
Setelah pulih dari keterkejutan nya ia langsung menoleh kebelakang yang ternyata jarum beracun yang di tembakan Renata tepat ada 1 meter di belakang nya sehingga ketika membayang kan ia terkena jarum itu seketika iapun langsung memucat.
Sedangkn Renata yang melihat Mio bisa bertanformasi menjadi kecil lagi langsung pnik karena itu tandanya Mio sebenarnya normal karena ia dapat mengintrol dirinya dan mesih memiliki kebijakan. Sehingga ketika ia sadar akan kesalahan nya ia langsung bergegas untuk ke loksi ia takut Mio tidak bisa mengelak dan terkena jarum beracun nya.
Di setiap jalan nya di setiap langkah Renata tak henti – henti nya meminta keselamatan Mio karena kalau terjadi kenapa – napa dengan nya ia pasti akan sangat terpukul dan sangat menyalah kan dirinya sendiri. Setelah sampai ke lokasi I mendapati kucing yang saat ini sedng mematung ia kira Mio sudah mati karena Mio terlihat sangat putih seputih kertas dan pada saat Renata memeluk badan dari Mio yang sudah kaku.
“Hu hu hu Mio Maafkan kebodohan ku Mio Hik . . Hik . Mio ku mohon jangan tinggal kan aku.” Tangis Renata yang mengira kalu Mio telah tewas.
Sedngkan Mio yang mendapat pelukan dari Renata pun langsung tersadar dari terkejutn nya dan tanpa sadar ia pun ikut menagis dan mengicap kan beberapa kata maaf juga.
“Master maaf kan saya Hik Hik Kik telah menakuti mster hu hu hu.” Kata Mio pada Renat juga sambil
menagis.
“Mio kau hidup benar – benar hidup. Sukurlah ku kira kamu mati Hik HiK Hik sukurlah Mio.” Kata Remnata masih sambil memeluk Mio.
Setelah beberapa saat merekapun mulai tenang dan mulai normal lagi.
“Master kamu jahat banget si padahal Mio Cuma ngamuk ringan tapi anda langsung ingin mengeksekusi saya seenak nya.” Kata Mio protes dengan keputusan Renata.
__ADS_1
“Habis aku pikir kamu sudah tidak tertolong lagi. Kamu kan pada saat itu seperti kerasukan dan terlihat tidak bisa mengontrol diri, apalagi dengan banyak nya urat yang timbul, mata yang merah dan lendir yang keluar dari mulut dimana gejala itu mirip dengan penyakit mematikan untuk hewan yaitu rabies.” Kata Renata.
“selain itu kamu juga berbentuk menyeramkan dan dengan penampakan mu yang seperti itu pasti membuat suiapa saja takut termasuk saya sehingga membuat aku memilih opsi ini karena yang paling rasional. Lagi pula ada pepatah yang kira – kira bunyinya seperti ini walaupun kamu di beri 1000 nyawa orang lain itu semua sekali tidak berarti di bandingkan dengan 1 nyawa milik mu sendiri.” Kata Renata dengan penuh kebajikan.
“Oh jadi nyawamu di atas segalanya gitu, bahkan jika harus megorbankan 1000 nyawa orang lain agar nyawamu selamat.” Kata Mio dengan exspresi datar.
“Eh ternyata Mio pinter juga ya Ha Ha ha.” Kata Renata pada Mio.
“Eto jika tebakanku tepat sebenarnya pepatah yang kau katakana tadi adalah karangan mu sendirikan.” Kata Mio dengan Exspresi masih sama.
“Aku kan patnermu masak sitidak tau watak dari masternya.” Kata Mio.
“Ha ha ha Bisa aja deh Mio ini.” Kata Renata sambil tertawa.
“Ne master aku mau bertanya? Kenapa harus di eksekusi padahalkan master tinggal bius aja sudah cukup dan kalu dipikir – pikir mesterkan seorang alkimis yang bahkan bisa membuat Ramuan sekelas ramuan awet muda dan dewasa instan yang katanya legendaris itu, masak buat obat penyakit rabies aja gak bisa. “ Kata Mio penuh pertanyaan.
“Eh benar katamu Mio seharusnya begitu ya, tidak harus exsekusi segala dan lagi pula akukan alkimis kenapa aku gak kepikiran. Tapi pada saat itukan aku sedang sangat panic di tambahlagi dengan penampilnmu yang kelewat serem membuat ku ngebleng dan tidak dapat berfikir rasional yang aku fikirkan saat itu adalah agar dapat bertahan hidup saja saat itu. Dan lagi menurut ku kalau kehilangan pakner ya tidak apa – apa nantikan bisa cari yang baru lagi he he he.” Kata Renata dengan candaan di ahir kalimat.
“Apa!! Jadi master pikir aku gak penting. Hu huh u hu master jahat aku nenci master hu hu hu hik hik.” Kata Mio smbil menangis setelah mendengar perkataan Renata.
__ADS_1
Dan seketika itu pula ia pun langsung berlari ke arah bukit itu dengan bertranformasi menjadi bentuk maksimal nya dan mulai menghancurkan bukit itu untuk melampiaskn kekesalan nya pada Renata. Sedangkan Renata yang melihatnya hanya membiarkan saja karena ia berpendapat kalu emosi yang di pendam itu tidak baik, lebih baik di keluarkan saja sampai lega jadi ia membiarkan sampai Mio merasa puas dan lega.
Setelah melihat Mio sekilas Renatapun memutuskan untuk focus pada tujuan awalnya yaitu mencari keberadaa dari cahaya itu. Setelah sampai ketempat bangunan yang hancur itu Renata sangat menyesal dan meminta maaf pada si pirang alias si Elf itu.
Setelah puas melihat Renata melai mencari dan memisahkan puing – puing bangunan di sana dengan sush payah. Setelah bersusah payah selama lebih dari setengah jaman ahirnya ia dapat menemukan benda berkilau tersebut yang ternyata adalah sebuah kertas yang di gulung dengan pita yang di beri hiasan permata rubi yang bersinar merah.
Setelah di buka ternyata isinya sebuah lukisn pirmida dengan beberapa warna di badan piramida dan pada satu kotak piramida tidak terdapat warna tapi sebagai gantinya di sana ada tanda X. setelah melihat tanda itu ia yang sudah berpengalaman denga 2 kehidupan pasti tau apa maksudnya karena di manapun apa bila ada tanda seperti ini apalagi di peta pasti menandakan kalu di sana ada barang tersembunyi.
Renata yang mencium bau – bau hartakarun pun sangat senang akan tetapi pada saat itu ia baru sadar kalau ia ada di dalam gua jadi mustahih ia menemukan bagunan seperti ini di sini. Sedangkan di lain tempat tampak seekor harimau Raksasa sedang ngamuk dengan ganas nya pada sebuah bukit ia menghajar bukit tersebut dengan sangat parah dengan cakar nya yang tajam.
Sngking parahnya terdapat lubang di sana – sini untung tanaman nya sudah di habiskan oleh Renata jadi gak mobazir. Tapi dalam beberapa kali Mio mencakar tanah di bukit tersebut ia merasa cakarnya seperti bertemu dengan bebatun yang sangat keras pada kedalaman tertentu. Tapi karena ia sangking emosinya ia menghirukan saja dan memutuskan untuk mencakar di daerah lain dan tanpa ia sadari ia sudah mengggali seperempat dari bukit tersebut.
Sedangkan Renata yang masih bingung dengan peta piramida tersebut pun menyerah apalagi ketika ia akan berfikir ia selalu hilang konsentrasi karena suara dari benturan yang di buat Mio. Setelah menyerah dengan kertasnya renatapun berbalik, dilain sisi setelah Mio merasa puaspun memutuskan untuk melihat hasil karianya akan tetapi betapa kaget nya Mio dan Renat mendapati rahasia dari bukit tersebut.
“Apa!!!” Kata Mio dan Renata bersamaan walau jaraknya jauh.
Ya kalian pasti bingung kan kenapa baik Renata atupun Mio sangat terkejut itu di karenakan tanpa Mio sadari ia telah menggali sebuah situs apalagi situs yang di temukan Mio tanpa sengaja adalah situs yang Renata akan cari sehingga membuat merekan sama – sama tercengang di buat nya. ya situs yang di maksud di sini adalah situs piramida yang sama persis seperti pada gambar di kertas yang di temukan Renata tadi Cuma ia tidak memiliki warna yang berfariasi mirip dengan yang ada di kertas tapi secara fisik sama walau sat ini hanya terlihat sebagian saja tapi sudah sangat jelas.
__ADS_1