Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.61- Membuat Porion Level Menengah


__ADS_3

“Oh begitu kah. Kau begitu menurut mu berarti kamu benar. Memang kenapa kok kamu menanyakan pertanyaan tersebut Aslan. Apa jangan – jangan kamu tudak tau pantangan kalau tabu menayakan usia pada seorang perempuan. Gak sopan tau.” Kata Renat sambil menata botol yang akan ia siapkan untuk wadah Potion nanti.


 


“Begitu kah aku baru tau karena di negri kami tidak ada istilah sedemikian rupa. Adapaun kenapa aku menayakan itu aku Cuma heran dengan usia mu ini kamu bisa melakukan bayah hal yang bahkan orang sepantaran mu tidak bisa.” Kata Aslan jujur.


 


“Emang gak ada. Wajar mungkin ya karena umur dari ras kamukan sangat panjang tidak seperti kami yang rata – rata hanya memiliki umur 100 tahunan saja.” Maklum Renata.


 


“Mungkin iya ya.” Jawab Aslan.


 


 


Kemudian Renata pun mulai membuat Potion peyembuh tersebut. Pertama Renata memasukan tanaman hati tersebut kedalan sebuah tabung reaksi yang telah di isi dengan air terlebih dahulu.


 


“Memang harus satu tanaman utuh ya Hime?” Tanya Aslan.


 


“Sebenarnya tidak, anda juga bisa hanya menggunakan daun nya saja lagipula para alkimis biasanya hanya menggunakan bagian daun nya saja. tapi kalau untuk ku biasanya menggunakan semua bagian walau lebih susah tapi dapat meningkatkan efektifitas sampai 1 setengah kali lipat dari biasanya.” Jelas Renata.


 


“Begitu ya aku baru tau.” Kata Aslan.


 


“Emang kamu bisa buat ramuan atau Potion?” Tanya Renata.


 

__ADS_1


“Enggak si.” Jawab Aslan.


 


Setelah masuk Renata mengambil batang logam kusus yang terbuat dari logam sihir yang biasanya di gunakan pada sirkuit di dalam tongkat sihir,  ukuran biasanya 10 sampai 20cm.


 


“Hime tongkat apa yang kamu pegang itu?” Tanya Aslan.


 


“Ini adalah tongkat kusus yang biasa di gunakan untuk menghantarkan mana secara langsung sehingga mana yang di salurkan tidak terbuang percuma sehingga proses pembuatan akan semakin cepat.” Jawab Renata dengan penuh kesabaran sambil menunjukan batang logam itu.


 


Setelah tongkat kusus di celupkan Renata mulai menuangkan mana pada dirinya ke dalam  tongkat yang nantinya mana itu di salurkan ke dalam air di tabung tersebut, setelah mana terserap kedalam air air tersebut bersinar dengan warna coklat keemasan sesuai warna mana Renata.


 


maka semakin baik dan kalu bisa langsung di kemas di wadah yang tertutup atau kedap udara supaya hasiatnya tidak menguap ke udara.” Terang Renata.


 


Aslan yang melihat hanya mengangguk tanda setuju. Setelah menuangkan mana ke dalam air melalui tingkat kusus tersebut Renata kemudian mulai mengaduk aduk air tersebut, walaupun tidak terlali julas karena terhalang cahaya yang di pancarkan oleh mana yang ada di air tapi kita masih dapat melihat kalau tanaman Hati daun yang ada di dalam tabung tersebut lama kelamaan mulai terkikis dan warna cahaya juga menunjukan ada warna lain yang muncul yaitu warna merah muda.


 


Setelah beberapa saat cahaya pada tabung reaksi mulai memudar dan warna yang semula coklat keemasan berubah menjadi merahmuda sepenuhnya, tapi Renata masih tetap meyuntikan manaya secara konstan dan teratur baru setelah cahaya itu sudah benar – benar hilang ia berhenti mengaduk dan menuangkan mana pada air di dalan tabung Reaksi dan kalau di lihat air di dalam nya sudah berkurang setengah dari volume awal dan tektur yang awalnya sangat cair sekarang agak sedikit mengental seperti sirup.


 


“Bagaimana Aslan megerti.” Kata Renata pada Aslan yang masih takjub setelah melihat Renata Meramu karena biasanya seorang Alkimis sangat tidak suka kalau saat ia sedang meramu ia diganggu atau dilihat mungkin karena membutuhkan pikiran ektran ya.


 


“Wow hebat sekali kamu Hime dapat membuat Potion dengan sangat cepat. Dan untuk pertanyaan mu tadi sepertinya aku sedikit mengerti.” Kata Aslan penuh kekaguman.

__ADS_1


 


“Begitukah terimakasih dan untuk yang tidak kamu mengerti mungkin bisa kamu tanyakan kepadaku mumpung belum mulai meramu lagi karena setelah ini aku akan sangt focus supaya bisa cepat selesai.” Kata Renata sambil memasukan Cairan Potion ke dalam botol yang ia sediakan dan ternyata setiap meramu ia dapat menghasilkan 4 botol sekaligus dengan hanya 1 tanaman daun hati tersebut walau kalau di hitung dalam satu tanaman biasaya ada 4 sampai 5 kelopak sih.


 


Setelah di berikan kesempatan oleh Renata aslan pun mengajukan beberapa pertanyaan dan langsung di jawab dengan sesederhana mungkin oleh Renata supaya dapat di mengerti oleh Aslan. Setelah Aslan tidak mengajukan pertanyaan lagi Renata langsung ke mode kerjanya dan ia langsung mulai membuat Potion dengan sangat terampil setip satu Ramuan ia hanya membutuhkan 10 sampai 15 menit karena semua di lakukan sendiri dari meyiapkan air sampai memasuka ramuan yang telah jadi. Beberapa kali Aslan menawarkan bantuan tapi di tolak oleh Renata karena memang ia lebih suka untu melakukan sendiri atau mungkin ia sudah terbiasa bekerja sendiri.


 


 


Ahirnya setelah 5 jam bekerja Renatapun selesai meramu dam mengolah semua tanaman yang ia temu kan yaitu 40 tanaman Daun Hati dimana ia dapat menghasilkan 160 botol remuan Potion tingkat menengah yang ia jejer di matras yang ia gelar tadi sore.


 


Aslan yang melihat Renata gila bekerja hanya memandang aneh karena setaunya mambuat Potion itu memerlukan mana yang tidak sedikit bahkan sangat banyak. Untuk alkimis biasa dalam satu hari dapat membuat 5 sampai 8 itu saja sudah merupakan pencapian yang membanggakan dan sulit untuk mencarinya tapi setelah melihat Renata meramu dengan sangat lencar, cepat dan tanpa kesalahab apalagi ia meramu 40 kali secara berturut turut tanpa jeda dan tidak terliat seperti orang yang kehilangan bayak mana betapa gila mana yang ia miliki saat ini.


 


Bahkan untuk kami bangsa Elf yang katanya di berkahi dengan Mana yang paling besar dari pada bangsa lain nya mungkian akan tepar atau meyerah pada putaran kedua mungkin. Untuk membuat airbiasa menjadi bercahaya karena mana kalian pikir simple tentu saja tidak. Dan aku mencoba sekali tadi dan hampir pingsan setelah 5 menit mempertahan kan manaku pada air yang di siapkan Renata untuk melatih control ku sebelum ke tahap selanjut nya ya ku akui pelatihan itu sangt berat selain menguras mana yang sangt bayak juga aku beberapa kali menghancurkan wadah karena terlalu banyak menuangkan mana untung wadah yang di gunakan menggunakan kayu jadi gak terlalu berharga.


 


Tanpa Aslan sadari Mio duduk di samping nya.


 


“Waah sudah beberapa kali aku lihat tapi tetap saja aku masih heran sama Master yang memiliki mana lebih besar bahkan untuk moster sekalipun.” Kata Mio tiba – tiba.


 


Aslan yang tiba – tiba melihat Mio kaget tapi kemudian ia hanya mengangguk membenarkan perkataan Mio tadi.


 


“Ya dia memang lebih mengerikan dari Moster itu sendiri.” Kata Aslan yang ingat ketika ia di gampar oleh Renata.

__ADS_1


__ADS_2