Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.39-Mio Evolusi Lagi


__ADS_3

Mio Evolusi Lagi


Dikejauhan tampak lah lapangan hijau dengan sebagian hutan berwarna abu – abu dan kalau di perhatikan dengan seksama di sana terlihat sosok manusia yang sedang kejar – kejaran dengan mahluk sejenis kucing berwarna putih dengan sedikit corak hitam. Di sela proses kejar – kejaran tidak lupa si manusia meneriakan entah apa mungkin karena pisisi saya yang ada di dimensi lain jadi gak kedengeran tapi yang pasti mereka adalah Renata dan Mio.


Biar gak bingung kita Flesbek beberapa menit sebelum kejadian.


Setelah menon aktifkan sihirnya Renata pun ahirnya berjalan kearah Mio dengan sikap yang keren, Angkuh dan Berwibawa seakan ia mengatakan puji aku, sembah aku ha ha ha ha. . . . sedangkan Mio yang berangsur – angsur sadar atas keterkejutannyapun tanpa ia sadari tubuh nya reflek mundur ketika melihat Renata mendekat. Renata yang melihat Mio palah menjauhinya heran dan ahirnya terjadilah peristuwa kejar – kejaran.


“Mio ~ kenapa kamu lari hah!! “ Kata Renata kepada Mio yang tiba – tiba menjauh dari nya.


“Diam kau iblis! Kembalikan mastarku-nya, jangan kira kamu dapat membohongiku ya. Mana mungkin manusia dapat melakukan apa yang tadi kau perlihatkan pasti kamu kan Iblis jahanam! Keluar kamu dari tubuh master-nya!!!!“ Kata Mio dengan suara yang keras walaupun hati was – was takut di kutuk jadi batu.


Sedangkan Renata yang melihat Mio berhentipun ahirnya juga ikut menghentikan langkah nya. takseperti Mio yang masih bugar dan tanpak tidak ada kelelahan sedikitpun berbanding terbalik dengan kondisi Renata yang saat ini di basahi oleh keringat yang sudah membuat bajunya sedikit basah,  juga bisa dilihat dari napas nya yang terengah – engah dan ahir nya iapun tumbang juga. Ya maklumi saja dengan tubuh Mio yang saat ini kecil dan ramping sehingga memudahkan untuk ia bergerak sedangkan Renata dengan tubuhnya yang lebih besar apalagi dengan beban berat yang selalu ia bawa kemana – mana hingga ia tidak dapat meyaingi kecepatan Mio kecuali bila ia menggunakan mana untuk menguatkan tubuh nya.


Renata Pov


Aku yang masih lelah dan mengatur napas pun dibuat terkaget – kaget, seakan – akan aku tersambar petir dan membatu ketika dituduh kesurupan iblis jahat oleh Mio. Kaget karena semua tidak sesuai dengan exspektasiku. Semula aku kira setelah aku menunjukan kebolehanku dalam bidang sihir nanti Mio akan terkagum – kagum dan akan lebih hormat dan tidak membantah perktaanku, apalagi menghina dan meremehkanku tapi siapa sangka setelah aku selesai membereskan si ular berengsek itu bukannya kagum denganku  palah takut dan mencurigai kalau aku kesurupan iblis jahat. Bukankah itu terlalu Berlebihan, ataukah mungkin aku jadi jelek gak imut dan cantic lagi sehingga dikatain sebagai iblis jahanam hu~…… aku kayak nya kelelahan deh dan butuh istirahat.


Pov end.


 Dikarenakan Renata sangat lelah dan males meladeni kelakuan Mio ia memutuskan untuk istirahat di bawah sebuah pohon yang cukup teduh dan tanpa ia sadari ia pun tidur terlelap. Melihat Renata sudah tertidur Miopun keluar dari persembunyian nya dan dengan mengendap – endap ia pun mendekati Renata dengan sedikit was – was. Setelah di rasa aman ia pun memutuskan untuk membiyarkan nya ia pikir nanti ketika Renata sudah bangun iblisnya akan hilang.


Dikarenakan Mio bosan menunggu Renata yang belum bangun dari tidurnya ia pun memutuskan untuk melihat hasil karia Renata tadi, setelah beberapa langkah sampailah ia di tempat serangan Renata di luncurkan dan terlihatlah bahwa semuanya berubah menjadi batu bahkan tanah yang di injak nya pun mengeras seperti batu dan rerumputannya pun juga mengeras dan tampak tajam seperti pisau atau paku lah.


Setelah puas memandangi area bawah ia pun memutuskan untuk mendongak guna melihat si ular akan tetapi kok besar baget ya bukan nya Cuma 12 meter ya. Setelah beberapa menit ahir nya ia sadar kalau ia masih dalam bentuk mini nya dan tanpa banyak pikir ia pun berubah kebentuk aslinya yang saat ini ukuran nya seperti singa dewasa.


Setelah berubah bentuk ia memutuskan untuk menghancurkan patung ular tersebut karena di dalam nya pasti ada Kristal Best nya dan itu pasti sangat berguna untuk nya apalagi dilihat dari ukuran nya bisa di pastikan bahwa ini best Reng A. Dengan inti bes level itu bisa di pastikan kalau ia bakalan berevolusi lagi.


Karena melihat manfaat nya iapun langsunga meluncurkan serangan nya berup cakaran tajam Yang apabila itu diarahkan ke orang maka badan orang itu akan hancur terkoyank sangking keras dan tajam nya, akantetapi ketika mendarat ke patung ular tersebut itu hanya menghasilkan goresan dan setiap cakar Mio bertemu dengan pating itu pasti menghasilkan percikan api dan suara decitan yang cukup keras hingga terdengar sampai ketempat Renata yang sedang istirahat.

__ADS_1


Renata yang sedang istirahatpun ahirnya terganggu dengan suara yang sangat mengganggu tiduenya tersebut higga memaksanya untuk bangun.


“Suara apa si~. Ya ampun gak lihat pa ada bidadari lagi bobok cantic, benerdeh. “ Kata Renata kesal dengan di bumbui dengan aksi narsis nya.


Setelah nyawanya terkumpul semua Renatapun memutuskan untuk melihat sumber dari keributan tersebut dan terlihatlah si Mio yang dengan brutal nya berusaha untuk menghancurkan ular yang sekarang sudah menjadi patung itu. Karena kasian Renata pun memutuskan untuk membantunya.


“Mio awas nanti kamu kena serangan ku.” Kata Renata pada Mio yang belum sadar kalau Renata sudah ada di dekat nya.


Mendengar suara yang sangat familiar itupun Mio pun langsung menjauh dan menanyakan beberapa pertanyaan pada Renata.


“AAAh!! Kaget aku-nya. k. . k . .kamu siapa Master kah a. . a . .atau Iblis?” Kata Mio sambil tergagap.


“Kitakan sudah punya kontrak!! Jadi kenapa kamu gak cek sendiri.” Kata Renata dengan Exspresi jengkel karena di tuduh iblis.


“Oh iya ya He . He . . .” kemudian Mio pun memejamkan matanya untuk mengecek jiwa dari Renata setelah di cek ternyata normal dan tidak ada masalah sama sekali.


“Master maaf salah-nya he he he.” Kata Mio pada Renata.


Setelah kesalah pahaman selesi Renatapun menyuruh Mio untuk berdiri di belakang nya. setelah dirasa sudah aman Renata pun mengambil kertas dari saku di rok nya kertas nya tidak terlalalu besar berbentuk persegi panjang dengan ukuran 20X5 Cm dengan beberapa pola di dalam nya. Setelah  itu ia membuat gerakan tanyan seperti Omioji di Anime jepang dengan menjepit kertas di sela – sela jari telunjuk dan tengah.


Setelah itu Renata mengalirkan mana pada keras tersebut sampai beberapa saat kertaspun merespon dengan mengeluarkan cahaya warna cokat keemasan dan kemudian secara tiba – tiba kertas itu terbang kedepan Renata dan mengurai sampai ahirnya menghilang setelah menghilang munculan sebuah lingkaran sihir dengan diameter sekitar 1,5.M  secara misterius di tempat hilang nya kertas tadi dan setelah nya di tengah – tengah lingkaran memunculkan sebuah benda seperti stalaktit yang sangat tajam dan kalau di lihat – tihat seperti terbuat dari logam seperti tembaga.


Ahirnya dengan sebuah kata “Aktif “ dari Renata setalaktit tersebut langsung meluncur tepat kearah kepala patung ular dan terdengar lah bunyi yang memekakan telinga akibat benturan benda yang sama – sama kuatnya sehingga membuat yang menggunakan serangan itu juga menutup telinga nya.


Setelah beberapa saat terpampang lah hasil serangan Renata yang menghancurkan setengah dari kepala si ular dan di bawah juga sudah berserakan bebatuan dari bekas kepala ular.


“Seperti biasanya ketika menggunakan serangan ini selalu menghasilkan suara yang sangat mengganggu.” Kata Renata yang sedikit sewot.


“Master apa – apaan tadi itu.” Kata Mio yang kali ini terkejut lagi.

__ADS_1


“Aku bukan Mastermu aku iblis.” Kata Renata yang masih dengan ekpresi dan nada yang sama.


“Ayolah master aku Cuma bercanda-nya. jangan di anggap serius, kalau keseringan marah nanti cepet tua lo-nya.” Kata Mio pada Renata yang masih ngambek.


“Sudah sudah . . pergi sana ambil tu inti mosternya dan cepat serap supaya kita bisa memulai perjalanan.” Keta Renata sambil melipat tangannya.


Setelah di beri intrusi oleh Renata Miopun  mulai mencari inti muster tersebut setelah beberapa saat ahirnya ia menemukan Kristal berbentuk bundar yang ternyata adalah inti dari moster tersebut setelah menemukan nya miopun langsung memakan nya dan menyerap nya. Setelah memakan nya Miopun langsung di selimuti dengan dengan cahaya hijau tua dan terlihat sangat menyilaukan bahkan untuk Renata.


Renata pun menunggu dengan sabar sampai beberapa jam kemudian karena kesabaran renata ada batasnya ahirnya ia pun memutuskan untuk tidur saja toh nanti kalau sudah selesai ia pasti akan membangunkan nyakan.


6 jam pun tidak terasa terlewati dan ahirnya Mio pun sudah menunjukan kalau proses penyerapan nya akan segera berahir itu bisa dilihat dengan semakin meredup nya  cahaya hijau di sekitar Mio dan beberapa menit setelah nya cahaya hijau yang semula terpancar sangat terang itupun sudah sepenuh nya lenyap.


Akan tetapi tanpa diduga – duga beberapa detik setelah cahaya hijau itu seudah lenyap kemudian munculah sebuah cahaya tapi berwarna gelap keunguan di sekitar Mio, di ikuti dengan suara ledakan yang sangat keras dan angina yang mampu mempuat pepeohonan hampir roboh.


“BuuuuuuM!!!!” Suara  yang tiba – tiba  terdengar dari tempat si Mio.


Renata yang sedang bobok pun terbangun dan dengan Reflek menoleh ke sumber suara yang ternya di tempatnya Mio apalagi akibat dari suara itu menimbulkan gelombang angin yang kemungkinan tinggi tanpa basa – basi Renata pun mengeluarkan kertas segel jenis pertahanan di cincin ruang nya dan langsung menaktifkan nya sehingga terbentuklah sebuah tembok yang terbuat dari campuran logam dan tanah di depan Renata.


Seelah tembok berdiri terjadilah badai angina yang di sebabkan dari Evolusi yang di lakukan Mio tadi dan akibat nya tidak main – main semua pohon di dekat nya sekarang banyak yang sampai menyentuh tanah sangking kuat nya tekanan angina itu.


Setelah beberapa saat berhentilah badai tersebut Renata yang melihat kalau semua sudah aman untuk keluar ahirnya memutuskan untuk melihat Mio karena ia kawatir padanya akan tetapi setelah melihat ke tempat Mio sekarang ia sangat kaget.


“Astaga Apa – apaan itu. Apakah itu Mio.” Kata Renata setelah melihat penampakan Mio yang sekarang.


“Benar Master Ini saya.” Jawab Mio dengan suara yang berat dan terkesan sangat berwibawa.


“Besar sekali.” Kata Renata sambil berjalan mendekat.


Sebagai gambaran setelah selesai berevolusi ia bertumbuh dengan kecepatan yang mengagumkan dari yang dulunya hanya sebesar singan dewasa dan sekarang sudah sebesar gajah dan sudah terlihatlah beberapa corak di badan Mio sehingga membuat ia tampak sangat cantic dan menawan.

__ADS_1


 


__ADS_2