
Cincin ungu jatuh ke hutan yang tenggelam di lautan Api biru
WOOSH KRASH
Zeros melesat kearah cincin ungu dan menangkap sambil mendarat di hutan yang terbakar
Kaki menginjak ke tanah seketika seluruh tanah membeku begitu juga pohon pohon yang terbakar oleh api biru membeku juga
"Apa ini?" Zeros melihat di telapak tangannya terdapt cincin ungu menyala
"Itu adalah cincin portal menuju ke dimensi lain" Suara dari belakang Zeros
Zeros menoleh ke belakang melihat seseorang yang berbicara adalah Raja Alavin
"Maksudmu?" Zeros
"Cincin adalah kunci masuk ke dunia bawah laut atau disebut kerajaan laut,pada dasarnya dunia bawah laut adalah dimensi berbeda dari dunia biasa yang kita pijak ini" Raja Alavin
"Lalu jika begitu Iblis itu mencari ini untuk bisa ke dunia bawah laut?" Zeros
"Benar ,Tuan Muda ,Sang Iblis ingin masuk ke dunia bawah laut ingin mengetahui tentang sejarah Perang masa lalu" Raja Alavin
"Apakah aku bisa hidup di dunia bawah laut?" Zeros
"Bisa hidup ,namun anda akan melawan Kraken terlebih dahulu untuk bisa masuk ke Kota bawah laut" Alavin
"Kalo begitu bolehkah aku menggunakannya?" Zeros memperlihatkan cincin ungu di telapak tangannya ke pada Raja Alavin
"Tentu saja boleh tapi apa anda yakin? Kraken sangat kuat untuk dilawan apalagi di bawah laut?" Raja Alavin menganggukan kepalanya
Zeros berpikir sejenak lalu berhenti untuk berpikir untuk pergi ke Dunia bawah laut untuk sementara waktu
"Sepertinya benar,Belum waktunya untuk ke sana" Zeros bergumam
Zeros berjalan menjauh dari sana pergi ke kearah Kerajaan Melric berasal
"Hey ,Mau kemana nak? Apakah kau tidak mau berpesta sebagai ucapan terimakasihku untukmu?" Raja Alba
"Aku tidak tertarik dengan hal semacam itu dan...." Zeros terhenti sejenak disaat itu juga dia mengegam Cincin lalu berkata
"Aku bawa dulu cincinnya" Zeros
WOOSH
Zeros seketika hilang dari pandangan Raja Alba ,benar benar pergi dari sana tanpa mendengar jawaban dari Raja dari Kerajaan Alba
"Terimakasih karna telah membantu Kerajaanku" Raja Alba menghela nafas lega
Raja Alba benar benar baik pada rakyatnya sendiri apalagi dengan anaknya walaupun anaknya sudah diperkosa bahkan sebagai putri kerajaan ,dia tidak peduli dengan harga diri penting anaknya selamat dan bisa hidup dengannya karena anak nya satu satunya orang yang dia miliki
...Beberapa Hari Kemudian...
Di Depan Gerbang masuk Kerajaan dari hutan Blackwood terdapat seorang pria berjubah berjalan ke pintu gerbang
"Tunggu dulu Tuan ,Kami ingin anda untuk memperlihat tanda pengenal anda" Prajurit penjaga dengan nada sopan menghentikan pria berjubah itu
"Kalian seperti biasa memang baik dalam menjaga pintu gerbang" Pria Berjubah itu yang terdengar tidak asing bagi kedua Prajurit penjaga tersebut
Salah satu prajurit yang berada didepan pria berjubah ingin menjawab kembali tapi tersela melihat Pria Berjubah itu membuka kurudung jubahnya
Pria berambut Perak dengan mata perak legam,wajah tampan dengan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya
Dia adalah Zeros Karyama dari keluarga Karyama
"Tuan Muda !" Dua prajurit melihat Zeros langsung berlutut dengan hormat
"Aku sudah bilang jangan berlutut seperti itu" Zeros dengan nada datar
__ADS_1
"Tidak ! Kami tidak bisa bersikap lantang kepada Tuan Muda!" Seru kedua Prajurit
"Terserah Kalian saja,Lalu apa kabar dengan Kerajaan Melric?" Zeros dengan nada datar
Kedua prajurit tersebut saling memandang satu sama lain lalu salah satu dari mereka berdua berkata
"Tidak terjadi apa apa Tuan muda,Bahkan akhir akhir ini Hutan Blackwood seperti tenang dan bahkan tidak ada satu atau dua monster yang mendekati Pintu Gerbang" Prajurit
"Tidak ada hal yang mencurigakan?" Zeros mengerutkan keningnya
"Benar Tuan Muda,hal itu mungkin dikarenakan Rumor tentang sekelompok party petualang berjumlah lebih dari 10 orang berburu di penjuru tempat monster di dekat Kerajaan Melric" Prajurit
Zeros berpikir sejenak setelah mendengar informasi tersebut lalu berkata
"Aku masuk dulu untuk menemui Ayahku,Dan juga ini adalah Tips kalian" Zeros berjalan masuk gerbang melempar kantong berisikan koin emas kearah kedua prajurit tersebut
"Untuk apa Tuan Muda kami tidak butuh ini" Prajurit
"Itu untuk informasi yang kalian berikan" Zeros berjalan kearah keramaian orang Kota
"Hah~,Tuan Muda memang tidak suka hemat ,lalu Kita apakan dengan sejumlah koin ini bung" Prajurit ke 1 menatap ke rekannya
"Setengahnya kita berikan saja ke Panti Asuhan" Prajurit ke 2
"Benar juga,setengahnya kita pakai buat pergi ke tempat Bar" Prajurit ke 1
"Benar juga ,Sekarang Kau antarkan dulu ke panti asuhan uangnya biarkan aku yang menjaga pintu gerbang" Prajurit ke 2
"Ya, Aku duluan dulu" Prajurit Ke 1 pergi kearah Panti Asuhan Kerajaan Melric
"Ya" Prajurit ke 2
...Beberapa Menit Kemudian...
Zeros sudah didepan rumahnya tengah di peluk oleh ibunya yang sangat mengkhawatirkan dirinya
Zeros hanya diam di peluk oleh ibunya sendiri seperti anak kecil
"Oh, Ayolah sayangku,dia bahkan terlihat baik baik saja bahkan lebih baik dari sebelumnya" Ayah Zeros
"Berisik ! Kamu nya saja yang cemburu karna kamu tidak dipeluk" Ibu Zeros tersenyum mengejek kepada Ayah Zeros
Ayah Zeros wajahnya sedikit memerah lalu memalingkan wajahnya
"Tcih" decih Ayah Zeros menyilangkan tangannya
"Fufufu,Lihat nak ,Ayahmu seperti anak kecil disaat kamu sedang pergi ke Kerajaan Elves sering meminta untuk memanjakannya" Ibu Zeros menatap kearah Zeros
"OI!" Seru Ayah Zeros
Zeros memasang wajah jijik kepada Ayahnya lalu mundur 1 langkah
"Kenapa kau memasang wajah seperti itu" Ayah Zeros
"Aku tidak menyangka kau punya hobi seperti itu" Zeros memasang wajah jijik kepada Ayahnya
"Kurang Ajar ,Sepertinya kepalamu terbentur sesuatu disaat melakukan misi biarkan ayah yang membantumu" Ayah Zeros mengegam erat kepalannya dan seketika kobaran Api Biru menyelimuti tangan nya
KRASH
Tangan Ayah Zeros yang diselimuti api biru seketika di bekukan ole Ibu Zeros
"Tidak Boleh memakai sihir disini" Ibu Zeros menetap kearah suaminya dengan tajam
"Baik.." Ayah Zeros melelehkan es ditangannya seperti anak kecil di suruh untuk diam kepada Ibunya
"Heh~" Zeros tersenyum mengejek kepada ayahnya
__ADS_1
Ayah Zeros melihat senyuman mengejek Zeros mengeram sedikit tapi menciut melihat Istrinya mentapnya dengan tajam
...Beberapa Jam Kemudian...
Waktu dengan cepat berlalu bahkan tidak terasa sudah malam dan Keluarga Karyama setelah bersantai di kebun belakang kediaman mereka pun makan bersama
"Hey Nak,Bagaimana di Kerajaan Elves? Apakah putri pertama mereka sudah membuatmu jatuh cinta-uggh!!" Ayah Zeros tersela karna punggungnya di tampar oleh Istrinya disaat sedang makan
"Disaat makan tidak boleh berbicara,Sayang" Ibu Zeros
"Hehehe,Maaf" Ayah Zeros menggaruk garuk kepalanya
"Menurutku dia adalah wanita yang hanya terbebani oleh Tahta Kerajaan Elves,bahkan sering di olok olok oleh orang orang dalam kerajaan Istana karna dia adalah Wanita" Zeros memakannya dengan nada bosan
"Itulah kehidupan di keluarga Kerajaan, Jika penerus tahta tidak sesuai para petinggi kerajaan mereka akan berusaha untuk menggantikan yang sesuai kemuan mereka dengan cara menurunkan mental penerus tahta" Ibu Zeros
"Dengan Cara menyebar keburukan penerus tahta ke seluruh kerajaan dan bangsawan bangsawan dengan begitu mereka akan mengolok ngoloknya bahkan salah satu bangsawan akan menyewa pembunuh untuk membunuh penerus tahta" Zeros
"Tepat sekali anakku,karna itulah Ayah tidak mau ikut serta perebutan tahta karna membosan dan sangat merepotkan jika dijadikan budak kerajaan" Ayah Zeros
Zeros mengerutkan keningnya mendengar ucapan Ayah Zeros
"Apa urusannya dengan penerus tahta dengan moto hidupmu ayah?" Zeros
"Apa katamu anak kurang ajar!?" Ayah Zeros menodong paha ayam kepada Zeros
"Aaaah, Berisik sekali" Zeros menutupi kedua telinga nya
"Hah~,Kalian ini tidak ada habisnya untuk berdebat" Ibu Zeros menghela nafas
...Beberapa Menit Kemudian...
Di belakang halam kediaman Karyama terdapat dua orang salah satunya berbadan kekar dan mempunyai mata merah ruby dan satunya berambut perak dan Iris mata Perak Legam
Mereka berdua adalah Zeros dan Ayahnya sedang menduskusikan sesuatu setelah makan malam selesai
"Nak,Apa kau tau? disaat kau pergi ke kerajaan Elves banyak yang terjadi di dalam kerajaan Melric" Ayah Zeros
"Apa yang terjadi?" Zeros
"Ada Dua kejadian tidak terduga di saat kamu sedang menjalankan misi" Ayah Zeros mengacungkan dau jarinya
"Ada utusan dari Kerajaan Ice Break yang berniat menculik ibumu" Ayah Zeros
DOOOM
Keadaan di belakang kediaman Karyama seketika terguncang dan tanah tanah disekitar retak dan tembok di rumah kediamanan Karyama Retak
Karna Zeros mengeluarkan Aura Tier 6A lebih pekat tapi masih menahan diri untuk tidak terbawa emosi
"Tenanglah,Ayah bisa saja meratakan Kerajaan Ice Break Jika ayah mau tapi ayah tidak mau memperlibatkan penduduk sipil mereka" Ayah Zeros menyentuh pundak Zeros
Seketika Zeros kembali tenang dan menghirup udara lagi
"Untuk Kedua ,Ada sekelompok pemuda dengan pakaian yang asing bahkan terlihat sama pada mereka baik wanita maupun pria keluar dari lingkaran sihir di dalam Istana Kerajaan Melric" Ayah Zeros
Zeros mengerutkan keningnya setelah mendengarnya
"Pasti kamu tau karna pernah membaca buku di perpustakan" Ayah Zeros
Zeros terdiam sejenak tapi Ayah Zeros melanjutkan perkataannya
"Saintes ,Di Istana setelah melihat Sekelompok pemuda yang terlihat tengah kebingungan berkata..." Ayah Zeros terhenti sejenak
"Mereka adalah Pahlawan dari Dunia lain" Ayah Zeros
END
__ADS_1