
Waktu berlalu, tanpa terasa hari sudah gelap, Academy Inggaly setelah melapor kepada kepala sekolah academy shuanlong mereka beristirahat di gedung asrama yang sudah disiapkan oleh Academy Shuanlong
Sambil menunggu sisa sisa academy yang belum datang,jika sudah 10 hari belum datang maka dianggap gagal dan akan dicari mana keberadaan mereka yang belum sampai
Dalam 10 hari para siswa yang sudah sampai di ibu kota ice break maka diberikan kebebasan seperti berjalan jalan di kota ice break, berlatih dan lain nya
Mereka juga tidak dilarang untuk mengikuti turnamen yang akan diselenggarakan 1 hati nanti tapi jika keselamatan tidak akan ada jaminan karena ini bersifat mutlak bagi siapapun yang ikut harus siap untuk mati atau tidak
Asrama academy inggaly ,terdapat taman didekat sana ,dan disana juga ada Gents yang sedang duduk sendirian
"Apa yang kau ingin sampaikan Zeros?" Gumam Gents sambil memegangi sebuah kertas yang dijatuhkan oleh Zeros pada saat Zeros menghilang di kota konha
Kertae tersebut bertuliskan "Persiapkan teman temanmu pada saat sudah sampai di ibu kota ice break"
Hal itu membuat Gents sedikit kebingungan karena Zeros tidak mungkin menuliskan di kertas tersebut tanpa alasan tertentu
"Apakah aku harus memberitahukan teman teman sekelas jika Zeros berada di kutub utara ini" Gents bergumam
Selama perjalanan dan bertermu dengan rombongan academy inggaly ,Gents tidak memberitahukan keberadaan Zeros yang berada di tanah kutub utara ini
"Tapi jika kuberitahu mereka ,mereka pasti heboh,itu akan membuatku akan kerepotan karena dibanjiri pertanyaan" Gents berimajinasi jika dirinya dilontarkan banyak pertanyaan oleh teman teman sekelasnya
"Hah~, aku akan menunggu hari itu tiba, lalu sekarang aku ingin berniat mengikuti turnamen besok, mungkin bisa melatih kekuatanku dan pengalaman bertarungku" Gents
Gents berdiri dari bangku kursi lalu berjalan kearah ruangan kepala sekolah Shuanlong dan Jier berada
Beberapa saat kemudian, Gents telah sampai di depan pintu ruang Jier dan Kepala sekolah Shuanlong berada
Gents mengetuk pintu tersebut dan berkata
"Bolehkah saya masuk?" Gents
Suara Jier terdengar oleh Gents dari dalam ruangan tersebut
"Masuklah tidak apa apa" Jier
Gents mendengar suara Jier pun membuka pintu dan melihat ruangan yang terlihat Jier dan seorang kakek yang sedang duduk di depan meja dengan teh herbal yang panas di atas meja
"Oh, ada urusan apa Pangeran Gents untuk keisni" Jier yang masih duduk di depan meja tapi masih bersikap sopan
"Ano, aku ingin berbicara sebentar" Gents dengan nada sedikit malu malu
"Maafkan saya karena mengganggu anda dengan Tuan kepala sekolah saya" Gents membungkukan badan nya
"Tidak apa apa pangeran Gents" Seorang kakek tersebut sambil melambai lambaikan tangan nya yanh bernama Liyan seorang kepala sekolah akademy shuanlong
__ADS_1
"Lalu Pangeran Gents kalau boleh tau ada hal apa yang ingin anda bicarakan?" Jier
"Saya ingin ikut turnamen yang akan datang besok, apakah saya diperbolehkan untuk ikut serta turnamen tersebut?" Gents
"Oh, kalau itu anda diperbolehkan untuk ikut tapi apakah anda yakin? Di turnamen status anda yang sebagai seorang pangeran tidak bisa bekerja jadi anda harus siap untuk mati" Liyan
"Saya yakin tuan kepala sekolah!" Gents dengan serentak
"Tuan-" Jier tersela oleh Liyan yang menghentikan nya
"Semangat yang bagus, aku ingin tau apa motif untuk ikut turnamen" Liyan melihat mata Gents yang terlihat bersemangat
"Saya ingin menjadi kuat tuan kepala sekolah" Gents
"Untuk apa?" Liyan dengan singkat
"Aku ingin mengalahkan Zeros" Gents
"Zeros?" Liyan
"Aku dengar dia adalah seorang pemuda yang hebat yang berada dikelas anda,apakah benar tuan Jier?" Liyan menatap kearah Jier seperti menunggu jawaban
"Benar tuanku, tapi sekarang dia masih berada di kerajaan melric tengah melakukan pekerjaan sebagai seorang General Fentral" Jier
"Serius? Dia masih muda tapi mendapatkan status General Fentral" Liyan sontak terkejut
Liyan menenangkan dirinya kembali yang tadinya terkejut lalu menghela nafas
"Kudengar ada seorang pria berambut perak tengah melakukan pebasmian sarang sarang monster dan pria tersebut melakukannya sendirian tanpa bantuan ,apakah dia yang adalah Zeros" Liyan
"Tidak tuanku,sudah saya katakan dia masih berada di kerajaan merlic" Jier menggelengkan kepala
"Sayang sekali jika dia masih di kerajaan melric, padahal aku ingin sekali melihat sihir sihir apa yang dia pakai" Liyan dengan nada kecewa
Gents hanya diam mendengar omongan kedua kakek tersebut tapi pada saat setelah keuda kakek sudah berbicara tentang keberadaan Zeros dia berkata
"Zeros ada disini ,disini di kutub utara ini" Gents membuat kedua kakek tersebut terkejut
"A-apakah benar tuan pangeran Gents?" Jier sedikit terbatah batah
"Benar ,tuan kepala sekolah, saya bertemu denganya pada saat terpisah dengan kelompok kelas saya" Gents
"Kenapa anda tidak mengatakan nya pada saat itu?" Jier
"Saya merasa Zeros akan merasa tidak enak jika keberadaan nya diberitahukan pada teman teman sekelas" Gents
__ADS_1
Jier berhenti bertanya lagi dan sekarang giliran Liyan untuk berbicara
"Apakah orang yang dirumorkan itu adalah Zeros? Dilihat penampilan yang kudengar dia memiliki rambut putih perak dengan iris mata perak dan memiliki sihir api biru?" Liyan menatap kearah Gents
"Itu pasti Zeros ,karena dia adalah pengguna api biru" Gents menganggukan kepala nya
"Kali begitu, dia adalah orang yang dirumorkan dan dijuluki oleh banyak petualang yang melihatnya" Liyan
Disuatu dataran bersalju terdapat seorang pria berjubah sedang berjalan dan berhenti didepan sebuah kastil terbengkalai dengan salju salju diatas kastil tersebut
Pria berjubah tersebut mengarahkan tangan kanan nya ke samping kanan lalu keluarlah sebuah pedang FireFox
Pada saat itu juga Liyan berkata tentang penampilan pria berjubah tersebut
"Seorang pria berambut perak dengan wajah datar tanpa ekspresi ,mata yang penuh dengan kekejaman ,membawa pedang di tangan kanan nya" Liyan
Pria berjubah tersebut mengangkat pedang FireFox keatas lalu menancapkan ke tanah bersalju
KRASH
Sebuah duri es raksasa muncul didepan pintu gerbang kastil tersebut dan disitu terlihat tampak berdarah
Beberapa saat kemudian ,kastil tersebut seperti terangkat oleh tanah dibawah kastil tersebut
Duri es tersebut seketika pecah dan menampak sebuah kepala kura kura raksasa dengan tempurung yang menompang kastil tersebut
Monster tersebut adalah Julihard Olive dengan bentuk yang besar dan mirip dengan kura kura laut
Julihard seketika mengaum marah kearah Pria berjubah tersebut
ROARR
Hempasan angin dari auman Julihard membuat kerudung yang menutupi wajah pria tersebut terlempar kebelakang menampakan wajah pria tersebut yang adalah Zeros
Zeros dengan pedang FireFox di tangan kananya langsung melesat kearah Monster Julihard dengan kekuatan fisik murni
"Para orang menyebutnya..." Liyan
Zeros sudah sampai didekat depan kepala julihard lalu menebas nya secara vertikal dari atas ke bawah
"The Doom Slayer" Liyan
END
Note : Maaf ini masih baru arc permulaan dan sekarang saya tidak bisa update nanti malam lagi, jadi maafkan saya
__ADS_1
Terimkasih karena masih menunggu update dari novel ini~