Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ketegangn berujung memalukan


__ADS_3

Ch. 20 - Ketegangan Berujung Memalukan


Setelah beberapa saat Renata beristirahat dia memutuskan untuk melakukan pencarian nya akan tetapi ketika dia hendak beranjak dari posisinya tanpa sengaja pandangan matanya mengarah pada segerombolan orang yang sedang berkumpul di gang  tepat di belakang nya dan sialnya lagi mata mereka saling bertemu sehingga Renata langsung mendapati sinyal bahaya dari kelompok tersebut.


Apalagi kalau dilihat – lihat sejak tadi mereka selalu mengawasi gerak – gerik Renata. Renata yang melihat itu pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu akan tetapi bodoh nya Renata atau dia sedang panik bukan nya mengarah ke pasar malah sebalik nya sehingga dia tidak dapat kembali lagi.


“ Oh bodoh nya aku. Kenapa saya palah jalan kearah sini ya.” Kata Renata yang baru sadar dengan tindakan nya saat ini .


Setelah sadar akn kebodohan nya Renata memutuskan untuk kembali akan tetapi ketika siap untuk kembali ia palah di kejutka dengan gerombolan tadi. karena mereka mengikuti nya dan sial nya mereka sudah memblok jalan menuju ke pasar. Dengan sangat terpeksa ahirnya Renatapun putarotak supaya keluar dari masalah ini.


“ Bagai mana ini. Kalau seperti ini terus aku akan tertangkap. Huuh sial sial . . ." Kata Renata sambi jalan dengan terburu – buru sambil sesekali menengok kerah belakang guna melihat apakah kelompok itu masih mengikuti nya atau tidak.


“ Aduh mereka masih mengikuti ku lagi gimana ini. “ Kata Renata yang mulai panic.


Setelah beberapa saat Renata ahirnya mendapat pencerahan yaitu mencari keramai an karena ia percaya kalau mereka tidak mungkin berani beraksi di wilayah yang bayak orang dan tempat yang ramai di desa ini ada 2 yaitu di pasar akan tetapi karena dia tidak dapat lagi ke sana ahirnya ia pilih opsi ke dua yaitu alun – alun karena di sana terdapat lumayan banyak orang.


“ Oke aku putuskan untuk mencari jalan  menuju ke Alun – alun kota.” Kata Renata dengan mantap walaupun dia buta arah.

__ADS_1


Setelah mantap Renata memutuskan untuk berjalan lebih cepat sambil sesekali menegok kebelakang takut ada pergerakan tiba – tiba setelah beberapa saat renata sampai ketempat asing dan sial nya tempat tersebut sngat sepi dan sempit karena merupakan gang –gang sempit yang di apit oleh beberapa bangunan yang lumayan tinggi.


“ Aaah sial lagi. bukan nya ke tempat yang rame palah ke tempat remang – remang kaya gini. Gimana ni.” Kata Renata sambil menengok ke belakang takut para kelompok penguntit itu masih mengejar nya.


Dan benar saja setelah mereka merasa sudah aman mereka langsung mengejar Renata dengan cara berlari. Renata yang melihat itu tidak tinggal diam dia memutuskan untuk berlari pula takut nanti tertangkap. Aksi kejar – kejaran mereka pun berlangsung cukup lama karena beberapa kali Renata melakukan maneuver – maneuver yang seringkali membingungkan para pengejar tersebut.


Setelah beberapa saat Renata pun mulai merasa kelelahan bayangkan saja seorang perempuan di kejar oleh beberapa laki – laki apalagi kebanyakan dari mereka pasti ada lah salah satu yang dapat menggunakan sihir atau skill sedangkan Renata tidak di bekali salah satu dari itu. Kalu di pikir – pikir sebuah keajaiban dia masih tidak tertangkap sampai saat ini.


Beberapa saat kemudian Renata merasa sangat lelah dan akibat nya dia hampir tertangkap oleh salah satu penyerang namun untungnya yang terkena hanya kerudung yang di gunakan sehingga dia dapat selamat. Akan tetapi tanpa dia sadari di depan nya  ada rombongan yang kebetulan lewat di depan Renata.


Rombonan itu terdiri dari 10 orang dan di pimpin oleh searang pemuda yang sangat tampan. Semua rombongan menggunakan Armor atau baju perang yang berwarna perak dan memiliki lambang Kekaisaran Barian. Dari semua kesatriya yang ada hanya pemuda itu saja yang menggunakan armor yang memiliki warna yang agak berbeda karena adanya beberapa warna emas di beberapa tempat selain itu dia juga tidak memakai Armor fuul set karena dia tidak menggunakan helem nya.


Setelah tabrakan posisi Renata berada di bagian atas sedangkan pemuda itu ada di bawah nya dan itu kebetulan atau tidak posisi kepala pemuda itu tepat di bagian dada Renata yang kita tau kalau kedua gunung kembar Renata berukuran di atas rata – rata sehingga kepala pemuda itu sampai tertelan sebagian di dada Renata.


Setelah beberapa saat Renata baru sadar atas keterkejutan nya serta menyadari posisi nya saat ini. Buru - buru lah Renata menyingkir dan membungkukan badan nya beberapa kali guna untuk meminta maaf krena kecerobohan nya sudah memakan korban yaitu pemuda tersebut.


“ Maafkan saya tuan saya sangat terburu – buru tua. Jadi tidak melihat kehadiran tuan saat saya sedang berlari. Dan alasan saya berlari karena di kejar oleh orang yang tidak di kenal. Jadi maafkan saya. Dan sampai jumpa. “ Kata Renata dengan muka yang sangat merah karena malu sambil membungkukan badan nya beberap kali dan setelah itu dia langsung pergi tanpa melihat respon dari korban tabrak lari nya.

__ADS_1


Sedangkan untuk si korban dan pasukan nya saat ini dalam keadaan mematung karena sangat terkejut. Awal nya para pengawal ingin membantu majikan nya tapi setelah melihat posisi seperti itu menjadikan mereka semua mulai ragu – ragu dan apa lagi setelah gadis tersebut berdiri dari posisinya dan menampakan wajah nya yang sedaritadi tertutup oleh rambut nya.


Wajah gadis itu sangat cantik. Belumpernah mereka semua melihat orang yang lebih cantic dari gadis yang ada di hadapan mereka saat ini apa lagi saat itu dia dalam keadaan malu yang membuat pipinya yang sedikit cabi merona dan membuat ia semakin mempesona. Jangan lupa dengan suaranya yang sangat merdu yang mampu membuat semua orang yang mendengar nya meleleh.


Dan yang paling penting adalah dadanya yang besar dan bentuk tubuh nya yang pasti sangat indah melengkapi penampilan nya. Setelah beberapa saat salah satu kestriya memberanikan diri untuk menemui pemuda tersebut yang masih sox dengan kejadian tersebut.


“Pangeran bagaimana perasaan nya ?” Kata kesatriya tersebut kepada pemuda yang ternyata adalah pangeran.


“ Badan ku baik tidak ada yang luka .” Jawab pangeran pangeran dengan cool.


“ Bukan maksut ku bagai mana rasanya ditabrak gadis yang sangat cantik apalagi anda sudah merasakan itu nya apakah empuk, nyaman. Tolong ceritakan padaku pangeran. “ Kata salah satu prajurit dengan tidak tau malunya.


“Erik bangsat kamu.” Kata pangeran degan wajah yang sangat merah karena malu.


“ Eh kok bangsat si. Bukan nya anda sangat menik mati buktinya sampai ada bekas darah di hidung anda.” Kata Erik yang sangat suka menggoda majikan nya, pangeran yang mendapat penuturan dari bawahan nya itu langsung mengecek kebenaran nya dan ternyata terbukti.


“Huft sebelum menghina seseorang sebaik nya bercermin dulu.” Kata pangeran setelah membersih kan bekas mimisan nya.

__ADS_1


Setelah pangeran mengatakan itu merekapun mereka pun berbondong – bondong mengecek hidung mereka dan keadaan nya tidak jauh berbeda dengan pangeran dan setelah menyadari nya mereka pun hanya bisa tertawa atas kekonyoklan nya. Setelah beberapa saat mereka memutuska untuk mencari gadis itu tetapi tidak menemukan nya .


Setelah lelah mencari mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan karena hari sudah mulai petang. Dan karena peristiwa itu para kesatriya dan pangeran malamnya susah untuk tidur karena selalu tebayang wajah Renata dan lebih parahnya lagi pangeran yang terkenal dingin dan anti perempuan sampai dibuat mimpi basah dibuat nya.


__ADS_2