
Haripun sudah menjelang siang dan kami langsung bergegas untuk ke tempat tujuan kami selanjutnya yaitu sebuah air terjun yang biasa di gunakan Kijang pelangi untuk minum.
“Sudah siap Aslan.” Kata Renata pada Aslan.
“Siap .” Jawab Aslan.
“Ayo berangkat.” Kata Renata dengan riang nya.
Aslan yang mendengar aba – aba dari Renata memutuskan untuk berlari pelan niatnya, supaya Renata bisa mengimbanginya tapi tanpa ia tau kalau lari yang di anggap pelan menurut nya itu, sebetulnya sangat cept bagi Renata sehingga ia tertinggal di belakang cukup jauh. Untung Aslan tidak terlambat meyadarinya sehingga ia bisa menunggunya.
Renata yang kaget karena tiba – tiba Aslan laripun panic dan tanpa ia sadari ia sudah mulai lari takut ketinggalan secara yang tau jalan di hutan ini kan Aslan.
“(Gila tu orang. Cewek cantic kaya aku di tinggal, gak waras. Ngomong – omong dulu aku juga tampan dan memiliki tempramen cuek sepertinya tapi aku gak mungkin ninggalin cewek di hutan kaya gini dia pasti jomblo dari lahir) Tungggu Aslan jangan di tinggal.” Kata Renata memanggil Aslan sambil heran dengan kelakuan Aslan.
Renatapun berlari dengan susuah payah dan beberapa kali ia hampir jatuh karena ternyata tanah di tempat ini tidak rata apalagi di tutupi rerumputan seakan – akan ada yang membuat jebakan di tempat ini. Saat ini ia menggunakan pakaian yang santai dan tipis hampir sama seperti kaus dengan celana panjang karena cuaca saat ini sedang panas terik sehingga Renata menghindari menggunakan atribut yang tebal dan bikin gerah.
Ya memang Atribut Renata tidak bikin gerah baginya. Tapi bagi Aslan malah sebaliknya, pada saat keadaan panas gini dan melihat Renata lari baginya seakan matahari berubah jadi dua satu di atas dan satu di depan bener panasnya sampai ke hati. Gimana gak panas coba Renata tu memiliki badan yang oversize di bagian – bagian tertentu seperti pantat dan dada sehingga ketika ia melakukan gerakan yang cukup besar seperti berlari bagian dadanya pasti akan bergoyang yang membuat ia tampak menggoda.
Dan gerakan itulah yang membuat Renata sangat sexsi saat ini, apalagi di padu dengan pakaian nya yang tidak terlalu tertutup sehingga membuat itunya terlihat jelas dan lama – kelamaan ia mulai berkeringat sehingga membuat pakaian nya menempel karena keringat, di tambah lagi melihat kulit wajahnya yang bermiyak dan agak sayu akibat kepanasanitu palah menambah kesexsian Renata sehingga tanpa Aslan sadari adik kecinnya sudah dari tadi menjadi sangat tegang.
__ADS_1
“Huf huft huf Ke – napa – k – kamu ninggalin aku sih Huf huft . .” Kata Renata ngos ngosan karena keleahan berlari karena mengejar Aslan.
“Gelek. Ah maaf ku pikir kamu dapat meyusul ku dengan kecepatan normal ku maaf maaf ya.” Kata Aslan lumayan bersalah.
“Master kenapa anda tidak menaiki saya saja biar cepat sampai dan dapat mengimbangi Aslan.” Kata Mio meyela karena sudah dari pagi di anggurin terus.
“Oh iya ya Maaf Mio maaf saya lupa kalu masih ada kamu He he he.” Kata Renata lupa kalau masih ada Mio yang dapat membantunya.
“Kebiasaan. Kalau ada yang baru yang lama di lupain huh.” Kata Mio meyindir.
“OK makan malam dua jatah ok.” Kata Mio pada Renata.
“Ok.” Jawab Renata.
Aslan yang mendengar kata – kata Mio bingung karena ukuran dari Mio kan kecil mana mungkin ia dapat megangkat Renata yang ukuran nya lebih besar darinya. Tapi setelah kesepakatan Mio dan Renata, Mio kemudian bertranformasi menjadi seukuran harimau dan terlihat lebih sangar. Dengan adanya peristiwa itu Aslan pun terkejut dong ketika Mio dapat berubah wujut.
__ADS_1
“EEEH kok bisa?” Kata Aslan sepontan dengan kekaguman di wajahnya.
“Bisa dong Mio~.” Kata Mio pamer dengan suaranya yang agak ngebas sekarang.
Kemudian Renatapun menaiki Mio dan Aslan pun mulai memimpin jalan karena ia yang tau tempat yang ia tuju saat ini. Dengan kecepatan Aslan yang memang cepat ini mereka ahirnya sampai ke tempat tujuan dengan waktu 2 jam saja itupun dengan kecepatan yang maksimal dari Aslan sedangkan Mio hanya mengikutinya saja karena ia memang memiliki kecepatan yang amat cepat bahkan lebih cepat beberapa kali dari Aslan sekalipun.
Setelah sampai Mio langsung berubah ke bentuk mininya dan meloncat ke pelukan Renata. Sedangkan Aslan ia langsung naik ke atas sebuah pohon untuk mengamati sekitar dan setelah menemukan target yang ternyata ada di tepian kolam air terjun. Ia langsung mengeluarkan peralatan memanahnya dan siap – siap di posisi nya.
Sedangkan Renata Haya melihat dari kejauhan ia juga mengeluarkan senjatanya berupa panah otomatis yang di lengkapi dengan skop untuk melihat di kejauhan dan setiap panah memiliki 10 anak panah kecil yang telah di beri racun pada setiap panah nya dan kebetulan yang ia akan gunakan adalah panah dengan racun pelumpuh yang di gunakan walau begitu racun ini sangat kuat untuk Best yang lebih rendah dari Renag S.
Setelah mendapatkan posisi dan sudah membidik target Aslan punlangsung melepaskan anak panahnya dan terdengarlan suara seperti suara siulan yang terdengar sedikit yaring sampai terdengar cukup jelas bahkan bagi Renata. Sangking cepatnya anak panah tersebut.
Sfx: Jelb (suara panah menancap).
Namun sayang panah yang ia lepaskan tidak mengenai Kijang tersebut karena kijang sudah mengelak terlebih dahulu Kijang ini berelmenkan angina jadi suara dari panah Aslan yang lumayan nyaring itu sudah membuat si kijang waspada terlebih dahulu setelah merasa tidak aman si kijang kemudian lari dengan sangat cepat dengan Elmen angina nya dengan sangat cempat.
Sementara itu Renata yang memang juga ingin mencoba senjatanya juga mencari buruan dan ternyata di kejauhan di antara semak semak terlihat Kijang pelangi juga dan itu terlihat Lebih besar dari punya Aslan yang ia bidik. Tanpa menunggu lama Renata pun langsung memposisikan senjatanya kea arah target dan dengan skop nya ia dapat melihat target dengan sangat akurat. Setelah di rasa sempurna ia langsung melepaskan tembakan pada panah otomatis nya, dengan suara yang senyap dan di dukung dengan bentuk anak panah yang lenih kecilitu sehingga membuat si korban tidak menyadari kalau ada bahaya yang mengancam nya.
Baru ketika anak panah menancap, ia sadar kalau ia di serang dan panic tapi ia sudah terlambat karena sekali ia terkena panah itu ia takdapat berbuat bayak selain pasrah. Selain racun yang terkandung dalam anak panah juga karena anak panak tersebut sangat kuat dan tajam. Kayu yang di gunakan oleh Renata adalah kayu bekas rumah gubuk di gua tempat ia tinggal karena kayu tersebut sangat unik ketika kayu tersebut jika tidak di aliri mana ia akan memiliki tekstur seperti kayu kebayakan, tapi ketika di aliri mana ia akan sangat keras behkan lebih keras dari baja atau berlian sehingga semua peralatan Renata sekarang terbuat dari kayu tersebut bahkan pedang dan baju pelindungnya tanpa terjeculi tentu dengan beberapa riset terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah menancap anak panah yang di tembakan Renata bukannya berhenti tapi langsung babalas smpai menembus tubuh Kijang tersebuut sehingga bukan nya ia terbius ua palah langsung mati karena anak panah itu langsung menembus organ hati dari si Kijang.