Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.67- Terbongkarnya Identitas Aslan


__ADS_3

Setelah selesai sarapan Renata dan kawan – kawanpun mulai merapikan tenda yang di gunakan tadi malam, karena tenda yang di gunakan merupakan milik Aslan. Jadi Renata hanya membantu untuk merapikan nya saja, tapi di salah satu tenda milik Aslan terlihat sangat mencolok dengn sulaman rumit berwarna hijau seperti kalfataru   dengan mahkota di atasnya.


 


Setelah selesai merapikan semua tenda yang di gunakan. Aslan tiba – tiba terlihat menggali tanah di sudut – sudut tempat kami berkemah dan setelah beberapa saat terlihat lah sebuah batu teransparan berwarna hijau muda agak kekuningan seukuran genggaman tangan dan ia menggali ke 3 tempat lagi dan di temukan batu yang sama setelahnya.


 


“Aslan bukan nya itu Giok ya?” Taya Renata.


 


“Iya ini Batu Giok atau lebih epatnya Giok Eray.” Jawab Aslan singkat.


 


“Apa!! Eray boleh lihat sebentar plis ?” Pinta Renata sangking penasaran nya.


 


“Boleh. Nih.” Kata Aslan sambil memberikan pada Renata.


 


“Makasih.” Jawab Renata.


 


Stelah Giok itu ada di genggaman nya ia langsung melihat dan mengamati dengan sangat mendetail dan setelah beberapa detik ia amati ternyata itu adalah Eray tingkat 3 termasuk Eray level tinggi. Sebebenarnya Renata sanggup dan bisa membut Eray walau ia belumpernah peraktik sama sekali tapi dalam teorinya sendiri ia sudah hapal di luar kepala tinggal pengapplikasian nya yang kurang di karenakan dana yang kurang.


 


Harga giok itu sendiri sangat malah apalagi ia paling tidak membutuhkan batu giok yang seukuran genggaman tangan orang dewasa, yang mana harganya gak main – mani yaitu 2 koin besar emas putih atau emas raja setara dengan 200 koin emas biasa untuk satu bongkah nya. Sehingga ia tidak mampu membeli batu tersebut.


 


Pernah ia mencari di Bleck market karena di perbatasan ada satu, wajar karena namanya juga perbatasan tempat pertama barang illegal masuk. Berkat Bleck market juga ia bisa mendapat cincin ruang dan peralatan alkimis dengan harga yang sangat murah jauh dari harga asli nya, walaupun ia sudah menduga kalau semua barang ini pasti hasil dari rampok atau mencuri tapi Renata cuek yang penting dapat harga murah dengan kualitas bagus masalah hasil rampasan atau kejahatan ia tidak terlalu mempedulikan nya karena ia berfikir kalau ia tidak melakukan nya ia hanya membeli saja.


 


Setelah mencari dengan susah payah ia ahirnya menemukan nya tapi harga yang di tawarkan sungguh sangat tidak masuk akal yaitu sebesar 10 emas putih besar yang katanya harganya sangat murah tapi karena aku miskin jadi aku urungkan niatku. Tapi kalau ku ingat – ingat lagi warna giok yang aku lihat di Bleck market sangat berbeda dengan punya Aslan. Punya Aslan memiliki warna teransparan kuning agak kehijauan sedangkan yang di Bleck market memiliki warna teransparan merah darah.


 


Setelah melihat warna dan ukiran di permukaan nya ia pun mengembalikan ke Aslan.


 


“Ini punya kamu.” Tanya Renata.


 


“Iya ada apa?” Tanya Aslan pada Renata.


 

__ADS_1


“Tidak Cuma penasaran apakah Eray di kerajaan mu itu harganya murah ya sehingga seorang petualang dapat memilikinya.” Kata Renata heran.


 


“Uhuk  . . . A Anu sebenarnya ini adalah warisan iya warisan dari keluarga saya Ha ha ha hh hh.” Kata Aslan kaget mendengar perkataan Renata.


 


“Jadi apakah di sana harga batu giok seperti ini murah?” Tanya Renata memastikan sambil berharap.


 


“Anu sebenarnya sangat mahal sekitar 10 sampai 20 emas putih besar tergantung pasaranitupun untuk yang kualitasnya paling rendah yaitu yang warnanya kuning pucat teransparan.” Kata Aslan jujur.


 


“Hah mahal amat di kerajaan ku Cuma 2 koin besar emas putih itupun untuk yang berwarna hijau satu tingkat level di atas batu giok yang kamu pegang.” Kata Renata heran.


 


“Murah banget emang kamu beli di mana?” Kata Aslan penaaran.


 


 


“Bleck market.” Jawab Renata polos sedangkan Aslan ngebleng sebentar setelah mendengar jawaban dari Renata.


 


“Haaah!!!~~  Bleck market!~. Pantes lah wong isinya hasil colongan semua.” Jawab Aslan sambil ngegas karena jawaban polos Renata.


 


 


“Yah intinya mungkin di kerajaan kamu harga batu giok pasti lebih murah di karenakan mungkin banyak tambang, sehingga harganya lebih bisa di jangkau sedangkan di sini jumlahnya sedikit karena kebanyakan tanah di benua ini adalah hutan, yang mana di sana adalah tempat kekuasaan para moster sehingga kami tidak bisa sembarangan menambang di tanah kekuasaan moster itu karena terlalu beresiko.” Terang Aslan pada Renata.


 


“Oh begitu pantas harganya sangat mahal disini.” Kata Renata tercerahkan.


 


Setelah nya Renatapun bersiap berangkat untuk meninggalkan hutan ini tapi untuk perjalanan ini Renata meminta untuk berjalan pelan karena ia akan mengksplor tempat ini, sambil mencari herbal yang dapat ia jadikan ramuan atau menemukan materil untuk di jadikan alat atau senjata missal.


 


Setelah semua siap Aslan pun mengeluarkan senjatanya yang sekarang ia mengeluarkan sebuah pedang yang memiliki motif yang rumit dengan warna yang mencolok yaitu emas dengan  kombinasi emas putih dan beberapa permata. Ketika Aslan sadar kalau ia mengambil senjata itu ia langsung memasukan lagi dengan terburu – buru seperti takut di lihat orang dan setelah itu ia celingak celinguk dan setelahnya ia terlihat menghela napas seakan lega tanpa ia tau kalau Renata melihat semua itu dari belakang.


 


 Setelah melihat lambang itu lagi yaitu lambang kalfataru bermahkota ia jadi teringat dengan tato di pergelangan tengan Aslan yang memiliki motif yang sama dengan lambang di pedang tersebut sehingga membuat iya curiga dan dengan adanya kejadian beruntun ini ia ahirnya mengambil kesimpulan.


 

__ADS_1


“Aslan.” Kata Renata tiba – tiba dari belakang Aslan.


 


“Eh Hime ada apa.” Kata Aslan sedikit kaget tapi ia paksa untuk tetap tenang.


 


Setelah mendapat jawaban Aslan Renatapun langsung berjalan kearah Aslan dengan agak cepat dan langsung mengambil satu tangan Aslan dan melepas sarung tangan yang di pakainya saat ini dan dengan suara yang lembut tapi mengintrogasi Renata bertanya pada Aslan.


 


“Aslan apa kamu tidak mau menjelaskan kepada ku tentang tato di tangan mu ini.” Kata Renata sambil tersenyum manis tapi bagi Aslan senyum itu adalah senyum iblis.


 


“Ah Anu ini hanya hanya   . . . .  oh ya ini tato biasa saja kok he he he.” Kata Aslan beralasan supaya identitasnya tidak terbongkar.


 


“Begitukah~.” Kata Renata sambil memelototi Aslan meminta penjelasan.


 


“I. . i. . iya kok.” Kata Aslan dengan keringat mulai menetes dan ia menghindari kontak mata dengan Renata.


 


“OH ok kalau tidak ngaku biar aku si detektif Renata yang menguak kebenaran nya fu fu fu.” Kata Renata penuh percaya diri sambil gaya ala kosplayer anime.


 


“Anu a . . a.” Aslan yang mau menjelaskan pun langsung di potong oleh Renata.


 


“Set set set kamu diam aja ok jadi anak yang baik.” Kata Renata sambil senyumpal mulit Aslan dengan jarinya karena akan berkata supaya diam.


 


Setelah Aslan diam Renata mulai memaparkan deduksinya pada Aslan.


 


“Ehem lansung kita mulai saja oke. Kita mulai dari bukti pertama yaitu tato di tangan kiri anda yang awalnya saya kira hanya tato biasa ketika diner kemarin. Tapi ketika saya melihat bentuk busur yang agak terlalu mewah untuk berburu kemarin aku jadi agak curuga, karena busur yang anda gunakan sangat indah dengan bayaknya ukuran di sana seakan itu adalah karia seni saja. Selain dari busur juga dari tenda yang sangat aneh dengan lambang yang mencolok, selanjutnya adalah Giok Eray tingkat 3 punya anda yang sangat mustahil di muliki oleh seorang petualang dan terahir adalah pedang yang tadi anda keluarkan yang kemungkinan anda salah mengeluarkan sehingga anda panic takut identits anda terbongkar.” Kata Renata beruntun sedangkan Aslan yang identitasnya hampir terbongkarpun pasrah karena sudah di ujung tanduk.


 


“Ehem jadi kesimpulan dari semua bukti tadi adalah identitas asli anda bisa jadi merupakan orang yang sangat berpengaruh mungkin seorang bangsawan. Oh tunggu dulu kalau tidak salah gambar pohon di lambang tersebut melambangkan pohon induk dimana hanya para keluarga kekaisaran yang boleh menggunakan nya katamu kan. Sedangkan mahkota melambangkan kekuasaan atau bisa di artikan sebagai kerajaan atau kekaisaran jadi dari gambar itu sendiri bisa di simpulkan kalau itu adalah bendera kekaisaran Elf saat ini, apalagi  yang bisa menggunakan nya adalah para anggota keluarga kekaisaran saja. Dan dengan usia anda saat ini bisa di pastikan kalau anda adalah Pangeran dari Kekaisaran Elf kan.” Kata Renata berbinar – binar karena telah memcahkan kasus dengan sempurna.


 


“Ya~.” Kata Aslan pelan seakan nyawanya telah meninggalkan nya.


 

__ADS_1


Aslan yang sangat shook dengan keyataan kalau identitas yang coba ia jaga supaya tidak ada yang mengetahuinya tapi malah di bongkar oleh seorang gadis yang baru ia kenal beberapa hari saja dengan sangat akurat. Sheingga membuat ia sedikit merinding dengan kecerdasan mahlik yang ada di depan nya saat ini.


 


__ADS_2