
Di suatu tempat terdapat seorang pria berjubah sedang duduk sendirian di pohon yang tumbang
Pria berjubah tersebut adalah Zeros yang sedang duduk sendirian
Zeros memikirkan apa yang harus dia lakukan
Kusir kuda yang berada di ibukota Yedad sudah pulang karena sudah diberi tahu oleh Zeros tentang Zeros mendapatkan misi untuk menjaga putra putri raja yedad
Zeros dari ibukota yedad sampai sini dengan mirusaki yang mempunyai kecepatan tinggi bahkan 1 jam sudah melewati jarak 300 KM
Tiba tiba Erina seorang putri dari kerajaan yedad menghampiri Zeros dari belakang Zeros
"Tuan apakah anda mau makan siang sebentar?" tanya Erina dengan sopan
Zeros menoleh kearah Erina lalu menatap nya dengan datar dan berkata dengan nada monoton
"Tidak perlu, aku sudah makan dari pagi tadi" Zeros
"Tapi tuan saya tau anda pasti mengejar rombongan saya dari ibukota sampai kesini dengan cepat, anda pasti sangat kelelahan" Erina
Zeros tidak menjawab tapi sesaat kemudian dia berkata lagi
"Aku dari awal memang tidak butuh ucapan maaf mu dan terimakasih mu" Zeros
"Aku melakukan itu semua hanya untuk misi dan di beri upah untuk membiayai hidupku" Zeros
"Aku melakukan berbagai pembunuhan untuk bisa membiayai kebutuhan hidupku" Zeros dengan nada monoton
Erina tertegun mendengar perkataan Zeros karena tiba tiba di curhati oleh seorang yang dia takuti sebelum nya
"Aku tau ini konyol mencoba curhat kepada seorang gadis yang sudah dimanja di istana yang megah dan mewah" Zeros
"Tapi ini adalah kehidupan luar istana yang harus kau ketahui" Zeros membuka topeng nya memperlihatkan wajah nya yang tampan dengan rambut hitam yang berantakan membuat Erina terkesima melihat senyuman terpampang jelas di wajah Zeros
"Maafkan aku karena bertindak membunuh di depan kalian" Zeros
Di dalam lubuk hati Erina tergerak oleh cerita bualan Zeros pun merasa iba kepada Zeros lalu mendekati Zeros dan memegang punggung yang di lindungi armor besi Zeros sambil duduk di samping Zeros
"Maafkan saya dan teman teman saya tuan Zeno, Saya baru menyadari jika dunia luar memang kejam seperti ibu katakan" Erina tersenyum maaf
"Terimakasih karena mengerti dengan keadaan saya, dan juga saya lupa memberi lencana pemberian ayah anda sebegai bukti jika saya memang benar benar di tugaskan untuk melindungi anda" Zeros mengeluarkan lencana kerajaan yedad berukiran istana kerjaan yedad
"Saya tidak butuh itu ,saya langsung mengerti dengan perkataan anda yang sangat tulus" Erina menggelengkan kepala nya
Zeros mengagukkan kepala nya lalu dia memasang topeng nya lagi lalu berkata
"Saya sudah kenyang tuan putri anda bisa tenang sekarang" Zeros dengan nada penuh hormat
"Baik lah, tapi lain kali jika anda makan saya bisa mempersiapkan makanan untuk anda, bagaimana pun anda adalah penyelamat bagi kami jika tidak telat" Erina tersenyum
"Baik ,Tuan putri" Zeros
"Kalo begitu saya pamit dulu" Zeros berdiri dari duduk nya lalu membungkukan badan nya
Zeros tanpa menunggu jawaban Erina tidak membungkuk lagi berbalik badan berniat pergi dari sana
"Anda mau pergi kemana?" Erina dengan rasa penasaran
__ADS_1
"Saya ingin berjalan jalan sekitar tempat untuk mencari angin" Zeros
Erina sedikit peka melihat kedua tangan Zeros yang bergemetar
'Mungkin dia merasa sangat bersalah atas pembunuhan dia lakukan' pikir Erina sambil memasang wajah kasihan
"Biarkan saya menemani anda-" Erina tersela oleh Zeros
"Tidak perlu tuan putri" Zeros pergi tanpa menunggu jawab tuan putri
Zeros berjalan menjauh ke dalam hutan , di saat berjalan mata dia berkilau dingin
Tujuan Zeros melakukan itu adalah membuat Tuan putri Erina semakin percaya kepada Zeros
Karena Zeros ingin misi ini tidak ada gangguan dari objek yang dia lindungi hanya karena perasaan tidak percaya kepada Zeros
...Beberapa Saat Kemudian...
Zeros berjalan ke dalam hutan karena merasakan aliran mana yang aneh
Dan ternyata memang benar semakin lama dalam semakin juga banyak pohon yang ranting nya menutupi kecerahan matahari
Pada itu Zeros terhenti setelah melihat pemandangan yang aneh
Tampak sebuah patung dengan sayap malaikat di punggung nya dan membawa sebuah lentera yang di dalam nya terdapat sebuah cahaya kuning menyala
Source : Instagram
Zeros mengerutkan kening nya tampak tidak mengenal benda yang menyala itu tapi merasakan aliran mana type elemen cahaya kuat di dalam benda yang menyala terang tersebut
Zeros melihat cahaya menyala di dalam lentera yang seperti begerak gerak di dalam nya
Zeros dengan rasa penasaran memegang lentera tersebut dengan tangan kanan nya
CLANK
Suara dentuman cahaya tercipta bersamaan itu tangan Zeros seketika cahaya membentuk urat di lengan kanan Zeros lalu merambat di sekujur tubuh Zeros
"Uggh!" erangan Zeros merasakan kesakitan yang hebat ingin melepas genggeman nya dari lentera tersebut tapi tidak bisa karena merasa seperti rantai mengikat nya di tangan kanan
Beberapa saat kemudian Zeros berhenti mengerang dan tampak benda bercahaya menyala menghilang begitu saja
Disaat itu juga tubuh Zeros merasakan sihir yang kuat dan Mana sihir yang melimpah
Tiba tiba pohon pohon sekitar menjadi layu ketika Zeros mengeluarkan aura nya yang berada di tier 7C
Zeros tersenyum sinis setelah melihat kekuatan elemen cahaya nya meningkat menjadi cahaya hitam murni
Sebelum nya Zeros membuat cahaya hitam dengan sihir modifikasi biar terlihat beribawa tapi sekarang Elemen cahaya Zeros menjadi Hitam menandakan Elemen Zeros sekarang setara dengan malaikat tingkat atas ber elemen cahaya
"Sudah kuduga menjelajahi dunia ini memang ada untung nya tapi juga mengancam nyawa juga" Zeros tersenyum sinis
Pohon pohon di dekat Zeros tumbang karena sudah layu karena aura Zeros
Zeros melihat sekitar dengan datar ,melihat tidak ada monster sama sekali mendekati di sana
__ADS_1
Zeros mendongak ke langit yang sudah sore yang mendekati malam hari
"Saat nya kembali" Guman Zeros
Zeros berjalan kearah camp rombongan 2 sekolah academy
Beberapa saat kemudian Zeros telah sampai pas pada saat malam hari telah tiba di sana tapi banyak orang di sana tidak menyadari kedatangan Zeros
Disaat itu juga Zeros mendengar pembicaran para wanita . Yang berisikan Elisha,Felisha, Erina dan Selva
Mereka berempat berbicara tentang penjaga Erina yaitu Zeros
"Saya ingin tau siapa yang menjadi penjaga anda tuan putri Erina!" Felisha dengan nada sedikit semangat
"Saya juga penasaran siapa yang anda sebut seorang pria yang malang" Elisha dengan nada antusias
Erina dan kedua gadis dari kerajaan Melric sudah berkenalan sangat lama karena dari dulu ayah Felisha dan ayah Elisha sering berkunjung di kerajaan yedad atau sebaliknya ayah Erina berkunjung ke sana
"Walaupun nama nya tidak terkenal tapi dia mempunyai kekuatan di tier 7C" Erina
"Woah! ,Benar benar hebat bahkan Tuan Zeros masih berada tepat di bawah nya" Felisha
Erina mendengar nya merasa familiar dengan nama Zeros
"Tuan Zeros? Siapa dia? Ayahku sering membandingkan para kakak ku sama Zeros" Erina dengan nada penasaran
"Anda tidak tahu?" Elisha dengan nada terkejut
Erina mengagukan kepala nya dengan polos nya
"Benarkah?" Felisha ikut tercengang
"Beneran kok" Erina
"Kalo begitu izinkan saya untuk menjelaskan nya kepada tuan putri erina" Elisha
Lalu Elisha menceritakan tentang Zeros yang adalah seorang anak dari paladin terkuat di melric , mempunyai kekuatan yang kuat di usia muda nya, dan juga memiliki pengalaman yang hebat
"Yang benar pada usia seperti kita ini dia memiliki prestasi sebesar itu?" Erina dengan penuh terkejutan nya
"Benar sekali" Felisha dengan nada dan tersenyum dengan penuh bangga
Erina mengerutkan keningnya lalu bertanya kepada Felisha
"Dia yang mendapatkan prestasi hebat kenapa anda yang bangga?" Erina
"Eh- Ano" Felisha tersipu malu mendengarnya
Erina dan Esliha saling memandang lalu tertawa melihat Felisha yang tersipu malu
Sedangkan selva hanya diam memerhatikan pembicaraan teman teman nya karena sedikit tidak tertarik
Dia memikirkan hal lain yang membuatnya mengganggu
Zeros mendengar percakapan para wanita memasang wajah jengkel
"Orang yang kalian bicarakan sedang berada disini" Zeros berbicara di dalam hati
__ADS_1
END