
Sudah tiga hari Renata terjebak di tempat ini, dalam tiga hari ini Renata memutuskan untuk rehat atu istirahat sejenak karena memang jarang ada momen seperti ini beberapa bulan terahir.
Awalnya Renata bingung mau mencari makanan di mana ya secara ya di sini Cuma ada herbal saja tapi setelah di ingat ingat ia memiliki beberapa biji tanaman yang bisa ia tanam di sini seperti biji kedelai, jagung dan beberpa sayur – sayuran apalagi di sini ada aliran sungai dan untung nya di dalam nya ada banyak ikan nya dan udang udangan sehingga ia bisa tenang.
Di sini tidak ada siang dan malam Cuma ada siang aja karena tidak seperti di permukaan yang mengandalkan cahaya matahari di sini cahaya di dapatkan dari bongkahan besar batu di atas langit – langit gua sehingga tanaman di sini dapat tumbuh 2 kali lebih cepat daripada di permukaan walaupun begitu luas wilaya di sini sangat luas seperti desa perbatasan tempat aku tinggal selama ini.
Seperti hari ini kuhabiskan umtuk sekedar jalan – jalan sendiri karena Mio mager jadi ku tinggal di rumah ku sambangi satu persatu ladang di bukit ini banyak sekali ku dapati tumbuhan yang memiliki warna yang aneh seperti emas dan bahkan seperti besi karatan akan tetapi setelah ku pegang normal ternyata.
Tanpa terasa sudah beberapa jam ku habiskan untuk sekedar jalan – jalan sampai tidak sadar kalau sudah menghabiskan berjam – jam saat sadar ketika perut berbunyai.
Setelah memakan makanan yang di tangkap tadi maksud nya ikan yang ada di sungan ku putuskan untuk iatirahat saja karena sudah lelah apalagi di sini tidak ada konsep sing malam jadi ketika lelah ya tidur aja.
Setelah bangun ku putuskan untuk mandi di sungai karena sungainya tidak terlalu dalam dan posisinyapun dekat yaitu di belakang rumah ini. Takperlu takut ada yang ngintip karna di sini tidak ada orang selain Renata sendiri apalagidi sini tidak ada hewan yang berbahaya, benar – benar tempat yang ideal untuk di tinggali.
Saat Renata sedang asik berenang sampai ia sok – soan menggunakan gaya dada segala ia tanpa sengaja melihat objek bercahaya di bawah air. Karena air di sini sangat jernih sehingga ia dapat melihat permukaan dasar di sungai ini.
“Eh apa ini. “ Kata Renata penasaran dengan benda yang berkilauan yang ia lihat.
__ADS_1
Setelah ia ambil dan amati ternyata itu merupakan sebuah kalung liontin emas dengan permata sebagai hisanya. Tapi setelah ia amati lebih jauh ternyata itu bukan permata sembarangan karena ia adalah sejenis permata kusus seperti permata komonikasi yang ada di alun – alun desa perbatasan Cuma fersi kecil.
Karena penasaran Renatapun memutuskan untuk mencoba mengalirkan mana pada permata tersebut dan reaksi dari kalung tersebut membuat ia sangat kagt.
“Coba kita lirkan mana di batu ini apa yang terjadi ya.” Kata Renata penasaran.
Setelah itu ia mulai menuangkan mana pada si batu dan.
“Silau.” Kata Renata.
Kemudian secara berangsur – angsur sinar nya meredup dan Renata bisa melihat apa yang ada di depan nya.
Akan tetapi tidak kunjung hilang Karena penik iapun langsung merendam sebagian tubuh nya ke sungai sehingga hanya menyisakan leher ke atas di permukaan nya. yah walaupun menurutku percuma karena kalian tau sendirikan kalau sungai nya sangat jernih dan tidak terlalu dalam sehingga tubuh Renata masih kelihatan tapi karena Renata panic ia tidak menyadarinya.
Tak berapa lama orang pada hologtam menyapa.
"Halo siapapun yang menemukan tempt ini perkenalkan nama saya Potimas saya adalah seorang bangsawan ras Elf yang terjebak di benua ini setelah peristiwa Dewi Hampa, ini adalah taman ku dan lep penelitian ku selama ini di sini juga ada rumah ku. Juka kamu menemukan kalung dan mengaktifkan nya berarti aku sudah berhasil pulang atau mungkin sudah wafat jadi bagi si pendatang saya ucapkan selamat datang dan semua yang ada di sini adalah miliku tapi ketik kamu menemukan nya maka menjadi milik mu jadi manfaat kan dengan sebaik – baiknya ya sampai jumpa. “ Kata Potimas di rekaman tersebut setelah itu layarnya mati dan intan yang semula ada di liontin tersebut jatuh.
__ADS_1
“Huuft untung hanya pesan kalau beneran mau di taru di mana mukaku. “ kata Renata dengan wajah yang memerah.
Potimas ini memiliki wajah yang sangat tampan juga dilihat dari rekaman tersebut ia juga betubuh tinggi ia memiliki pupil mata berwarna hijau dan rambut berwarna emas, walaupun bahasanya terlihat ramah dan santai suaranya sangat bermatabat mungkin efek dari garis darah nya mungkin dan ia adalah bangsawan dari Ras Elf juga bisa dilihat dari bentuk teling nya.
Seperti yang di tuturkan tadi kalau ia adalah bangsawan yang tertinggal dan sedang melakukan penelitian walaupun tidak di sebutkan saat tadi. Ahirnya Renata memutuskan untuk serius dan tidak boleh bersantai santai lagi.
Sesampai nya ia di rumah ia langsung menuju ke lep dan melihat tumpukan catatan yang memang belum Renata rapikan karena ia masih belum menyentuh nya.
Setelah melihat catatan itu Renata menyimpulkan kalu sebagian adalah kumpulan resep dari Potion dan Exseler untuk potion ternyata ia menambahkan beberapa efek tambahan seperti meningkatkan kecepatan, kekuatan ataupun kecerdasan walau sesaat.
Sedangkan Exseler adalah kumpulan ramuan yang khusus untuk suatu penyakit yang ada di jaman itu. jadi kebanyakan kertas di tumpukan Exseler adalah diaknosa dan ciri – ciri penyakit dan di ahir baru tercantum tahapan penanganan dan resep obatnya.
Di antara dua tumpukan yang paling banyak adalah tumpukan Exseler ya tau sendiri kalau Potion kan cuma 2 jenis yaitu Mana Potion dan Potion penyembuhan dan apalagi di tumpukan potion Cuma membahas tentang potion penyembuhan saja.
“Eh~ ternyata si pirang itu adalah seorang alkimis ya kebetulan dong. “ Kata Renata penuh minat.
Renata yang melihat suatu yang menarikpun langsung terinpirasi dan dengan jiwa haus akan ilmu itu Renata dengan semangat langsung melakukan 3 M yautu Membaca, Memahani, dan Menghafalkan semua teori yang ada di berkas yang ia temuka.
__ADS_1
Renata melakikan semua itu secara terus menerus entah ia menghabiskan berapa jam mungkin atau hari. Sekali lagi karena di sini tidak ada konsep siang malam jadi Renata hanya akan berhenti apabila ia lelah kadang – kadang ia sampai lupa makan kalau tidak di ingatkan oleh Mio sangking asik dengan dunianya.
Setelah menghabiskan entah berapa waktu Renatapun memutuskan untuk mulai melakukan Experimen karena sudah merasa sudah cukup menguasai materi. Dan dengan sumberdaya yang ia miliki saat ini ia oktimis kalu ia pasti dapat menguasai semua resep dalam waktu dekat.