
1 Pertarungan Selesai & Masalah
Setelah ia mengecek kalau ia dalam keadaan sehat wal afiat Cuma cedera pada kakinya ia kemudian mengalihkan perhatianya pada si musuh yang sekarang sedang meraung kesakitan. Si moster yang merasa di perhatikan kemudian merasa sangat takut dan kerisis karena hidipnya di pertaruhkan saat ini. Karena ia memiliki sedikit kecerdasan atau akal ia tau kalau musuh yang kali ini ia lawan sangat kuat dan dapat membunuh nya sehingga ia memutuskan untuk lari meyelamatkan diri.
Renata yang melihat moster itu ingin kabur kemudian mengambil panah otomatisnya dan langsung menembak kan tepat ke tubuhnya tapi Renata sengat kaget karena panahnya tidak menembus sepenuh nya hanya setengah, padahal panah itu sangt tajam apalagi untuk moster atau Best yang belum Reng S sehingga ia bersepekulasi kalu moster ini memiliki pertahanan setingkat Reng S.
Walaupun tidak membuat moster tersebut langsung mati moster tersebut lambat laun mulai larinya mulai pelan karena racun nya beraksi. Karena Renata merasakan gerakan besar di sekitar nya ia memutuskan untuk menembakan satu anak panah lagi ke si moster tersebut supaya langsung mati.
Dan benar saja setelah Renata menembakan panah yang kedua Moster itu langsung sekarat dan mati. Walaupun Kaki Renata cedera ia masih dapat berjalan dengan cepat sehingga ia dapat sampai ke bagkai moster tersebut dengan cepat. Setelah sampai ke depan moster tersebut ku lihat kalau moster itu sudah mati dengan kulit yang awalnya coklat menjadi berwarna ungu akibat racun dari anak panah yang di tembak Renata. Setelah puas dengan hasilkerjanya Renata kemudian langsung memanggil Mio.
“Mio datanglah.” Kata Renata melalui telepatinya.
Setelah mendapat panggilan dari Renata tidak menunggulama Miopun muncul di sampingnya.
“Ayo langsung pergi menemui Aslan dan langsung kabur sejauh mungkin karena para Best dan Moster pasti akan berkumpul di tempat ini karena pertempuran kami.” Kata Renata Langsung setelah Mio datang sambil ia memasukan mayat dari Monster Saiklop ke cincin ruangnya.
“Baik master.” Kata Mio patuh.
Setelah Renata naik ke punggung Mio, Miopun langsung menghilang dengan skillnya dan hanya meyisakan jejak hitam di tempat hilangnya mereka berdua. Tidak lama setelah Mio dan Renata menghilang seperti perkataan Renata Para Best dan Moster berkumpul ke tempat Renata dan saiklop bertarung. Di perkirakan jumlah nya cukup bayak lebih dari 100 mungkin. Kalau Renata terlambat sedikit saja mungkin hasilnya ia akan cedera sangat serius atupun tewas dengan musuh yang begitu bayak.
__ADS_1
Setelah beberapa detik sampailah Renata ketempat Aslan berada, yang sekarang tampak kaget ketika dia melihat keadaan Renata yang pada saat itu benar – benar berlumuran darah di pakaiannya dan juga ada di wajahnya walau tidak terlalu bayak tapi tetap membuat ia khawatir.
Aslan yang kawatirpun memutuskan untuk menayai Renata bagaimana kabarnya. Tapi sebelum ia berbicara ia langsung di sela oleh Mio untuk menjauh sejauh mungkin karena di sekitar sini sudah tidak aman karena akan ada bayak Best dan moster yang datang kemari karena tertarik dengan keributan yang di lakukan Renata tadi, apalagi hari ini sudah mulai petang di mana para moster aktif dan pada waktu galak – galaknya.
Renata yang ada di punggung Mio hanya diam karena ia sudah sangat kelelahan sehingga ia sudah tidak memiliki tenaga untuk sekedar merespon perkataan dari Mio dan memutuskan untuk sedikit mengistirahatkan tubuh nya.
Karena Mio takut Renata jatuh ia memutuskan untuk meminta Aslan naik ke punggung nya dan menggendong Renata karena Renata sudah terlanjur tidur sangking lelahnya. Awalnya Aslan sedikit menolak karena ia merasa tidak enak dengan Mio apalagi setelah mengetahui identitas Mio dari percakapan kami sambil mengamati pertarungan Renata tadi.
Setelah Mendengar alasan dari Mio yang tidak bisa ia bantah ia hanya bisa menurut. Dengan sangat berhati – hati aslan menggendong Renata alaputri negri dongeng sebetulnya Aslan sedikit senang, kapan lagi bisa dapat kesempatan ini tapi karena melihat kondisi Renata yang mengenaskan ini ia jadi merasa bersalah dan merasa tidak berguna karena harus bergantung kepada seorang wanita.
Setelah Aslan naik ke punggung Mio, Mio memutuskan untuk langsung berangkat untuk pergi ke perbatasan karena di sana lebih aman dan jarang Moster ke sana kalaupun ada Cuma moster tingkat B atau B+ saja yang sangat mudah untuk di musnahkan bahkan untuk Aslan apalagi Mio yang memiliki Reng A.
Sedengkan Aslan yang melihat Mio dengan mudah membunuh mangsanya pun hanya menghela napas sambil menggelengkan kepalanya karena tidak ada Best atau Moster yang memiliki Reng dibawah A+ yang selamat dari cengkraman Mio, sedangkan yang berlevel A+ Mio memutuskan untuk menghindarinya.
Sedangkan Mio bertugas untuk berlari sambil membantai semua yang menghalangi. Aslan bertugas untuk menjaga Renata supaya aman tidak jatuh dari atas tubuh nya, dan ketika Mio selesai dengan mangsanya ia bertugas untuk memasukan buruan Mio ke cincin ruangnya.
Setelah 2 sampai 3 jam berlari dengan kecepatan Mio, sambil beberapa kali mencari mangsa tibalah Mio dan Aslan ke tempat tujuan yaitu di perbatasan. Di sana mereka langsung memutuskan untuk membuat tenda terlebih dahulu untuk tempat istirahat Renata.
__ADS_1
Setelah tenda selesai Aslan ingin membaringkan Renata di tenda tapi ia menemukan sebuah masalah yang cukup berat yaitu ia melihat kalau Renata dalam keadaan yang amat sangat kacau dan kotor, yang mau tidak mau baik ia ataupun Mio harus memandikan nya atau paling tidak membantu mengganti pakaian nya yang sudah kotor dengan bercak darah yang sudah mengering di bajunya.
Lalu ia utarakan masalahitu pada Mio, dan mio juga bingung di buatnya masalahnya ia juga tidak dapat membantu dengan bentuknya saat ini tapi juga dilema karena Aslan kan cowok ya, sedangkan Renata itu cewek jadi itu sebenarnya juga tidak pantas.
Setelah beberapa saat Mio merenung sambil menunggu Renata bangun sempat ia berusaha membngunkan Renata dari sekedar memnggilnya sampai menggoyang – goyangkan anggguta badanya supaya bangun tapi tidak membuahkan hasil. Sehingga mau tidak mau ia hanya bisa menggunakan cara ini.
“Aslan dengarkan aku.” Kata Mio serius.
“Apa Mio-san.” Jawab Aslan.
“Begini master kan tidk bagun – bangu, sedangkan sangat tidak baik baginya untuk tidur dengan keadannya saat ini jadi aku ada ide.” Kata Mio ingin mengungkapkan pendapatnya.
“Apa itu?” Asln penasaran.
“Kamu basuh muka master dengan air supaya bersih kemudian kamu mengganti pakaian dari master mengerti.” Kata Mio menjelaskan.
“EEEh bukan nya itu tidak boleh itukan sangat memalukan bisa di gampar nanti kalau Hime tau.” Kata Aslan gugup.
“Bukan begitu maksudnya nanti mata kamu di tutup, dan aku akan memberi arahan ke kamu mengerti!! Ini darurat mau bagaimana lagi!! Kalau aku sudah dapat berubah menjadi manusia aku pasti akan mengambil tugas itu, manamungkin aku Rela orang lain meyentuh masterku apalagi lawan jenis!!! Sekali lagi aku tegaskan apa kamu sudah Mengerti!!!” Kata Mio emosional.
__ADS_1
“Haik mengerti Mio-sama.”Jawab Aslan sepontan.