Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.37- Penjaga Taman


__ADS_3

Tanpa terasa sudah lebih dari sebulan Renata tersesat di hutan dan selama itu banyak kejadian yang menimpa nya seperti Evolusi Mio dan beberapa kali menemukan banyak bahan makanan yang membuat ia bahagia,  untung ia tidak menemukan hewan buas di perjalanan mungkin Karena kehadiran Mio yang membuat semua hewan buas minder.


Kalu mau di ingat kembali ketika Renata siuman dari pingsa nya ia langsung panik bukan karena melihat wujut Mio yang meyeramkan tapi karena takut terjadi perubahan pad tubuh nya, untung nya kekawatiran itu terbantah kan setelah ia meraba tubuhnya dan bertanya pada Mio ahirnya ia dapat bernapas lega kan gak lucu ya kalau aku harus kembali lagi ke masalalu dimana untuk jalan pun susah karena belum beradaptasi dengan perubahan pada tubuh.


Juga pada saat ia dan Mio menelusuri hutan ia mendapat banyak sekali tanaman yang berguna seperti pala, pisang, kelapa, papaya dan yang paling fantastis adalah ia menemukan hamparan tanaman keledai eh… salah maksud nya kedelai yang tumbuh secara liar karena itu juga ia dapat membuat beberapa olahan seperti tempe kalau tahu mungkin nanti, karena susah bikin nya. semuanya yang ia temukan tidak ada yang membuat ia kecewa kecuali pisang, ia pikir rasanya akan enak tapi setelah ia makan isinya Cuma biji dan daging buah nya sangat sedikit. Itulah yang membuat ia sangat kecewa padahal pisang itu enak tapi kalau di pikir – pikir pisang yang ada di jaman modern adalah pisang yang dikembangkan sehingga sudah tudak ada bijinya tidak seperti pisang yang tumbuh liar di hutan.


Kembali ke cerita.


Dari kejauhan terlihat sebuah asap yang sangat mencolok di antara hijau nya hutan dan bila diamati terlihat lah seorang gadis yang sedang duduk didepan api unggun di temani sesosok mahluk sejenis kucing besar berwarna putih ia terlihat sangat menikmati suasana hening dan damai pada pagi hari ini. Ya ia adalah Renata dan Mio yang sudah selama lebih dari sebulan ia tinggal di hutan  dan apesnya ia sama sekali belum menemukan jalan menuju kota terdekat alias masih tersesat.


“Ne Mster sudah matang belum-nya…?” Kata Mio yang ada di sebelah Renata.


“Belum. Ngomong – omong sudah keberapa kali kamu mengajukan pertanyaan yang sama.” Kata Renata sambil menoleh kearah Mio.


“Te he he. Kesepuluh kalinya.” Kata Mio seolah oleh ia sedang keadaan malu sedang kan Renata hanya bisa ngelos dodo.


Setelah menunggu beberapa menit ayam bakar yang di tunggu Mio  ahirnya matang dan mereka pun makan dengan hikmat mungkin.


Setelah makan Renata merapikan semua peralatan nya tidak lupa mematikan api unggun dengan cara mengubur dengan tanah supaya mati dengan sempurna. Di siang hari ia dan Mio melanjutkan perjalanan lagi entah lah tujuan nya mau ke mana yang penting jalan saja paling nanti ketemu pemukiman kalau ia jalan lurus terus mungkin itu pikiran Renata saat ini.


Tanpa terasa hari sudah menunjukan tanda – tanda sore hari sehingga ia dan Mio memutus kan untuk istiranhat di bawah sebuah pohon besar.


“Kita istirahat di sana aja untuk hari ini.”


“Ok master.”


Rematapun mendekati sebuah pohon tumbang untuk sekedar duduk di atas nya tapi sebelum ia duduk si Mio berteriak agar ia menjauh.

__ADS_1


“ Master kembali bahaya …!!!” Kata Mio dari kejauhan.


“ Apa…??” Renata yang tidak terlalu mendengar pun bingung hingga ia dikagetkan katena tiba – tiba tanah yang ia pijak bergoyang seakan ada gempa bumi.


“Apa ini ….?!!!” Kata Renata yang panic .


Setelah itu ia merasa ada bahaya mendekat dan tanpa ia sadari tubuh nya secara motomatis menyuntikan banyak mana menuju kakinya dan dengansepontanitas ia melakukan lompatan kebelakang akibatnya ia meluncur kearah belakang dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Melihat msternya dalam keadaan yang lumayan bahaya Mio pun menggunakan kemampuan bawaan nya yaitu lakah bayangan yang memungkin kan ia berpindah menuju bayangan target nya dengan sangat cepat. Miopun langsung berada di hadapan Masternya seperti teleportasi dan dengan sigap menangkap tubuh master nya agar tidak membentur tanah atau pohon kalau itu terjadi bisa di pastikan ia akan cidera dengan cukup parah.


Sedangkan ditempat lain tepat nya tempat yang renata akan duduk terjadi sebuah ledakan yang lumayan nyaring dan cukup memekakan telinga.


BuuuuM .


Dan otomatis Renata dan Mio yang sekarang sedang mensetabilkan tubuh nya langsung menoleh ke lokasi tempat ledakan berasal akan tetapi karena terhalamg dengan banyak nya debu sehingga baik Renata maupun Mio tidak bisa menentukan apa yang menyebabkan ledakan terjadi apakah disebabkan hewan atupun bendalain.


Setelah beberapa menit asap debupun berangsur – angsur hilang dan mulai menampakan sesosok mahluk aneh yang terlihat menyeramkan dan besar. Ia memiliki badan seperti ular akan tetapi memiliki kepala menyerupai tanaman venus  saat ini tubuh nya hanya terlihat  setengahnya sedengkan yang lain mungkin masih didalam tanah akan tetapi walaupun hanya setengah tibuh ia sudah memiliki panjang sekitar 12 meter apa lagi kalau keluar semua nya betapa besar nya ia.


“Ne Mio Mahluk apa itu…?? Moster kah … !!!!” Kata Renata dengan panic karena baru pertama kali melihat moster dalam hidup nya.


Melihat Mio yang masih sox Renata pun berinisiatif untuk menyadarkan nya supaya ia sadar dan melarikan diri sebelum mahluk itu bertindak.


“ Mio sadar Mio…….!!!! Ayo kabur  ku mohon .” Kata Renata sangking panic nya sehingga ia tidak dapat berfikir dengan jernih.


“Tunggu dulu Master jangan pergi dulu karena ada hal penting yang mau ku sampaikan .”


“Apa ada yang lebih penting dari nyawa kita hah !!!” Kata Renata dengan nada tinggi sangking marah nya.


“ Sabar dulu master sekarang moster itu sudah tidak menjadi ancaman buat kita jadi diharapkan untuk anda tenang percaya padaku. Akan ku jelaskan jadi Master di harap tenang.” Kata Mio menenangkan Renata.

__ADS_1


“Oke kali ini aku akan percaya pada mu jadi jelaskan!”


“Teriakasih kalau begitu. Sebelum itu akan aku tanyakan pada master apakah kamu tau apa itu Golem ?”


“Tau golem adalah mahluk buatan yang terbuat dari tanah yang di dalam nya terhdapat inti sihir yang di isi banyak lingkaran sihir tipe tanah sehingga ia bisa tampak hidup.”


“Ya hampir benar  tapi yang anda tidak tau sebenar nya Golem itu ada beberapa jenis dan contoh paling nyata ada di depan kita ini.” Kata Mio sambil melihat kearah mahluk berbentuk ular itu.


“Apa bagaimana bisa, ia tidak terihat seperti golem sama sekali. Kamu jangan bohong padaku Mio dan lagi pula kalau dilihat paling umur mu baru beberapa tahun bagaimana kamu dapat keyakinan bahwa pernyataan mu benar?” Kata Renata dengan pertanyaan beruntun nya.


“Tunggu . . . sabar sabar aku akan menjelaskan secara sekilas supaya gampang di mengerti. Yang pertama kenapa saya yakin bahwa itu golem karena aku tau dan itu pasti. Dan darimana pengetahuan ku didapatkan itu dari masalalu, singkat nya setiap Best penguasa pada dasarnya adalah orang yang sama jadi ketika ada Best penguasa yang mati ia akan di lahirkan kembali dan secara berkala ia akan mendapatkan ingatan dari kehidupan sebelum ia mati setelah ia berevolusi.” Kata Mio Renata yang mendapat informasi itu sangat terkejut sehingga ia mematung sesaat.


“Jadi kamu berrengkarnasi begitu.”


“Bisa dibilang begitu.”


“kalau begitu semua menjadi masuk akal.” Kata Renata sebagai tanggapan sebagai seorang yang pernah merasakan Rengkarnasi manamungkin ia tidak percaya.


“Jadi MOSTER apa yang sekarang ada di depan kita ini?” Kata  Renata mengajukan pertanyaan pada Mio.


“Moster yang ada di depan kita memiliki nama sebagai Golem Penjaga Taman, Golem berelmen tumbuhan yang biasan nya dibuat oleh para peneliti ras Elif pada jaman dulu. Aku tidak menyangka akan melihat ini lagi setelah beribu – ribu tahun yang lalu.”


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2