Reincarnated Into The Wizarding World

Reincarnated Into The Wizarding World
BAB 114


__ADS_3

Zeros menatap kearah Velanda yang tersenyum lembut kepadanya membuatnya semakin yakin jika neneknya berpihak kepada nya


Lalu Zeros menatap kearah Elisha yang menatap kearah dirinya dengan tatapan kosong


"Julihard" Zeros memanggil kura kura julihard membuat kura kura julihard mendekatinya


"Muntahkan dia" Zeros


Julihard mengagukan kepala nya dengan lambat lalu dia seperti memuntahkan sesuatu dari mulutnya


Dan keluarlah Selendra yang membeku tubuhnya tapi detak jantung masih berdetak


"Kakak?" Elisha tatapan kosong mulai memudar


Zeros memegang perut Selendra yang membeku lalu mempanas nya dengan sihir api biru dengan selembut mungkin


Selendra yang membeku lama kelamaan bisa bergerak dan juga tubuhnya tentunya menjadi hangat karena api biru Zeros


"Uhuk uhuk!" Selendra batuk


Elisha seketika berlari kearah kakaknya lalu memeluk nya dengan erat erat


"Kakak" Elisha


"Apa yang terjadi?" Selendra dengan linglung


"Zeros..." Gents berkata dengan nada menyesal


"Maafkan aku karena berburuk sangka* Gents menatap kearah Zeros dengan tatapan menyesal


"Aku saja tidak memberi tahumu tentang masalah ini ,jelas wajar jika kau melawanku" Zeros dengan nada datar


"Tap-" Gents tersela oleh Zeros


"Kau tidak bersalah ,aku tadi memang sedang terbawa oleh emosi jadi jangan pikirkan" Zeros melambaikan tangan kanan nya


Lalu Zeros berjongkok didepan Elisha dan Selendra yang sedang duduk di tanah lalu berkata


"Maafkan aku karena melibatkan kalian berdua ,terlebih dirimu Elisha karena membuatmu khawatir dengan kakakmu" Zeros dengan nada menyesal


Elisha menatap kearah Zeros dengan air mata terminang oleh air mata lalu memeluk Zeros membuat Zeros terkejut


"Kenapa anda tidak mengatakan yang sebenarnya saja dari dulu" Elisha


Zeros berusaha untuk melepaskan pelukan dari Elisha tapi tidak bisa karena dirinya merasa tidak tega terlebih dirinya juga bersalah karena membuat Elisha salah paham akan kematian kakaknya yang disebabkan olehnya


"Fufufu~,ternyata cucuku sudah mempunyai wanita" Velanda terkekeh sambil berkata dengan nada menggoda

__ADS_1


"Diamlah nenek" Zeros sambil tersenyum pahit lalu dia memandang kearah sekitaran ,melihat para murid murid disana mulai memandang kearah Zeros dengan tatapan aneh sedangkan Velanda terkekeh saja


'Kenapa aku merasa seperti membuahi Elisha diluar nikah?' Pikir Zeros


...Pada Malam Hari...


Di ibukota ice break terdapat banyak tenda yang dibuat oleh murid murid beserta guru, petualang yang masih hidup


"Apa kamu inginkan dariku?" Ucap Zeros sedang membakar sebuah daging di api unggun


Ada seorang wanita berambut pirang dengan mata biru perak ,dia adalah Erina putri raja yegad ,dan sekarang berdiri di belakang Zeros


"Apakah kau selama ini menyamar menjadi Zeno selama menjadi penjaga kakak kakakku dan diriku?" Ucap Erina dengan perasaan berat


"Ya, tapi raja tidak menyuruhku untuk tidak menyamar ,jadi aku menceritakan semua kejadian itu hanya bualan biar bisa membuat anda untuk lebih memperpacayaiku sebagai penjaga mu" Zeros berkata dengan nada datar dan bahkan tidak menoleh kearah Erina di belakang dan hanya memandang kearah api unggun


Erina mendengarnya seketika mata nya berlinang air lalu berlari menjauh dari Zeros dengan perasaan syok dan kecewa


Sieg yang berada di depan Zeros diantara api unggun melihat wajah Erina yang penuh kecewa dan syok hanya bisa memandang kearah Zeros lalu berkata


"Anda sangat kejam sekali tuan" Sieg berkata dengan nada monoton


"Diamlah vampir introvert" Ucap Zeros dengan singkat


Sieg mengerutkan keningnya lalu menatap kearah Zeros dengan tatapan sedikit merasa terhina


Ya karna Sieg tidak keluar dari desa yang berada di belakang gunung halheim selama 30 tahun tanpa berkomunikasi dengan makhluk lain (kecuali ghoul yang sudah seperti zombie tanpa hati) bisa dibilang seorang introvert sejati


Lalu pada saat itu juga Liyan berjalan mendekati Zeros lalu berkata di belakang Zeros


"Sekarang paktua yang datang kepadamu tuan" Sieg


Zeros tidak mempedulikan perkataan Sieg lalu dia berkata tanpa menoleh kearah Liyan sama sekali


"Bagaimana dengan keadaan Jier?" Zeros


"Dia tidak apa apa ,hanya mengalami luka tusuk di bagian bahu kirinya saja" Liyan


"Kalau begitu baguslah" Zeros dengan singkat


"Maafkan kami ,karna ujian ini masih berlanjut ,kalian tertunda untuk pulang ke kerajaan" Liyan


"Dan juga maafkan kerajaan ice break atas apa yang mereka lakukan selama 200 tahun ini" Liyan membungkukan badan nya


"Itu terserah kalian, aku sendiri tau jika rakyat rakyat seperti mensetujui itu karena di manipulatif oleh Zerox, maka dari itu aku tidak berhak untuk menerima permintaan maaf itu" Zeros


"Terimakasih atas kebaikan anda" Liyan

__ADS_1


"Lalu dimana nenek berada sekarang?" Zeros dengan bingung yang dari tadi tidak melihat Velanda pergi kemana


"Oh kalau yang mulia ratu, sedang berada disana" Liyan menunjuk kearah tenda tempat wanita


Zeros melihat kearah Velanda bersama Elisha ,Felisha ,Natasya dan Erina sedang duduk di depan api unggun paladin Senya juga berada disana


Velanda sedang menenangkan Erina yang sedang kecewa kepada Zeros


Zeros yang melihat dari kejauhan mengerutkan keningnya tidak tau harus bagaimana


"Tidak harus melakukan itu juga nenek" Zeros


Sieg menatap kearah Zeros dengan tatapan iri lalu berkata


"Anda beruntung sekali ,mempunyai keluarga yang bertanggung jawab" Sieg


"Lupakan tentang itu , kau ingin apa?" Zeros menatap kearah Sieg


"Hah? Maksud anda?" Sieg yang kebingungan


"Setelah kau bekerja untukku ,jadi aku ingin membayarnya mustahil jika aku tidak memberi apapun setelah kau lakukan dibawah perintahku" Zeros


Sieg tampak berpikir sejenak lalu dia menatap kearah Zeros dengan tatapan malu malu


"Ano, aku ingin membeli budak" Sieg


Zeros mengerutkan keningnya ,sedangkan Liyan yang masih berada disana berpikir jika permintaan Sieg masih tergolong wajar dan mulai berpikir


'Mungkin dijadikan penyimpanan darah untuknya" Liyan yang sudah mengetahui jika Sieg adalah seorang Vampir


Sedangkan Zeros menatap kearah Sieg dengan tatapan curiga lalu berkata


"Budak seperti apa?" Zeros


"Seorang Elf" Sieg dengan singkat


Zeros mengerutkan keningnya sedangkan Liyan berpikir jika selera Sieg sangatlah tinggi


"Paktua kenapa kau masih berada disini, pergilah" Zeros


.


"Baiklah tuan Zeros, kalau begitu saya izin untuk pergi" Liyan pergi meninggalkan mereka berdua


"Hah~,terserah kau saja , tapi kita bukan membeli tapi akan kuambil salah satu anak Alexa untukmu" Zeros


"Eh? Bukankah itu sangatlah kejam?" Sieg

__ADS_1


"Mau bagaimana lagi? Semua koin ku sudah meleleh karena terbakar oleh api biruku sendiri" Zeros mengangkat kedua bahunya


END


__ADS_2