Reinkarnasi Profesor Jordan

Reinkarnasi Profesor Jordan
Sihir Pertama


__ADS_3

Ch. 12 - Sihir Pertama


Renatapun memutuskan untuk bersantai di depan rumah nya sambil melihat peman dangan desa di bawah, sebenarnya Renata ingin sekali mengunjungi desa tersebut sejak pertma sampai di sini, tapi Lina selalu melarang takut Renata di culik karena di desa ini rawan kejahatan wajar karena ini adalah desa perbatasan sehinga banyak pendatang dari negara lain.


Sedangkan pemandangan di belakang rumah adalah pegunugan salju abadi yang terlihat indah seperti pegunungan alpen. Aku sebenarnya tidak tau seperti apa pegunungan itu tapi karena katanya bagus dan di selimuti salju ketika musim nya sehingga ku piker pemandangan nya tidak jauh beda dengan saat ini.


Sedangkan untuk saat ini sinar matahari tidak terlalu terik dan terkesan seperti sorehari padahal perkiraan masih tengah hari menurutku, mungkin karena sekarang hampir memasuki musimdingin kali.


Setelah menunggu cukup lama sambil menikmati waktu santaiku di kejauhan aku dapat melihat bayangan hitam kecil berjalan kearah sini kalau dilihat habis dari desa. Lama – kelamaan bayangan hitam itu membentuk dua sosok yang akrap di benak Renata. Ya mereka adalah Lina dan Aram mereka terlihat sangat akrap dan serasi sambil membawa belanjaan dan terlihat bercanda gurau kalau di lihat-lihat seperti sepasang kekasih.


“ Haah . . .  ternyata mereka sangat cocok ya. “ Kata Renata sambil terlihat berfikir.


“ Huh masa bodoh , itu urusan mereka.” Kata Renata lagi.


Kemudian ketika mereka semakin dekat Renata melambaikan tangan nya pada Aram dan Lina dan bergegas menghampiri mereka dan membantu membawa sebagian bawaan mereka.


Awalnya mereka melarang tapi karena paksaan Renata ahirnya mereka pun luluh dan mengiyakan saja mereka pun berjalan bersama, saat ini kalau di lihat lihat mereka seperti tiga orang sekawan karena sekarang tinggi Renata hampir menyamai Lina hanya butuh beberapa tahun lagi mungkin Renata palah lebih tinggi dari nya.


Setelah itu sampailah mereka di rumah Renata dan Lina kemudian membawa belanjaan tersebut ke dapur karena memang belanjaan nya adalah bahan masakan seperti bumbu dan lain – lain untuk persiapan musim dingin karena pada musim itu semua bahan pokok sangat mahal.


Setelah itu mereka memutuskan untuk makan siang dengan makanan yang sengaja di belikan oleh Lina di desa untuk di buat menu mereka , setelah makan Renata meminta Aram mengajarkan bagai mana mengontrol mana dan mengunakan mana yang telah di serep di tubuh sehingga menghasil kan fenomena sihir.

__ADS_1


“ Memangnya kamu sudah hafal mantara sehinga memintaku untuk mengajari mu ?” Kata Aram sambil minum the .


“Ya belum sih , tapi tapi tidak apa- apa bukan kalau untuk belajar menggunakan mana.” Kata Renata dengan penuh keyakinan untuk meyakinkan Aram.


“ Huft  . . . ya sudah lah. biasanya si kalau belajar menggunakan mana setelah orang bisa menghapal mantra jadi kelihatan sihirnya bekerja atau tidak, tapi nanti saya beritahukan teorinya saja ya, karena percuma kamu mungkin gak bisa  menghasil kan sihir sebelum bisa menggunakan Mantra kecuali kamu memiliki tongkat sihir atau pedang sihir, karena di dalam nya sudah ada mantranya sehingga rapalan nya bisa di sederhanakan .” Kata Aram pada Renata.


Kemudian Aram pum memberikan cara yang harus dilakukan supaya bisa menggunakan mana yang telah terkumpul di tubuh seorang penyihir yaitu dengan mengalirkan mana di bagian tubuh biasanya yang lazim di gunakan adalah di bagian tangan karena selain bisa di arahkan kemana saja juga di maksudkan bagi penyihir alat atau penyihir yang tergantung dengan alat karena tidak mahir melafalkan mantra.


Pada dasar nya bagi penyihir dapat memunculkan sihir pada seluruh bagian tubuh selama si penyihir dapat mengontrol mana sepenuh nya. setelah menyalurkan ke bagian tangan si pengguna di haruskan untuk melafalkan mantra bagi yang bisa tapi kalau tidak bisa harus di bantu menggunakan alat, setelah nya bayangkan sihir yang akan di keluarkan misalnya Bola api maka pengguna harus membayangkan bola api tersebut dan setelah terbentuk lemparkan ke sasaran .


Untuk para pengguna alat sihir di ahir setelah membayangkan sihir yang akan di keluarkn mereka harus melafalkan kode untuk mengaktifkan mantra yang ada di batu mana biasanya, seperti ketika ingin menggunakan sihir bola api maka kode nya adalah Fire bool yang artinya bola api juga setelah nya sama juga.


Perlu di garis bawahi ya untuk seorang penyihir alat itu sagat terbtas karena tergantung alat seperti kerika ingin menggunakan sihir tingkat F yaitu sihir paling rendah atau sihir dasar maka membutuhkan alat sihir tingkat rendah karena kalau menggunakan sihir yang melebihi tingkat nya akan mengakibatkan kerusakan pada alat, maka biasanya tongkat sihir terutama dibagian permata memiliki beberapa warna yaitu sesuai atribut nya.


Kemudian Aram mempraktikan keterampilan sihirnya.


“ Lihat ya.“ Kata Aram kepada Renata yang di angguki oleh nya.


“ Ok kak.” Kata Renata sambil mengcungkan jempol nya.


Kemudin Aram pun melafal kan mantra yang cukup panjang dan aneh menurut Renata tapi karena Aram sudah ahli dia hanya membutuhkan sedikit waktu sampai dia bisa memunculkan sihir berupa batu yang mengabang di atas tangan Aram dan terlihat sangat tajam karena berbentuk kerucut.

__ADS_1


“ Waaah . . . Bagus sekali kak kaya sihir." Kata Renata dengan senang nya.


“ Memang sihir. emang kamu piker apa ?” jawab Aram dengan menggeleng- gelengkan kepala karena pertanyaan Renata.


“ Oh iya_ya, maaf kak soal nya sangking senang nya melihat sihir .” Kata Renata tambah antusias.


Setelah itu Aram pun menasehati Renata supaya giat menghafal mantra supaya bisa cepat- cepat menjadi penyihir.


Setelah nya Aram memutuskan untuk istirahat untuk memulihkan tenaganya karena memang sudah sangat lelah setelah mengolah buruan dan menjual nya di pasar yang ada di desa perbatasan, apalagi dia di suruh untuk mengajari Renata walaupun kali ini cuman teori nya saja tapi tetap menguras mental.


Setelah mendapatkan pencerahan dari Aram, Renata pun memutuskan untuk mencoba mempraktikan nya di belakang rumah yang sekarang di tinggali nya. Setelah sampai di belakang rumah Renata melihat sekitar karena tidak mau ada yang mengganggunya ketika sedang berkonssentrasi pada percobaan kali ini .


“ Sepertinya aman ni. “ Kata Renata sambil celingak – celinguk.


Setelah memastikan keadaan mendukung Renata memutuskan untuk latihan mengontrol mana yang akan di gunakan atau mengontrol keluar nya mana dari tubuh atau singkat nya menggunakan mana dengan aturan supaya tidak ada yang terbuang percuna.


Setelah menenang kan diri Renata mulai berkonsentrasi merasakan mana yang ada di tubuh nya, setelah merasakan Renata meyalurkan mana dari pusat mana ke dalam jantung untuk kemudian di arahkan ke bagian telapak tangan.


Walaupun dalam teorinya terlihat simpel tapi dalam praktik nya sangat sulit karena manusia tidak bisa menentukan kapan darah akan menuju ke bagian tubuh yang akan di aliri darah sehingga ahirnya beberapa kali Renata melakukan kesalahn karena salah menyalurkan mana dan palah membuuang mana dengan percuma.


Dan bahkan  Renata juga beberapa kali melakukan keslahan fatal yaitu menyalurkan mana ke  pembulu darah yang mengarah kembali ke jantung sehingga terjadi bentrokan antar mana yang mangakibat kan dia mendapat luka yang membuat nya muntah darah sampai 2 kali.

__ADS_1


 


        


__ADS_2