Reincarnated Into The Wizarding World

Reincarnated Into The Wizarding World
BAB 85


__ADS_3

Di suatu tempat terdapat seorang pria berjubah sedang duduk sendirian di pohon yang tumbang


Pria berjubah tersebut adalah Zeros yang sedang duduk sendirian


Zeros memikirkan apa yang harus dia lakukan


Kusir kuda yang berada di ibukota Yedad sudah pulang karena sudah diberi tahu oleh Zeros tentang Zeros mendapatkan misi untuk menjaga putra putri raja yedad


Zeros dari ibukota yedad sampai sini dengan mirusaki yang mempunyai kecepatan tinggi bahkan 1 jam sudah melewati jarak 300 KM


Tiba tiba Erina seorang putri dari kerajaan yedad menghampiri Zeros dari belakang Zeros


"Tuan apakah anda mau makan siang sebentar?" tanya Erina dengan sopan


Zeros menoleh kearah Erina lalu menatap nya dengan datar dan berkata dengan nada monoton


"Tidak perlu, aku sudah makan dari pagi tadi" Zeros


"Tapi tuan saya tau anda pasti mengejar rombongan saya dari ibukota sampai kesini dengan cepat, anda pasti sangat kelelahan" Erina


Zeros tidak menjawab tapi sesaat kemudian dia berkata lagi


"Aku dari awal memang tidak butuh ucapan maaf mu dan terimakasih mu" Zeros


"Aku melakukan itu semua hanya untuk misi dan di beri upah untuk membiayai hidupku" Zeros


"Aku melakukan berbagai pembunuhan untuk bisa membiayai kebutuhan hidupku" Zeros dengan nada monoton


Erina tertegun mendengar perkataan Zeros karena tiba tiba di curhati oleh seorang yang dia takuti sebelum nya


"Aku tau ini konyol mencoba curhat kepada seorang gadis yang sudah dimanja di istana yang megah dan mewah" Zeros


"Tapi ini adalah kehidupan luar istana yang harus kau ketahui" Zeros membuka topeng nya memperlihatkan wajah nya yang tampan dengan rambut hitam yang berantakan membuat Erina terkesima melihat senyuman terpampang jelas di wajah Zeros


"Maafkan aku karena bertindak membunuh di depan kalian" Zeros


Di dalam lubuk hati Erina tergerak oleh cerita bualan Zeros pun merasa iba kepada Zeros lalu mendekati Zeros dan memegang punggung yang di lindungi armor besi Zeros sambil duduk di samping Zeros


"Maafkan saya dan teman teman saya tuan Zeno, Saya baru menyadari jika dunia luar memang kejam seperti ibu katakan" Erina tersenyum maaf


"Terimakasih karena mengerti dengan keadaan saya, dan juga saya lupa memberi lencana pemberian ayah anda sebegai bukti jika saya memang benar benar di tugaskan untuk melindungi anda" Zeros mengeluarkan lencana kerajaan yedad berukiran istana kerjaan yedad


"Saya tidak butuh itu ,saya langsung mengerti dengan perkataan anda yang sangat tulus" Erina menggelengkan kepala nya


Zeros mengagukkan kepala nya lalu dia memasang topeng nya lagi lalu berkata


"Saya sudah kenyang tuan putri anda bisa tenang sekarang" Zeros dengan nada penuh hormat


"Baik lah, tapi lain kali jika anda makan saya bisa mempersiapkan makanan untuk anda, bagaimana pun anda adalah penyelamat bagi kami jika tidak telat" Erina tersenyum


"Baik ,Tuan putri" Zeros


"Kalo begitu saya pamit dulu" Zeros berdiri dari duduk nya lalu membungkukan badan nya


Zeros tanpa menunggu jawaban Erina tidak membungkuk lagi berbalik badan berniat pergi dari sana


"Anda mau pergi kemana?" Erina dengan rasa penasaran

__ADS_1


"Saya ingin berjalan jalan sekitar tempat untuk mencari angin" Zeros


Erina sedikit peka melihat kedua tangan Zeros yang bergemetar


'Mungkin dia merasa sangat bersalah atas pembunuhan dia lakukan' pikir Erina sambil memasang wajah kasihan


"Biarkan saya menemani anda-" Erina tersela oleh Zeros


"Tidak perlu tuan putri" Zeros pergi tanpa menunggu jawab tuan putri


Zeros berjalan menjauh ke dalam hutan , di saat berjalan mata dia berkilau dingin


Tujuan Zeros melakukan itu adalah membuat Tuan putri Erina semakin percaya kepada Zeros


Karena Zeros ingin misi ini tidak ada gangguan dari objek yang dia lindungi hanya karena perasaan tidak percaya kepada Zeros


...Beberapa Saat Kemudian...


Zeros berjalan ke dalam hutan karena merasakan aliran mana yang aneh


Dan ternyata memang benar semakin lama dalam semakin juga banyak pohon yang ranting nya menutupi kecerahan matahari


Pada itu Zeros terhenti setelah melihat pemandangan yang aneh


Tampak sebuah patung dengan sayap malaikat di punggung nya dan membawa sebuah lentera yang di dalam nya terdapat sebuah cahaya kuning menyala



Source : Instagram


Zeros mengerutkan kening nya tampak tidak mengenal benda yang menyala itu tapi merasakan aliran mana type elemen cahaya kuat di dalam benda yang menyala terang tersebut


Zeros melihat cahaya menyala di dalam lentera yang seperti begerak gerak di dalam nya


Zeros dengan rasa penasaran memegang lentera tersebut dengan tangan kanan nya


CLANK


Suara dentuman cahaya tercipta bersamaan itu tangan Zeros seketika cahaya membentuk urat di lengan kanan Zeros lalu merambat di sekujur tubuh Zeros


"Uggh!" erangan Zeros merasakan kesakitan yang hebat ingin melepas genggeman nya dari lentera tersebut tapi tidak bisa karena merasa seperti rantai mengikat nya di tangan kanan


Beberapa saat kemudian Zeros berhenti mengerang dan tampak benda bercahaya menyala menghilang begitu saja


Disaat itu juga tubuh Zeros merasakan sihir yang kuat dan Mana sihir yang melimpah


Tiba tiba pohon pohon sekitar menjadi layu ketika Zeros mengeluarkan aura nya yang berada di tier 7C


Zeros tersenyum sinis setelah melihat kekuatan elemen cahaya nya meningkat menjadi cahaya hitam murni


Sebelum nya Zeros membuat cahaya hitam dengan sihir modifikasi biar terlihat beribawa tapi sekarang Elemen cahaya Zeros menjadi Hitam menandakan Elemen Zeros sekarang setara dengan malaikat tingkat atas ber elemen cahaya


"Sudah kuduga menjelajahi dunia ini memang ada untung nya tapi juga mengancam nyawa juga" Zeros tersenyum sinis


Pohon pohon di dekat Zeros tumbang karena sudah layu karena aura Zeros


Zeros melihat sekitar dengan datar ,melihat tidak ada monster sama sekali mendekati di sana

__ADS_1


Zeros mendongak ke langit yang sudah sore yang mendekati malam hari


"Saat nya kembali" Guman Zeros


Zeros berjalan kearah camp rombongan 2 sekolah academy


Beberapa saat kemudian Zeros telah sampai pas pada saat malam hari telah tiba di sana tapi banyak orang di sana tidak menyadari kedatangan Zeros


Disaat itu juga Zeros mendengar pembicaran para wanita . Yang berisikan Elisha,Felisha, Erina dan Selva


Mereka berempat berbicara tentang penjaga Erina yaitu Zeros


"Saya ingin tau siapa yang menjadi penjaga anda tuan putri Erina!" Felisha dengan nada sedikit semangat


"Saya juga penasaran siapa yang anda sebut seorang pria yang malang" Elisha dengan nada antusias


Erina dan kedua gadis dari kerajaan Melric sudah berkenalan sangat lama karena dari dulu ayah Felisha dan ayah Elisha sering berkunjung di kerajaan yedad atau sebaliknya ayah Erina berkunjung ke sana


"Walaupun nama nya tidak terkenal tapi dia mempunyai kekuatan di tier 7C" Erina


"Woah! ,Benar benar hebat bahkan Tuan Zeros masih berada tepat di bawah nya" Felisha


Erina mendengar nya merasa familiar dengan nama Zeros


"Tuan Zeros? Siapa dia? Ayahku sering membandingkan para kakak ku sama Zeros" Erina dengan nada penasaran


"Anda tidak tahu?" Elisha dengan nada terkejut


Erina mengagukan kepala nya dengan polos nya


"Benarkah?" Felisha ikut tercengang


"Beneran kok" Erina


"Kalo begitu izinkan saya untuk menjelaskan nya kepada tuan putri erina" Elisha


Lalu Elisha menceritakan tentang Zeros yang adalah seorang anak dari paladin terkuat di melric , mempunyai kekuatan yang kuat di usia muda nya, dan juga memiliki pengalaman yang hebat


"Yang benar pada usia seperti kita ini dia memiliki prestasi sebesar itu?" Erina dengan penuh terkejutan nya


"Benar sekali" Felisha dengan nada dan tersenyum dengan penuh bangga


Erina mengerutkan keningnya lalu bertanya kepada Felisha


"Dia yang mendapatkan prestasi hebat kenapa anda yang bangga?" Erina


"Eh- Ano" Felisha tersipu malu mendengarnya


Erina dan Esliha saling memandang lalu tertawa melihat Felisha yang tersipu malu


Sedangkan selva hanya diam memerhatikan pembicaraan teman teman nya karena sedikit tidak tertarik


Dia memikirkan hal lain yang membuatnya mengganggu


Zeros mendengar percakapan para wanita memasang wajah jengkel


"Orang yang kalian bicarakan sedang berada disini" Zeros berbicara di dalam hati

__ADS_1


END


__ADS_2