadi mengerti kenapa kamu menyukainya" Bisik Ayah Zeros
"Kenapa tidak dari awal membuat kerusuhan saja" Zeros dengan nada kesal
"Hehehe, ayah hanya ingin meriahkan suasana saja" Ayah Zeros berkata dengan nada becanda sambil menggaruk garuk kepala nya
END
__ADS_1