
Renat Pov.
Gelap itulah yang di rasakan Renata saat ini, di tempat yang terlihat adalah kegelapan bahkan aku tak dapat melihat tangan ku sendiri sangking gelap nya, di sini juga tidak ada angina yang berhembus atau mungkin tidak ada udara disini tapi anehnya aku masih bisa bernapas.
Sempat beberapa kali kucoba untuk sekedar ngobrol atau berbicara pada Mio tapi anehnya suara ku tidak menghasilkan suara sama sekali seakan aku seperti orang yang bisu, sehingga aku tidak dapat berfkomunikasi dengan nya. walau begitu aku sadar kalu ia ada delkat ku saat ini, sehingga aku dapat tenang. Ya lebih tepatnya ia berada bawahku saat ini karena aku sedang menaikinya.
Entah kenapa aku merasa kalu waktu di sini berjalan sangat lambat beberapa kali dari dunia luar tapi aku memutuskan untuk cuek saja. setelah beberap waktu yang tidak saya ketahui suasana yang awalnya gelap dan senyap seakan tidak ada kehidupan tiba – tiba kurang dari kesekian detik langsung berubah menjadi suasana yang cerah dan sangat menyilaukan mata.
Sangking mendadaknya sampai aku tidak dapat beradaptasi. Apalgi perubahan nya sangat cepat dan mendadak sehingga mataku gagal merespon, bayangkan ketika anda di tempatkan di dalam ruangan yang sangat gelap sampai tidak ada cahaya stupun selama beberapa jam kemudian di paksa untuk pindah ketempat yang sangat terang pasti akan menimbulkan sensasi yang sangat sakit seperti linu di area mata.
“(Sakit sekali rasanya).” Kataku dalam hati.
Pov end.
Di sebuah padang rumput sebuah hutan tiba – tiba dengan ajaib terlihatlah sebuah objek besar muncul dari dalam bayangn sebuah pohon. Setelah sepenuh nya terlihat ahirnya terlihatlah dengan jelas kalu sosok itu adalah seekor harimau seukuran gajah dan di atasnya terdapat seorang gadis yang menaikinya dan sosok itu adalah Mio dan Renat setelah keluar dari dunia kegelapan dengan salahsatu skill bawaan Mio.
“Ahhhhhh mataku mataku sakit . . .” Teriak Renat ketika keluar dari tempat gelap tadi.
Sedngkan Mio langsung mengecil dengan perlahan sampai ukurannya seperti anak kucing. Sedangkan Renata yang tau kalu Mio sudah ke ukuran mini nya ia langsung berguling – guling sangking sakit pada matanya saat ini.
Mio yang melihat masternya seperti itu hanya melihatnya saja karena ia memaklimi dan sadar kalu master nya pasti akan seperti itu nantinya. Tapi mau bagaimana lagi kalu tidak seperti itu baik ia dan masternya pasti akan mati.
Setelah beberapa saat sakit yang di derita Renata mulai mereda karena ia berangsur angsur memfokuskan mana kehidupan ke matanya sehingga ia dapat sembuh dengan lumayan cepat. Setelah sudah mendingan Renat memutuskan untuk membuka matanya lagi dan terlihat kalau mata nya sekarang sudah berwarna merah seperti mata Sasuke.
__ADS_1
“Mio~ sakit.” Rengek Renat pada Mio yang sekarang ada di depan nya.
“Tahan master. Orang yang sukses itu jalan nya penuh dengan darah jadi kalu sakit seperti itu saja sudah ngeluh apalagi nanti.” Kata Mio sambil menjilati kaki depan nya seolah tidak peduli dengan perkataan Renata tadi.
“Hu hu hu Mio jahat. Mio gak sayang lagi sama aku. Aku benci Mio!” Kata Renata walaupun terlihat asli tapi kalu dilihat dengan seksama telihat kalu ia sedang menyimpan mimic kejahilan dalam wajahnya.
💢💢💢
“Hah Terserah.” Balas Mio.
Kemudian Renata memfokuskan diri untuk mengobati matanya yang saat ini memang sedang mengalami gangguan serius akibat teransisi mendadak tadi. setelah beberapa saat ahirnya ia merasa lega karena rasa linu yang ia rasakan sudah hilang dan mata yang awalnya memerah berangsur – angsur kembali ke keadaan aslinya berbarengan dengan rasa ngilu yang berngsur angsur hilang.
Setelah melihat Mio Renat memutuskan untuk melihat tempat sekitar yang ternyata adalah sebuah padang Rumput walau tudak terlalu besar karena ia masih dapat melihat ujung nya. sedangkan di belakang nya terlihat sebuah hutan yang sangat padat dan kerap apalagi pohon nya sangat tinggi dan besar besar.
Tapi semua pohon sangat identic yaitu memiliki wujut sperti pohon biasa tapi hanya memiliki satu batang dan satu daun berbentuk seperti daun talas tapi ukuran nya sangat besar sehingga membuat daratan yang ada di bawahnya menjadi sangat gelap karena tertutup oleh daun dari pepohonan itu.
Sedangkan hutan di sebrang yang terpisah oleh padang rumput ini terlihat lebih biasa seperti hutan biasanya dengan tanaman yang berfariasi walau telihat besar dan banyak terlihat jarak antara satu dengan yang lain masih memungkinkan untuk cahaya masuk sehingga permukaan tanah nya bis terlihat walau jarak antara ia dan hutan tersebut lebih jauh dari Hutan aneh tadi.
Setelah puas melihat pemandangan sekitar Renata memutuskan untuk sekedar membuat tenda dan makanan karena ia lihat kalau hari mulai sore. Renatapun langsung meneluarkan semua peralatan tendanya yang sudah 1 tahun ia tidak pernah gunakan karena terjebak di gua itu. Setelah mengeluarkan dari cicin ruang nya Renatapun dengan semangat mulai memasang nya dengansangat terampil.
Tidak sampai 20 menit tenda dengan ukuran sedang selesai dibuat Renata. Setelah tenda selesai ia kemudian mencari ranting untuk di buat perapian dan setelah mncari beberapa saat ahirnya ia selesai karena memang di sini banyak ranting kering berserakan.
__ADS_1
Setelah di rasa siap Renatapun mengeluarkan semua alat kemping yang biasa ia bawa seperti meja dan kursi makan, beberapa piring dan gelas juga katel dan wajan untuk memasak jangan lupa bahan masakan yang memang ia timbun di cincin ruang nya.
Setelah di rasa siap mulailah Renata melakukan aksinya dari meyalakan api dengan korek buatan nya hingga memotong aneka sayuran dan ikan yang ia bawa tapi ketika ia hendak mencucinya ia sadar kalau ia belum mengeluarkan tong air yang ia simpan di cincinya.
Cincin ruang nya adalah cincin kelas menengah jadi kapasitas nya lumayan luas ya kalu di kira – kira seperti gudang di pabrik tingkat menengah lah jadi di dalam nya muat banyak barang. setengah dari barang yang ada di cincin nya adalah botol – botol ramuan yang ia buat selama ini sedangkan seperempatnya adalah kebutuhan sehari – hari dan lain – lain sedangkan seperempatnya lagi masih kosong.
Setelah mengeluarkan tong air di dalam cincin ruang nya Renata jadi ingin mandi tapi karena sudah terlanjur meyalakan air jadi ia memutuskan untuk menundanya nanti setelah selesai. Tampa terasa 1 jampun terlewat dan semua masakan sudah tersaji di meja dengan sangat rapi.
Setelah selesai dengan pekerjaan nya Renata memutuskan untuk mandi di sini. Ya di sini di alam terbuka ia berpendapat kalu di sini tidak mungkin ada orang yang lihat apalagi dengan pengalaman nya selama satu tahun yang memang selalu mandi di alam terbuka sehingga membuat ia pede – pede aja.
Renata pun mulai melepas semua pakaian nya secara langsung dari baju, celana, sampai daleman nya sampai tidak tersisa satu helai benangpun di badan nya. Setelah semua lepas dari badan nya tanpa basa basi ia pun mulai proses ritwal mandinya tapi tanpa ia sadari dari jauh tepat nya dari atas pohon yang di gunakan Mio untuk berbaring terlihat sesosok orang yang terlihat sox atau kaget ketika menyaksikan kejadian di matanya sehingga membuat ia jatuh ke tanah sangking kagetnya.
Sfx : Brug (suara benda jatuh).
“Aaaah sakit.” Terdengar teriakan dari tempat itu.
Renata yang mendengar suara benda jatuhpun langsung waspada dan apalagi setelah mendengar suara berikut nya yang terdengar seperti suara mengaduh dan dari suaranya yang terdengar berat itu ia 100% yakin kalu ia adalah laki – laki sehingga dengan Reflek ia langsung menoleh ke lokasi itu yang ternyata jaraknya tidak terlalu jauh dan ia dapat melihat dengan jelas bentuk dari benda itu yang ternya ta adalah orang.
“Ahhhhh Hentai!!! Berbalik!!!” Kata Renata yang langsung berjongkok sambil menyenbunyikan asetnya biar tidak terlihat walau percumah.
__ADS_1
“Y. .Ya . Ya Nona.” Kata orang itu gugup.