
Setelah membongkar identitas Aslan Renata dengan mulut embernya langsung bercerita dengan Mio dan dengan sifat jahil Renata dan Mio di setiap perjalanan mereka menjadikan Aslan sebagai bahan lelucon terutama untuk Renata yang memang hobi.
“Ehem silahkan Pangeran di nikmati hidangan nya.” Kata Renata dengan mimic sangat serius sambil memberikan satu potong senwic yang telah ia persiapkan tentu dengan gaya yang ia buat selebai mungkin sehinggga membuat Mio yang melihat dari kejauhan tertawa samai terpingkal – pingkal sedangkan si Aslan hanya bisa pasrah dan menghela napas saja.
Kemudin merekapun melanjutkan perjalanan mereka yang kali ini hanya jalan biasa di karenakan permintaan Renata yang memang mencari tanaman Herbal untuk stok membuat ramuan nanti. Setelah beberapa saat berjalan tanpa terasa kalau hari mulai malam sehingga Mio memutuskan untuk mencari tempat unruk bermalam.
Sejak mereka sampai di lapisan kedua mereka sering bertemu dengan kumpulan Bes yang berkelompok tapi dengan adanya Mio semua bes yang mereka temui dapat di atasi dengan sangat cepat sehingga mereka sekarang mendapat benyak sekali keristal best walau kebanyakan Reng C tapi dengan jumlah yang bayak itu ia bisa hidup mewah selama beberapa bulan tanpa mengambil misi.
Setelah berdebat beberapa kali ahirnya mereka memutuskan untuk mencari gua karena di sana lebih aman dan tidak berisik. Sempat Aslan meyarankan untuk membuat tenda di alam terbuka atau tidur di atas pohon namun semua usulan nya langsung di bantah oleh Renata terutama gagasan untuk istirahat di pohon.
Dan untuk kemah di alam terbuka juga di tolak karena banyak best yang berkelompok dan jumlahnya sangat bayak di lapisan dua ini walau di pasangi Eray dan best tidak dapat masuk tapi suaranya bisa terdengar dari dalam sehingga membuat Mio dan Renata juga menolak gagasan ini.
Sehingga di pilihlah gua karena di sana terlihat lebih aman dan tenang. Setelah mencari ahirnya mereka menemukan satu di sebuah bukit batu yang di sana terdapat guanya walau di luar terlihat tidak terlalu besar tapi cukup untuk mereka bertiga. Setelah menemukan nya merekapun bergegas untuk pergi ke gua itu tapi ketika mereka sampai di sana tiba – tiba mereka di kejutka dengan kemunculan ular poton dengan corak emas keluar dari dalam gua dan jumlahnya juga ada dua lagi.
Dan kalau benar dugaan ku mereka adalah pasangan dan ini adalah sarang mereka. Kedua ular itu berukuran lumayan besar sekitar 7 sampai 9 meteran dan terlihat sangat cantic menurutku dan dilihat dari mana yang di pancarka mereka memiliki Reng yang cukup tinggi sekitar A dan tentu membuat Mio, Renata dan Aslan bertanya – Tanya bagaimana best itu ada di lapisan dua sedangkan rengnya sangat tinggi.
Tapi Mio yang memang tidak mautaupin langsung menghampiri kedua poton tersebut tentu setelah ia bertrasformasi seukuran singa dan tanpabasa – basi Mio langsung meyerang kedua piton tersebut dengan tebasan energy gelap yang sangat merusak.
Dampaknya satu dari dua ular itu tidak dapat mengelak dan bisa di tebak kalau ularpun langsung di potong menjadi dua bagian sedangkan satu ular lain yang melihat pasangan nya mati dengan sangat mudah terlihat sedikit panic dan ia terlihat akan melarikan diri dengan kembli masuk ke sarang tapi Mio tidak mengijinkan nya ia pun langsung menggunakan salah satu slkill nya yaitu Sedow step untuk teleportasi ke tempat ularitu berada dan sedetik kemudian Miopin muncul dari bayangan ular tersebut dan dengan giginya yang tajam iapun langsung menerkan si ular tanpa bisa melakukan perlawanan.
Dan setelah beberapa saat si ular pun mati dan Mio pun merepaskan gigitan nya dan berubah ke ukuran asli. Melihat Mio yang membunuh kedua best tersebut dengan sangat mudah Aslan dan Renata pun hanya bisa terkagum – kagum melihat nya terutama Renata yang memang baru melihat Mio bertarung dengan sesama Reng.
Setelah mengalahkan kedua ulartersebut Aslanpun langsung memasukan bangkai kedua bes tersebut karena ia memiliki cincin ruang yang lebihbesar dari punya Renata. Ketikmereka sampai di mulut gua tiba – tiba mereka di kejutka dengan hawa mana yang sangatkuat yang asalnya dari dalan gua. Melihat itu Renata pun langsung membuka kemampuan matanya dan benar saja konssentrasi mana di tempat ini sangat kuat dan padat dan ia beranggapan kalu di dalam pasti terdapat bayak sekali keristal mana.
Meliht itu merekapun langsung masuk kedalam dengan tergesa – gesa dan ketika mereka di dalam mereka di kejutkan dengan pemandangan yang amat sepektakuler dangan dinding gua yang seluruhnya di lapisi dengan keristal biru tua yang mereka yakini sebagai keristal mana.
Renata yang melihat itupin hanya bisa melongo karena baru kali ini ia melihat keristal mana sebayak ini dan ia membayangkan bila ia bisa mengektrak semua keristal mana ini menjadi Potion dan di jual ia pasti akan menjadi sangat kaya.
__ADS_1
Namun perhatian Renata teralihkan ketika ia melihat benang mana warna emas yang sangat mencolok di kumpulan benang mana warna biru dan terlihat amat cantic. Hanya Renata yang dapat melihatnya sedangkan Aslan dan Mio tidak karena mereka tidak memiliki kemampuan mata seperti Renata.
Renata Pov
“Eh apa itu.” Kata ku.
Tapi tidak ada yang merespon dan ketika aku menoleh ke samping dimana Mio dan Aslan berdiri kudapati mereka berdua masih terkejut sehingga akuputuskan untuk melihat cahaya emas itu berasal. Setelah aku telusuri ternyata mengarah kedalam gua.
Karena aku sudah terlanjur penasaran akupun tanpa berpikir langsung masuk lebih dalam ke dalam gua tersebut dan ketika masuk kedalam mananya semakin pekat dan tekanan di dalam juga semain kuat sehingga aku lumayan kesusahan untuk sekedar melangkah saja.
Setelah bersusah susah berjalan di lorong gua akupun keluar dari lorong yang lumayan sempit itu dan kemudian aku sampai ke tempat yang amat sangat luas dan sangat terang dengan cahaya emas yang sangat mencolok. Setelah di telusuri ternyata peyebab sinar yang amat meyilaukan itu adalah sebuah kubus berukuran kecil di tengah ruangan yang cukip luas di kejauhan dan anehnya di sini tidak di temukan satu keristan manapun padahan di belakang ku kerustal mana sangat melimpah sampai bisa menekan orang yang nekat masuk ke tempat ini tapi di sini hanya terdapat batu biasa, setalakmit dan setalaktit di sini juga normal tidak seperti di belakang ku yang terbuat dari mana yang memadat.
Setelah kudekati kubus tersebut sampailah aku di depan kubus emas tersebut dan ternyata ukuran nya sekitar 20 cm di setiap sisinya. Kubus ini sangat cantic dengan warna emas teransparannya.
Selain karena warnanya juga karena ia terlihat amat sangat kuat bahkan lebih kuat dari giok dan setelah di amati akupun mencoba untuk meyerang dengan beberapa jimatku tapi langsung di tepis dan hancur seketika bahkan sebelum meyentuh permukaan keristal tersebut.
Awalnya aku bingung tapi karena ada yang lebih mendesak aku putuskan untuk di pikir lain kali saja. sesuai tujuan ku awalnya aku mengeluarkan pedang ini untuk menguju material misterius tersebut karena belum pernah di lihat nya dan belum pernah baca juga.
Setelah dia menempatkan pedang tersebut di keristal kubus itu ia dengan sedikit hati – hati mengetuk keristal itu mengkin karena ia tidak yakin. Dan setelah itu tidak terjadi apa – apa.
“Huuuf untung gak hancur.” Kata Renata.
Tapi setelah ucapan Renata selesai kejadian yang di takutkan Renata terjadi dan kubus yang mulanya baik – baik saja mendadak muncul retakan kecil kemudian berkembang dan ahirnya membuat kubus tersebut terbelah jadi dua. Renata yang melihat itupun bingung ia pikir material ini akan tahan pada semua serangan baik sihir ataupun fisik ternyata aku salah.
Kubus ini ternyata sangat lemah pada serangan fisik. Padahal pedang kayu Renata Cuma di pukulkan secara pelan tapi dampak nya bisa membuat kubus tersebuat terbelah.
__ADS_1
“Apa apan ini. Lemah banget.” Kata Renata sepontan.
Setelah itu Renata memasukan kubus tersebut ke cincin nya dan bersiap untuk kembali. Di perjalanan ia juga sambil menambang beberapa keristal mana tapi yang berwarna merah dan ungu walau jumlahnya sedikit tapi keristal ini adalah keristal yang terbaik dan kalau ngotot ingin mengambil semua keristal ini pasti tidak bisa karena jumlah nya yang sangat besar jadi Renata memutuskan untuk mengambil yang termahal aja biar gak terlalu makan empat di peyimpanan nya.
Setelah berjalan kembali beberapa menit ahirnya sampailah ia di posisi Aslan dan Mio yang sekarang sedang mengimpulkan keristal mana.
“He~ apa kalian sudah selesai?” Kata Renta pada Mio dan Aslan.
“Belum. Lo Hime darimana saja tadi.” Taya Aslan pada Renata.
“Eeto anu tadi Cuma jalan – jalan saja penasaran he he he.” Kata Renata sambil tercata canggung.
“Huuuh Master mohon di ingat ya ketika anda akan kemana saja baritahu kami dahulu di tempat asing seperti ini siapa tau ada bahaya yang mengancan atau nanati anda tidak tau jalan pulang atau tersesat siapa juga yang susah kami kan jadi jangan di ulang lagi ya.” Kata Mio menasehati.
“Ok maaf ya. Lalu setelah ini kita mau kemana?” Tanya Renata.
“Karena mustahil untuk menambang semua batu mana di sini dan apalagi aku juga gak bawa alat lebih baik kita keluar dulu lalau kita pikirkan nanati.” Kata Aslan.
“Em betul katamu juga. Gak baik juga lakau terlalau lama di tempat yang konsentrasi mana nya besar seperti ini.” Kata Renata menambahkan.
Setelah itu Mereka keluar dari gua tersebut dan memutuskan untuk lanjut saja dan untuk mempersingkat perjalanan Aslan ikut Renata naik ke punggung Mio sehingga perjalanan lebih cepat hingga dinihari ahirnya mereka sampai di lapisan ke satu dan dari sini mereka memutuskan untuk jalan kaki karena memang sudah dekat pintu keluar, apalagi di sini mosternya sangat lemah jadi tidak bisa di sebuat ancaman sama sekali untu mereka.
Di pejalanan rombongan Renata sering mennjumpai para petualang lain baik yang akan ke lapisan kedua atau petualang pemula yang mencari material atau memburu moster reng rendah.
“Aslan itu ada orang ada orang Aslan. Mio lihat kan.” Kata Renata sangking girang nya setelah sekian lama ahirnya ia dapat melihat orang lain walau bukan manusia.
“Iya iya aku lihat aku masih punya mata.” Kata Mio sangking malas nya.
__ADS_1
Sedangkan Aslan hanya menikmati perilaku lucu dari Renata yang heboh sendiri setiap kali ia melihat rombongan petualang. Setelah berjalan selama 2 jam ahirnya mereka keluar dari hutan.