
Ch. 15 - Memasak
Setelah menemukan jamur di sekitaran hutan aku memutuskan untuk langsung pulang “walaupun aku baru masuk ya tidak apa –apa toh bahan nya sudah dapat.” Kataku dalam hati.
Setelah berjalan beberapa langkah aku berhenti karena mencium bau tanaman yang sangat aku kenal akan tetapi aku sama sekali tidak melihat nya di mana pun.
Ya baunya sangat has dan susah untuk di lupakan kalau kalian bertanya bau apa maka saya jawab ini seperti bau tanaman lada atau merica mungkin karena baunya pedas di hidung tapi has gitu tidak seperti bau cabe yang sedikit langu.
Setelah mencari beberapa lama ahirnya aku menemukan apa yang aku cari – cari sejak tadi. Yang ternyata adalah daun kering dan semuanya berserakan di sekitarku daunnya sendiri berwarna hitam kebiruan saat masih muda dan menjadi biru muda saat sudah ingin berguguran alias sudah tua.
Kemudian aku mamungut salah salah satu daun kering yang jatuh itu aku langsung mencicipinya dan ternyata bukan hanya baunya saja yang mirip tapi rasanya juga.
“Yes ahirnya aku menemukan apa yang aku cari selama ini. Dengan ini aku dapat buat daging panggang yang enak.” Kata Renata dengan senang nya.
Setelah nya Renata mengambil dedaunan yang berserakan tersebut dan memasukan ke dalam tas yang sebenarnya sangat peneh di isi oleh jamur yang di peroleh nya tadi.
Setelah nya dia melanjutkan perjalanan nya ke rumah sambil melihat lihat barang kali menemukan barang yang mirip dengan rempah yang di gunakan di kehidupan dulu.
Setelah beberapa saat tanpa sadar Renata telah keluar dari hutan dan berjalan untuk kembali ke rumah. Di rumah Renata langsung mencuci semua bahan - bahan yang telah di peroleh nya dan untuk jamur dia memotong nya dengan sedikit tipis supaya cepat kering walau di sini lumayan dingin tapi matahari masih lumayan terik sehingga perkiraan tidak akan membutuhka waktu lama, setelahnya dia menjemur semua bahan di bawah matahari .
Setelah dua setengah jam ahirnya Renata mengangkat semua bahan yang telah mengering walaupun untuk jamur tidak terlalu kering banget tapi sudah cukup karena hanya untuk menghilangkan semua kandungan airnya saja.
Setelahnya Renata menumbuk halus semua daun yang di dapat dengan alu kecil yang ada di dapur dan hasil nya lumayan karena hampir memenuhi toples ukuran sedang dan pastinya akan menjadi persediaan yang cukup untuk beberapa bulan kedepan.
__ADS_1
Sedangkan jamurnya juga terkumpul banyak sehingga bingung harus di letakan di mana karena semua toples sudah di pakai ahirnya aku pun meletakan di ember untuk sementara.
Setelah mebereskan semuanya Renata memutuskan untuk memasak makanan sederhana untuk menyambut Lina dan Aram nanti. Renatapun mengambil daging yang di simpan di tempat penimpanan di dapur dan memotong nya tidak terlalu tipis juga tidak terlalu tebal ukuran nya sama dengan daging steak karena aku ingin membuat nya walaupun tidak tau berhasil atau tidak.
Setelah memotong dan membersihkan nya akupun memeukul – mukul dan menusuk nusuk daging sebelum di campur dengan bumbu yang terdiri dari lada bubuk/ daun lada tadi dan garam agar bumbu meresap sampai kedalam di sini aku juga menambahkan kecap manis dan bawang putih biar gurih dan harapan nya enak. Setelah itu daging diremas – remas dan di diamkan selama beberapa saat supaya bubu meresap.
Sambil menunggu dagingnya siap aku menyiapkan bahan untuk membuat sup. Yang pertama di lakukan adalah mencuci dan memotong sayur yang akan di buat sup dan saat ini aku menggunakan kentang, wortel, dan kol juga tomat. Setelah nya aku menyiapkan bumbu yang terdiri dari garam, lada bubuk dan bawang putih .
Setelah bumbu di haluskan kemudian masukan kedalam kuali yang mendidih dan di ikuti sayuran nya dan jangan lupa dengan jamur kering nya supaya lebih gurih. Setelah beberapa saat ahirnya matang dan sisihkan.
Setelah itu giliran daging yang di diamkan tadi, tidak seperti sebelumnya yang menggunakan kuali sekarang mengunakan Teflon ya. Akan tetapi alat nya tidak tersedia sehingga aku menggunakan lempengan logam yang terbuat dari perak karena bentuknya mirip banget sama Teflon ngomong – omong itu cernin ya.
Setelah menemukan alat yang cocok aku memasukan minyak sedikit ke dalam lempengan logam tersebut, setelah dirasa panas akupun memasukan daging yang aku siap kan tadi jangan lupa untuk membalik nya supaya tidak gosong dan usahakan apinya tidakterlalu besar supaya matang hingga kedalam. Setelah beberapa saat ahirnya Renata menyelesaikan seluruh hidangan yang dia buat.
Tanpa basa - basi Renata pun menata semua makanan di ruang makan dengan rapi untuk rotinya sendiri Renata tidak membuat karena memang sudah ada yang matang yang telah di buat Lina tadi pagi dan masih sangat bagus.
Sedangkan Renata yang sedang mempersiap kan meja makan Lina maupaun Aram ternyata sudah pulang dan sedari tadi melihat Renata menata ruang makan akan tetapi mereka tidak bergerak seakan mematung setelah melihat nona nya sedang menyiapkan makanan untuk mereka dengan sangat cekatan.
Saat ini yang mereka lihat adalah seorang gadis yang teramat cantik dengan megunakan celemek yang membuat nya terlihat sangat seksi, apalagi dia mengikat rambut nya seperti ekor kuda sehingga menambah keseksian dari Renata itu sendiri.
saat ini dia sedang menyiapkan makanan di meja makan dengan cekatan seakan – akan itu adalah mainan sehari – hari padahal dia dulunya adalah seorang bangsawan akan tetapi dia mampu melakukan pekerjaan yang dilakukan pelayan dengan sangat baik dan Lina sangat mengaguni nya dalam hati.
__ADS_1
“ Lina aku seperti melihat masadepanku nanti lin. “ Kata Aram dengan espresi takjub dan jangan lupa dengan hidung nya yang mimisan.
“Jangan mimpi. Dan perhatikan hidung mu.” Kata Lina setelah mendengar komentar Aram.
Renata yang mendengar keributan kecil tersebut kemudian melihat kearah sumber suara dan mendapati Aram dan Lina sedang sedikit cekcok entah apa yang mereka ributkan dan Renata pun otomatis menyapa mereka.
“ Selamat kembali kak Lina, kak Aram. Renata sudah siapkan makana untuk kalian semoga kalian suka.” Kata Renata dengan nada yang sangat lembut saat menoleh dan di iringi dengan senyuman dan jangan lupa dengan tangan nya yang menyibak kan anak rambut ke area teliga yang belum sempurna di ikan semua, dan semua tindakan Renata tersebut membuat nya tambah menawan sehingga dapat membuat Aram mimisan semakin deras dan membuat Lina memerah dan mimisan juga walau tidak separah Aram yang sudah tepar di buat nya.
“ Kak Aram Kak Lina klian tidak apa-apa??” Kata Renata yang sedikit panik melihat mereka mimisan dan bahkan Aram yang hampir pingsan.
Setelah mendekati mereka Lina menyuruh Renata untuk mengenakan cadar supaya menyembunyikan wajahnya yang terlalu cantik menurut nya. Renata yang bingungpun hanya mengikuti apa yang di inginkan Lina dengan patuh setelah memapah Aram menuju meja makan merekapun menyantap makanan mereka.
“Nona. Ini yang masak beneran nona ?” Kata Lina yang terkejut karena baru merasakan makanan yang seenak ini.
“ Benar aku yang masak. Apa tidak enak , kurang asin, atau aku kurang manis ???” Kata Renata sambil terlihat kawatir makanan nya tidak enak akan tetapi sempat bercanda dengan beraikap genit.
“Tidak nona makanan buatan nona sangat enak. Dan nona sangat manis sampai bikin saya kena diabetes, benar kan Aram ? “kata Lina sambil mengelap hidung nya yang mimisan lagi karena di serang Renata untung nya Aram sedang berkonsantrasi dengan makanan nya sampai tidak terlalu mengubris perkataan Lina dan hanya mengacungkan jempol.
“Beneran kak. Sukurlah kalau begitu fu fu fu” Kata Renata sambil tersenyum dan tertawa ringan setelah itu dia mengelus dadanya.
Tindakan Renata tersebut tidak luput dari pandangan Aram dan pandangan nya langsung megarah kearah tangan Renata dan tampa sengaja melihat dua bukit kembar Renata walaupun terbalut kain masih sangat menggoda yang mengakibat kan dirinya tersedak dan terbatuk batuk.
Renata yang melihat itu pun sedikit panik dan menyodorkan air putih kepada Aram sedangkan Aram yang ingin di beri air putih Renata malah tambah salah tingkah dan mengakibatkan dia jatuh dari kursi nya.
__ADS_1
Ahirnya Lina pun tidak dapat menahan tawa nya lagi melihat tindakan Aram yang di buat konyol oleh nonanya. Sedangkan Renata yang masih berusaha memberikan minum kepada Aram namun ditolak oleh Aram, dan kalu di lihat - lihat palahan mirip seperti adegan di filem horror yang di mana tokoh utama jatuh dan di depan nya ada hantu yang akan menghampirinya sedangkan tokoh utama menjauh dari hantu tersebut. Ngomong – omong hantunya adalah Renata.
Seperti ini lah keseruan Renata setiap harinya ada aja kekonyolan baik itu dari Aram, Lina dan bahkan Renata sekalipun.