Reincarnated Into The Wizarding World

Reincarnated Into The Wizarding World
BAB 92


__ADS_3

Zeros melihat murid murid elf dan putra dan putri dari Raja Elven dengan datar tampak mengerti jika mereka memang tak sengaja terteleport didekat tempat Zeros


"Tuan Zeros?" Vonis dengan wajah terkejut melihat Zeros berada di sini


Silvia terpana melihat Zeros berada di kutub utara dan bertanya tanya di dalam pikiran urusan apa Zeros bisa di kutub utara


Dimata Silvia Zeros adalah tipe orang yang melakukan sesuatu yang hanya penting saja


Sedangkan murid murid yang tidak mengenal Zeros langsung memasang posisi bertarung karena bagi mereka manusia adalah ras yang biadap bagi mereka sedangkan Herdinso tampak mengamati situasi


"Tuan Zeros.." Sovia dengan wajah senang dan penuh rindu melihat Zeros dan dia pun perlahan lahan mendekati Zeros berniat memeluk Zeros


Zeros melihat Sovia berniat memeluk nya menghindari Sovia membuat Sovia jatuh ke tanah bersalju


"Hahaha, Tuan Zeros memang dingin seperti biasa" Sovia tertawa canggung setelah mengeluarkan salju salju di mulut nya


"Jangan mendekatiku" Zeros dengan nada jijik


Vonis melihat Zeros mendekati Zeros dan bertanya dengan nada sopan


"Bagaimana anda kesini?" Tanya Vonis


"Memakai kapal?" Zeros dengan nada datar dan singkat membuat Vonis mengerutkan kening nya


"Tidak itu maksudku ,maksud saya anda kenapa kesini? Anda kan adalah tipe orang yang kemana mana tanpa tujuan,tidak mungkin anda kesini tanpa tujuan" Vonis menggelengkan kepala nya


Zeros tidak menjawab hanya memandang kearah utara dengan perasaan campur aduk


"Kalian tidak perlu tau" Zeros dengan nada dingin lalu berjalan bersama dengan dua kuda nya kearah utara yang merupakan jalan masuk ke hutan berniat meninggalkan Vonis dan lain nya


"Tunggu tuan Zeros !" Sovia mencegati Zeros


Zeros tidak berhenti malah melewati Sovia yang mencegati Zeros


"Tuan Zeros, apakah tujuan anda adalah Kerajaan Ice Break?" Herdinso bertanya dengan sopan


Zeros hanya melambaikan tangan nya sebelum masuk ke dalaman hutan bersama dengan dua kuda nya benar benar meninggalkan academy Elven


Silvia mengerutkan kening nya dan menatap punggung Zeros yang kian menghilang dengan perasaan rumit


"Bahkan aku belum mengatakan sepatah pun untuk berterimakasih untuk nya" Gumam Silvia


...Disisi Lain...


Disebuah goa yang jauh dari tempat academy Elven ,didalam goa tersebut terdapat lingkaran sihir putih dan mengeluarkan seorang pria berambit hitam dengan mata jiru safir yang adalah Gents

__ADS_1


"Aku dimana?" Erangan Gents yang secara tidak sadar di sedang di toilet pada saat semua murid murid yang ikut ujian akan diteleportkan


Jadi dia ketinggalan dan di teleportasi secara otomatis karena pada baju nya terdapat alat terbuat dari batu Kersb yang bisa disambung dengan alat teleportasi


"Bagus, Aku sekarang di teleportasi ke tempat berbeda dari teman temanku" Gents setelah mencerna keadaan sekitar dan ternyata dia memang dia tidak terteleportasi bersama dengan teman sekelasnya


Gents hanya bisa menghela nafas lalu dia melihat sekitaran dan betapa terkejut nya dia ternyata dia didalam jeruji penjara


"Setelah di teleportasi ke tempat berbeda sekarang aku dipenjara?" Gents dengan heran


Gents melihat sekitar ruangan penjara yang kumuh dan begitu banyak sekali tengkorak tengkorak manusia yang sudah mati


"Uggh, Yang benar saja aku benar benar di teleportasi di tempat ini?" Gents dengan heran


Sesaat Gents sedang mengeluh terdapat seorang wanita merangkak dari kegelapan ujung ruangan yang gelap


Wanita tersebut tampak telanjang dan tubuhnya bahkan seperti kekurangan nutrisi bisa dikatakan kurus


Wanita itu sambil mengarahkan tangan nya kearah Gents seperti meminta pertolongan membuat Gents langsung menghampirinya


"Nona anda baik baik saja?" Gents menghampiri sambil memeriksa kondisi tubuh wanita itu walaupun dia sedikit malu melihat wanita telanjang tapi melihat kondisi wanita tersebut wajah Gents menjadi pucat


Melihat wanita ini tampak seperti hewan peliharaan tidak di urus oleh pemiliknya


"Apa yang terjadi nona!?" Sonta Gents sambil memberi botol yang berisikan air kepada wanita tersebut


"Nona? Nona!?" Gents dengan panik menggoyangkan tubuh wanita itu yang sudah meninggal


Gents dengan wajah penuh rasa bersalah mengingat kejadian kejadian yang dia alami disaat melakukan misi sekolah nya


Gents mustahil untuk melakukan ketidak gagalan ,dan dampak kegagalan nya ia melihat banyak orang yang tak bersalah mati pada saat misi berlangsung di depan mata nya


Bahkan Gents telah membunuh orang pertama kali di misi nya setelah mengingat nasehat Zeros dulu


"Sial, Banyak sekali hal hal yang tidak pernah kulihat di dunia luar ini" Gents bergumam dengan nada penuh penyeslan


Disaat itu juga terdapat 2 orang yang memiliki penampilan seperti preman atau bandit pada umumnya sedang berbicara di lorong didepan jeruji penjara suara mereka berdengung bisa didengar oleh Gents dengan jelas


"Hah~,Setelah merampok pedagang enak nya kita merantangkan tubuh kita sejenak" Bandit ke 1 sambil menghirup nafas seperti melakukan kegiatan yang melelahkan


"Hahaha,Benar sekali memang di kutub utara tempat yang pas untuk melakukan senam dengan budak kita" Bandit ke 2


Gents mendengarnya langsung mengepalkan tangan tampak mengerti kenapa wanita ini bisa berada disini dan bahkan tidak memakai busana sama sekalipun


Wajah Gents dipenuhi urat nadi yang mengerat tampak sangat marah

__ADS_1


Kedua bandit tersebut telah sampai di depan jeruji penjara dan terkeju melihat Gents tengah memangku wanita yang adalah budak para bandit telah mati


"Kau siapa!?" Sontak bandik ke 1 kepada Gents sambil memegang pedang di tangan nya begitu juga dengan bandit ke 2


Gents melirik kearah kedua bandit dengan tatapan tajam beserta kilasan kilatan petir di mata kiri nya


Kedua bandit tersebut merasakan kritis mati atau hidup berniat menghindar tapi sudah terlambat kedua kaki mereka berdua terpotong oleh sesuatu melesat melintasi kedua kaki mereka


"ARGGGH!" Kedua bandit tersebut berteriak kesakitan


Disaat mereka berdua kesakitan terdapat suara kaki dari Gents yang sedang berjalan santai dari jeruji yang terpotong oleh shuriken listrik milik dan Gents terlihat sangat marah tentang kejadian ini


"Kalian pikir wanita adalah hewan ternak?" Gents dengan nada dingin dengan wajah marah


Mereka berdua yang tengah kesakitan menatap kearah Gents dengan tatapan ngeri lalu beberapa saat kemudian lorong panjang dan gelap tersebut dipenuhi dengan suara kesakitan dan penderitaan yang sangat amat mendalam


Suara suara tersebut memancing sekelompok bandit lain nya yang tengah sedang menghitung barang curian mereka ke tempat penjara berada


Para bandit terkejut melihat Gents berdiri di atas kedua mayat bandit yang telah terpotong potong oleh Gents


"Siapa kau!? Lalu untuk apa kau kesini!!?" Teriak Pemimpin bandit dengan marah


Gents melirik dengan dingin dan bergumam yang hanya bisa didengar oleh nya sendiri


"20 orang dengan rata rata kekuatan tier 5B-5A" Gumam Gents


"Jika kau tidak mau berkata maka matilah" Pemimpin bandit sambil menggerakkan anak buah nya


Gents memegang pedang nya yang tengah disarung di pinggang kirinya dan memasang posisi kuda kuda pedang 1


"Lightning Magic : Lightning Flash" Gumam Gents


Gents melesat dengan tubuh diselimuti petir biru yang membara kearah para bandit


SLASSH BLAR


Siluet Gents melesat dengan cara memantul sekujur tempat lorong sambil menebas satu persatu bandit dengan ganas beberapa saat kemudian Gents sudah di belakang para bandit membelakangi para bandit sambil menyarungkan pedang nya dengan lembut


CLANK BLAR


Pedang telah sudah disarung dengan sepenuhnya seketika semua bandit yang berada di belakangnya terbelah menjadi dua lalu meledak oleh petir biru yang sangat ganas seketika tubuh mereka semua terpanggang


"Masih baik kalian tidak kubunuh dengan cara lebih mengerikan lagi maka berterimakasihlah" Gents dengan tatapan dingin


Gents yang awal nya bocah polos dan naif sekarang menjadi seorang tidak berbelas kasihan terhadap orang orang yang bersalah baginya karena motivasi dari Zeros

__ADS_1


END


__ADS_2