
Ch. 09 - Kekonyolan & Bahasa Elien
Sementara itu Aram yang sedang focus mengolah hasil buruan untuk di jual di desa tidak melihat dua orang perempuan sedang berjalan kearah nya sehingga tidak memperhatikan nya .
“Huh….dengan ini bisa dapat kebutuhan selama beberapa hari.’’ Kata Aram dengan senang nya.
“Aram sudah selesai kerja nya.“ Kata Lina pada Aram.
”Sudah .. Lin tinggal di jual nanti.” Kata Aran sambil menoleh ke belakang tapi ketika menoleh dia langsung kaget sampai terdiam ketika mendapati seorang gadis yang sangat cantik dan sangat manis sedang berada di belakang Lina dan menatap nya dengan tersenyum.
“ Aram kamu tidak papa?” Kata Lina ketika melihat exspresi Aram yang langsung mematung ketika menoleh kearah kami.
Kemudian Lina memanggil Aram sampai berkali - kali tetapi yang di panggil masih mematung sampai membuat Lina kesal sehingga tanpa rasa belskasih Lina langsung melayang kan buah tangan tepat pada wajah Aram.
“Aduh. . . sakit . . . . Lina apa yang kamu lakukan pada ku apa salah ku . . . aduh . . . !!!’’ Rengek Aram sambil jongkok dan memegang wajah yang kena tinju dari Lina.
“ Huh … habisnya kamu ketika di panggil- pangil palah bengong kaya kesambet setan.” Kata Lina dengan sebel nya.
Sedang kan Renata yang sedari tadi haya melihat tingkah kedua orang yang sudah di anggap kakak hanya senyum-senyum sendiri dibuat nya karena melihat kelakuan konyol mereka berdua.
“Maaf deh maaf habis nya ketika melihat mu tadi ada penampakan bidadari di belakangmu sehinga membuat ku Terpesona.’’ Kata Aram dengan wajah nya yang merona sambil melirik kearah Renata.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Lina pun menoleh ke arah Renata dan memaklumi respon Aram yang wajar menurut nya. Sedangkan Renata yang mendengar pengakuan Aram itu langsung menengok ke arah belakang guna untuk mencari apa yang Aram lihat tapi nihil hasil nya dan dia pun menoleh kedepan lagi, tapi ketika menoleh kedepan dia melihat kedua orang tersebut sedang mentap nya.
“ Eh_ kenpa kalian menatap ku begitu ??” Kata Renata dengan exspres bingung.
Aram dan Lina pun saling pandang setelah di beri pertanyaan oleh Remata tetapi bukanya menjawab malah mereka tertawa karena kekonyolan mereka.
"Kenapa sih kalian, di tanya palah tertawa !!!” Gerutu Renata sambil menggembungkan pipi dan memanyun kan bibirnya yang terlihat sangat menggemaskan.
“Maaf maaf nona atas ketidak sopanan saya, kenalkan nama saya Aram boleh kah saya tau nama anda?” Kata Aram dengan ramah pada Renata karena tidak tau kalau yang di hadapan nya adalah Renata .
“Oh _salam kenal juga Tuan Aram, kenalkan nama saya Renata mohon bantuan nya mulai sekarang.” Kata Renata dengan gaya bangswan nya. sedangkan Aram yang mendengar namanya sedikit terkejut karena namanya mirip nonanya.
“Ada apa tuan Aram kok anda kelihatan bingung dan terkejut ?” Kata Renata sedikit tersenyum melihat tingkah Aram, sedangkan Aram yang melihat senyuman manis Renata gelagapan karena gugup.
“ Ha …… Wajah mu merah banget ya ampun apaan exspresi kamu itu ha ha ….” Kata Lina sambil memegang perut nya karena tertawa sedangkan Renata hanya tertawa pelan .
Aram yang malu pun hanya pasrah jadi bahan tertawaan Lina. Setelah beberapa saat barulah Lina menjelaskan bahwa orang yang ada di samping nya adalah Renata tuan mereka. Awal nya Aram tidak mempercayai apa yang Lina katakana pada nya tapi karena bayak nya bukti dan arguman dari Lina yang masuk akal walaupun sulit di percaya sehingga lama kelamaan Aram pun mempercayai ya laupun belum 100%.
Setelah menjelaskan pada Aram Renata pun kembali ke rumah, sedangkan Aram dan Lina siap-siap untuk ke desa perbatasan untuk menjual hasil buruan nya, untuk alasan kenapa mereka tidak pernah mengajak Renata pergi ke luar karena mereka takut akan keselamatan Renata dan apalagi sekarang dengan penampilannya saat ini pasti akan menjadi incaran banyak orang, baik itu petualang, pedagang bahkan bangsawan mungkin. Itulah mengapa Aram dan Lina memutuskan untuk menyembunyikan Renata sampai Renata sanggup untuk menjaga dirinya sendiri.
Di saat Aram dan Lina pergi ke desa guna untuk menjual hasil buruan Renata kembali ke kamar sambil melihat dirinya di cermin.
__ADS_1
“Huh …. Wajah ini benar-benar cantik dan manis secara bersamaan aku yakin kalau ada laki-laki yang lihat pasti akan jatuh hati kepada tubuh ini. Sebenarnya bagus si, kalau yang memiliki tubuh ini adalah perempuan tulen tapi kalu aku maka sebalik nya.” Kata Renara dengan exspresi rumit di wajah nya.
Apa yang di pikirkan Renata bukan tanpa sebab, di kekaisaran bahkan di benua ini perbudakan masih ada walaupun kekaisaran ini melarang tapi itu hanya di permukaan nya saja nyatanya masih banyak bangsiawan yang membeli budak baik untuk pengawalan bahkan kebanyakan di gunakan sebagai penghangat ranjang, budak pun berfariasi dari ras manusia, dowaf, elf dan demi hiyumen bahkan sampai demon juga ada. Maka dengan fakta itu Renata sangat kawatir dengan keselamatan nya.
Ahirnya Renata memutuskan untuk menjadi kuat supaya bisa mempertahan diri dari ganasnya dunia ini.
“Yang harus aku lakukan adalah belajar sihir terlebih dahulu karena dengan ada nya sihir aku dapat melawan dengan kekuatan aku sendiri..!!!” Kata Renata dengan penuh keyakinan di matanya.
Walaupun Renata telah bertekat akan tetapi dia masih bingung harus bagaimana memulainya karena walaupun basis pelatihan nya tinggal dualangkah lagi sampai dia mampu untuk megunakan sihir sepenuh nya yaitu menggunakan mana yang telah di kumpul kan oleh tubuh pengguna dan melafalkan mantra.
Akan tetapi sejak Renata masih belum di beri pelatihan sampai sekarang dia samasekali belum bisa melafalkan mantra tersebut. Karena mantra itu sendiri berasal dari ras peri maka bahasanya juga Bahasa yang merek gunakan, sehingga sangat sedikit yang bisa belajar sihir secara benar.
Kebanyakan orang yang tidak dapat menggunakan sihir mantra memilih menggunakan peralatan sihir yaitu peralatan yang bisa mengeluarkan fenomena sihir sesua atribut pengguna dengan mantra yang di sederhanakan karena mantra yang sesungguh nya sudah di Encan di dalam benda tersebut .
alat yang paling popular adalah tongkat sihir untuk saat ini, tapi orang yang mengunakan alat sihir tidak bisa di sebut ahli sihir karena pada dasar nya penyihir tidak butuh apapun untuk menghasikan fenomena sihir.
Makanya orang yang hanya mengandalkan alat sihir tidak dapat menjadi Sanat yaitu tingkat tertinggi untuk penyihir, maka dari itu sangat sedikit penyihir sebenarnya di dunia ini bahkan di ras peri itu sendiri juga sedikit karena Bahasa yang di gunaka adalah Bahasa peri kuno.
Kembali ke Renata yang sedang kesulitan melihat tulisan yang sangat rumit dan tidak dapat di baca bahkan oleh dirinya mantan peneliti yang sangat jenius menurut nya.
“Bahasa apa ini !!! “ Kata Renata dengan berteriak dan dengan Exspresi keputus asaan di wajah nya.
__ADS_1
“ Fixs aku tidak mengerti Bahasa ini. mungkin ini yang di namakan Bahasa elien kali Huh…..” Kata Renata dengan Exspresi kelelahan .