
...Beberapa Saat Kemudian...
Gents setelah membantai semua bandit di goa lalu dia menyarungkan pedangnya ke pinggang kirinya dan menghampiri jasad wanita tersebut lalu dia menutupi tubuy mayat wanita itu dengan jubah yang ditemukan oleh Gents didalam goa lalu Gents menggendong jasad wanita tersebut selayaknya tuan putri dan membawa nya untuk dari goa terkutuk
Disaat sudah sampai di ujung goa yang terang dan belerang, Gents keluar dari goa bersama mayat yang dia gendong
"On" Gents bergumam dengan nada misterius
Sesaat kemudian di dalam goa terdapat pedang yang pemiliknya adalah salah satu bandit tertancap di kepala pemimpin bandit
Pedang tersebut terdapat tulisan tulisan aneh di sekujur tubuh pedang tersebut disaat Gents mengatakan "On" seketika tulisan tulisan aneh di pedang tersebut menyala biru terang
Lalu ledakan petir muncul di pedang tersebut yang sangat hebat sampai menghancurkan goa ,mengubur jasad jasad para bandit oleh reruntuhan batu goa
Gents tidak peduli dengan ledakan tersebut berjalan ke arah depan membelakangi goa yang meledak
...Beberapa Saat Kemudian...
Gents berjalan diatas salju salju yang sangat banyak di tanah lalu dia sampai di tempat yang datarannya hanya terdapat pohon yang di selimuti salju
Gents melihat tempat yang pas tersebut menurunkan jasad wanita tersebut yang ditutupi oleh jubah ke tanah bersalju
Gents menggali tanah yang bersalju dengan sebuah kayu berniat membuat sebuah kuburan untuk mayat wanita tersebut
Gents yang sudah menggali dengan dalam,dia menggendong jasad wanita terasebut lalu menaruhnya ke kuburan tersebut dalam keadaan tubuh masih ditutupi oleh jubah
Gents mengubur mayat wanita tersebut ,setelah selesai dia memberi sebuah hormat dan doa dengan cara menyatukan kedua telapak tangan sambil menghadap kearah kuburan wanita tersebut
"Semoga bisa tenang disana" Gumam Gents
Gents setelah berdoa seperti dia berbalik badan dan meninggalkan kuburan tersebut sambil melihat sebuah kalung liontin di tangan kanan nya
"Kota Konha?" Gents melihat sebuah tulisan yang bisa dia baca bernama kota konha
Kota yang berletak 100 km ke selatan dari tempat Gents berada
Gents membuka liontin nya terdapat sebuah foto wanita yang dikubur oleh Gents bersaka dengan adik nya wanita dan kedua orang tuanya
Gents menutup kembali liontin tersebut lalu mengegam erat kalung liontin dengan wajah bersalah
Gents berbalik badan dan menghadap kearah selatan yang merupakan arah ke tempat kota konha
Gents berjalan kearah kota konha berada dengan kaki nya sendiri melewati dataran tanah yang bersalju
Sudah lebih 3 jam Gents berjalan kearah selatan tanpa berhenti pun tapi tubuhnya bahkan tampak tidak kelelahan sama sekali
__ADS_1
Di dataran bersalju yang dihiasi oleh pohon pohon yang diselimuti salju terdapat siluet seorang pria berambut perak didepan Gents
Gents menatap kearah siluet pria tersebut dengan mata menyipit ,beberapa saat melihatnya mata Gents terbuka lebar tapi terhenti melihat siluet pria yang berada didepan nya sudah hilang di tempat sebelum nya
CLANK
Tiba tiba siluet pria berambut perak tersebut sudah sampai tepat didepan Gents lalu pria tersebut menebas dengan pedang nya kearah Gents
Gents dengan sigap menahan serangan tersebut membuat dentuman yang keras sampai membuat mereka berdua mundur 5 langkah masing masing
Pedang Gents seketika diselimuti tulisan tulisan aneh dan Gents pun melesat kearah pria tersebut dengan tubuh diselimuti listrik biru dengan cepat
CLANKKK
Gents menebas kearah pria tersebut tapi pria tersebut dengan mudahnya menangkis serangan nya dengan pedang nya yang tampak tidak diselimuti sihir apapun
"On" Gents
Seketika bilah pedang yang sedang bertemu dengan bilah pedang pria tersebut yang diselimuti tulisan aneh menyala biru terang
BLAARR
Lalu meledakan petir biru yang kuat sampai sampai salju salju yang tidak terkema ledakan tersebut masih terkena dampaknya menjadi air karena panas nya listrik biru dan ledakan tersebut membuat asap hitam mengepul di tempat mereka berdua
"Hanya meledak begitu saja apakah bekerja kepadaku Gents" Ucap pria tersebut dengan nada datar
Disaat itu juga dari dalam asap hitam terdapat siluet shuriken shuriken terbuat dari listrik biru melesat kearah Pria tersebut dengan cepat
Pria tersebut menebas semua shuriken listrik dengan santai membuat semua shuriken listrik terpental ke belekang Pria tersebut
BLAR BLAR BLAR
Shuriken shuriken terbuat dari listrik mengeluarkan ledakan petir yang hebat di belakang Pria tersebut
Pria tersebut ingin berkata sesuatu pada saat itu juga terdapat siluet Gents yang melesat kearah belakang Pria tersebut dengan tubuh diselimuti petir biru
Pedang Gents telah diselimuti petir biru yang membara
"Lightning Magic : Eltric Blast" Gents menebas secara horizontal dari kiri ke kanan kearah pria tersebut dengan cepat
Tapi pria tersebut langsung menangkis tebasan Gents bahkan pedang Gents yang diselimuti petir seketika hancur oleh tebasan Pria tersebut
PYAR BRUAK
Gents terpental oleh tebasan pria tersebut sampai menabrak bebatuan besar didekat sana
__ADS_1
"Uggh" Erangan Gents
Pria tersebut berjalan kearah Gents dengan santai sambil menyarungkan pedang nya ke pinggang kirinya
"Uhuk,uhuk, apakah caramu begini disaat bertemu dengan teman sekamarmu bung!?" Gents setelah berbatuk batuk dia dengan marah menunjuk kearah pria tersebut
"Lalu kenapa kau juga menanggapi dengan serius?" Ucap pria tersebut yang menampilkan wajah nya yang sebelum nya ditutupi jubah
Pria tersebut berambut perak dengan mata perak legam dan memiliki wajah tampan tidak lain dan tidak bukan adalah Zeros
"Yang benar saja, tebasan pertamamu bisa membuatku di dalam kondisi kritis memaksa ku untuk melewanmu!!" Teriak Gents
"Itu adalah latihan untukmu" jawab Zeros dengan singkat
"Kau bukan guruku sialan" Gents dengan nada kesal
"Lupakan itu,aku melihat wajahmu disaat bertarung tampak sangat marah dan rasa bersalah menjadi satu" Zeros berkata dengan nada datar dan sesaat setelah berkata seperti itu wajah Gents terkejut mendengar nya
Zeros sudah sampai didepan Gents yang duduk bersandar di batu besar yang hampir hancur tersebut
"Apa yang terjadi denganmu?" Zeros dengan nada datar
Gents membuang wajah nya kearah lain seperti enggan untuk bercerita kepada Zeros
Zeros yang melihat Gents bersikap seperti itu
"Ada kalanya seorang pria tidak bisa menahan beban pikiran itu sendiri" Zeros dengan nada datar
"Jika kau ingin mengembang beban pikiran sendirian maka kau akan jatuh suatu saat nanti" Zeros
Gents mendengar nya mata nya terbelalak lalu menatap kearah Zeros dan dia berkat tentang kejadian yang di lalui 3 jam tadi
Zeros setelah mendengar cerita dari Gents pun berkata
"Hal seperti itu sudah biasa terjadi pada dunia luar istana mu yang nyaman atau academy yang nyaman,jadi biasakan lah" Zeros
"Jadi biasakanlah kehidupan yang kita tempuhi diluar" Zeros
"Jika kau berhenti karena terjatuh maka dunia tidak berhenti berjalan hanya karena kau terjatuh luka" Zeros
Zeros mendongak keatas lalu berkata dengan nada datar tapi ada sedikit rasa kepedulian
"Begitulah cara jalan dunia" Zeros
END
__ADS_1