
...Keesokkan Harinya...
Tampak seorang pemuda berambut perak dan Mempunyai Iris Mata Perak sedang bersantai di Bangku duduk Ditaman tengah Kota Melric
"Ya,Setidaknya aku punya harapan untuk ke Kutub Barat disaat sekolah" Gumam Zeros sambil makan Tusuk daging dan menatap Secarik Kertas
Zeros melihat Isi kertas mengatakan Jika Academy Inggaly akan mengadakan Ujian Bertahan Hidup bersama Academy Kerajaan lain di Kutub Barat
"Tapi Menunggu 2 Tahun ,Bagiku ini sangat lama ,Aku ingin lihat pemandangan disana" Zeros tersenyum Pahit
Mengingat Zeros harus Berumur 17 Tahun untuk bisa masuk ke Academy Inggaly
"Untuk kali ini aku harus Melakukan apa? Sumpah aku ingin sekali menghajar Paktua itu " Zeros mengingat GuildFord yang membeberkan Tentang Zeros di Kastil Lores
Padahal GuildFord berniat memperlihatkan Prestasi Zeros kepada Orangtuanya namun tidak disangka Zeros memfitnah nya Mengira GuildFord Kesal karna Zeros menaklukkan Dungeon Kastil Lores tanpa memberi Imbalan
Zeros menatap Secarik Kertas tersebut Ternseyum Sinis Disaat melihat Tulisan
Bertahan Hidup berarti Harus bertahan dari serangan Monster monster dan mencari Makanan sendiri Academy tidak akan memberikan sanksi jika Salah satu Murid mati dalam Ujian Kecuali Salah Satu Murid akan meminta pertolongan langsung kepada Guru Pada saat situasi Gawat
"Menarik ,Aku ingin tau seberapa banyak orang yang akan menghianati temannya sendiri atau Timnya sendiri" Gumam Zeros
"Mungkin Putra putri Raja akan ikut Karna ini bisa Pelajaran untuk anaknya" Zeros
Tanpa Terasa Zeros menghabiskan Waktu Sorenya di Melihat Pemandangan Taman dan Malam Pun tiba
Zeros berdiri pergi ke Mansion nya ,Beberapa saat kemudian ,Zeros sudah sampai dan masuk ke Halaman Mansion.
Seperti biasa disambut oleh Maid dan Orangtuanya yang ternyata sedang mencari nya
__ADS_1
"Ternyata kamu disini Nak ,Sekarang Cepat Ganti Bajumu Nak!" Ibu Zeros menarik tangan Zeros dan mengajaknya Masuk ke Mansion
"Kenapa harus mengganti Baju Ibu?" Zeros memiringkan kepalanya
"Kita mendapatkan Undangan untuk pergi ke Istana karna Putrinya sedang Ulang Tahun" Ibu Zeros
Raja Melric dari dulu tidak pernah mengadakan pesta yang besar yang sampai seluruh Ibukota harus ikut ,Karna Rak Melric tau jika Warga warganya sedang sibuk
"Erd!" Ibu Zeros
"Ada apa Nona?" Erd datang
"Tolong Carikan Baju yang pas untuk Zeros" Ibu Zeros
"Dimengerti" Erd membungkukkan badannya lalu menatap Zeros
"Tolong Ikuti Saya tuan muda Zeros" Erd
...Beberapa saat Kemudian...
Keluarga Karyama sudah siap untuk pergi ke Istana Melric dan sekarang mereka sudah berada didepan Pintu Gerbang Mansion dengan Gerbong Kereta yang mewah
"Oh ternyata Pakaian kau gunakan Sangat pas sekali" Ayah Zeros melihat Putranya yang Sangat Cocok dengan Baju Putih dengan Jubah berwarna Biru Tua
"Fufufu ,Anakku semakin Tampan Saja" Ibu Zeros Terkekeh
"Sudahlah Ibu ,Ayah nanti bisa Telat" Zeros
Ibu dan Ayah nya Zeros mengagukkan kepalanya dan mereka pun masuk ke gerbong kereta
__ADS_1
...Beberapa Menit Kemudian...
Gerbong Kereta Keluarga Karyama sudah sampai di Jembatan yang sebagai Akses jalan ke Istana Melric
Prajurit Melihat Gerbong Kereta Karyama langsung memperbolehkan untuk masuk ke Halaman Istana Melric
Gerbong Kereta Karyama sudah sampai didepan Jalan yang dihiasi Karpet merah dengan Pinth gerbang terbuka disana juga terdapat 2 Prajurit yang sedang menjaga pintu
"Akhirnya Sudah sampai" Ayah Zeros
"Benar sekali , sangat membosankan duduk di Gerbong Kereta sambil mendengar Gorila berkata "Jadilah Paladin" dan terus menerus".Zeros
"Apa Kamu Bilang Wajah Cantik!??" Bentak Ayah Zeros yang merasa tersindir
"Aku bilang Go-ril-a" Zeros dengan Nada datar
"Zeros Kau-" Ayah Zeros Tersela
"Sudah sudah ,Sekarang kita Harus Masuk" Ibu Zeros yang telah menyuruh Kusir Gerbong kereta untuk memarkirkan Gerbong Kereta ke tempat yang sudah dibuat
Terdapat Seorang Kakek Berumur 60 Tahun keluar dari Istana dengan Pakaian Hitam Pelayan
"Kaluarga Karyama Tolong Ikuti Saya" Pelayan tersebut sambil membungkukkan badannya Ala Bangsawan
"Oh, Tolong ya" Ayah Zeros
"Dimengerti Tuan ,Tolong lewat kesini" Pelayan berhenti Berbungkus lalu mengarahkan jalannya
Keluarga Karyama pun mengikuti Pelayan Masuk ke Istana
__ADS_1
END