
Malampun tiba Renata yang sangat asik dengan ramuan nya sampai ia lupa dengan makan malam. Sehingga ia tidak membuat makanan, ahirnya ia dan Aslan hanya membakar daging kijang sisa tadi siang walupun begitu daging panggang itu sangat enak karena telah di beri bumbu rahasia oleh Renata sehingga daging tersebut memiliku bayak rasa.
Setelah memakan makanan sederhana itu, Renata memutuskan untuk istirahat karena ia sudah sangat lelah setelah mengeluarkan bayak sekali mana untuk membuat Potion tadi.
Pagipun tiba seperti biasa Renata bangun lebih awal karena kebiasaan. Entah sejak kapan ia sangat rajin dan suka bangun sangat pagi padahal pada awal ia sampai di dunia ini ia sangat lah males dan kebanyakan banguntidur setelah matahari sudah di atas kepala atau sudah siang apalagi ketika bangun sangat susah sehingga membuat Lina sangt kerepotan kala itu.
Setelah 1 setengh jam berkutat dengan masakan ahirnya selesai dan Aslan juga sudah beberapa saat bangun dan sempat membantu memotong beberapa bahan makanan. Ahirnya sarapan pun siap aku Mio dan Aslan punmakan dengan lahap dengan beberapa kali kami berbncang dan berdiskusi dengan beberapa hal.
“Hime jadi kamu akan ikut aku kembali ke kota.” Kata Aslan memastikan.
“Iyalah memang kenpa?” Tanya balik Renata.
“Ya tidak juga tapi. Bagimana dengan penampilan kamu.” Tanya Aslan kawatir dengan keadaan Renata nanti ketika identitasnta terbongkar.
Renata yang di Tanya pun langsung mengeluarkan sebuah benda kecil dari cincin ruang nya dan langsung memakinya di telinganya.
“Bagaimana sudah mirip dengan Elif belum?” Tanya Renata.
Sedangkan Aslan dan Mio yang di Tanya hanya saling memandang dan menghela napas.
“Haaah begini Master masalah sebenarnya dari anda adalah bagian ini dan ini jadi percuma kalu anda menggunakan penyamaran anda tersebut.” Kata Mio jujur dengan menunjukan bagian yang menjadi cirihas Ras Hiyumen yaitu bagian dada dan pantat nya yang terlihat lebih berisi.
Sedangkan Aslan yang mendengar perkataan Mio hanya mengangguk tanda setuju.
“Terus gimana dong.” Tanya Renata frustasi, sempat terpikir untuk membalut *********** dengan perban tapi setelang di peraktikan palah tidak membantu – membatu amat dan masih terlihat besar apalagi dengan di perban itu ia merasa tidak nyaman dan sesak sehingga ia mengurungkan niatnya.
Sempat ia terpikir utuk menggunakan sihir tapi sihir yang di ginakan harus sihir berbasis cahaya dan itu Cuma menipu penglihatan dan apabila objek di pegang objek itu masih ada jadi Renata menghapus opsi itu sehingga membuat ia lumayan fruatasi.
“Hem bagaimana kalau Hime meyamar menjadi Demihiyumen atau manusia setengah binatang ras RUbah.” Usul Aslan.
“ Lo kenapa harus rubah?” Tanya Renata heran.
“ hem karena ras mereka sering menggunakan kemampuan bawaan mereka untuk menumbuhkan atau membuat seolah olah mereka memiliki dada yang besar seperti manusia walau membutuhkan mana yang besar tapi karena obsesimereka, sehingga mereka tidak masalah meski sering di anggap aneh karena pemborosan mana yang tidak perlu.” Terang Aslan.
__ADS_1
“EEH apa begitu. Kepana Cuma ras itu saja yang menggunakan sihir tersebut.” Kata Renat penasaran.
“ Itu karena kemampuan yang mereka gunakan bukan sihir tapi kemampuan bawaan yang dapat meniru suatu objek dengan menggunakan sejumlah mana sehingga mereka dapat menjadi objek tersebut selama mereka memiliki mana yang cukup. Sebenarnya kemampun itu di kusus kan untuk meyusup ke daerah musuh supaya tidak di curugai tapi bayak sekali wanita dari ras mereka yang palah mengguakn kemampuan itu untuk hal – hal yang kurang bijak seperti yang aku bilang tadi walau tidak di pungkiri mereka jadi popular si.” Kata Aslan.
“Oh begitu ya. Kalu begitu sudah di putuskan kalu aku akan kosplay jadi siluman rubah kan.” Kata Renata semangat.
“Ya kalu kamu tidak keberatan ya tidak apa – apa.” Jawab Aslan.
Setelah mendapat persetujuan semua orang Renata kemudian membuat kostum yang akan di gunakan untuk meyamar seperti ekor palsu, kuping palsu dan pernak Pernik has ras runbah sesuai dengan deskripsi Aslan. Setelah beberapa saat ahirnya selesai.
Renata pun masuk ke tenda untuk mencoba memakai kostum yang ia susuah buat tadi. setelah selesai iapun langsung keluar untuk melihat Reaksi dari mereka berdua namun Renata sedikit rishi karena pakaian yang ia kenakan ini sangat terbuka mirip seperti para penari di padang pasir itu lo.
Renata pun keluar dari tenda setelah keluar ia di suguhi pemandangan dua mahluk yang memiliki ekspresi aneh di wajahnya yang satu kaget sampai melompat dan yang satu menga – nga dengan hidung yang berdarah.
“Bagaimana sudah mirip ras rubah belum?” Tanya Renata pada mereka.
“Kenapa gak cocok ya.” Kata Renata dengan pose menggodanya yang memang ia gunakan untuk mengerjai Aslan.
Efx: Gubarak( suara Aslan yang jatuh karena kena dimik oleh serangan Renata).
“ha ha ha ha exksprese apa kalian ini. Koyol.” Kata Renat sambil tertawa karena tingkah Aslan.
Aslan yang di buat bahan lelucon hanya duduk termenung sambil memalingkan wajah dan meyeka darah yang terlanjur mengalir dari hidung Aslan dengan derasnya.
“(Gila~ apa – apaan ini. Bisa gawat ni kalu sampai kepergok orang di kota bisa buat perang sodara ini. Aduh malah pusing lagi karena bayak mengeluarkan darah).” Fikir Aslan.
“(Gila~ apa – apaan penampilan Master ini kalau sampai orang – orang luar tau bisa perang dunia ni bisa gawat ni. Kayaknya master gak boleh make pakean yang kurang bahan kaya gini bisa repot nantinya).” Fikir Mio.
“Anu Hime lebih baik tidak maksudku kamu harus memakai jubah atau apa saja Hume karena kalau kamu ke kota dengan penampilan seperti ini pasti akan terjadi kejadian yang sangat merepotkan.” Kata Aslan menasehati.
“Iya master anda tidak di perbolehkan memakai pakaian seperti ini lagi, apalagi di depan umum karena itu Cuma mendatangkan bencana saja.” Kata Mio menambahkan.
__ADS_1
“Apa!! Jadi maksud kalian aku tidak pantas memaki pakaian seperti ini karena badanku gak proporsional dan bayak lemak. Jahat sekali kalian.” Kata Renata hampir mewek.
“Bukan . . . . maksud kami kamutu sangat cantic dan sangat sexsi sampai sampai kecantikan dan kesexsianmu itu bisa membuat dua kerajaan perang karena memperebutkan mu!!!” Kata Aslan penuh emosi.
“Hem hem.” Dukung Mio.
Renata yang mendengar pernyataan Aslan sangat terkejut sekaligus senang karena menurut mereka Renata sangat cantic sehingga membuat ia tersipu dan membuat mukanya semerah tomat.
“Begitu ya ha ha ha. Kalau begitu aku ganti lagi ya biar lebih sopan ha ha ha panas ya.” Kata Renata setelah itu ia langsung ke dalam tendanya untuk memakai setelan yang lebih sopan sehingga ia tampil tidak berlebihan.
Setelah selesai ia bertanya pada mereka lagi dan kali ini ia lolos tapi Aslan menambahkan untuk Renata mengenakan masker sama sepertinya atau cadar supaya wajahnya tidak dikenal apalagi wajah renata juga sangat cantic sehingga demi untuk keselamatan nya juga ia meyaran Renata mengenakan cadar.
Renata yang memang masih pendatang dan baru pun hanya mengikuti saran dari Aslan.
Setelah masalah di pecahkan merekapun bersiap – siap untuk berangkat ke kota yang Aslan tinggali. Setelah semua di bawa Renata dan rombongan nya pun berangkat tentu dengan Renata yang menaiki Mio karena ia tidak dapat mengimbangi kecepatan dari Aslan itu sendiri.
Setelah seharian berlari ahirnya mereka sampai di pertengahan jalan dan mereka memutuskan untuk istirahat sejenak karena dari siang mereka terus saja berlari dengan sangat cepat sehingga cukup menguras tenaga kusus untuk Aslan.
Ketika mereka sedang memakan makanan yang di siapkan untuk perbekalan tiba – tiba terdengat raungan dari kejauhan dan lama kelamaan mulai mendekat baik aku, mio dan Aslan langsung memasang kuda – kuda karena merasakan bahaya.
Di kejauhan tepatnya di depan kami tiba – tiba pepohonan mulai bergoyang dan tak jarang ada yang roboh dan dengan pengelihatan super Renata ia dapat melihat sesosok tinggi besar sedang mengarah kemari dan celakanya ketika aku mata – matai ia sadar dan dengan mata merah yang ada di keningnya yang berwarna merah darah itu dengan ajaib mengeluarkan sinar yang sangat berbahaya.
“Gawat.” Kata Renata panic dan dia langsung mengambil jimat pertahanan level dua dari cincin nya karena ia tau jimat level satu tudak akan cukup.
Renatapun langsung mengktifkan 3 jimat itu secara langsung dan sangat cepat sangking panic nya kemudian setelah aktif terbentuklah lingkaran besar didepannya setelah beberapa saat tanahpun melai bergetar dan memunculkan lempengan batu Kristal yang besar dan kuat setelah lempengan selesai terbentuk tidak begitu lama terjadi benturan yang sangat keras dari lempengan Kristal tersebut dan ku lihat kalu Kristal yang amat keras ini bergetar dan ada sedikit retakan di permukaan nya.
“Betapa kuat serangan tadi bahkan sampai hampir memecahkan batu Kristal yang amat keras ini.” Kata Renata serius dan tanpa menunggu lama ia langsung mengeluarkan panah otomatis nya yang sekarang ia ganti dengan yang mengandung racun mematikan karena ia bukan untuk melumpuhkan tapi langsung membunuh.
“Apa tadi apa?” Kata Aslan dan Mio bersamaan walau mereka merasakan kehadiran nya mereka tidak dapat melihatnya selain karena posisinya cukup jauh juga karena terhalang oleh rerumputan dan pohon – pohon di depan mereka kecuali Renata yang memang mempunyai kemmpuan mata yang dapat menembus benda dan bahkan dapat melihat mana orang lain.
“Aku juga tudak tau tapi yang pasti ia memiliki fisik yang meyeramkan dengan mata merah di jidatnya.” Kata Renata singkat.
“Saiklop!” Kata Mio dan Aslan bersamaan.
__ADS_1