
di sebuah hutan tepatnya di dalam sebuah tenda terlihat ada 3 mahluk yang sedang berkumpul. Yang satu seekor kicing yang memiliki warna putih dengan kombinasi hitam di beberapa tempat, yang sedang berdiri di samping seorang wanita yang sedang tidur dengan baju yang kotor oleh noda darah yang sudah mongering. Sedangkan yang terahir adalah pemuda dari ras Elf yang sedang duduk di samping gadis itu dengan mata di tutup sebuah kain.
Ya seperti tebakan kalian kalau kucing itu adalah Mio, sedangkan yang berbaring adalah Renata, dan yang menutup matanya adalah Aslan. Seperti di chepter sebelumnya di sebutkan kalau Renata tidak dapat mengganti pakaian nya sediri di karenakan ia pingsan, dan Mio juga tidak bisa membantu karena bentuk tubuhnya sehingga yang dapat melakukan nya adalah Aslan. Tapi Aslan adalah laki – laki sehingga ia harus melakukan dengan cara kusus yang di usulkan Mio ini.
“Baiklah Aslan apa kamu siap.” Kata Mio pada Aslan.
“Si . . si . . Siap Mio-san.” Kata Aslan agak gagap dapat di lihat dari mukanya yang memerah dan keningnya yang mulai berkeringat bisa di pastikan ia sangat gugup.
Kemudian dengan bimbingan Mio Aslanpun melakukan intruksi dengan benar sampai pada bagian baju tepatnya kancingnya pada awalnya biasa saja tapi pada kancing bagian dua dan tiga sedikit ada kendala.
“(Duh disini sangat ketat sehingga membuat ku sulit untuk mengeluarkan kancingnya).” Kata Aslan setelah sampai di kancing yang kedia.
“Ehem. Kalau sampai dalam tiga detik tidak berhasil ku gigit tangan mu.” Kata Mio penuh emosi setelah melihat di mana posisi tangan Aslan sekarang.
“Iya Mio-san.” Kata Aslan sepontan walau ia tidak tau salahnya di mana, ia langsung melakukan tugassnya dengan tergesa – gesa dengan menekan lebih kuat sehingga ia dapat mengeluarkan dengan lebih mudah dan berhasil.
Walaupun ia telah berhasil ia tetap waspada karena di sebrangnya saat ini terdengar suara yang aneh mirip seperti erangan kucing. Ia menebak kalau pemilik erangan tersebut adalah Mio. Walau ia tidak tau kesalahan nya saat ini sehingga ia bisa dapat perlakukan seperti ini.
“Lanjut.” Kata Mio sedikit emosi.
Aslan yang mendapat arahan dari Mio pun melanjutkan kegiatan nya dan sampailah ia ke kancing yang ketiga di sini palah lebih ketat dari yang sebelum nya sehingga ia sedikit kesusahan dan dengan terpaksa ia harus menekan – nekan bagian ini supaya bisa di buka namun entah kenapa dari sebrang semakin kencang erangan nya .
Dengan tekanan yang begitu kuat dari Mio sehingga membuat ia bingung dan sedikit panic mengingt ancaman dari Mio tadi dan tanpa ia sadari ia menekan benda tersebut sedikit terlalu kencang sehingga mengakibatkan kancing baju yang ia akan lepas rusak dan otomatis bajupun terbuka.
__ADS_1
Setelah baju terbuka tiba – tiba ada dua benda yang sangat lembut dan hangat menghimpit tangan nya dia yang tidak tau benda aneh apa yang menghimpit nya otomatis penasaran dan dengan sepontan ia memegang benda tersebut dan tidak lama setelah ia memegang salah satu benda tersebut tapi tiba – tiba terdengat ******* dari mulut Renata.
“Emmm.” Yah kira – kira kaya ginilah suara ******* Renata< maklum jomblo tidak tau desahn wanita tu kaya apa>.
Setelah mendengar ******* Renata tersebut kemudian ia mendengar suara dilanjutkan ancaman dari Mio.
“J4%$#k kalau sampai kamu gak lepaskan tangan kotormu itu yakin akan ku gigit tangan mu sampai gak tersisa.” Kata Mio dengan amarah yang kali ini tidak dapat ia tahan karena perbuatan Aslan.
Aslan yang tidak tau salahnya pun bingung karena ia sedang menutup matanya sehingga ia tidak dapat melihat keadaan sekitar dan tidak dapat melihat objek yang ia sentuh, tapi setelah mendengar teriakan Mio iapun reflek melepaskan benda aneh tersebut.
Setelah beberapa saat Mio pun sudah sedikit tenang dan meyuruh Aslan melanjutkan tugasnya dan setelah beberapa saat iapun berhasil. Akantetapi dalam perosesnya setelah selesai dengan baju ia menemukan kendala pada celana yang Renata kenakan.
Dan dengan beberapa kejadian di atas ahirnya Aslan selesai melakukan tugasnya sehingga ia dapat menarik napas lega. Awalnya ia sangat gugup setelah selesai melepaskan semua pakaian Renata karena setelah ini ia harus membantu mengenakan pakaian yang baru tapi ketika ia mendengar kalau ia tidak perlu dan hanya harus meyelimuti Renata dengan selimut ganda ahirnya ia bisa berlpas lega dan iapun meyelesaikan tugasnya sehingga ia di perbolehkan melepaskan ikatan kain di matanya.
Kemudian Aslanpun melepaskan penutup matanya dan yang pertama di lihatnya adalah Renata yang sedang berbaring di depannya. Karena Renta baru mengenakan satu lapis selimut saja sehingga membuat tubuhnya terlihat jelas. Sehingga Aslan yang baru saja melakukan kegiatan tadipun sangat terkejut membut ia memuntahkan seteguk darah sangking kagetnya.
“Uhuk (pantas Mio-san sangat marah tadi).” Batuk Aslan setelah melihat posisi Renata yang ada di depan nya yang sangat menggoda dan membuat ia mengingat kejadian beberapa saat lalau dan meyadari alasan Mio membentaknya tadi.
Tapi karena sebelum darah keluar dari mulutnya ia tutup dengan tangan sehingga tidak meluber kemana – mana, selain dari mulut juga dari hidung sehingga membuat wajahnya yang merah sedikit pucat karena mengeluarkan lumayan bayak darah.
__ADS_1
Aslan pun meyelimuti satu lapis lagi dengan tangan kanan nya yang tidak terkena darah dan bergegas keluar dengan tergesa – gesa. Sedangkan Mio yang melihat reaksi Aslan sempat kaget tapi setelah itu ia hanya bisa tertawa lepas sangking lucunya.
“Benar – benar malam berdarh untu ku.” Kata Aslan di luar tenda setelah meyelesaikan tugasnya.
Pagi pun tiba dan Renatapun bangun karena sudah memulihkan mana dan tenaganya setelah pertarungan yang ia lakukan kemarin sore. Ia yang saat ini tidak tau kalau ia hanya menggunakan daleman pun tidak sadar dan dengan pedenya berdiri dan berjalan menuju pintu keluar tenda tapi sebelum ia keluar ia sadar dan langsung melompat mundur dan berteriak sangking kagetnya.
“Kya~ . . . .” Teriak Renata setelah mendapati keadaanya yang nyaris telanjang bulat.
Mio dan Aslan yang saat ini sedang meyiapkan hidangan pun panic karena mendengar teriakan dari tenda Renata sehingga mereka langsung meninggalkan kegiatan nya untuk mengecek tenda Renata kawatir terjadi halburuk padanya.
“Master apa anda tidak apa – apa!” Kata Mio dari luar tenda karena ia sadar jika Renata sekarang tidak mengenakan baju dan hanya mengenakan dalaman.
“Tidak apa – apa aku hanya kaget saja tadi! Maaf ya!” Kata Renata cepat supaya Mio tidak kawatir.
“Fuuuh untung tidak kenapa – napa.” Kata Mio sambil bernapas lega karena Renata tidak kenapa – napa.
“Master kalau sudah selesai cepat keluar karena sarapan sudah hampir matang.” Kata Mio kemudian.
“OK.” Jawab Renata dari dalam.
Seelah mendapat jawaban dari Renata Mio dan Aslan pun kembali karena pekerjaan mereka memang belum selesai. Saat tadi Aslan hanya diam saja karena ia masih kepikiran denga kejadian tadi malam apalagi ketika ia mendengar suara dari Renata tanpa sadar wajahnya langsung memerah.
__ADS_1