
Renata Yang saat ini telanjang bulat pun tidakbisa berbuat bayak selain sangat malu, yang ia pikirkan saat ini hanya ingin lari dan menggali lubang dan megubur dirinya sendiri berharap ia bisa lari dari situasi saat ini. Dan dengan sangat cepat Renata langsung mengambil pakaian dari samping tempat ia mandi karena ia meletakan di sana, tanpa ia membilas tubuhnya sehingga ia tidak meyadari kalau pakaiannya menempel pada kulit akibat badan masih basah terutama di bagian dadanya yang memang ukuran nya tidak normal.
Setelah merasa sudah cukup walau sebenarnya palah sebaliknya ia memutuskan untuk mengintrogasi si pengintip mesum tersebut.
“Hey kau Elf mesum. Berbalik dan jelaskan apa yang tadi kamu lakukan.” Kata Renata dengan suara yang lembut has suara Milf di anime – anime itu walau ia sedang sangat malu tapi sebisa mungkin ia mempertahankan imagenya.
Si Aslan yang di panggil Elf mesum pun langsung kena mental sehingga ia langsung down, coba bayangkan ia adalah seorang pangeran yang terkenal sangat tampan dan sudah tidak terhitung bangsawan dan putri yang ia tolak dan tiba – tiba ia di beri label mesum oleh orang yang baru ia kenal ya walaupun ia salah tapi untuk pertama kalinya ia merasakan perasaan orang yang di hina. Dan Aslanpun langsung menengok ka arah Renata walaupun ia ingin menolak julukan itu tapi mau gimanana lagi pasrah aja lah.
Setelah menoleh ia langsung di kejutkan oleh pemandangan yang sangat sepektakuler lagi walaupun tidak sepanas tadi tapi ini juga tidak kalah menggoda dan kesan nya ia sedang di goda.
“Glek . . apa yang anda ingin dari saya nona.” Kata Aslan yang matanya tidak bisa lepas dari penampilan Renata saat ini setelah beberapa saat ia mulai tidak kuat dan memutuskan untuk menutup matanya dengan tangan takut hilaf.
“ Penjelasan tentang apa yang kamu lakukan tadi.” Kata Renata lagi dengan dengan melipat tangan di depan dadanya dan menghentak – hentakan satu kakinya sangking kesalnya sehingga ia tidak sadar kalau perilakunya ini mengundang setan di seluruh penjuru untuk menggoda si Aslan yang sangat kuat iman nya mungkin.
“(Apalagi ini Tuhan! Apa engkau ingin hambamu ini masuk neraka dengan memberikan cobaan yang sangat berat ini pada hambamu ini).” Kata Aslan dalam hati ketika melihat tingkah Renata Yang tidak ia sadari bisa membuat ia celaka bila bertemu orang yang tidak baik.
“Ehem nona jadi begini kejadian nya …..” Kemudian Aslan menjelaskan alasan ia sampai di sini walaupun ia tidak menjelaskan kalu ia melihat kejadian tadi sehingga membuat Renata menghela napas sedikit lega.
Akan tetapi ketika Aslan menjelaskan kronologi kenapa ia bisa pada situasi ini, mata Aslan tidak bisa lepas dari Renata terutama bagian yang mentul2 itu karena sampai ahirpun Renata masih melakukan gerakan yang di sebutkan tadi menghentak – hentakan satu kakinya sehingga bagian itunya tau sendirilah apalagi dengan pakaian yang sedikit basah dan tidak sempat mengenakan daleman sehingga penampakan nya semakin jelas.
“Oh begitu aku mengerti jadi Cuma kecelakaan.” Kata Renata setelah mendengar alasan dari Aslan lega. Akan tetapi ketika ia melihat pandangan mata Aslan yang tidak focus dan sering melirik ke arah bagian badan ia curuga dan melakukan hal yang sama yaitu melihat kearah badan nya.
Ketika melihat penampilan nya muka Renata langsung gelap dan pipinya langsung memerah karena malu sekaligus marah karena pihak lawan tidak memberitahukan penampilan memalukan saat ini dan membiarkan nya.
“Anu tuan Elf bisakah anda mendekat kearah ku.” Kata Renata selembut Mungkin dan tanpa Aslan sadari Renata sudah mengumpulkan Mana ke lengan kanan nya yang ia pusatka ke bagian telapak tangan nya.
“EEm.” Kata Aslan mengguk dan ia melangkah kearah Renata tanpa tau kalu nyawanya terancam karena ia tak bisa focus di depan Renata saat ini.
Setelah Aslan tepat di depah nya Renatapun meminta aslan untuk berhenti.
“Stop.” Kata Renata.
__ADS_1
Aslan yang mendengar perkataan Renata pun berhenti sesuai intruksi Renata yang saat ini ada di depan nya. kalu di lihat Renata tidak memiliki tubuh yang terlalu tinggi ia hanya setinggi hidungnya saja. setelah itu Renata mendongak kearah Aslan karena tinggi nya yang lenih pendek sedikit darinya kemudian ia tersenyum dengan sangat manis padanya sehingga membuat Aslan ngebleng sangking terpesonanya dengan senyum Renata.
Setelah melihat Aslan lengah tanpa basa – basi ia langsung menggampar Aslan dengan sekuat tenaganya sambil meluapkan semua kekesaln nya dan juga untuk mengobati sedikit rasamalunya karena perilaku Aslan ini.
Sfx: Buum(sangking kerasnya tamparan Renata bunyi yang di hasilkan dari tamparan bukan Plak tapi Buum).
Kemudian Aslan terlempar sejauh tiga meter dari posisi semula sangking kerasnya tamparan itu.
“Ara . ara apa aku terlalu berlebihan ya. Ya semoga ia masih bernapas dan ku harap ia gagar otak supaya ia tidak menginat kejadian tadi.” Kata Renat sambil tersenyum tanpa Penyesalan sedikitpun setelah melakukan semua itu.
Aslan Pov
Aslan yang digampar oleh Renata hanya Bengong dan seolah – olah ia terbang gitu aja untung ia masih menggunakan palindung mana sehingga ia tidak cedera serius tapi walaupun sudah di lindungi pelindung sihir ia masih merasakan sakit karena pelindung yang ia buat hanya menghalau sedikit dampak dari gamparan Renata sehingga ia merasakan sakit di pipinya.
Setelah mendengar perkataan Renata tadi ahirnya ia mengerti maksud dari tindakannya yang ingin agar ia gagarotak ringan supaya ia tidak mengigat kegadian tadi tersebut setelah mendengar itu ia kemudian tau apa yang harus ia lakukan yaitu pura – pura hilang ingatan sebagian.
Pov End
Setelah posisinya benar ia langsung di sambut dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata ia takpernah mengira kalau orang yang mengintip nya ternyata sangat tampan apalagi di dukung dengan bentuk tubuhnya yang sangat sispex sehingga membuat ia takdapat mengalihkan dari penampilan nya saat ini.
Walaupun dulu ia adalah lelaki tapi ketika ia bereenkarnasi ketubuh ini lama – kelamaan ia mulai tertarik pada lawan jenis dan tipe yang sangat ia idam – idamkan ada di depan nya sehingga membuat ia kegirangan sebenarnya adalagi orang yang membuat hatinya tergerak dan membuat ia sering menghayalinya yaitu orang yang menabtaknya di desa perbatasan dulu walau ia hanya melihat sekilas tapi ia masih ingat seakan kejadian itu baru kemarin, mungkin karena kejadian itu sangat berkesan.
Setelah melihat fisik dari orang tersebut yang ternyata seorang Elf yang sangat tampan ia menjadi simpatik dan kasian sehingga ia mengeluarkan satu botol ramuan tingkat rendah milik nya walaupaun ramuan itu tingkat rendah tapi di banding dengan yang ada dipasaran hasiatnya 1 setengah kali lo dan tanpa efeksamping sedikitpun.
Kemudian ia meminumkan ramuan tersebut pad si Elf tersebut setelah beberapa saat si Elf itu bangun.
“Uuuh di mana aku dan siapa anda?” Kata Aslan ekting.
“Ehan kamu sekarang ada di . . . akupun tidak tau. Dan kenalkan namaku Renata di ingat ya.” Kata Renata sedikit senang karena setrateginya berhasil.
__ADS_1
“(oh namanya Renata ya hem cantic kaya orang nya) Oh kalau begitu salam kenal nama saya Aslan dan saya baru ingat kalau saya sedang istirahat di pohon setelah mengonsumsi potion kalau gak salah.” Kata Aslan masih pura – pura lupa ingatan.
“Oh iya tadi tu anda jatuh dari atas pohon dan saya membatu anda.” Kata Renata ramah.
“Begitu ya. Kalau begitu terimakasi untuk nona karena sudah meyelamatkan saya.” Kata Aslan pada Renata.
“Oh ya anda pasti lapar kebetulan saya sudah selesai memebuat beberapa masakan untuk makan malam jika anda tidak keberatan anda bisa gabung dengan saya.” Kata Renata menawarkan.
“Kalau tidak merepotkan dengan senang hati dan kalau bisa tidak usah terlalu formal pada saya ya agak canggung aja.” Kata Aslan dengan sedikit merah di pipinya.
“Kalau begitu Ok deh.” Kata Renata sambil mengacungkan jempolnya.
“Hah Ok deh?” Kata Aslan bingung.
“Oh maksud ku aku ikut aja ha ha ha.” Menjelaskan.
“Oh begitu. Ok deh juga.” Kata Pangeran menirukan dengan sedikit senyumnya yang menawan.
Kemudian Renata membangunkan Mio akan tetapi ia masih tidak mau bangun ahirnya ia hanya memindahkan ke tenda saja setelah memindahkan si Mio ia kemudian makan dengan Aslan sambil menayakan beberapa informasi dan Aslan juga memberikan informasi tersebut tanpa meneutupinya.
Renata yang mendapati fakta kalau Manusia atau Hiuman di benua ini telah punahpun kaget dan setelah tau apa peyebabnya pun ia memaklumi dan ia juga di buat shook karena ternyata yang memiliki payudara besar itu hanya Ras Hiuman saja dan menurutnya aneh tapi ketika mendengar alasanya ia jadi percaya karena di dunianya dulu juga begitu. Dan dengan itu juga ia bisa meyusun rencana untuk kedepan nya.
“He Aslan kamu belum makan selama sebulan ya?” Kata Renata heran melihat cara makan Aslan yang teramat berbar bahkan Mio kalah.
“Hah Ja-mam-ngan bi-maem- lang begitu dong . .Gelk . . Soalnya aku belum pernah makan makanan seenak ini bahkan sejak aku lahir.” Kata Aslan penuh antusias karena makanan yang di buat Renata penuh dengan rasa yang enak dan tidak ia jumpai bahkan saat ia di istana.
“Begitu kah. Pasti selama ini kamu hidup dengan penderitaan ya.” Kata Renata Iba.
Aslan yang tidak terlalu perdulipun hanya mengabaikan apa yang renata ucapkan karena kalau ia sampai mendengar apa yang Renata ucapkan saat ini ia akan dengan keras membatah nya.
__ADS_1