
Di panggung yang ditempati oleh seorang raja ice break yang adalah Zerox ,Zerox tampaknya menikmati pertandingan pada tahap pertama
"Lihatlah sayang bukankah ini sangat menarik untuk dilihat" Zerox menoleh kearah seorang wanita elf berambut pirang yang sedang duduk di samping kirinya Zerox yang adalah istri ke 1 Zerox yang bernama Alalexa
"Benar sekali sayang, terutama peserta yang bernomor 69 ,yang bernama Zeno dia sangat menarik" Alexa tersenyum
"Bagaimana dengan menurutmu?" Zerox menoleh kearah istri ke 2 nya yaitu Velanda
"Dia memang hebat tapi dia terlalu arogan sampai sampai memperbanyak musuh dengan apa yang dia lakukan tadi" Velanda
Zerox memasang wajah sedikit tidak enak karena barusan dirinya berpikir untuk menjadikan Zeno sebagai mantu untuk bisa membuat keturunan yang kuat terlebih memikirkan pondasi kerajaan nya juga semakin kuat juga jika semakin banyak keturunan dan dukungan
Di arena pertarungan ,Zeno tampak diam melihat sekitar arena yang hancur karena dirinya dan juga banyak peserta yang terluka atau bahkan mati sedang dievakuasikan oleh prajurit prajurit kerajaan ice break
Zeno sesekali menoleh ke arah tempat singgasana Zerox dengan tatapan sinis
"Bersabarlah Zeros masih 3 babak yang harus kulakukan sebelum acara pesta akan dimulai" batin Zeno
Zeno berjalan kearah lorong yang menuju kearah ruang tunggu
Zerox merasakan bahwa dirinya sedang ditatap oleh orang lain menengok ke sekitaran arena
"Ada apa sayang?" Alexa melihqt Zerox dan bertanya dengan nada khawatir
"Tidak apa apa" Zerox menjawabnya dengan sedikit pucat
"Biarkan saja Alexa dia menjadi paranoid karena takut cucu nya akan membunuhnya" Velanda dengan nada monoton
"Kau jahat sekali" Zerox merengek
"hmph" Velanda hanya menghembuskan nafasnya saja
Sedangkan Alexa hanya bisa tersenyum canggung dan prajurit prajurit yang berada dibelakang ke tiga singgasana yang bertugas menjaga hanya bisa diam tapi di dalam lubuk hati mereka berkata
"Mereka terlihat akrab tapi didalam nya ada sedikit kesenjangan di antara Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu" Prajurit di dalam hati
Ditempat bangku penonton terdapat Erina yang duduk didekat Elisha dan Felisha hanya menatap kearah Zeno yang hanya berjalan santai ditengah tengah peserta peserta yang terluka atau bahkan terbunuh
"Tuan Zeno.." Gumam Zeno
__ADS_1
Felisha dan Elisha hanya bisa menenangkan hati Erina itu pun hanya sesaat saja tenang nya
Perasaan Erina sedan bercampur aduk antara benci atau ada rasa ,benci dengan Zeno karena Zeno membunuh tanpa pandang bulu membuatnya mengerikan tapi disisi lain Zeno melakukan itu hanya untuk bisa bertahan hidup
Disaat Erina bimbang ,kakaknya yang pertama yang bernama Nick memegang bahu Erina
Erina menoleh ke samping kiri nya yang ternyata Nick duduk bersebelahan dengan nya
Erina menatap kearah Nick yang hanya menggelengkan kepala nya
Menandakan Nick ingin Erina tidak memikirkan tentang Zeno membuat Erina hanya bisa diam melihat lalu dia kembali menatap kearah arena
...Di Ruang Tunggu...
Ada 20 peserta yang lolos pada tahap pertama turnamen tapi sekarang menjadi 10 peserta yang ikut pertandingan selanjutnya karena 10 orang tersebut sudah menyerah karena ada yang terluka parah atau sudah takut dengan keberadaan Zeno
Di ruang tunggu peserta ada 10 peserta yang sedang duduk atau bahkan sedang berlatih sambil menunggu untuk dipanggil atau istirahat
Zeno duduk paling pojok di ruangan tersebut ,Gents sedang menatap kearah Zeno dengan perasaan rumit ,dari awal ketemu di benua tengah sampai benua utara Gents merasa seperti melihat Zeno seperti Zeno
Zeno tampak acauh tak acuh mengetahui Gents daritadi menatap nya
"Hey" Selendra dengan nada sedikit tinggi dan tampak sombong
Zeno hanya diam menundukan kepalanya membuat Selendra sedikit kesal
"Apa kau dengar?" Selendra dengan nada kesal
Zeno tidak menjawab sama sekali membuat peserta lain sedikit ngeri karna berpikir wanita itu sudah gila karena memprovokasi Zeno
"Kau lancang sekali kepada seorang pewaris keluarga kemender, keluarga bangsawan kelas tinggi di kerajaan melric" Selendra dengan nada sombong
Zeno berdiri tanpa mempedulikan Selendra yang mengoceh tentang dirinya yang adalah seorang bangsawan kelas atas ,Zeno hanya pergi begitu saja meninggalkan Selendra
"Hey ,kau mau kemana" Selendra berkata dengan nada kesal melihat Zeno berjalan pergi
Tapi Zeno tidak mempedulikan Selendra membuat Selendra semakin kesal lalu dia bergumam
"Kkekk, aku ini bangsawan lho, tapi dia bersikap seperti itu kepadaku seolah aku tidak apa apa nya, Zeno!!!" Selendra menggertakan giginya lalu menggurutu kesal
__ADS_1
Di lorong terdapat Zeno yang sedang berjalan sendirian kearah depan lorong yang mengarahnya ke tempat makan
Zeno merasa Selendra dan Elisha sama saja dalam bidang mengganggu orang lain seperti dirinya
"Sama saja cuma beda sifat saja" Gumam Zeno
Zeno berhenti memikirkan tentang itu dan hanya berjalan menuju kearah pasar yang berada di luar arena turnamen
Zeno keluar dari ruangan setelah di izinkan oleh prajurit disana pada saat itu juga banyak orang menatap kearah Zeno
Tentu saja bisa dimaklumi karena Zeno adalah peserta yang mempunyai banyak orang yang pasang uang kepada nya untuk bertaruh siapa yang menang pada akhirnya
Banyak orang menatap kearah Zeno dengan kagum ada juga yang ngeri karena melihat hanyak peserta yang tumbang dengan kondisi parah oleh 1 serangan dari nya ,ada juga menatapnya kearah Zeno dengan fanatic itu khususnya wanita
Zeno tidak mempedulikan tatapan dari banyak orang dan hanya berjalan kearah bar yang berada di dekat sana
Zeno duduk di depan meja dan didepan meja tersebut terdapar bertender dan dia tanpa mempedulikan orang orang yang duduk didekatnya memandang kearahmya tapi ada beberapa orang yang tidak peduli
"Teh verbal panas" Zeno dengan nada datar sambil menatap kearah bartender
"Dimengerti" Bartender menjawab sambil mengagukan kepalanya dengan sopan
Bartender pun membuat teh verbal panas untuk Zeno lalu memberikan nya kepada Zeno
Zeno meminum teh verbal dengan nikmat tanpa mempedulikan orang orang yang menatap kearahnya mulai bergosip
Tapi ada 2 orang yang sedang berbicara membuat Zeno tertarik untuk mendengar
"Akhir akhir ini ,istriku sering keluar malam terus" Ucap seorang pria paruh baya dengan kumis dan rambut berantakan yang sedang mabuk bir sambil berbicara dengan pria disampingnya yang adalah teman atau rekan petualangnya
"Kenapa? Kenapa kamu tidak bertanya atau membuntutinya?" teman nya
"Aku pernah bertanya katanya dia ingin bermain dengan teman teman nya dan juga sering memakai pakaian terbuka pada saat dia ingin keluar,walaupun begitu aku masih ingin percaya kepada istriku dan tidak akan pernah berpikir kotor" Pria paruh baya tersebut dengan penuh kejujuran ,seorang pemabuk tidak bisa berbohong
Temannya hanya bisa menatap kearah pria peruh baya tersebut dengan tatapan iba tampak mengerti pada situasi tersebut mustahil jika seorang wanita keluar malam lalu memakai pakaian terbuka hanya untuk bermain dengan temannya saja
Zeno juga langsung mengerti bahwa itu tanda tanda wanita tersebut sedang......
END
__ADS_1
Note :Maaf banget kemarin gak up ,kemarin sakit kepala saya,syukurnya sekarang dah sembuh