Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Ch.55- Reng A dan Perjalanan ke Pedalaman Hutan Besar


__ADS_3

 


Dua bulan telah berlalu dan sudah banyak misi ia jalani dan tanpa terasa ia sudah meningkatkan Reng Petualang nya sampai ke level A dimana ia dapat mengambil misi sesua dengan Reng nya dan dengan nya pula banyak penghasilan yang ia dapat dan pengalaman yang ia peroleh.


 


Di papa nada beberapa Misi yang di posting dari penaklukan sampai pengawalan. Tapi ada satu yang sangat menarik perhatian nya yaitu misi untuk mencari Kijang dengan tanduk pelangi yang habitatnya berada di sekitar hutan hijau dan Hutan Lonceng Kematian.


 


Best atau moster ini sebenarnya tidak terlalu kuat hanya sekuat Reng B mungkin tapi kecepatan nya itu lah yang menyebabkan misi ini begitu sulit apalagi di tambah pisisinya yang berada di lapisan ke tiga Hutan besar di mana Best di sana kebanyakan Reng B keatas jadi sangat sedikit yang mengambil Misi ini.


 


Akan tetapi bagi Aslan misi ini cocok untuk nya karena ia sangat yakin dengan kecepatan nya yang tidak kalah dari si kijang tersebut apalagi dengan Skill tingkat tingginya yang sangat langka yaitu Sedow Step atau langkah Bayangan yang mana kecepatan nya sama dengan Teleportasi.


 


Dan sudah ia putuskan untuk mengambil nya setelah ke lokasi Resepsianis untuk mendata ia langsung ke pasar untuk membeli kebutuhan nya kelak dan memasukan ke cincin tingkat tinggi milik nya. setelah selesai ia memutuskan untuk kembali ke penginapan yang ia sewa.


 


Ahirnya pagipun tiba sangpangeran langsung berangkat ke tempat tujuan. Ia memutuskan untuk berlari karena lebih cepat ketimbang menggunakan kuda menurutnya lagipula jarak antara kota ini dan pinggiran hitan Cuma setengah hari dengan naik kuda tapi kalau ia lari bisa mempercepat sampai satu setengah jam saja.


 


Setelah satu setengah jam berlari dengan kecepatan yang sangat cepat ahirnya ia sampai di pinggir hutan yang kebetulan di sana juga ada sungai dan ia memutuskan untuk istirahat sejenak dan sekalian untuk sarapan karena memang ia belum sarapan sama sekali dari tadi.


 


Setelah ia selesai sarapan ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan karena memang untuk mengejar waktu supaya tidak terbuang percuma. Tapi di tengah perjalanan ia menemukan hambatan yaitu sekelompok Haena. Haena ini sebenarnya Beast level C saja dan biasanya memiliki pemimpin Level C+ atau B paling kuat, akantetapi ia selalu membawa pasukan di pihk nya sehingga moster ini sangat menjengkelkan.

__ADS_1


 


Aslan yang di hadang oleh merekapun hanya bisa melawan saja.


 


“Ck kenapa harus moster jelek ini.” Kata Aslan mengumpat.


 


Kemudian para haena mulai cekikikan karena itu adalah cirihas dari moster ini kalau di lihat jumlah mereka sepertinya ada lebih dari 25 dan kurang dari 30. Jujur ini cukup merepotkan apalagi pemimpin Mereka berlevel B+ dan di bantu keronconya yang sangat mengganggi itu.


 


 


Tanpa menunggu lama ia lamgsung melesat dengan mantra angina nya yang ia persiapkan dan dengan kecepatan nya ia dapat sampai ke tempat para haina itu berada ia sekarang berposisi di belakang posisi peminpin karena ia ingin mengurang jumlah mereka terlebih dahulu sebelum melawan si pemimpin tersebut.


 


 


Kemudian ia yang telah pindah tempat ke bayangan terdekat langsung meluncur ke Haena lain nya dengan mantra angina nya yang sudah ia sangat kuasai sehingga ia tidak membutuhkan mantra sama sekai karena ia sudah berada dalam pemahaman mutlak sehingga ia termasuk salah satu Asassin yang sangat berbakat di antara yang lain.


 


Dengan hanya dua kemampuan nya saja ia mampu membunuh semu anak buah dari Haina tersebuh sehingga hanya menyisakan pemimpinya saja. Sang pemimpin yang melihat anakbuah nya di bantaipun sangat marah dan berlari ke arah Aslan dengan membabi buta. Aslan yang merasakan serangan langsung merapalkan sebuah mantara yang kali ini ia di bantu dengan tongkat kecil supaya lebih cepat.


 


 

__ADS_1


Hanya membutuhkn 1 setengah deting untuk merapal mantara dan ia tidak perlu mengontrol mananya karena di bantu tongkat sihir secara otomatis. Dan dengan ajaib di depan nya muncul tembok teransparan yang terbuat dari elmen angina nya. karena sang haina menyerang dengan membabi buta ia tidak sadar kalau di depan nya ada penghalang sehingga ia menabarak nya dengan sangat keras sehingga membuat ia mendapat luka dengan percuma.


 


Aslan yang melihat itu langsung memutuskan untuk menggunakan Skill Sedow Atep nya untuk pindah ke bayangan sebuah pohon dan setelah ia pindah ia merapal mantra dengan sangat cepat bahkan lebih cepat dari yang terahir dan tiba – tiba penghalang yang di buat nya tadi meledak sehingga pemimpin haina yang masih ada di dekat nya terkena ledakan tersebut dan terpental sampai 10 meter kearah belakang.


 


Akibat dari ledakan tersebut sang haina mendapat luka yang sangat parah sehingga ia sangat kesusahan hanya untuk berdiri. Aslan yang melihat peluang pun langsung melesat dengan sihir angina nya sehingga dengan cepat ia sudah berada di depan Haina tersebut dan langsung meluncurkan Pisau tepat di antara kedua matanya sehingga ia mati seketika.


 


 


“Fuuh ahirnya selesai untung gak ada yang bisa menggunakan suhir.” Kata Aslan dengan peluh di wajah nya.


 


Setelah selesai Aslan langsung mengumpulkan material dari si Haina tadi seperti inti moster, cakar dan beberapa giginya. Sedangkan bosnya ia ambil mayatnya karena harganya lumayan mahal. Setelah mengumpul kan meterinya ia memutuskan untuk mencari tempat yang tinggi untuk sekedar istirahat ban sarapan. Seperti biasanya ia makan Roti dan dendeng kering yang ia bawa dari kota sengaja untuk perbekalan.


 


Di tempat ini yaitu Hutan lapisan kedua ia tidak berani mambuat api karena bayak binatang yang hidup berkelompok jadi sangat menyebalkan untuk menghadapinya secara bersana sama. Setelah makan ia memutuskan untuk tidur karena hari sudah malam dan untuk memulihkan tenaganya untuk keluar dari hutan ini.


 


Pada keesokan hari nya ia memutuskan untuk berlari dengan hati – hati karena ia tidak mau perjalanan nya di ganggu oleh pengganggu seperti mereka yang hanya menghabiskan setamina saja. setelah setengah hari berlari ia ahirnya sampai di perbatasan dan ia memutuskan untuk kemping.


 


Ia lebih berani kemping dan meyalakan api dari pada di lapisan dua tadi karena di sini kebayakan best belevel tinggi sehingga mereka biasa berburu sendiri dan tidak ada yang berburu secara berkelompok. Di sini kebayakan best berlevel A tertinggi dan B+ rata – rata apalagi jumlahnya tidak sebanyak yang ada di lapisan kedua.

__ADS_1


 


Setelah selesai membuat tenda dan perapian Aslan memutuskan untuk memanggang sebagian daging yang iadapat di perjalanan tadi dengan hanya garam sebagai bumbunya. Walaupun hanya dengan garam itu sudah cukup untuk nya setelah nya ia memutuskan untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan besok. Kali ini ia menanam Eray yang Ia peroleh dari ayahnya untuk jaga – jaga dan untuk memudahkan dalam perjalanan kelak.


__ADS_2