
...Beberapa Hari Kemudian...
Di malam hari yang indah dan langit langit nya di penuhi dengan hiasan bintang
Rombongan kereta yang adalah rombongan academy inggaly dan academy yegad sudah sampai di pelabuhan
Pelabuhan tersebut terdapat banyak kapal yang besar bisa menapung 70 orang lebih sampai ke kutub utara
Para murid murid baik academy inggaly atau yegad mereka berpapasan dengan party pahlawan disana pada saat ingin menaiki satu kapal terlebih kapal yang mereka mau tumpangi juga sama
"Are?" Haya yang adalah ketua party pahlawan dunia lain itu dengan nada terkejut melihat pangeran pangeran yang dia temui di istana melric
"Eh?" Bryan terkejut juga melihat seorang pahlawan yang dia temui di istana nya
"Maafkan saya atas kelancangan saya karena tidak menyapa anda dengan sopan" Haya membungkukan badan nya dengan nada hormat
"Tidak usah seperti itu tuan pahlawan, kalian pasti juga tidak menyangka bahwa ada kami di pelabuhan ini" Bryan
"Benar yang anda katakan ,kami memang tidak tahu jika anda datang ke sini bersama dengan suadara suadari anda" Refan dengan nada sopan
"Tidak apa apa , kalian juga kenapa ke kutub utara?" Bryan melambaikan tangan nya dengan santai
"Tentus saja, kami ingin mencari monster untuk bisa memperkuat party kami yang mulia raja" Haya dengan nada hormat
"Oh!!, Kalo begitu kalian memilih tempat yang tepat" Bryan
"Kudengar monster di kutub utara sama kuat nya di kutub barat yang di area ke 1" Bryan
Haya mengerutkan kening nya langsung mengerti jika di katakan bryan bahwa kutub barat sangat membahayakan
"Ada apa dengan kutub barat?" Haya dengan nada penasaran
"Saya mendengar jika kutub barat di penuhi monster yang sangat kuat bahkan melebihi yang kita kira" Bryan
"Jadi begitukah..." Haya
"Dan disana tempatnya juga sangat ekstrim panas karena di situ adalah benua yang di dominasi oleh inti mana Flamex" Bryan
Haya mengagukkan kepala nya dengan hormat lalu berkata
"Terimakasih untuk informasi nya yang mulia raja" Haya
"Sama sama, kalo begitu mari kita masuk bersama di kapal" Bryan
__ADS_1
Haya mengagukan kepala nya lagi dengan hormat lalu mengikuti Bryan menaiki kapal bersamaan murid murid lain nya
Zeros hanya melihat percakapan singkat antar ketua party pahlawan dengan pangeran ke 1 dari kejauhan
Zeros juga ikut menaiki kapal tersebut yang sangat besar hampir sama dengan kapal pesiar di jaman modern cuma ini lebih klasik dan terbuat dari kayu kuat yang tahan terhadap getaran tinggi atau serang sihir
Zeros mendapatkan kamar yang sangat rapih, begitu juga para murid lain dan party pahlawan lain mendapatkan kamar yang rapih juga
Zeros membuka topeng nya lalu menaruh nya ke meja bundar di tengah ruangan kamar tersebut lalu duduk di atas ranjang
"Sangat melelahkan seharian memakai topeng" itulaha gambaran di pikiran Zeros
Zeros melihat ke jendela melihat sebuah bulan yang setengah nya seperti telah hancur
"Inikah efek dari perang dunia?" Gumam Zeros
Bulan yang menjadi setengah bagian saja adalah efek pertarungan antar dewa yang berada di tier 10B dan 10A
Mereka bertarung mati matian dan hampir menghancurkan setengah bulan
Pada buku sejarah di ceritakan penyebab pertarungan kedua dewa tersebut adalah seorang wanita manusia yang di cintai dewa tersebut tersebut meninggal karena perang dunia yang kejam itu
Dewa tersebut mengetahui jika penyebab adalah dewa yang dia kenali langsung mengajak nya duel antar hidup dan mati
Mereka bertarung di bulan di luar dimensi dunia normal yang pijaki oleh Zeros
Zeros berhenti memikirkan itu lalu menyalurkan mana nya ke sekujur kapal untuk mendeteksi apakah ada yang mencurigakan
"Tidak ada yang mencurigakan tapi tidak dengan di dalam lautan di kejauhan sana" Zeros memandang ke jendela sekali lagi
...Keesokan Hari Nya...
Semua orang keluar dari kamar nya lalu pergi ke ujung kapal yang tidak menutupi cahaya yang matahari
Zeros berjalan dan lupa memakai topeng nya namun rambut dan penampilan yang sangat berantakan tidak sama sekali berubah dari penyamaran sebagai Zeno
Zeros keluar dari kabin yang membuat pandangan semua orang teralihkan kearah Zeros
Para wanita terpana melihat wajah Zeros dengan rambut hitam yang berantakan membuat nya semakin menarik
Zeros sedikit mengerutkan kening nya karena merasa ada yang salah disitu
Di saat orang lain menatap kearah Zeros membuat Zeros kebingungan sesosok Erina mendekati Zeros dengan penuh senyum
__ADS_1
"Akhir nya tuan Zeno sudah berani untuk menunjukan wajahmu kepada orang orang di sini" Erina dengan nada lembut dan tersenyum
Zeros mendengar itu langsung sadar jika dia lupa memakai topeng nya tapi wajah tetap tenang
"Lalu kenapa dengan wajahku? Jika kalian terus menatapku dengan begitu" Zeros dengan nada dingin begitu juga mata nya menatap ke semua orang dengan tajam
Semua orang tersentak mendengar nya dan tanpa sadar mereka memalingkan wajah nya masing masing
Sedangkan pangeran pangeran dari kerajaan melric, yedad, dan melmoca sedang berbicara di pinggir sambil melihat pemandangan lautan biru tidak mendengar nya karena mereka sudah terlalu asik
Felisha dan Elisha hanya diam dari kejauhan tidak tertarik kepada Zeros yang di dalam penyamaran Zeno tapi mereka hanya memansang kearah Erina dengan khawatir
Erina langsung memasang wajah jelek karena mendengar perkataan Zeros yang terdengar kesal jika di pandang terus menerus
"Apakah ada yang salah tuan zeno?" Erina dengan nada khawatir
"Tidak apa tuan putri , saya hanya tidak suka di pandang terus menerus" Zeros dengan nada monoton.
"Maafkan saya tuan Zeno" Erina menundukan kepala nya
"Tidak apa apa tuan putri saya hanya sedikit kesal saja setelah itu saya akan membaik kembali" Zeros tersenyum kepadan Erina membuat Erina ngeblush
Walaupun Zeros tersenyum terlihat lembut dan tidak ada jejak kebohongan begitu tapi itu adalah hanya buatan Zeros
Zeros hanya tersenyum tulus kepada orang tua nya sendiri dan orang orang berharga seperti kepada anak anak kecil yang menjadi korban pengorbanan di kota parwana
"Kalo begitu saya ingin duduk dulu tuan putri" Zeros dengan nada hormat
"Ano" Erina dengan nada malu malu
"Ada apa tuan putri?" Zeros
"Bolehkah aku duduk di dekatmu?" Erina dengan nada malu malu
"Oh tentu saja tapi apakah anda yakin jika duduk dengan saya seorang pria biasa tanpa berkeluarga kerajaan mana pun?" Zeros
"Tentu saja tidak apa apa ,aku hanya ingin anda lebih terbuka kepadaku" Erina menggelengkan kepala
Zeros mengerutkan kening nya tidak mengerti dengan maksud Erina barusan tapi tidak masalah nya
Zeros dan Erina duduk berdekatan tapi di saat Erina ingin lebih dekat dengan Zeros pada saat itu Zeros menjauh lalu berkata
"Tuan putri maafkan saya jika tersinggung , tapi seorang pria dan wanita yang bukan keluarga tidak boleh berdekatan karena berbahaya" Zeros dengan nada datar
__ADS_1
Erina mengerutkan kening nya tampak sangat bingung
END