
Satu dunia seketika terkejut mendengar suara ledakan yang sangat besar yang terdengar dari atas langit
Di sebuah ruangan yang sangat luas dan gelap terdapat sebuah singgasana yang diduduki oleh seseorang pria berambut putih pucat dengan wajah lemah ,di samping singgasana yang ia duduk terdapat great sword dengan adanya mata di gagangnya
"Seperti nya aku harus begerak untuk tidak ketahuan olehnya" Ucap pria tersebut dengann nada lemah
Di hutan kota B,kelompok kelompok terkejut melihat awan yang menutupi hutan kota B seketika berlubang membuat cahaya matahari menyinari hutan tersebut
"Apa yang terjadi?" Gumam Regar memimpin kelompok untuk berjalan kearah barat hutan tempat dimana Zeros dan Sakaya berada karena Regar sempat melihat sebuah peluru api biru dan sebuah monster dengan kepala berlubang jatuh dari langit
Semua kelompok tampak berlari kearah Zeros dan Sakaya berada karena melihat hal serupa dengan Regar
...Disisi Lain...
'Sepertinya aku berlebihan menyalurkan mana sihirku karena tidak fokus tadi' Ucap Zeros di lubuh hati
Zeros tidak kosentrasi pada saat penyaluran mana sihir nay ke Sakaya ,dia merasa bahwa dirinya sedikit aneh setelah bertemu dengan Sakaya dan sering bersemangat jika di dekat Sakaya
Sakaya melihat keatas langit, melihat awan awan yang menutupi hutan seketika lenyap membuat hutan disinari oleh cahaya matahari yang terang
"Efeknya terlalu besar untuk hanya sedikit mana sihir dari mu" Sakaya menoleh kearah Zeros yang dari tadi hanya diam karena sedikit bersalah ,efeknya bukan awan saja yang menghilang namun setengah bagian bulan ikut terhancur oleh peluru api biru
"Kamu simpan saja senjata itu untuk berjaga jaga ke depan nya" Zeros
"Bagaimana bisa kau tau dengan skillku bisa menyimpan senjata dan membuat senjata modern?" Sakaya berkata dengan nada sedikit penasaran sambil menghilangkan Sniper Bendita
"Nanti saja akan kuberitahu di apartemenmu, sekarang berikan aku jari manismu" Zeros menatap kearah Sakaya dengan nada serius
"Untuk apa?" Sakaya berkata dengan nada bingung tapi dia menuruti nya memberikan jari manisnya pada Zeros
Zeros memberikan sebuah cincin dengan batu hijau zamrud di atasnya dan memakaikan ke jari manis Sakaya
Sakaya berpikiran yang kemana mana seperti dia dikasih cincin tunangan oleh Zeros
"Ini sebagai tanda kita adalah tunangan" Zeros berkata dengan nada serius sambil memegang kedua tangan Sakaya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Sakaya
Sakaya pipinya memerah dan setelah Zeros berkata seperti itu hanya bisa mengagukan kepalanya seperti anak penurut
"Bagus, sebagai hadiah nanti malam aku akan memberikan mu jatah" Zeros tersenyum lembut lalu melambaikan tangan kananya
Mayat Genesis Dragon yang jatuh ke tempat Zeros dan Sakaya berada seketika terbakar oleh api biru lalu menjadi abu tanpa tersisa
Sakaya mendengar sebuah kalimat "Jatah" wajahnya semakin memerah dan berkata dengan nada malu
"B-baik!" Sakaya terbatah batah
Zeros mendengar turut senang lalu dia mundur dari Sakaya lalu berkata pada Sakaya jika kelompok lain menanyakan monster yang jatuh itu adalah ulahnya lalu menghilang dari hadapan Sakaya meninggalkan Sakaya yang wajahnya memerah dan sudah tidak sabar akan malam nanti
__ADS_1
Lalu beberapa jam kemudian juga semua kelompok sudah sampai di tempat Sakaya berada melihat Sakaya yang sedang menggendong Serena selayaknya tuan putri yang pingsan karena terkena hempasan buntut olehnya
"Sakaya, apakah kau baik baik saja?" Nicholas mendekati Sakaya
"Tidak apa apa ketua" Sakaya dengan nada datar
"Serena..." Hakaja mendekati Sakaya sambil mengelus kepala Serena
"Tolong gendong dia tuan Hakaja" Sakaya memberikan Serena pada Hakaja dan berkata dengan nada datar
Hakaja menggendong Serena lalu Hakaja mengelus dahi Serena dengan lembut
"Nona Sakaya, apa yang terjadi disini? Dan dimana monster yang berukuran besar yang jatuh dari langit didekat sini?" Regar berkata dengan nada penasaran
"Seorang buronan telah menyerang kami, disaat aku dan Serena bertarung dengan monster mitologi timur" Sakaya
"Buronan? Apakah mungkin.." Regar terkejut llalu terputus
"Benar ,Zeros berada disini tadi membunuh sisa kelompokku dan membunuh monster itu dengan sekali serangan saja" Sakaya
"Sekali serang saja!?" Ucap Regar berkata dengan nada terkejut karena dia jelas melihat tubuh raksasa ukuran nya hampir setara dengan 1 pulau tersebut
"Bagaimana cara dia mengalahkan nya? Sedangkan dia memiliki element tulang dan mustahil elemen bersifat mengutuk itu langsung menghilangkan mayat monster itu" Reneta berkata dengan nada kebingungan karena dirinya juga melihat dengan jelas monster tersebut memeiliki ukuran yang sangat besar
"Dia tidak hanya memiliki 1 element saja tapi 2 dan satunya yaitu api biru" Sakaya membuat banyak hunter kelas S dan A yang berada disana terkejut
"2 Elemen sekaligus? Kenapa orang seperti dia bisa menjadi musuh di negara Oldrown?" Yakasa berkata dengan nada sedikit kebingungan disertai rasa merinding
Sakaya melihat rekan rekannya yang hanya memalingkan wajah lalu dia menoleh kearah Hakaja
"Jujur saja, ketua guildku lah membuatnya memusuhinya terlebih sifat ketua asosiasi hunter yang adalah seorang penjilat handal juga membuatnya tidak mau untuk berkerja sama denganya" Sakaya
"Nona Sakaya kenpa-" Reneta tersela oleh Sakaya
"Aku sudah muak dengan cara kerja ketua asosiasi hunter yang sering membiarkan para bajing*n seperti di kelompok yang aku pimpin berkeliaran di negara Oldrown" Sakaya berkata dengan nada datar
Reneta seketika terdiam seribu kata lalu Yakasa berkata
"Apakah anda tahu apa yang dilakukan orang orang yang berkelompok dengan anda?" Yakasa
"Mereka melakukan sebuah perampasan uang pada hunter hunter kelas C sampai B di portal kelas C sampai B" Sakaya
Mengetahui hal tersebut karena Sakaya sudah dari dulu mengincar kelompok yang dipimpin oleh Sakaya dengan melihat laporan laporan yang berada di asosiasi hunter tergeletak di tanah
"Parahnya pihak asosiasi hunter sama sekali tidak ada respon" Sakaya
"Diamlah Sakaya-" Ren berteriak namun tersela
__ADS_1
BANG
Tangan kiri Ren tertembak oleh Sakaya dengan dual infinity sampai terputus
"Jangan berkata seolah kau adalah pahlawan Ren, padahal kenyataan nya kau hanya bisa mematuhi perintah ketua seperti anjinh penurut" Sakaya berkata dengan nada dingin
"Tuan Ren!" Nisa seketika berteriak histeris lalu mendekati tubuh Ren yang tergeletak di tanah dan meronta kesakitan
Semua orang yang berada disana seketika menodongkan senjata mereka kearah Sakaya kecuali hunter kelas S dari negara Beniyan yang tampak setuju dengan Sakaya
Tampak mereka sedang mengepung Sakaya dari segala arah
"Kalian ingin mencoba melawanku dengan jumlah banyak?" Sakaya berkata dengan nada datar
"Nona Sakaya kau sepertinya sudah gila" Reneta mengarahkan kedua tanganya kearah Sakaya sambil berkata dengan nada serius
"Tidak, tapi kalianlah yang gila" Sakaya berkata dengan nada datar
Zeros yang melihat dari kejauhan langsung berpindah dimensi
Di udara belakang Sakaya seperti retak sam seperti kaca lalu pecah menampakan Zeros yang keluar dari ruangan putih
Hunter kelas S dan A dari negara Oldrown seketika terkejut melihat kedatangan Zeros
"Kalian sepertinya terlalu buta dengan ketua kalian sampai sampai kalian membela nya" Ucap Zeros dengan nada sedikit mengejek
"Zeros? Kenapa kau disini? Apakah mungkin kau sudah menghipnotis Sakaya!?" Teriak Nicholas
"Jangan berkata seperti itu padahal aku tidak melakukan itu tapi istriku sendiri lah yang berkata seperti itu" Zeros berkata dengan nada datar
Orang orang yang mendengarnya langsung mengerutkan keningnya lalu mereka melihat wajah Sakaya yang wajahnya biasanya datar sekarang memerah wajahnya membuat mereka terkejut
"M-mustahil" Nichola berkata dengan nada tinggi dan terkejut
"Yeah, kami sudah bertukar pengalaman jadi...." Zeros berkata dengan nada monoton lalu terputus
"Kau tidak berhak untuk mengejarnya lagi" Zeros melambaikan tamganya
Tubuh Nichola seketika terbakar oleh api biru dan tubuh Nicholas menjadi abu setelah terbakar oleh api biru beberapa saat
"Tuan Nicholas!, kurang ajar ,Argggh!" Regar berteriak dengan kencang sambil melesat kearah Zeros
Zeros hanya memandang dirinya dengan tatapan merendah
Zeros mendorong Sakaya masuk ke dimensi ruangan putih lalu ruangan dimensi putih seketika hilang dipandangan banyak orang dan dia membungkukan badan dengan ala bangawan
"Kalau begitu selamat jumpa" Zeros menghilang dari sana membuat Regar melesat kearah Zeros hanya memukul tanah sampai menjadi kawah
__ADS_1
"ZEROS!" Regar berteriak dengan nada marah melihat rekan nya tewas oleh Zeros
END