
Ch. 06 - Kentang Goreng
Ketika sedang asiknya makan Renata teringat dengn kentang yang dia temukan di hutan kemarin setelah itu dia bertanya kepada Lina apakah dia memiliki persediaan miyak yang banyak .
“Kak Lina apakah kakak memiliki persediaan minyak yang banyak. . .?” Tanya Renata kepada Lina.
“Ada si karena baru beli tadi pagi memang ada apa nona. . .?” Tanya Lina kembali kepada Renata.
“Begini aku mau melakukan suatu hal tapi aku maunya sendiri gak boleh ada yang bantu oke .” Kata Renata dengan ekspresi yang serius menurutnya tapi terlihat lucu bagi orang lain.
Karena melihat keseriusan dari nonanya Linapun membolehkan nya asalkan tidak membahayakan nya.
“Oke tapi harus ingat. . .! gak boleh melakukan kegiatan yang berbahaya. Harus janji ya . . .!” Kata Lina mutlak sambil membelai dan mengelus rambut Renata yang halus. ”halus nya … bisa jadi kecanduan ni.” Kata nya dalam hati.
“Yee . . . di bolehin. Terima kasih kak, aku janji akan menjaga diriku sendiri kak. Jangan kuatir.“ Kata Renata dengan pandangan yang serius .
“Bagus kalau kamu mengerti.“ Kata Lina masih dengan menelus-elus rambut nya .
__ADS_1
Setelah itu Renata memutuskan utuk pergi ke dapur sesuai apa yang di rencanakan disana kemudian dia mengambil kentang di dalam kantong kecil kemudian mencuci setelah itu dia mengupas kulit nya setelah bersih dari kulit dia memotong dengan pola persegi panjang seperti bentuk kentang goreng pada umumnya.
Setelahnya kentang di rendam pada air yang di beri garan dan bawang putih lalu dia menyiapkan penggorengan yang sudah diisi minyak secukup nya setelah semuanya siap dia menyalakan api dengan memecahkan Kristal api yang berukuran sangat kecil sehingga menghasilkan nyala api .
Setelah sudah siap miyak nya dia mulai bersiap untuk memasukan kentang tetapi sebelum dia mulai memasukan kentang ke dalam wajan dia di kejutkan dengan teriakan Lina setelah melihat apa yang Renata kerjakan .
“Nona apa yang kamu lakukan !!! bahaya nona nanti terkena luka.” Sambil mencomot Renata yang sedang ungin memasukan kentang yang telah di rendan ke wajan.
Setelah nya Renata di marahi dan di ceramahi oleh Lina supaya tidak mengulangi lagi.sedangkan untuk membuat kentang goring nya dengan bujukan dan rayuan sampai-sampai harus ekting menangis Renata ahirnya bisa membuat Lina tidak tega dan ahirnya yang menggoreng kentang nya adalah Lina karena tidak mau nona nya kenapa-kenapa.
“Nona tunggu apa ini dapat dimakan. Bukannya beracun. “ Kata Lina dengan penuh keraguan .
“Gak ini tu dapat di makan dan rasanya enak. “ Kata Renata meyakinkan Lina .
“Nona tau dari siapa kalau koh dapat di makan ??” Kata Lina coba bertanya pada Renata.
“Dari aku . pokok nya makanan ini gak beracun titik.” Kata Renata dengan cemberut .
__ADS_1
Sedangkan Aram yang melihat perdebatan tersebut hanya diam . lama-kelamaan dia menjadi cukup tertarik dengan gorengan di depan nya karena bau nya enak setelah memantapkan dirinya dia membernikan untuk mencoba satu. Setelah beberapa saat setelah dia mencobanya betapa kagetnya dia karena makanan yang di anggap nya beracun dan hanya bisa dibuat makanan ternak ternyata setelah di goreng rasanya akan seenak ini.
“ Enak nya.” kata Aram dengan wajah yang terlihat terpuaskan.
Setelah mendengar gumaman dari Aram, Renata dan Lina pun menghentikan perdebatan mereka dan melihat apa yang dilakukan aram yang ternyata sedang menikmati makanan yang dari tadi sedang di perdebatkan oleh mereka berdua.
“Aram apa yang kamu lakukan. Kenapa kamu makan itu nanti keracunan !!” Kata Lina dengan sedikir meninggikan suaranya.
“Tidak apa-apa Lina gak beracun kok buktinya aku gak apa-apa sekarang palahan, ni rasa gorengan ini tu enak bangat kamu harus coba deh.“ Kata Aram sambil menyodorkan beberapa batang kentang pada Lina.
Dengan terpaksa Linapun menerima nya dan memakan nya dengan rasa kawatir takut nanti keracunan. Tapi setelah merasakan satu gigitan dia merasakan sensasi yang begitu menakjubkan karena setelah dia menggigit kantang goreng tersebut rasa gurih dari bumbu dan teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam menghasilkan perasaan enak yang belun dia rasakan sampai saat ini.
“Apa ini kenapa rasanya enak banget.” Kata Lina dengan wajah yang sulit untuk menerima kenyataan.
“Apa aku bilang enak kan. Di bilangin si bawel.” Kata Renata dengan angkuh dan wajan yang saat ini sangat menyebal kan bagi Lina.
Setelah melihat reaksi Renata dan Lina ahirnya Aram pun tidak kuasa untuk menahan tawanya. setelah melihat Aram tertawa Reata dan Lina pun demikian ahirnya mereka memakan kentang goreng sambil tertawa sambil sekali-kali Renata memberikan kuliah bagaimana cara mengolah kentang atau yang dikenal dengan Koh tersebut .
__ADS_1