
Sfx : Gulutak . . .
Sfx : Brak . . .
Sfx : Krak . . .
Terdengarlah suara gaduh dari sebuah Rumah yang ada di dalam sebuah gua. Di teras juga terlihat seekor anak kucing yang sedang rebahan dengan tenang awalnya, akan tetapi karena di ganggu oleh suara yang sangat berisik itu sehingga membuat ia menyerah dan memutuskan untuk melihat sumber dari suara yang menjengkelkan tersebut pasalnya sudah dua kali ia mengalaminya pada hari ini.
“Haaaah Me – Nye – Bal – Kan !!! Dua kali. Dua kali aku di giniin, Maunya apasi tu bocah.” Kata Kucing tersebut yang ternyata Mio.
Karena jengkel Miopun langsung bergegas untuk ke loksi yang mana ia sudah tau karena ia dapat menebak siapa biang masalah di balik keributan ini. Siapa lagi kalau bukan Renata yang sayangnya sat ini menjabat sebagai masternya yang sangat merepotkan dan selalu membuat ia terkejut sampai mebuat hampir terkena penyakit jantung dengan keajaiban nya.
Setelah beberapa sat sampailah Mio keTKP dimana tempat itu adalah tempat lep biasa Renata melakikan penelitin nya. tapi betapa kagetnya Mio saat mendapati apa yang Renata lakukan.
“Nani !!! Master apa yang anda lakukan!!!” Kata Mio dengan suata keras nya sangking kagetnya karena terahirkali ia melihat Renata berniat untuk membersihkan dan merapikan lep tapi kenyataanya palah membuat darah tingginya naik. Bagaimana tidak masternya berjanji kalau ia mau membersihkan lep tapi bukan nya membersihkan palah membuat kerusakan.
Renata yang saat ini sedang focus – fokusnya menghancurkan lantai tiba – tiba di kagetkan dengan suara anak kecil yang terdengar imut ya siapa lagi kalau bukan Mio. Sehingga membuat ia langsung menghentikan aktivitasnya yang saat ini sedang menarik papan lantai yang ia palu tadi.
“Eh~ Mio kebetulan kamu di sini aku jadi terbantu. Ha ha ha . . . Mio . . Sini . sini . . Gabung buat ngancurin ni lantai plis~.” Kata Renata sambil memohon tanpa rasa bersalah sama sekali dengan apa yang ia lakukan.
__ADS_1
Mio yang mendapati permintaan aneh dari masternya takbiasa menyembunyikan urat – urat nya yang mulai bermunculan di sekitar wajah sampai leher bahkan matanya juga mulai memerah dan terlihat juga urat berwarna merah yang membuat penampilanya sangat menyeramkan saat ini. Ya ini adalah akibat dari emosinya yang ia tahan sejak pagi tadi.
Sedangkan Renata yang melihat perubahan aneh dari Mio mulai merasa was – was pasalnya ia takpernah melihat Mio seperti ini.
“Mio ~ apa kamu dengar Mio apa kamu dengar suaraku. Mio!!!! Bangun Mio! Kendalikan dirimu! Jangan sempai kamu termakan godaan setan!!!” Kata Renata yang menyangka kalau Mio kemasukn sehingga ia berusaha untuk menyadarkan nya dengan berteriak – teriak dari jarak 10 meter dan di belakang nya ada jendela yang sengaja ia buka untuk menjadi rute pelarian nya ketika keadaan tidak terkendali.
Sedangkan Mio yang mendengar kata – kata dari Renata bukan nya tenang palah tambah kacau sangking keselnya ya ibarat kaya api kemudian di siram dengan bengsin, bukan nya padam palah semakin besar.
💢💢💢
“Ha ha ha ha ha tadi kamu menyuruhku untuk menghancurkan lantai rumah ini kan.” Kata Mio dengan tawa anehnya dan dengan suara pelan nya tapi menyeramkan sehingga Renata yang di Tanya nya hanya patuh dan mengangguk.
Setelah itu Rumah yang ia tempati terjadi guncangan yang membuat Renata kaget dan langsung mencari sumbernya setelah tau sembernya yang ternyata Mio yang mau tranformasi ke bentuk aslinya. sehingga membuat Renata langsung memucat dan tanpa berlama – lama Renata langsung keluar dari jendela karena ia sudah antisipasi.
Setelah Renata ada diluar dari rumah dan dalam Radius yang aman ia pun berbalik untuk melihat keadaan rumah itu saat itu. Akan tetpi bukannya guncangan nya semakin reda ataupun hilang palah sebalik nya yaitu guncangan nya semakin besar dan intens.
Setelah beberapa saat guncangan nya pun mulai redan dan berangsur ansur menghilang akan tetapi dengan hilangnya guncangan tiba – tiba terdengar suara yang sangat besar dan terdengar menyeramkan dari dalam Rumah dan setelah itu rumah yang semula berdiri kokoh mulai menunjukan tanda – tanda akan hancur padahal kayunya sangat keras lo.
__ADS_1
“Hi~ suara apa tu. Eh tunggu kok kaya kenal. Bukan nya suara Mio fersi besar.” Kata Renata yang sadar pemilik suara itu.
“Ha ha ha ha Hancur Hancurkan Ha ha ha ha wwwaaarrrr.” Tiba – tiba suara itu terdengar lagi dengan suara tawa yang lebih keras dan di ahiri dengan raungan binatang buas.
“Mio menggila, Mio gila. Gawat Mio kena Rabies hu huhuhu malang sekali nasipmu mio hik hik hik. Karena kamu adalah panknerku sekaligus sahabat ku nanti aku akan pilihkan racun yang paling mematikan dan yang paling tidak menyakitkan supaya penderitaan mu berahir.” Kata Renata dengan berlinang air mata kala mendapati patnernya terkena penyakit yang sangat mematikan dan ia sudah mengeluarkan senjatanya berupa sumpit dan dan jarum yang telah di lumuri racun yang membuat mahluk apapun mati seketika saratnya harus mengalir di pembulu darah si korban.
Setelah beberapa saat rumah gubuk yang ia tinggali selama setahun ini pun mulai hancur rata dengan tanah setelah beberapa saat samar – samar terlihat bayangan besar yang terlihat di antara puing bangunan dan debu – debu yang berterbangan di sekitar lokasi kejadian.
Setelah sosoknya terlihat jelas Renata lngsung mengambil ancang – ancang untuk membidik bayangan tersebut. Dengan berlinang airmata tanda tak rela Renatapun agak ragu – ragu tapi dengan meyakin kan dirinya ahirnya iapun siap nmun sebelum itu ia mengucapkan beberapa kata untuk Mio.
“Mio~! Hik . hik . Hik Aku mencintaimu!! Terimakasih sudah menemaniku selama ini Hik . hik . . Selamat Jalan!! Semoga Amal dan Ibadah mu di terima di sisinya Mio aisiteru!!!!” Kata Renata dengan suara yang ia tinggikan supaya di dengar oleh Mio dan di iringi juga dengan tangis Renata saat ini dan Renatapun menembakan senjatanya kearah Mio.
Sedangkan Mio yang selesai dengan Rumah ini ia pun secara bertahap mulai tenang dan sejujurnya ia merasa sangat lega karena bisa melampiaskan semua kekesalan yang ia pendam selama ini.
Akan tetapi sayup – sayup ia mendengar suara masternya walau tidak terlalu jelas karena lumayan jauh. Setelah mencari dan menemukn posisi masternya iapun langsung merasakan firasat buruk seakan ada malaikat maut sedang mengacungkan sabit kearah nya.
setelah di amati ternyata masternya sedang menangis dan terliht mengucapkan beberapa patah kata tapi ia tidak mengerti apa yang ia katakana.
Tapi setelah melihat dan membaca kata dari bibirnya ia langsung memucat pasalnya berdasarkan terjemahan yang ia tangkap dari gerak bibirnya adalah “di terima di sisinya” dan kalu di amati lebih jeli Masternya memegang senjata berbentuk sumpit dengan jarum yang memiliki ekor berwarna hijau agak kehitaman yang menandakan kalau Racun yang masternya gunakan adalah kelas S dan sangat berbahaya bahkan untuk Best Level S sekalipun apalagi Mio yang baru level A pasti langsung mati seketika.
__ADS_1
Dengan panic Mio pun langsung bertanformasi menjadi kecil dengan sangat terburu – buru takut kena karena ia yakin kalau ia pasti mati seketika bila kena. Setelah itu tepat di samping wajah nya ada garis seperti bayangan putih melintasinya dan hampir meyerempet wajahnya tapi untung tidak. Itu benar – benar Hampir saja kena, kalau sedetik saja tranformasinya terlambat bisa di pastikan Mio akan mati dan menunggu 1000 tahun lagi untuk di lahirkan kembali apalagi ia akan mati konyol karena di bunuh oleh majikan nya sendiri karena di kira kena rabies.